» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

"PERNIKAHAN"


Pernikahan adalah pembentukan suatu keluarga.
Untuk apa pernikahan diciptakan Tuhan? Agar tercipta keluarga. Untuk apa keluarga diciptakan? Agar tercipta gambar Allah dimuka bumi.
Apabila keluarga dibentuk di dalam kasih dan hidup di dalam kasih, maka keluarga yang saling mengasihi dan mengasihi Tuhan itu akan memancarkan keindahan Kristus. Melalui keluarga semacam ini kita akan mengenal Bapa, Anak, dan Roh Kudus, ini adalah keluarga di sorga.
Keluarga di bumi yang dibangun dalam kasih dan yang hidup di dalam kasih serta mengasihi Tuhan, akan memancarkan karakter Allah, dan akan sangat menjadi berkat bagi orang lain.
Bagaimana satu keluarga hidup dalam kasih dan mengasihi Tuhan? Kita akan mulai dari perkawinan dulu.

1. Perkawinan adalah satu ikatan perjanjian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan single.
Baik laki-laki atau perempuan itu menyatakan komitmennya mengikatkan diri dalam satu perkawinan untuk membentuk satu keluarga.
Inilah komitmen yang diucapkan Adam terhadap Hawa pada waktu mereka dipertemukan oleh Tuhan.
Kej 2:23 "Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki laki. ""
Pria mengakui dia menemukan dan menerima jodohnya.

2. Setelah pasangan pria dan wanita single menikah, mereka perlu memberi prioritas atau mengutamakan dalam membangun keintiman proses menjadi satu daging.
Kej 2:24,25 “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, mereka tidak merasa malu. "
 
 

a. Pengertian satu daging bukan hanya menyangkut hal-hal fisik, menyangkut keberadaan manusia secara utuh, yaitu pasangan pengantin menyatu dalam roh, jiwa, dan tubuh.
Mat 19:5,6 "Dan firmanNya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Romans dalam perkawinan sangat penting, sebab hal itu oleh Allah yang menciptakan perkawinan itu. Tetapi roman tidak semata-mata kesatuan fisik, tetapi kesatuan batin.

b. Keintiman suami-isteri adalah ujud ketergantungan satu pasangan suami-isteri, di mana yang satu membutuhkan yang lain, dan tak bias diganti oleh orang lain. Mereka saling membutuhkan; saling mengasihi dan saling menerima pasangan apa adanya.

c. Di dalam keintiman kepribadian masing-masing akan dibangun dengan belajar untuk saling mengenal lebih lagi, saling membangun. Dan hal ini hanya bisa dilakukan dalam keterbukaan dan rela dibentuk, rela menerima masukan dengan kerendahan hati.

d. Bila saling mengenal dan saling memahami ini meningkat, keintiman bertumbuh, bahkan sampai pasangan tersebut menjadi keluarga yang dikaruniai anak-anak.
Keintiman ini akan membangun kerukunan, dan kerukunan mendatangkan berkat.
Mzm 133:1-3 “Nyanyian ziarah Daud Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya."
Kerukunan tidak bisa terujud tanpa dibangun komunikasi. Pasangan pengantin baru, dalam sepanjang hidupnya yang akan datang harus belajar membangun komunikasi yang sehat dan lancar, belajar saling mengalah di mana perlu.

3. Keluarga juga akan dibangun dalam kasih, saling mengasihi, dan mengasihi Tuhan pada saat masing-masing melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan benar.
 
 

a. Mereka harus menjalankan aktivitas yang Tuhan berikan kepada mereka.
Kej 1:26 "BerfirmanlahAllah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi”
Mereka harus bekerja mencukupi kebutuhan hidup mereka.

b. Mereka memerlukan berkat Allah menyertai kehidupan mereka.
Kej 1:28 “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan alas segala binatang yang merayap di bumi.”
Berkat ini penting, supaya keturunan dan usaha pekerjaan mereka juga diberkati. Berkat ini juga perlu untuk kehidupan rohani dan jasmani mereka.

c. Mereka perlu hidup di dalam ibadah.
Kej 2:1-3 “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan - yang dibuat-Nya itu, berhentilah la pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah la berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu."
Di sinilah keluarga menyatakan kasihnya kepada Tuhan, beribadah dengan setia.
 

APA YANG MENGHALANGI KEINTIMAN
Dosa bukan hanya menghalangi keintiman, tetapi dosa merusak keintiman. Oleh sebab dosa, suami-isteri tidak bisa saling terbuka. Dosa melukai, dan luka dalam batin menutup hati terhadap keintiman. Keintiman tidak bisa dibangun oleh sebab dosa merusak komunikasi.
Kesombongan merusak komunikasi.
Kemarahan merusak komunikasi.
Cemburu, dan sebab akibatnya merusak keintiman.
Miskin komunikasi merusak keintiman.
Cuek merusak keintiman.
Merasa benar sendiri dan mau menang sendiri merusak keintiman.
Mementingkan keluarga sendiri merusak keintiman.
Milikilah keterbukaan selalu, bangunlah keintiman.

(Nantikan topik selanjutnya)

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi