» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

"BAGAIMANA MENGHADAPI PENCOBAAN
CARA ALKITAB"
Yak 1:2-4


”Saudara-saudaraku, anggaplah sebagaI suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.l:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”

Orang percaya memang sering menghadapi pencobaan yang sulit dirasakan. Itu adalah bagian dari kehidupannya-Yak 2:2-2:26 (Baca ya?). 1 Ptr 1:7 – “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu - yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api - sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”

1 Ptr 4: 1-19 (Baca Iho ya! Rame-rame boleh).
1 Kor 4:9-13 (Kalau anda membaca jadi kuat deh).
2 Kor 6:3-10 (Kalau anda rriembaca pasti terhibur).
2 Kor 11:23-33 (Ayo baca, jangan malas!).

2 Kor 12:7 - "Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. "-Tujuannya menjaga kita dalam kerendahan hati.
Tiap pencobaan ada tujuannya:
Rm 5:3-5 – “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati, kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

Surat Yakobus ditulis kepada 12 suku yang tercerai-berai oleh karena mereka mengalami penjajahan-penjajahan oleh berbagai bangsa berganti-ganti. Suku-suku itu tersebar di berbagai kota di Eropa, Asia, dan Afrika. Mereka tetap menganut hukum mereka sendiri, memiliki rumah-rumah sembahyang, dan tetap terpisah dari penduduk yang lain.
Perkataan salam dari Yakobus bahasa aslinya dari Bahasa Gerika: chairo, mengandung pengertian sukacita (joy), bersukacitalah (rejoice); salam atau selamat (hail) diberkatilah.
Itu adalah bentuk salam kuno yang mengharapkan atau memujikan kesehatan dan kemakmuran (health and prosperity).
Salam ini menghangatkan hati dan menguatkan orang-orang yang tercerai-berai, kadang-kadang terisolirdan sering teraniaya atau menghadapi pencobaan dan kesusahan-kesusahan.
Surat itu dibuka dengan nasihat yang sangat baik apabila menghadapi pencobaan. Coba kita lihat, sebab hal ini sangat kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi kita yang hidup di jaman akhir ini banyak yang stress, dll. Nasihat firman berlaku abadi, tepat untuk saat ini juga.
Berbagai pencobaan, Bahasa Gerika: Peirasmos. Pengertiannya adalah pencobaan, serangan, diberikan untuk membuktikan sesuatu (yaitu iman), untuk meneliti (kesungguhan kita), pertanyaan-pertanyaan dalam kehidupan. Pencobaan macam apa saja, tidak mesti pencobaan untuk berbuat dosa. Pencobaan menguji kepercayaan dan iman kita, dan menguji kepribadian kita apakah kita berdiri atas kebenaran dan apakah kepercayaan kita teguh, dan apakah iman kita murni. Ujian melahirkan kesabaran, dan kesabaran mengerjakan kesempurnaan.

A. Kita dinasihati agar mengangap sebagai suatu kebahagiaan apabila jatuh ke dalam berbaqai pencobaan.
Yak 1:2 – “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan"
Jatuh ke dalam berbagai pencobaan. Kata Jatuh berasal dari Bahasa Gerika: peripipto, yang artinya adalah terjebak ke dalam (to fall into atau to be caught by).
Jadi pada dasarnya kita tidak mencari pencobaan, tetapi ketemu, seperti misalnya terjebak banjir. Tidak diduga, kita ketemu banjir, bahkan bisa terkurung d dalamnya. Lalu tentu saja kita mencari jalan keluar. Bahkan di dalam ayat ini disebut berbagai pencobaan. Memang, sering masalah dan pergumulan yang kita hadapi bermacam-macam. Tetapi Firman Tuhan mengatakan: “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan"
Jadi Tuhan ingin pada saat kita menghadapi berbagai pencobaan jangan takut, kuatir, stres, marah, kecewa, sedih, tertekan. Tetapi bahagia, jadi harus senyum. Bukan sombong!
Bukan senyum orang yang kelewat bingung atau terganggu ingatan,tetapi senyurn sebab penyerahan diri kepada Allah, sebab percaya kemampuan dan kekuatan Allah. Kita tidak perlu tertekan atau sedih dan kacau, sebab hal-hal tersebut dapat mengubah keadaan. Supaya kita bisa bahagia, kita perlu mengucap syukur saat menghadapi berbagai pencobaan. Memang manusiawi apabila kita mengeluh atau sedih saat menghadapi berbagai pencobaan. Tetapi Rasul Paulus berkata bahwa kita adalah lebih daripada seorang pemenang (Rm 8 :37). Kasih Yesus yang membuat kita mampu.

B. Mengapa kita menganggap sebagai suatu kebahagiaan apabla kita menghadapi berbagai pencobaan?
Yak 1:3- “Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”
1. Sebab pencobaan itu merupakan ujian terhadap iman.
Pencobaan dipakai oleh Iblis untuk menjatuhkan kita. Pencobaan dipakai oleh Tuhan untuk menguji iman kita. Tujuan iman diuji adalah: mengangkat kita ke level yang lebih tinggi.
a. Membuktikan kesungguhan dan kualitas dari iman itu.
b. Meningkatkan iman agar lebih tertanam kepada Kristus, apapun yang terjadi.

2. Sebab saat kita menghadapl pencobaan, kita dilatih ketekunan.
Ketekunan merupakan buah yang dihasilkan oleh adanya pencobaan yang dihadapi, sebab orang tersebut berusaha untuk dapat mengatasi atau menyelesaikan. Makin bermacam-macam masalah dan pergumulan yang dihadapi, makin orang tersebut belajar tekun. Bahkan orang tersebut akan ditempa keuletannya dalam perjuangan untuk survive dan menang. Di situ mental dan kepribadian kita ditempa, menjadi kuat, tekun, ulet, tidak mudah putus asa.

3. Yak 1:4 –“Dan biarkanlah ketekunan ituu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Wah, apabila kita menghadapi pencobaan dengan rasa bahagia, rasa syukur, kita akan kuat dan tabah dan akan dibawa kepada kesempurnaan.

A. Ketekunan menghasilkan buah yang matang. Artinya rohani kita bertumbuh, didewasakan melalui pergumulan dan pencobaan.

B. Supaya kamu menjadi sempurna. Iman dan kepribadian kita disempurnakan lewat pergumulan dan pencobaan.Ada 6 hal mengenai kesempurnaan:

B.1. Pekerjaan yang sempurna tentang kesabaran.Yak1:4.
Usaha yang sempurna tentang kesabaran. Kesabaran jadi sempurna.
B2. Pengetahuan yang sempurna. Flp.3:15.
Melalui pergumulan dan pencobaan pengetahuan kita dibuat sempurna, misal pemahaman mengenai pribadi Allah dan jalan-jalan Allah.
B.3. Karunia atau pemberian yang sempurna.Yak 1:17.
Di dalam menghadapi pencobaan melalui pergumulan-pergumulan, Tuhan memberikan kepada kita karunia-karunia yang sempurna, kita diperlengkapiNya dari tempat yang Mahatinggi. Tuhan makin menambah karuniaNya.
B.4 Hukum kemerdekaan yang sempurna. Yak 1:25.
Supaya bisa mampu menghadapi pergumulan dan pencobaan, kita perlu menetiti hukum Tuhan yang sempurna. Pemahaman akan firmanNya akan memerdekakan kita. Melalui pergumulan dalam pencobaan, kita mengalami firmanNya.

FirmanNya akan membuka wawasan bagi kita bagaimana menghadapi dan mengatasi masalah. FirmanNya akan memberi petunjuk-petunjuk kepada kita, oleh kuasa Roh KudusNya. Bacalah Firman, renungkan, cari petunjuk Allah di dalamnya. Pengertian akan FirmanNya akan membebaskan roh dan jiwa anda dari belenggu masalah.

B.5. Iman yang sempurna oleh karena pengendalian diri.
Yak 2:22 –“Kamu lihat bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”
(Perfect faith by works).
Iman perlu dinyatakan dalam perbuatan. Tanpa perbuatan iman mati. Iman menjadi sempuma, oleh karena dikerjakan oleh perbuatan. Hendaknya Firman Tuhan betul-betul bisa menjawab masalah oleh karena iman, dan Firman Tuhan diterapkan dalam praktik kehidupan. Kita menghadapi persoalan kita dan menyelesaikan dengan iman. Yak 2:17 –“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”.

B.6. Manusia yang sempuma oleh karena pengendalian diri.
Yak 3:2 – “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal, barangsiapa tidak bersalah dalam parkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.”

Pada saat pergumulan-pergumulan dan pencobaan terjadi, biasanya apa yang sulit untuk kita kuasai? Lidah dan bibir kita, itulah yang cepat sekali untuk bereaksi. Kita cepat menanggapi pencobaan dengan keluhan. Kadang-kadang ungkapan kecewa atau jengkel langsung keluar dari bibir lidah kita. Lalu bagaimana agar kita menjadi manusia yang disempumakan melalui pencobaan dan persoalan yang kita alami? Kita harus merubah ucapan bibir kita dari keluhan menjadi ucapan syukur. Kita harus merubah ucapan rasa kecewa kita atau kejengkelan kita dengan memberkati, menasihati, memotivasi, bila pergumulan kita tentang anak, misalnya. Kita harus merubah semua pertanyaan di hati kita dengan memuji Tuhan.
Yuk kita belajar terus. Dengan demikian ucapan kita akan terkendali. Tuhan sumber damai memberi damai yang melimpah di hati saudara. Amin.

                                                                          (Nantikan artikel berikutnya!)
 

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi