» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

"BERGERAK DI DALAM PENGURAPAN"


Roh kudus bekerja melalui iman mendatangkan kuasa untuk mengalahkan musuh, pengurapan sangat perlu dan merupakan keharusan. Apabila kita, ingin pelayanan agar pelayanan kita, diterima Tuhan, kita perlu pengurapan Roh Kudus.

Yesaya 9:1-3 "Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang , yang besar, mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar, mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat penindas telah Kau patahkan seperti pada hari kekalahan Midian. "

Fasal di dalam kitab Yesaya 9 ini berbicara mengenai kelahiran Yesus, yang disebut Kristus. Perkataan Kristus berarti yang diurapi, pengurapan itulah yang sanggup mematahkan kuk. Haleluya!

Kuk dipatahkan! Berarti ada kuasa yang dipatahkan. Dan kuasa yang mematahkan itu datang dari pengurapan Roh Kudus.

Mengapa kurang kuasa? Sebab kurang pengurapan Roh Kudus.
Ada tingkat tingkat pengurapan dan ada tingkat tingkat kuasa, serta ada bermacam macam manifestasi dari pengurapan Roh Kudus.

Apa akibat dan tujuan pengurapan?
Pengurapan membawa orang kepada keselamatan.

Imamat 14:18 Dan apa yang tinggal dari minyak itu haruslah dibubuhnya pada kepala orang yang akan ditahirkan. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN.

Di dalam ayat ini pengurapan dinyatakan melalui minyak. Imamat 14 berbicara mengenai hukum pentahiran orang kusta. Penderita kusta menggambarkan orang berdosa. Penderita kusta menggambarkan orang berdosa yang dosanya di ampuni, disucikan oleh darah Anak Domba Allah.
Pada saat pentahiran, minyak dituangkan diatas kepala penderita kusta itu. Pengurapan minyak itu gambaran dari pencurahan pengurapan, pada saat itu penderita kusta dinyatakan tahir. Pengurapan membawa orang kepada keselamatan.

Sekarang kita akan bicara mengenai dosa, siapa yang tidak berdosa setelah kita percaya? Boleh dikatakan setiap hari jatuh ke dalam dosa, kita tidak mencapai standar Allah.
Namun ada bedanya antara kondisi kita sebelum bertobat dan setelah bertobat dan diselamatkan. Tetapi sebelum seseorang bertobat, Roh kudus menempelak orang berdosa, menyadarkan dia akan dosanya dan membawa orang tetsebut kepada pertobatan. Yohanes 16:8-13 “Dan kalau Ia datang, la akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila la datang, yaitu Roh Kebenaran, la akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab la tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakan-Nya dan la akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
Rohkudus inilah yang mencelikkan mata hati manusia.

Peran Roh Kudus pada orang yang sudah percaya
Setelah kita diselamatkan kita membutuhkan Roh Kudus. Pada saat kita menjadi percaya. Roh Kudus memeteraikan kita.
Efesus 1:13 - "Di dalam Dia kamu juga - karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu."
Lalu Roh Kudus menyertai kita, dan kemudian Dia ingin diam di dalam kita
Yohanes 14:20 – “Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. “

Kemudian Tuhan mau kita dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus
Efesus 5:17-18 - "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh."

Apa tujuan peran Roh Kudus yang meningkat-ningkat dalam kehidupan orang percaya ini? Supaya kita hidup dalam ketaatan dengan bimbingan Roh Kudus.
Yohanes 16:26 - "Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa."

Maksud Roh Kudus juga supaya kita tidak hidup di dalam dosa. Roh kudus mau menguasai kita, sehingga kita menguasai dosa dan tidak dikuasai dosa, kita diberi kuasa oleh Roh Kudus
Yakobus 4:7 – “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!"

Setelah kita menjadi percaya dan diselamatkan, dosa masih bisa mencobai atau menggoda kita, tetapi Roh Kudus memberi kepada kita kuasa untuk menolak atau melawan dosa, saat iblis menggoda kita bisa berkata "Aku tak mau melakukan itu. Aku tak mau rnelihat itu". Pengalaman kelahiran baru memberi kepada kita kemampuan untuk menyatakan'Tidak" kepada dosa, benih dosa itu sudah tidak ada di dalam kita, sudah diganti dengan benih Kristus.

Apa artinya ?
Kita tidak lagi mau dengan sengaja berbuat dosa. Memang kita tinggal dalam tubuh yang fana, terbuat dari tanah liat, bisa mengalami kerusakan, dan bisa jatuh dalam kelemahan, bisa salah dan khilaf.

Kita dibebaskan dari tubuh fana ini pada saat kematian.
Tubuh yang fana ini tubuh dosa, tetapi setelah di babtis, tubuh dosa hilang kuasanya. Roma 6:6 – “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. "

Roma 6:12 - "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya"

Kita bisa berdosa, tetapi kita tidak harus dikuasai dosa, tetapi sebaliknya kita menguasai dosa. Selama di dalam tubuh ini kita mengerang, ingin bebas, dan kita akan bebas dengan sempurna pada saat kematian.

Roma 7:21 - "Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. "

Roma 8:10 -11 - "Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka la, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. "

Roma 8: 13 - "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. "

Roma 8 :23 - "Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. "

Roma 12:1; Roma 13:14
Kita butuh pendoa syafaat
Dosa menguasai dunia. Dosa tidak menguasai kita. Namun kita butuh pendoa syafaat, Yesus menjadi pendoa syafaat kita - Ibrani 5:7. Mengapa kita butuh pendoa syafaat? Supaya menjaga kita dalam kemurnian, supaya kita selalu dibersihkan dan menjadi bersih. Allah kudus sehingga la tidak bisa melihat dosa. Dia kudus, Dia terang. Dimana ada terang kegelapan pergi. Allah tidak bisa melihat dosa, Dia melihat kita, melalui darah AnakNya. Allah mengikatkan perjanjianNya dengan umat pilihanNya dengan darah

Keluaran 24:8. Darah perjanjian itu disiramkan diatas semua umat: Demikian pula anda dan saya, diatas kita sudah disiramkan darah perjanjian yaitu Darah Anak Domba Allah, Tuhan Yesus Kristus.

Dulu Musa naik bukit, kemudian Allah turun Setelah penyiraman umat dengan darah korban persembahan, kemudian Allah memerintahkan Musa untuk membuat Tabemakel dan Allah berjanji akan berdiam ditengah tengah umatNya. Dulu Musa harus mendaki Gunung Sinai setinggi 9000 kaki untuk bertemu Allah, namun setelah umat disiram dengan darah perjanjian, Allah bersedia turun ke tengah umatNya - Keluaran 25:8

Kehidupan doa yang penuh kuasa dan berhasil .Agardoa penuh kuasa dan berhasil dibutuhkan 3 hal :
1. Lokasi yang benar
2. Posisi yang benar
3. Kondisi yang benar

Lokasi yang benar
Matius 6:6. Dimana lokasinya? Lokasinya adalah menyendiri dengan Allah, Musa berdoa meninggalkan kemah, masuk ke Tabernakel.

Posisi yang benar
Bilangan 7:89. Posisi yang benar adalah dalam tempat Maha Kudus, dimana ada tutup pendamaian diatas tabut Allah, semua sudah diperciki dengan darah.

Kondisi yang benar. Mazmur 51
Kondisi yang benar adalah hati yang hancur
• Hati yang hancur adalah hati yang hancur akan dosa dan kesalahannya
• Kesadaran demikian rupa sampai minta belas kasihan dari Tuhan. Minta untuk diampuni dan dihapus dosanya.
•Tuhan berkenan kebenaran dalam batin

Ingat kita adalah orang-orang yang diurapi, sebab oleh pengurapan itulah kita diselamatkan. Marilah kita tetap tinggal dalam pengurapan itu sehingga kehidupan baru kita di teguhkan dan bahkan bertumbuh menjadi kuat, terpelihara dalam kekudusan dan kemurnian.

(Nantikan artikel selanjutnya!)

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi