|
Kita bisa
mempercayai orang, tetapi tidak bisa mempercayakan diri
kepadanya. Kita tidak mendasarkan hidup kita kepada apa yang
dijanjikan manusia.
Alkitab adalah suara Allah. Apabila kita membaca Alkitab, kita
mendengar suara Allah. Apabila anda diserang oleh anak panah
berapi berupa penyakit, kutiblah ayat-ayat Alkitab. Firman
Allah adalah seperti perisai.
Apabila kita menaruh nilai atau menghargai pendapat manusia,
maka pendapat manusia menjadi perisai kita. Apa yang dikatakan
oleh manusia tidak cukup untuk menjadi perisai bagi kita.
Apabila manusia berkata: "Aku mengasihimu." bisa
berarti "Aku mengijinkanmu." Kasih adalah apabila ia
tidak menyentuhmu.
"Aku mengasihimu" adalah satu komitmen. Pria yang mengatakan "Aku
mengasihimu" sebaiknya memiliki rumah kediaman, dan bukan
sebaliknya ia datang untuk tinggal di rumah anda; pinjam
barang-barang atau sepeda motor anda, mengambil makanan dari
lemari es anda. Apabila yang sebaliknya terjadi, sang putri
cemas sebab ia mempercayai dan menaruh pengharapannya kepada
perkataan manusia. Apabila anda menikah bukan oleh karena anda
membutuhkan sesuatu dari orang tersebut. Apabila pria menikah,
seharusnya pria ada dalam pihak memberi, apabila anda menikah
dengan sikap siap memberi, anda tidak akan sakit hati.
Apabila anda berbisnis, lakukanlah sesuai dengan Firman Tuhan.
Buatlah keputusan yang benar, maka anda akan mendapat
langganan yang baik.
Apabila anda tidak bersandar kepada perkataan manusia, anda
tidak akan terluka.
Seharusnya anda bersikap "Aku percaya kepadamu," tetapi
"Aku tidak mempercayakan diriku kepadamu," anda akan
menjaga hatimu terhadap kekecewaan. Berserahlah kepada Allah
dan FirmanNya.
Kita harus berharap kepada Allah untuk memenuhi kebutuhan kita.
Pada waktu kita sakit, kita sembuh bukan karena apa kata
dokter, tetapi oleh karena Firman Allah mengatakannya.
Jadikan Firman Allah perisaimu. Allah tidak pernah mengingkari
FirmanNya. Percayalah Firman Allah dan hidup dalam damai
sejahtera.
1. Lindungi diri anda dari sakit hati. Kenakanlah perisai
iman. Yaitu percayalah, dan terapkan Firman Allah dalam
kehidupan.
2. Peganglah dan junjunglah Firman Allah. Jangan biarkan
anda tidak memakainya.
3. Apabila anda terluka, ampunilah.
Hal ini harus menjadi pilihan dan keputusan anda.
Mengampuni bukan perasaan, tetapi suatu keputusan. Apabila
anda berpegang kepada perasaan, anda tidak akan pernah
mengampuni. Apabila kita mengampuni, kita tidak perlu menuntut
fihak lain untuk membayar dengan sesuatu.
Pada waktu Allah mengampuni kita, la tidak menunggu agar kita
berubah. Kita berubah setelah pengampunan.
Pada saat kita mengampuni, orang yang kita ampuni itu tidak
berhutang apa-apa kepada kita.
4.Makanlah perjamuan suci untuk masalah anda. Setelah
anda mengampuni, makanlah perjamuan suci. Lepaskan orang
tersebut. Jangan anda pegang lagi. Apabila anda tetap marah
atau sakit hati, anda akan terpenjara di dalam perasaan anda.
Serahkanlah kepada Allah, dan lepaskan.
5. Janganlah membicarakannya lagi.
Setiap kali kita membicarakannya lagi kita sedang membuka lagi
pembalut luka, dan luka terbuka lagi.
Dengan membicarakannya luka tidak tersembuhkan. Apabila anda
mempedulikan perasaan, anda membicarakannya.
Tetapi apabila anda mempedulikan masa depan, anda tidak akan
membicarakannya. Jangan menjadi orang yang sensitif, sebab
apabila menjadi orang yang sensitif, anda adalah orang yang
tidak mempedulikan masa depan. Perasaan sensitif menghalangi
kita mengacu ke depan.
6. Jangan ijinkan Iblis melihat anda terluka.
Iblis jahat, licik dan mencari target, terutama apabila ada
yang sakit hati. Apabila ia mengetahui bahwa anda sakit hati,
ia akan mengajar dan menjadikan anda targetnya lagi.
7. Jangan pernah membalas dendam.
Rm 12:19 - "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu
sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada
murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku.
Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."
Jangan pernah membalas dendam. Berkati mereka. Kirimkanlah
sesuatu kepada mereka. Jangan membalas kejahatan dengan
kejahatan, kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan
Anda tak perlu dikuasai lagi oleh perasaan anda. Anda perlu
dikuasai Firman Tuhan dan Roh Kudus. Apabila anda ingin damai
sejahtera menguasai pikiran anda, fokuskan hidup anda pada
Firman Allah.
Dewasakan emosimu dengan jalan menguasainya.
Di atas telah ditulis langkah-langkah sederhana untuk
menguasai emosi kita.
Ada pengharapan di dalam Tuhan. Allah bisa merubah
kehidupan Anda.
(Nantikan artikel selanjutnya!) |