|
"Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang
ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN. Lalu
berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: "Ketahuilah, roh jahat
yang dari pada Allah mengganggu engkau; baiklah tuanku
menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang
yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada
Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau
merasa nyaman. ""
Oleh karena dosa Saul Roh Tuhan mundur dari padanya sebaliknya
roh jahat datang mengganggu dia. Di dalam ayat-ayat di atas
dikatakan roh jahat itu dari pada Tuhan. Bagaimanakah
pengertian yang sebenarnya? Apakah Tuhan mengutus roh jahat
untuk mengganggu manusia? Pengertiannya tidak demikian. Tuhan
pemegang otoritas yang tertinggi jadi kalau ada roh jahat yang
mau mengganggu orang yang percaya itu harus seijin Tuhan.
Contohnya kasus Ayub. Tuhan memberikan ijin kepada Iblis untuk
mendatangkan pencobaan kepada Ayub.
Konsekuensi dari mundurnya Roh Allah dari seseorang yaitu
tiadanya penyertaan Allah bagi orang tersebut. Penyertaan
Tuhan di dalam kehidupan seseorang sangat penting. Apabila
kita ingin hidup di dalam penyertaan Tuhan hindarkanlah diri
dari berbuat dosa dan hiduplah di dalam penundukan atau
ketaatan.
Apakah yang dialami oleh seseorang yang disertai Tuhan? Orang
yang disertai Tuhan dibuatNya hidup orang itu berhasit walau
ibaratnya kedudukan orang itu rendah sekalipun apa yang
diperbuatnya dibuat Tuhan berhasil.
Contoh Yusuf di dalam penjara.
Kej 39:21-23 - "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan
melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf
kesayangan bagi kepala penjara itu. Sebab itu kepala penjara
mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf,
dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang
mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang
dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan
apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasiL "
Pada waktu ditaruh di tempat tinggipun, pada saat menjadi
seorang raja muda tetap berhasil. Orang yang disertai Tuhan
boleh dikata lewat api tidak terbakar, lewat banjir tidak
hanyut.
Yes 43:2 - "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku
akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau
tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api,
engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan
membakar engkau. "
Ingat riwayat Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Tuhan
mengasihi ciptaanNya yang dibentukNya, yang sudah ditebusNya
dan dipanggilNya menjadi kepunyaanNya sendiri. Jadi posisi
sebagai orang percaya kepada Tuhan, menjadi milik Tuhan itu
sangat penting. Dia istimewa, dia spesial, dia tidak
semata-mata hanya sebagai makhluk ciptaan.
Yes 41:10 –“janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,
janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan;
bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan
tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. "
Orang yang disertai Tuhan diteguhkan Tuhan, ditolong Tuhan,
dia dipegang oleh tangan kanan Tuhan yang membawa kemenangan.
Perlu diperhatikan bahwa orang yang disertai Tuhan bukannya
tanpa masalah tetapi pada saat menghadapi masalah Tuhan
menolongnya sehingga membuat dia tidak goyah.
Menjadi Prajurit
1. Untuk menjadi prajurit seseorang perlu dilatih.
Dia perlu memiliki penundukan terus menerus kepada komandannya
dan kepada setiap otoritas yang mewakili komandannya. Sebagai
contoh: Pada saat sepasukan prajurit diterjunkan di medan
pertempuran sebagian ditugaskan sebagai pengintai, sebagian
dijadikan orang yang memancing musuh, sebagian menjadi backing
perlindungan. Walaupun yang dijadikan pemancing musuh itu
menjadi umpan musuh dan sangat membahayakan nyawanya tetapi
seorang prajurit harus selalu tunduk kepada perintah
komandannya.
Tuhan menghendaki kita bukan hanya menjadi pengikut-pengikut
Kristus tetapi juga menjadi prajurit-prajuritNya. Sebagai
prajurit Kristus apapun yang diperintahkan oleh Tuhan sebagai
otoritas tertinggi melalui FirmanNya dan melalui
pemimpin-pemimpin rohani harus ditaati. Kita menjadi prajurit
Kristus, sebagai prajurit kita pindah dari alam santai masuk
ke dalam peperangan. Seorang prajurit Kristus perlu
berjaga-jaga di dalam hidupnya dengan doa. Pada waktu malam,
pada waktu dini hari, di mana kita secara tubuh lelah dan
mengantuk tetapi apabila komandan menghendaki kita untuk
berjaga dan berdoa kita harus tunduk. Lawan kita si Iblis
sering menyerang pada saat kita terlena. Yesus adalah contoh
prajurit yang baik.
Flp 2:7,8 - "melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,
dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan
manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, !a telah
merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati
di kayu salib. "
Apakah persyaratan prajurit yang baik? Selain berlatih dia
perlu mengosongkan diri. Tidak memikirkan
kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Hidupnya hanya di dalam
ketaatan menjalankan komando atau perintah dari komandannya.
Komandannyalah yang memikirkan apa yang menjadi kebutuhannya.
2 Tim 2:3,4 - "Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit
yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang
berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal
penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada
komandannya. "
2. Penundukan atau ketaatan.
Seorang prajurit di dalam menjalankan tugasnya tunduk pada
atasan. Entah perintahnya itu masuk akal atau tidak masuk akal
ditaati. Seorang prajurit harus bergerak searah dengan
perintah atasannya (Firman Tuhan) dan di bawah pimpinan Roh
Kudus.
Kesaksian: Seorang pekerja gereja lulusan sekolah Alkitab
membantu hamba Tuhan di kota Baah, Pulau Rote. Pada suatu hari
dia mendapat dorongan Roh Kudus untuk merintis sidang sendiri.
Dia minta ijin kepada gembala sidang dan atas persetujuan
gembala sidang dia memulai perintisan di desa Lekik dengan
banyak berdoa dan berpuasa. Pada suatu hari dia mendengar
suara Roh Kudus untuk berjalan di jalan yang sunyi dalam hutan.
Dia taat. Akhirnya dia menemukan sebuah pondok dan di dalamnya
ada orang yang terbaring sakit lurnpuh. Dia lawat orang ini
dan didoakan setiap hari sampai orang tersebut sembuh dan bisa
berjalan. Dia mendapat satu jiwa untuk modal perintisan. Dari
ketaatannya kepada Tuhan jiwa-jiwa ditambahkan. Mulai dari
membangun pondok tempat ibadah dari ranting-ranting akhirnya
dia dapat membangun gedung permanen, melayani dengan dibantu
beberapa pengerja. Pernah dimasukkan ke dalam penjara karena
Injil tetapi dia disertai Tuhan, dibebaskan dan pekerjaan
Tuhan tetap berkembang. Ibu Mary pernah melayani sidang
tersebut tahun 1983. Di dalam ketaatannya untuk menderita dan
di dalam ketekunannya untuk berjuang seorang prajurit yang
disertai Tuhan pasti kokoh dan berhasil.
Ada kesaksian yang lain. Seorang ibu sedang memasak. Dia
disuruh Tuhan untuk meninggalkan dapur dan pergi ke depan
rumah. Dia melihat ada satu keluarga sedang pindah rumah.
Keluarga baru ini tinggal di belakang rumahnya. Ibu ini
menyambut keluarga baru tersebut, memberi minum kepada mereka
dan mulai bersahabat.
Pada suatu hari tetangga barunya ada yang jatuh sakit. Dia
datang untuk mendoakan, orang tersebut disembuhkan Tuhan dan
menjadi percaya kepada Tuhan.
Bagaimana sebaiknya kita meresponi panggilan Tuhan untuk ikut
menderita sebagai prajurit. Katakan Tuhan aku siap, aku mau
taat, apabila bagian ini dari Tuhan jadilah tetapi apabila
bukan dari Tuhan batalkanlah.
Sikap ketaatan memang mengandung resiko.Tetapi perbuatan
ketaatan mengandung mujizat.
Contoh perjamuan kawin di Kana. Pada saat anggur perjamuannya
habis Yesus memerintahkan para pelayan untuk mengisi enam
tempayan dengan air. Sebenamya tempayan itu biasa dipakai
untuk menampung air atau untuk mencuci tangan dan kaki.
Setelah enam tempayan tersebut dipenuhi dengan air Tuhan Yesus
menyuruh mereka untuk mencedok dan mencicipinya. Ternyata air
tersebut berubah menjadi anggur. Kapan perubahan ini terjadi
tidak ada yang mengetahui.
Apa yang diperintahkan Yesus untuk dilakukan tampaknya tidak
logis tetapi pada saat pelayan-pelayan itu taat mereka
mengalami mujizat.
3. Mengosongkah diri dan merendahkan diri.
Apa arti mengosongkan diri dan merendahkan diri? Dikaitkan
dengan sikap ketaatan mengosongkan diri berarti tidak punya
hak untuk protes. Pengertiannya juga tidak punya keinginan
yang ngotot atau hendak dipaksakan.
Mengosongkan diri berarti menurut, pasrah, menyerah tetapi
tidak cuek atau apatis atau tidak mau peduli, tidak mau pusing
dan tidak ngambeg. Seluruh hidup kita menjadi milik Tuhan dan
haknya Tuhan. Dia yang berhak menentukan segala segi dalam
kehidupan kita termasuk apa sekolah kita, jurusan yang kita
ambil, jodoh kita, kapan menikah, tempat kediaman, profesi,
juga tempat pelayanan.
4. Milikilah prinsip bahwa pilihan Tuhan selalu yang
terbaik.
a. Milikilah sikap agar supaya keinginan Tuhan yang selalu
terjadi dan bukan keinginan kita.
b. Emosi, pendapat sendiri tak perlu kita pertahankan dengan
ngotot. Bahkan kita tidak boleh protes sebab kita sedang
diproses. Apabila kita selalu ngotot dengan keinginan sendiri
kita akan menjadi egois dan keras kepala. Ada bahaya apabila
kita selalu berhasil bisa menjadi sombong.
Kita diproses Tuhan supaya memiliki sikap tabah, tekun, sabar,
ulet, lembut dan rendah hati, Tuhan ingin melahirkan satu
kepribadian yang berkarakter indah seperti bejana yang
berkualitas, berharga dan indah bentuknya. Misalnya saja kita
menghadapi ejekan dan olokan tanpa sakit hati.
Bahkan kalau perlu kita bisa ikut tertawa pada saat
ditertawakan. Kita harus tetap bisa mengasihi walau ditolak
atau tidak disukai.
Dalam proses penundukan di mana hak kita harus dilepaskan atau
tidak dihargai kita harus bisa menjadi makin kuat. Dalam
proses penundukan itu sedang terjadi pembentukan pribadi atau
karakter. Orang yang sedang mengalami proses perlu
menghilangkan keinginan untuk dipuji atau ditonjolkan karena
dia ingin menjadi seperti Kristus yang mengosongkan diriNya.
Perubahan hidup, perubahan wawasan, perubahan kepribadian dan
karakter selama mengalami proses itu sendiri adalah suatu
mujizat atau keajaiban.
Hati-hati dengan suara Tuhan: Kalau Tuhan berkata "Aku mau
meninggikan engkau". Jangan cepat-cepat tertawa, mungkin anda
mau disalib. Yusuf dijanjikan menjadi seorang raja melalui
mimpi-mimpi indahnya tetapi untuk menjadi seorang raja yang
diperkenan Allah ternyata Yusuf harus melalui proses panjang
direndahkan dulu, mengosongkan diri dulu, ditolak dulu. la
dimusuhi oleh abang-abangnya sendiri, dibuang ke sumur, dijual
sebagai budak belian, bekerja sebagai seorang budak. Mana
mungkin seorang budak menjadi raja. Tetapi itulah proses Tuhan.
Dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sebagai budak dia
difitnah dan dipenjarakan. Itulah proses penundukan diri yang
paling rendah berada di lembah yang paling dalam. Selama
proses pahit yang panjang belasan tahun dia tidak pemah marah
atau berontak atau meninggalkan Tuhan. Dia tetap
mempertahankan kwalitas hidup yang menyenangkan Tuhan. Tuhan
berkenan akan Yusuf dan meninggikan dia pada waktunya dengan
memiliki karakter yang sepadan dengan tujuan Allah dalam
hidupnya.
Istri perlu tunduk kepada suami. Istri yang mengosongkan
dirinya dalam penundukan kepada suami, maka Tuhan sendiri yang
akan menjamah suaminya. Apa yang membuat kite sulit diproses?
Ego kita, harga diri kita, dan karena kita mempertahankan hak,
kita sulit pada saat diproses. Kita cenderung untuk berontak,
membelot, melawan, sakit hati dan menyebarkan akar yang pahit.
Penilaian Tuhan Yang Tepat
Tidak ada yang dapat menilai kita dengan tepat kecuali Tuhan.
Apabila Allah mengambil semuanya dari kita tidak ada yang bisa
menolong kita. Allah memang seringkali berlawanan dengan cara
kita sendiri. Memang tidak ada yang bisa merubah manusia
kecuali Tuhan. Ada bagian yang harus kita lakukan tetapi ada
bagian yang Tuhan lakukan. Kita juga tidak dapat menuntut
Tuhan untuk melakukan segala sesuatu bagi kita. Bagian kita
adalah penundukan.
Berdiri Di Tempat Yang Benar
Berdirilah di tempatmu yang benar. Ketahuilah batasan-batasan
wewenangmu dan tugasmu. Di dalam hubungan rumah tangga apabila
suami baik janganlah kita ngelonjak atau dominan terhadap
suami. Tempatkan suami tetap sebagai kepala dalam rumah tangga.
Jangan sampai karena suami baik lalu istri kurang
memperhatikan aturan serta bebas merdeka semaunya. Allah
menuntut bagian kita untuk dilakukan sebelum Dia melakukan
bagianNya yang mendatangkan mujizat atau kebaikan.
(Nantikan
artikel lainnya!)
|