|
Penglihatan ataupun mimpi atau apa saja cara Allah
berkomunikasi dengan manusia ada yang berkenaan dengan:
• Pribadi.
• Bangsa atau Negara.
• Keadaan zaman, tanda-tanda zaman.
5. Tuhan berbicara lewat nubuat.
Nubuat adalah ucapan Ilahi yang dapat kita mengerti mengenai
sesuatu yang akan terjadi.
Ada bermacam-macam nubuat:
• Nubuat pada saat kita berdoa.
• Nubuat bukan pada saat berdoa. Nubuat bisa terjadi oleh
karena:
• Kerja dari Roh Kudus melalui karunia untuk bernubuat.
• Atau oleh karena Roh Kudus melengkapi orang yang terpanggil
dalam jabatan pelayanan kenabian.
Tidak semua orang yang bernubuat adalah Nabi. Tetapi seorang
nabi pasti diberi nubuatan oleh Tuhan.
Apakah jawatan nabi masih ada dalam Perjanjian Baru? Menurut
Ef 4 masih ada.
Ef 4:11,12 "Dan lalah yang memberikan baik rasul-rasul
maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun
gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi
orang-orang kudus bagi ..."
Tugas Nabi dalam PB adalah melengkapi orang kudus untuk
pekerjaan pelayanan.
Setiap nubuat juga harus diuji.
I Kor 14:29-33 "Tentang nabi-nabi - baiklah dua atau tiga
orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa
yang mereka katakan. Tetapi jika seorang lain yang duduk di
situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam
diri. Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang,
sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.
Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi. Sebab Allah tidak
menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. "
Jadi nubuat ini diberi Tuhan pada saat umat Tuhan bersekutu.
Di dalam persekutuan, di mana ada firman, doa, pujian dan
penyembahan, Roh Kudus bekerja dengan urapanNya dan Dia
bekerja dengan karunia-karunia dengan maksud: Untuk membangun,
menasihati dan menghibur. Perhatikan ini. Nubuat bukan untuk
menghakimi.
Adapun apabila ada sisi teguran, tentu ada sisi jalan keluar,
I Kor 14:2,3 “Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum
mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada
berhala-berhala yang bisu. Karena itu aku mau meyakinkan kamu,
bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah,
dapat berkata: “Terkutuklah Yesus." dan tidak ada seorang pun,
yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh
Kudus.”
Hati-hati di dalam penggunaan semua karunia. Karunia tidaklah
untuk manusia memanipulasi Tuhan. Tetapi karunia adalah
manusia menjadi alat Tuhan.
I Kor 12:4-7 "Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan
ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada
berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang
mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada
tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan
bersama”.
Namun demikian kita semua masing-masing boleh belajar untuk
bernubuat.
• Kita adalah tubuh Kristus dan setiap orang anggotanya.
I Kor 12:27 “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu
masing-masing adalah anggotanya. “
• Di dalam menjalankan karunia dasar kita adalah kasih. Kita
boleh berusaha untuk beroleh karunia untuk bernubuat
I Kor 14:1 “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu
memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk
bernubuat “.
• Saat menjalankan karunia untuk bernubuat kita rela
ditanggapi yang lain. I Kor 14:29 “Tentang nabi-nabi -
baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang
lain menanggapi apa yang mereka katakan. “
• Kita semua boleh bernubuat seorang demi seorang. Tujuan
supaya semua belajar untuk beroleh kekuatan. I Kor 14:31-
“Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang;
sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan” .
Setelah kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga
masih ada nabi dalam PB, yaitu Nabi Agabus Kis 13, pada saat
itu di Gereja di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar:
Kis 13:1 “Pada waktu itu dalam jemaat Antiokhia ada
beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang
disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang
diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus."
Para Nabi dan Pengajar itu tidak hanya mendengar suara itu,
tetapi mereka melakukan seperti yang Tuhan pesan.
Di mana letak permasalahan kita? Seringkali atau mungkin kita
pernah mendengar suara Allah, tetapi kita meragukan, kita
bertanya-tanya, atau kita menyangkal, mungkin juga kita belum
biasa dengan suara itu, sehingga kita tidak menanggapinya atau
kita malah melakukan sebaliknya.
Ada yang yakin sudah mendengar suara Allah, tetapi nampakrrya
tidak digenapi. lngat, lblis tidak suka apabda VISI dari Allah
digenapi. Itulah sebabnya dia ingin menggagalkan dengan cara
apa saja:
• Bisa dengan ketidakpersetujuan rekan atau tim.
• Bisa dengan hambatan dari luar, dari masyarakat atau
pemerintah sekalipun.
• Bisa karena kita menyerah akibat perlawanan atau keadaan
yang tidak mendukung.
• Bisa karena emosi kita, pemberontakan kita, kurang sabar
kita, dan pendapat kita sendiri.
Pesan: Jangan takut ditertawakan orang.Tetap percaya, minta
Tuhan yang beracara untuk menggenapi apa yang Dia ucapkan
6. Allah bisa bicara dengan suara yang bisa didengar
(audible).
Contoh: I Sam 3:1-4: 1 a.
Apakah kita masih bisa mendengar Allah berbicara dengan cara
ini zaman ini? Hal itu terserah kepada kehendak Allah. Kita
tidak bisa paksakan Allah untuk berbicara dengan cara ini atau
itu, tetapi kita bisa memohon atau merindukan. Tetapi untuk
apa? Jangan memanipulasi Allah untuk memuaskan ego kita.
Orang percaya mejik-mejik bisa mengalami pendengaran seperti
yang ada dalam pelajaran ini. Itulah sebabnya kita pertu
menguji segala sesuatu.
I Yoh 4:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah
percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah
mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang
telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. “
• Apa yang dari Tuhan akan membawa kita kepada ketaatan akan
FirmanNya, dan tidak bertentangan dengan FirmanNya.
• Apa yang dari Tuhan akan digenapi sesuai cara Tuhan dan
waktu Tuhan.
• Karunia atau suara-suara dapat dipalsukan. Tetapi ada yang
tidak bisa dipalsukan, yaitu kasih Allah, kesucian atau
kekudusan.
Itu sebabnya kita mengenal pohonnya. Sedangkan Imam Eli dan
keluarga imam tidak diajak bicara oleh Tuhan. Malah seorang
anak yang dititipkan dalam keluarga imam diajak bicara oleh
Tuhan. Setiap hal yang dipercayakan kepada kita itu satu
kepercayaan yang harus dipikul dengan tanggung jawab. Apakah
seseorang yang menjalankan karunia atau yang peka mendengar
suara Allah bisa dipercaya seterusnya?
• Hanya Tuhan yang tidak berubah. Manusia bisa
berubah.
• Motivasi manusia dalam menangkap apa yang dari Tuhan dan di
dalam menjalankannya bisa berubah.
Peganglah teguh Firman Allah di dalam menguji pernyataan.
7. Allah bicara melalui indra rohani.
Tadi melalui hati, telinga, mata, mulut Dia bisa bicara
melalui rasa, peciuman dan pencicipan: Misal dalam satu ibadah
atau persekutuan, atau pada saat berdoa, pujian dan
penyembahan, kita merasa: Angin bertiup, embun turun, gerimis
atau hujan. Gelombang, gempa, aliran listrik, percikan bunga
api, dll. Atau: kita mencium bau kemenyan atau hio. Kita
mencium bau wangi. Kita mencium bau busuk atau amis, dll. Atau:
Di mulut kita merasa pahit kita merasa mual mau muntah, dll.
Pada saat kita merasa seperti hal-hal diatas, kita bisa
bertanya kepada Tuhan apa maksud Tuhan. Hal ini sangat perlu
pada saat kita mendoakan orang pada saat konseling, dll.
Penyataan-penyataan itu sangat menolong, membangun dan
pelayanan menjadi efektif.
8. Tuhan bisa bicara juga dengan intuisi, kesan atau
impresi, firasat,ilham dalam kalbu, gerakan, dorongan ataupun
pencegahan melalui emosi atau kemauan.
• Intuisi, semacam dororgan dalam batin. Kita seperti tahu,
padahal sebetuhya tidak tahu.
• Kesan atau impresi. ini juga didalam batin. Kesan boleh
dikatakan seperti tanggapan dan pengertian.
• Firasat,semacam rasa.
• Ilham dalam kalbu, semacam ide yang Tuhan beri.
• Gerakan atau dorongan dilakukan Tuhan dalam hati, bisa juga
dengan menggerakkan anggota tubuh kita, menuntun langkah kita,
dll.
• Pencegahan, misal kita dibuat enggan atau malas pergi atau
melakukan sesuatu.
Ingat pada saat kita mendapat hal-hal ini kita dalam kondisi
bersekutu dengan Tuhan atau dengan sesama, atau dalam keadaan
mencari kehendak Tuhan, atau mencari jawaban.
9. Tuhan bisa bicara dengan keadaan, situasi, kejadian atau
peristiwa, dengan alam, pengalaman, perkataan orang, buku yang
kita baca, dll.
• Misal Tsunami, gempa, banjir, tanah longsor, dll. itu adalah
Allah bicara, mengingatkan kita akan FirmanNya.
• Dalam peperangan orang Israel melawan musuhnya, Tuhan
memberitahu kepada Daud untuk memperhatikan bunyi pada pohon
kertau.
I Taw 14:14 “Maka bertanyalah lagi Daud kepada Allah, lalu
Allah menjawab: "Janganlah maju di belakang mereka, tetapi
buatlah gerakan lingkaran terhadap mereka, sehingga engkau
dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau”.
Tuhan juga menuntun umatNya keluar dari Mesir dengan tiang
awan dan tiang api.
PENUTUP
Mulailah hidup dengan hubungan yang benar dan Tuhan dan dengan
sesama. Beribadahlah dengan setia. Carilah Tuhan, carilah
wajahNya setiap hari. Pasti Dia tidak akan menyembunyikan diri.
Selamat mengalami persekutuan indah dengan Tuhan.
(Nantikan artikel selanjutnya!)
|