» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

"PRAJURIT DAN PAHLAWAN"
1 Sam 16:14-16


"Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN. Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: "Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau; baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman. ""

Oleh karena dosa Saul Roh Tuhan mundur dari padanya sebaliknya roh jahat datang mengganggu dia. Di dalam ayat-ayat di atas dikatakan roh jahat itu dari pada Tuhan. Bagaimanakah pengertian yang sebenarnya? Apakah Tuhan mengutus roh jahat untuk mengganggu manusia? Pengertiannya tidak demikian. Tuhan pemegang otoritas yang tertinggi jadi kalau ada roh jahat yang mau mengganggu orang yang percaya itu harus seijin Tuhan.

Contohnya kasus Ayub. Tuhan memberikan ijin kepada Iblis untuk mendatangkan pencobaan kepada Ayub.
Konsekuensi dari mundurnya Roh Allah dari seseorang yaitu tiadanya penyertaan Allah bagi orang tersebut. Penyertaan Tuhan di dalam kehidupan seseorang sangat penting. Apabila kita ingin hidup di dalam penyertaan Tuhan hindarkanlah diri dari berbuat dosa dan hiduplah di dalam penundukan atau ketaatan.

Apakah yang dialami oleh seseorang yang disertai Tuhan? Orang yang disertai Tuhan dibuatNya hidup orang itu berhasit walau ibaratnya kedudukan orang itu rendah sekalipun apa yang diperbuatnya dibuat Tuhan berhasil.

Contoh Yusuf di dalam penjara.
Kej 39:21-23 - "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasiL "

Pada waktu ditaruh di tempat tinggipun, pada saat menjadi seorang raja muda tetap berhasil. Orang yang disertai Tuhan boleh dikata lewat api tidak terbakar, lewat banjir tidak hanyut.
Yes 43:2 - "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. "

Ingat riwayat Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Tuhan mengasihi ciptaanNya yang dibentukNya, yang sudah ditebusNya dan dipanggilNya menjadi kepunyaanNya sendiri. Jadi posisi sebagai orang percaya kepada Tuhan, menjadi milik Tuhan itu sangat penting. Dia istimewa, dia spesial, dia tidak semata-mata hanya sebagai makhluk ciptaan.
Yes 41:10 –“janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan; bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. "

Orang yang disertai Tuhan diteguhkan Tuhan, ditolong Tuhan, dia dipegang oleh tangan kanan Tuhan yang membawa kemenangan. Perlu diperhatikan bahwa orang yang disertai Tuhan bukannya tanpa masalah tetapi pada saat menghadapi masalah Tuhan menolongnya sehingga membuat dia tidak goyah.

Menjadi Prajurit
1. Untuk menjadi prajurit seseorang perlu dilatih.
Dia perlu memiliki penundukan terus menerus kepada komandannya dan kepada setiap otoritas yang mewakili komandannya. Sebagai contoh: Pada saat sepasukan prajurit diterjunkan di medan pertempuran sebagian ditugaskan sebagai pengintai, sebagian dijadikan orang yang memancing musuh, sebagian menjadi backing perlindungan. Walaupun yang dijadikan pemancing musuh itu menjadi umpan musuh dan sangat membahayakan nyawanya tetapi seorang prajurit harus selalu tunduk kepada perintah komandannya.

Tuhan menghendaki kita bukan hanya menjadi pengikut-pengikut Kristus tetapi juga menjadi prajurit-prajuritNya. Sebagai prajurit Kristus apapun yang diperintahkan oleh Tuhan sebagai otoritas tertinggi melalui FirmanNya dan melalui pemimpin-pemimpin rohani harus ditaati. Kita menjadi prajurit Kristus, sebagai prajurit kita pindah dari alam santai masuk ke dalam peperangan. Seorang prajurit Kristus perlu berjaga-jaga di dalam hidupnya dengan doa. Pada waktu malam, pada waktu dini hari, di mana kita secara tubuh lelah dan mengantuk tetapi apabila komandan menghendaki kita untuk berjaga dan berdoa kita harus tunduk. Lawan kita si Iblis sering menyerang pada saat kita terlena. Yesus adalah contoh prajurit yang baik.
Flp 2:7,8 - "melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, !a telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. "

Apakah persyaratan prajurit yang baik? Selain berlatih dia perlu mengosongkan diri. Tidak memikirkan kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Hidupnya hanya di dalam ketaatan menjalankan komando atau perintah dari komandannya. Komandannyalah yang memikirkan apa yang menjadi kebutuhannya.
2 Tim 2:3,4 - "Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. "

2. Penundukan atau ketaatan.
Seorang prajurit di dalam menjalankan tugasnya tunduk pada atasan. Entah perintahnya itu masuk akal atau tidak masuk akal ditaati. Seorang prajurit harus bergerak searah dengan perintah atasannya (Firman Tuhan) dan di bawah pimpinan Roh Kudus.
Kesaksian: Seorang pekerja gereja lulusan sekolah Alkitab membantu hamba Tuhan di kota Baah, Pulau Rote. Pada suatu hari dia mendapat dorongan Roh Kudus untuk merintis sidang sendiri. Dia minta ijin kepada gembala sidang dan atas persetujuan gembala sidang dia memulai perintisan di desa Lekik dengan banyak berdoa dan berpuasa. Pada suatu hari dia mendengar suara Roh Kudus untuk berjalan di jalan yang sunyi dalam hutan. Dia taat. Akhirnya dia menemukan sebuah pondok dan di dalamnya ada orang yang terbaring sakit lurnpuh. Dia lawat orang ini dan didoakan setiap hari sampai orang tersebut sembuh dan bisa berjalan. Dia mendapat satu jiwa untuk modal perintisan. Dari ketaatannya kepada Tuhan jiwa-jiwa ditambahkan. Mulai dari membangun pondok tempat ibadah dari ranting-ranting akhirnya dia dapat membangun gedung permanen, melayani dengan dibantu beberapa pengerja. Pernah dimasukkan ke dalam penjara karena Injil tetapi dia disertai Tuhan, dibebaskan dan pekerjaan Tuhan tetap berkembang. Ibu Mary pernah melayani sidang tersebut tahun 1983. Di dalam ketaatannya untuk menderita dan di dalam ketekunannya untuk berjuang seorang prajurit yang disertai Tuhan pasti kokoh dan berhasil.

Ada kesaksian yang lain. Seorang ibu sedang memasak. Dia disuruh Tuhan untuk meninggalkan dapur dan pergi ke depan rumah. Dia melihat ada satu keluarga sedang pindah rumah. Keluarga baru ini tinggal di belakang rumahnya. Ibu ini menyambut keluarga baru tersebut, memberi minum kepada mereka dan mulai bersahabat.

Pada suatu hari tetangga barunya ada yang jatuh sakit. Dia datang untuk mendoakan, orang tersebut disembuhkan Tuhan dan menjadi percaya kepada Tuhan.

Bagaimana sebaiknya kita meresponi panggilan Tuhan untuk ikut menderita sebagai prajurit. Katakan Tuhan aku siap, aku mau taat, apabila bagian ini dari Tuhan jadilah tetapi apabila bukan dari Tuhan batalkanlah.

Sikap ketaatan memang mengandung resiko.Tetapi perbuatan ketaatan mengandung mujizat.
Contoh perjamuan kawin di Kana. Pada saat anggur perjamuannya habis Yesus memerintahkan para pelayan untuk mengisi enam tempayan dengan air. Sebenamya tempayan itu biasa dipakai untuk menampung air atau untuk mencuci tangan dan kaki. Setelah enam tempayan tersebut dipenuhi dengan air Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk mencedok dan mencicipinya. Ternyata air tersebut berubah menjadi anggur. Kapan perubahan ini terjadi tidak ada yang mengetahui.

Apa yang diperintahkan Yesus untuk dilakukan tampaknya tidak logis tetapi pada saat pelayan-pelayan itu taat mereka mengalami mujizat.

3. Mengosongkah diri dan merendahkan diri.
Apa arti mengosongkan diri dan merendahkan diri? Dikaitkan dengan sikap ketaatan mengosongkan diri berarti tidak punya hak untuk protes. Pengertiannya juga tidak punya keinginan yang ngotot atau hendak dipaksakan.

Mengosongkan diri berarti menurut, pasrah, menyerah tetapi tidak cuek atau apatis atau tidak mau peduli, tidak mau pusing dan tidak ngambeg. Seluruh hidup kita menjadi milik Tuhan dan haknya Tuhan. Dia yang berhak menentukan segala segi dalam kehidupan kita termasuk apa sekolah kita, jurusan yang kita ambil, jodoh kita, kapan menikah, tempat kediaman, profesi, juga tempat pelayanan.

4. Milikilah prinsip bahwa pilihan Tuhan selalu yang terbaik.
a. Milikilah sikap agar supaya keinginan Tuhan yang selalu terjadi dan bukan keinginan kita.
b. Emosi, pendapat sendiri tak perlu kita pertahankan dengan ngotot. Bahkan kita tidak boleh protes sebab kita sedang diproses. Apabila kita selalu ngotot dengan keinginan sendiri kita akan menjadi egois dan keras kepala. Ada bahaya apabila kita selalu berhasil bisa menjadi sombong.

Kita diproses Tuhan supaya memiliki sikap tabah, tekun, sabar, ulet, lembut dan rendah hati, Tuhan ingin melahirkan satu kepribadian yang berkarakter indah seperti bejana yang berkualitas, berharga dan indah bentuknya. Misalnya saja kita menghadapi ejekan dan olokan tanpa sakit hati.
Bahkan kalau perlu kita bisa ikut tertawa pada saat ditertawakan. Kita harus tetap bisa mengasihi walau ditolak atau tidak disukai.

Dalam proses penundukan di mana hak kita harus dilepaskan atau tidak dihargai kita harus bisa menjadi makin kuat. Dalam proses penundukan itu sedang terjadi pembentukan pribadi atau karakter. Orang yang sedang mengalami proses perlu menghilangkan keinginan untuk dipuji atau ditonjolkan karena dia ingin menjadi seperti Kristus yang mengosongkan diriNya. Perubahan hidup, perubahan wawasan, perubahan kepribadian dan karakter selama mengalami proses itu sendiri adalah suatu mujizat atau keajaiban.

Hati-hati dengan suara Tuhan: Kalau Tuhan berkata "Aku mau meninggikan engkau". Jangan cepat-cepat tertawa, mungkin anda mau disalib. Yusuf dijanjikan menjadi seorang raja melalui mimpi-mimpi indahnya tetapi untuk menjadi seorang raja yang diperkenan Allah ternyata Yusuf harus melalui proses panjang direndahkan dulu, mengosongkan diri dulu, ditolak dulu. la dimusuhi oleh abang-abangnya sendiri, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak belian, bekerja sebagai seorang budak. Mana mungkin seorang budak menjadi raja. Tetapi itulah proses Tuhan. Dari yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sebagai budak dia difitnah dan dipenjarakan. Itulah proses penundukan diri yang paling rendah berada di lembah yang paling dalam. Selama proses pahit yang panjang belasan tahun dia tidak pemah marah atau berontak atau meninggalkan Tuhan. Dia tetap mempertahankan kwalitas hidup yang menyenangkan Tuhan. Tuhan berkenan akan Yusuf dan meninggikan dia pada waktunya dengan memiliki karakter yang sepadan dengan tujuan Allah dalam hidupnya.

Istri perlu tunduk kepada suami. Istri yang mengosongkan dirinya dalam penundukan kepada suami, maka Tuhan sendiri yang akan menjamah suaminya. Apa yang membuat kite sulit diproses? Ego kita, harga diri kita, dan karena kita mempertahankan hak, kita sulit pada saat diproses. Kita cenderung untuk berontak, membelot, melawan, sakit hati dan menyebarkan akar yang pahit.

Penilaian Tuhan Yang Tepat
Tidak ada yang dapat menilai kita dengan tepat kecuali Tuhan. Apabila Allah mengambil semuanya dari kita tidak ada yang bisa menolong kita. Allah memang seringkali berlawanan dengan cara kita sendiri. Memang tidak ada yang bisa merubah manusia kecuali Tuhan. Ada bagian yang harus kita lakukan tetapi ada bagian yang Tuhan lakukan. Kita juga tidak dapat menuntut Tuhan untuk melakukan segala sesuatu bagi kita. Bagian kita adalah penundukan.

Berdiri Di Tempat Yang Benar
Berdirilah di tempatmu yang benar. Ketahuilah batasan-batasan wewenangmu dan tugasmu. Di dalam hubungan rumah tangga apabila suami baik janganlah kita ngelonjak atau dominan terhadap suami. Tempatkan suami tetap sebagai kepala dalam rumah tangga. Jangan sampai karena suami baik lalu istri kurang memperhatikan aturan serta bebas merdeka semaunya. Allah menuntut bagian kita untuk dilakukan sebelum Dia melakukan bagianNya yang mendatangkan mujizat atau kebaikan.


                                                                              (Nantikan artikel lainnya!)
 

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi