|
”Saudara-saudaraku, anggaplah sebagaI suatu kebahagiaan,
apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab
kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan
ketekunan.l:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah
yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak
kekurangan suatu apapun.”
Orang percaya memang sering menghadapi pencobaan yang sulit
dirasakan. Itu adalah bagian dari kehidupannya-Yak 2:2-2:26
(Baca ya?). 1 Ptr 1:7 – “Bergembiralah akan hal itu,
sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh
berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk
membuktikan kemurnian imanmu - yang jauh lebih
tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji
kemurniannya dengan api - sehingga kamu memperoleh puji-pujian
dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus
menyatakan diri-Nya.”
1 Ptr 4: 1-19 (Baca Iho ya! Rame-rame boleh).
1 Kor 4:9-13 (Kalau anda membaca jadi kuat deh).
2 Kor 6:3-10 (Kalau anda rriembaca pasti terhibur).
2 Kor 11:23-33 (Ayo baca, jangan malas!).
2 Kor 12:7 - "Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena
penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu
duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk
menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. "-Tujuannya
menjaga kita dalam kerendahan hati.
Tiap pencobaan ada tujuannya:
Rm 5:3-5 – “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah
juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa
kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan
menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah
telah dicurahkan di dalam hati, kita oleh Roh Kudus yang telah
dikaruniakan kepada kita.”
Surat Yakobus ditulis kepada 12 suku yang tercerai-berai oleh
karena mereka mengalami penjajahan-penjajahan oleh berbagai
bangsa berganti-ganti. Suku-suku itu tersebar di berbagai kota
di Eropa, Asia, dan Afrika. Mereka tetap menganut hukum mereka
sendiri, memiliki rumah-rumah sembahyang, dan tetap terpisah
dari penduduk yang lain.
Perkataan salam dari Yakobus bahasa aslinya dari Bahasa Gerika:
chairo, mengandung pengertian sukacita (joy), bersukacitalah
(rejoice); salam atau selamat (hail) diberkatilah.
Itu adalah bentuk salam kuno yang mengharapkan atau memujikan
kesehatan dan kemakmuran (health and prosperity).
Salam ini menghangatkan hati dan menguatkan orang-orang yang
tercerai-berai, kadang-kadang terisolirdan sering teraniaya
atau menghadapi pencobaan dan kesusahan-kesusahan.
Surat itu dibuka dengan nasihat yang sangat baik apabila
menghadapi pencobaan. Coba kita lihat, sebab hal ini sangat
kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi kita yang
hidup di jaman akhir ini banyak yang stress, dll. Nasihat
firman berlaku abadi, tepat untuk saat ini juga.
Berbagai pencobaan, Bahasa Gerika: Peirasmos. Pengertiannya
adalah pencobaan, serangan, diberikan untuk membuktikan
sesuatu (yaitu iman), untuk meneliti (kesungguhan kita),
pertanyaan-pertanyaan dalam kehidupan. Pencobaan macam apa
saja, tidak mesti pencobaan untuk berbuat dosa. Pencobaan
menguji kepercayaan dan iman kita, dan menguji kepribadian
kita apakah kita berdiri atas kebenaran dan apakah kepercayaan
kita teguh, dan apakah iman kita murni. Ujian melahirkan
kesabaran, dan kesabaran mengerjakan kesempurnaan.
A. Kita dinasihati agar mengangap sebagai suatu
kebahagiaan apabila jatuh ke dalam berbaqai pencobaan.
Yak 1:2 – “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu
kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai
pencobaan"
Jatuh ke dalam berbagai pencobaan. Kata Jatuh berasal dari
Bahasa Gerika: peripipto, yang artinya adalah terjebak ke
dalam (to fall into atau to be caught by).
Jadi pada dasarnya kita tidak mencari pencobaan, tetapi ketemu,
seperti misalnya terjebak banjir. Tidak diduga, kita ketemu
banjir, bahkan bisa terkurung d dalamnya. Lalu tentu saja kita
mencari jalan keluar. Bahkan di dalam ayat ini disebut
berbagai pencobaan. Memang, sering masalah dan pergumulan yang
kita hadapi bermacam-macam. Tetapi Firman Tuhan mengatakan:
“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan"
Jadi Tuhan ingin pada saat kita menghadapi berbagai pencobaan
jangan takut, kuatir, stres, marah, kecewa, sedih, tertekan.
Tetapi bahagia, jadi harus senyum. Bukan sombong!
Bukan senyum orang yang kelewat bingung atau terganggu
ingatan,tetapi senyurn sebab penyerahan diri kepada Allah,
sebab percaya kemampuan dan kekuatan Allah. Kita tidak perlu
tertekan atau sedih dan kacau, sebab hal-hal tersebut dapat
mengubah keadaan. Supaya kita bisa bahagia, kita perlu
mengucap syukur saat menghadapi berbagai pencobaan. Memang
manusiawi apabila kita mengeluh atau sedih saat menghadapi
berbagai pencobaan. Tetapi Rasul Paulus berkata bahwa kita
adalah lebih daripada seorang pemenang (Rm 8 :37). Kasih Yesus
yang membuat kita mampu.
B. Mengapa kita menganggap sebagai suatu kebahagiaan apabla
kita menghadapi berbagai pencobaan?
Yak 1:3- “Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu
menghasilkan ketekunan.”
1. Sebab pencobaan itu merupakan ujian terhadap iman.
Pencobaan dipakai oleh Iblis untuk menjatuhkan kita. Pencobaan
dipakai oleh Tuhan untuk menguji iman kita. Tujuan iman diuji
adalah: mengangkat kita ke level yang lebih tinggi.
a. Membuktikan kesungguhan dan kualitas dari iman itu.
b. Meningkatkan iman agar lebih tertanam kepada Kristus,
apapun yang terjadi.
2. Sebab saat kita menghadapl pencobaan, kita dilatih
ketekunan.
Ketekunan merupakan buah yang dihasilkan oleh adanya pencobaan
yang dihadapi, sebab orang tersebut berusaha untuk dapat
mengatasi atau menyelesaikan. Makin bermacam-macam masalah dan
pergumulan yang dihadapi, makin orang tersebut belajar tekun.
Bahkan orang tersebut akan ditempa keuletannya dalam
perjuangan untuk survive dan menang. Di situ mental dan
kepribadian kita ditempa, menjadi kuat, tekun, ulet, tidak
mudah putus asa.
3. Yak 1:4 –“Dan biarkanlah ketekunan ituu memperoleh
buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan
tak kekurangan suatu apapun.”
Wah, apabila kita menghadapi pencobaan dengan rasa bahagia,
rasa syukur, kita akan kuat dan tabah dan akan dibawa kepada
kesempurnaan.
A. Ketekunan menghasilkan buah yang matang. Artinya
rohani kita bertumbuh, didewasakan melalui pergumulan dan
pencobaan.
B. Supaya kamu menjadi sempurna. Iman dan kepribadian
kita disempurnakan lewat pergumulan dan pencobaan.Ada 6 hal
mengenai kesempurnaan:
B.1. Pekerjaan yang sempurna tentang kesabaran.Yak1:4.
Usaha yang sempurna tentang kesabaran. Kesabaran jadi sempurna.
B2. Pengetahuan yang sempurna. Flp.3:15.
Melalui pergumulan dan pencobaan pengetahuan kita dibuat
sempurna, misal pemahaman mengenai pribadi Allah dan
jalan-jalan Allah.
B.3. Karunia atau pemberian yang sempurna.Yak 1:17.
Di dalam menghadapi pencobaan melalui pergumulan-pergumulan,
Tuhan memberikan kepada kita karunia-karunia yang sempurna,
kita diperlengkapiNya dari tempat yang Mahatinggi. Tuhan makin
menambah karuniaNya.
B.4 Hukum kemerdekaan yang sempurna. Yak 1:25.
Supaya bisa mampu menghadapi pergumulan dan pencobaan, kita
perlu menetiti hukum Tuhan yang sempurna. Pemahaman akan
firmanNya akan memerdekakan kita. Melalui pergumulan dalam
pencobaan, kita mengalami firmanNya.
FirmanNya akan membuka wawasan bagi kita bagaimana menghadapi
dan mengatasi masalah. FirmanNya akan memberi
petunjuk-petunjuk kepada kita, oleh kuasa Roh KudusNya.
Bacalah Firman, renungkan, cari petunjuk Allah di dalamnya.
Pengertian akan FirmanNya akan membebaskan roh dan jiwa anda
dari belenggu masalah.
B.5. Iman yang sempurna oleh karena pengendalian diri.
Yak 2:22 –“Kamu lihat bahwa iman bekerjasama dengan
perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman
menjadi sempurna.”
(Perfect faith by works).
Iman perlu dinyatakan dalam perbuatan. Tanpa perbuatan iman
mati. Iman menjadi sempuma, oleh karena dikerjakan oleh
perbuatan. Hendaknya Firman Tuhan betul-betul bisa menjawab
masalah oleh karena iman, dan Firman Tuhan diterapkan dalam
praktik kehidupan. Kita menghadapi persoalan kita dan
menyelesaikan dengan iman. Yak 2:17 –“Demikian juga halnya
dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman
itu pada hakekatnya adalah mati”.
B.6. Manusia yang sempuma oleh karena pengendalian diri.
Yak 3:2 – “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal,
barangsiapa tidak bersalah dalam parkataannya, ia adalah orang
sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.”
Pada saat pergumulan-pergumulan dan pencobaan terjadi,
biasanya apa yang sulit untuk kita kuasai? Lidah dan bibir
kita, itulah yang cepat sekali untuk bereaksi. Kita cepat
menanggapi pencobaan dengan keluhan. Kadang-kadang ungkapan
kecewa atau jengkel langsung keluar dari bibir lidah kita.
Lalu bagaimana agar kita menjadi manusia yang disempumakan
melalui pencobaan dan persoalan yang kita alami? Kita harus
merubah ucapan bibir kita dari keluhan menjadi ucapan syukur.
Kita harus merubah ucapan rasa kecewa kita atau kejengkelan
kita dengan memberkati, menasihati, memotivasi, bila
pergumulan kita tentang anak, misalnya. Kita harus merubah
semua pertanyaan di hati kita dengan memuji Tuhan.
Yuk kita belajar terus. Dengan demikian ucapan kita akan
terkendali. Tuhan sumber damai memberi damai yang melimpah di
hati saudara. Amin.
(Nantikan
artikel berikutnya!)
|