» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

"PERCAYALAH KEPADA TUHAN
BUKAN KEPADA MANUSIA"

Kita bisa mempercayai orang, tetapi tidak bisa mempercayakan diri kepadanya. Kita tidak mendasarkan hidup kita kepada apa yang dijanjikan manusia.
Alkitab adalah suara Allah. Apabila kita membaca Alkitab, kita mendengar suara Allah. Apabila anda diserang oleh anak panah berapi berupa penyakit, kutiblah ayat-ayat Alkitab. Firman Allah adalah seperti perisai.

Apabila kita menaruh nilai atau menghargai pendapat manusia, maka pendapat manusia menjadi perisai kita. Apa yang dikatakan oleh manusia tidak cukup untuk menjadi perisai bagi kita.
Apabila manusia berkata: "Aku mengasihimu." bisa berarti "Aku mengijinkanmu." Kasih adalah apabila ia tidak menyentuhmu.

"Aku mengasihimu" adalah satu komitmen. Pria yang mengatakan "Aku mengasihimu" sebaiknya memiliki rumah kediaman, dan bukan sebaliknya ia datang untuk tinggal di rumah anda; pinjam barang-barang atau sepeda motor anda, mengambil makanan dari lemari es anda. Apabila yang sebaliknya terjadi, sang putri cemas sebab ia mempercayai dan menaruh pengharapannya kepada perkataan manusia. Apabila anda menikah bukan oleh karena anda membutuhkan sesuatu dari orang tersebut. Apabila pria menikah, seharusnya pria ada dalam pihak memberi, apabila anda menikah dengan sikap siap memberi, anda tidak akan sakit hati.

Apabila anda berbisnis, lakukanlah sesuai dengan Firman Tuhan. Buatlah keputusan yang benar, maka anda akan mendapat langganan yang baik.
Apabila anda tidak bersandar kepada perkataan manusia, anda tidak akan terluka.
Seharusnya anda bersikap "Aku percaya kepadamu," tetapi "Aku tidak mempercayakan diriku kepadamu," anda akan menjaga hatimu terhadap kekecewaan. Berserahlah kepada Allah dan FirmanNya.
Kita harus berharap kepada Allah untuk memenuhi kebutuhan kita.
Pada waktu kita sakit, kita sembuh bukan karena apa kata dokter, tetapi oleh karena Firman Allah mengatakannya.
Jadikan Firman Allah perisaimu. Allah tidak pernah mengingkari FirmanNya. Percayalah Firman Allah dan hidup dalam damai sejahtera.
1. Lindungi diri anda dari sakit hati. Kenakanlah perisai iman. Yaitu percayalah, dan terapkan Firman Allah dalam kehidupan.

2. Peganglah dan junjunglah Firman Allah. Jangan biarkan anda tidak memakainya.

3. Apabila anda terluka, ampunilah.
Hal ini harus menjadi pilihan dan keputusan anda. Mengampuni bukan perasaan, tetapi suatu keputusan. Apabila anda berpegang kepada perasaan, anda tidak akan pernah mengampuni. Apabila kita mengampuni, kita tidak perlu menuntut fihak lain untuk membayar dengan sesuatu.
Pada waktu Allah mengampuni kita, la tidak menunggu agar kita berubah. Kita berubah setelah pengampunan.
Pada saat kita mengampuni, orang yang kita ampuni itu tidak berhutang apa-apa kepada kita.

4.Makanlah perjamuan suci untuk masalah anda. Setelah anda mengampuni, makanlah perjamuan suci. Lepaskan orang tersebut. Jangan anda pegang lagi. Apabila anda tetap marah atau sakit hati, anda akan terpenjara di dalam perasaan anda. Serahkanlah kepada Allah, dan lepaskan.

5. Janganlah membicarakannya lagi.
Setiap kali kita membicarakannya lagi kita sedang membuka lagi pembalut luka, dan luka terbuka lagi.
Dengan membicarakannya luka tidak tersembuhkan. Apabila anda mempedulikan perasaan, anda membicarakannya.
Tetapi apabila anda mempedulikan masa depan, anda tidak akan membicarakannya. Jangan menjadi orang yang sensitif, sebab apabila menjadi orang yang sensitif, anda adalah orang yang tidak mempedulikan masa depan. Perasaan sensitif menghalangi kita mengacu ke depan.

6. Jangan ijinkan Iblis melihat anda terluka.
Iblis jahat, licik dan mencari target, terutama apabila ada yang sakit hati. Apabila ia mengetahui bahwa anda sakit hati, ia akan mengajar dan menjadikan anda targetnya lagi.

7. Jangan pernah membalas dendam.
Rm 12:19 - "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."

Jangan pernah membalas dendam. Berkati mereka. Kirimkanlah sesuatu kepada mereka. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan
Anda tak perlu dikuasai lagi oleh perasaan anda. Anda perlu dikuasai Firman Tuhan dan Roh Kudus. Apabila anda ingin damai sejahtera menguasai pikiran anda, fokuskan hidup anda pada Firman Allah.
Dewasakan emosimu dengan jalan menguasainya.
Di atas telah ditulis langkah-langkah sederhana untuk menguasai emosi kita.

Ada pengharapan di dalam Tuhan. Allah bisa merubah kehidupan Anda.

(Nantikan artikel selanjutnya!)

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi