» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

"MENJADI MURID YANG SEJATI"
Luk 14:25-32


"Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian."

Apabila kita ingin menjadi murid yang sejati kita harus mengambil langkah iman. Tuhan Yesus dikerumuni oleh orang banyak. Mereka datang berduyun-duyun mengikut Dia. Dan Yesus memberi komentar agar barangsiapa mengikut Dia harus memikul salibnya.

Bagaimana situasi jumlah yang besar pada umumnya? Jumlah yang besar itu oke-oke saja tetapi Yesus tidak terkesan dengan jumlah yang besar. Sebab jumlah yang besar itu sering datang dan pergi. Kadang-kadang mereka bisa berbalik menentangmu. Yesus turun ke dunia tidak membangun kerumunan orang yang banyak tetapi Dia membangun gerejaNya.

1. Dia menjalankan agenda surga dengan cara kasih dan menjelaskan kepada mereka inilah rencanaNya.
Dengan kata lain sepertinya Yesus mengatakan: "Aku yang akan menjadi nomer satu dalam hidupmu"
Luk 14:28 - "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. "

2. Tuhan menghendaki kita memikui salib kita sambil mengikut Dia. Luk 14:27 Apakah salib itu? Salib itu adalah instrumen kematian. Yaitu alat untuk mematikan kita. Kita hanya bisa mati apabila mau menyerahkan segalanya bukan separuh, bukan 90% tetapi segalanya. Tuhan Yesus tidak menekan kita sehingga penyerahan kita menjadi suatu beban yang berat, tetapi Tuhan Yesus menyatakan hukum untuk mengikut Dia. Seseorang yang mengikut Yesus dengan penyerahan total harus menyadari bahwa itulah komitmen yang dia ambil dan dia akan menjalaninya dengan sukacita.

Ada satu garis yang tinggi yang dituntut oleh Tuhan untuk komitmen kita. Tuhan seolah-olah berkata demikian: "Jikalau Aku hanya memiliki 12 orang Aku akan bisa mengubah dunia ini hanya dengan yang 12 orang itu."
Apabila anda ingin menjadi murid Tuhan asingkan dirimu dari kerumunan orang banyak untuk menjadi seorang murid yang sungguh-sungguh komitmen.

POTRET SEORANG MURID YANG KOMITMEN

Ada lima aspek dari murid yang komitmen.

1. Dia komitmen untuk memiliki saat teduh dengan Tuhan Yesus.
Dia membangun hubungan melalui penyembahan dan itu bukan hanya menyanyi setiap Minggu pagi di gereja. Itu harus menjadi penyembahan seumur hidup kita.
Tuhan itu bukan mengejar penyembahan kita tetapi Tuhan mengejar kita. Dia menginginkan penyembah.
Yoh 4:23,24 - "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. "
 
Hubungan kita akan mengalir melalui penyembahan yaitu penyembahan yang keluar dari dasar hati yang akan menyentuh hati Allah, dengan iman

2. Mereka ada di dalam persekutuan kasih dengan sesamanya.
Kita perlu terlibat di dalam persekutuan kamunitas dari rumah ke rumah. Kita tidak bisa membangun persekutuan yang akrab di dalam ibadah-badah hari Minggu saja sebab hal itu hanya merupakan hubungan yang dangkal. Kita tidak bisa sungguh-sungguh saling memperhatikan di dalam ibadah. Di dalam ibadah kita memang saling melayani tetapi kita akan melayani kebutuhan mereka secara mendalam pada saat bertemu dari rumah ke rumah. Kis 2:41-47; Kis 4:32-37.
Apabila kita hanya hadir dalam ibadah raya kita tidak memiliki pertanggungjawaban mengenai apa yang kita dengar dari Firman Tuhan. Kita perlu sekali memiliki keluarga kecil di mana kita dapat memperhatikan satu dengan yang lain. Seorang murid akan membangun hubungan. Kerumunan orang banyak itu kadang-kadang mengikuti jalannya sendiri. Apalagi bila kerumunan orang banyak itu tersinggung atau merasa dikecewakan. Apabila ada seseorang yang melukaimu pergi selesaikanlah dengan orang itu. Apabila tidak mempan panggillah orang ketiga. Mat 18: 15-20.

3. Seorang murid memiliki hati hamba.
Mat 20:28 - "sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. "
Mrk 10:45 - "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Dia tahu bagaimana mengembangkan karunia-karunia. Kalau kita memiliki orientasi yang egois terhadap hidup kita itu akan merusakkan hidup kita sendiri. Seorang murid akan menghancurkan orientasi yang egois dalam dirinya dan mulai melayani. Kita perlu menanggapi kebutuhan orang dengan mengatakan apa yang bisa saya lakukan untuk orang lain. Sebagai murid kita juga perlu mengatakan apa yang bisa saya berikan kepada gereja.

Orang-orang Kudus Vs Setan-setan.
Ada yang melakukan segala sesuatu dengan banting tulang tetapi ada yang lain duduk santai tidak melakukan apa-apa.
Kadang-kadang diadakan simulasi, presentasi, praktek di kelas mengalami pengalaman indah tetapi tidak mau pergi melakukan penjangkauan. Kadang-kadang ada yang saling memukul, saling bertengkar untuk banyak hal makanya tidak mencapai kemenangan. Di dalam hal ini 5 jawatan rohani harus melengkapi. Semua orang diwadahi dalam tugas-tugas mengalahkan musuh.

4. Seorang murid adalah seorang pemberi yang murah hati. Luk 14:28-30.
Mereka demikian dicengkeram untuk hal-hal yang ada kepentingannya dengan Yesus. Segala sumber baik daya dan dana dipersembahkan dengan senang hati dan dengan limpah asal kita tahu bahwa segala sesuatu yang kita miliki datang dari Tuhan. Mestinya kita akan rela mengembalikan kepadaNya semaksimalnya. Untuk hal ini hanya diperlukan perubahan paradigma atau pergeseran dalam cara berpikir. Karena sebenarnya semuanya datangnya dari Tuhan.

5. Seorang murid sangat bergairah untuk menginjil.
Dia akan menularkan penginjilan kepada orang-orang lain. Dia memiliki hati yang sepenuhnya ingin memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Dia memiliki sukacita yang lebih bila bisa memperoleh satu orang lebih dari segalanya. Karena satu orang yang bertobat ada sukacita di surga dan seluruh malaikat di surga bersukacita. Prioritas surga adalah menyelamatkan yang terhilang. Marilah kita menjadi mata rantai yang di tengah atau mata rantai penyambung dan janganlah kita menjadi mata rantai yang hilang. Bagian dari petualangan besar mengasihi jiwa-jiwa adalah menjadikan jiwa-jiwa itu orang-orang percaya dan menjadi murid Yesus. Dengan adanya mata rantai-mata rantai pemuridan impaknya akan sangat besar kepada dunia yang terhilang. Seberangilah garis itu. Mulailah bangun hubungan-hubungan. Jadilah salah seorang yang paling penuh menjadi murid Yesus.

Kita hanya memiliki satu kehidupan untuk kita jalani. Yesus ingin kita menjalaninya sepenuhnya. Sasaran kita adalah memberi dan tidak sekedar menerima.
Luk 8:38 - "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. "

Yoh 10:10 - "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. "

Adalah di dalam memberi bahwa kita akan menerima. Hubungan kita dengan Yesus tidak didasarkan atas rutinitas tetapi perlu dibakar lagi dan diisi lagi, melalui pergaulan karib denganNya. Nikmatilah kehadiranNya setiap hari di dalam hidupmu dengan pujian penyembahan dan merenungkan firmanNya.


                                                                          (Nantikan artikel berikutnya!)
 

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi