» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

" MENDENGAR SUARA TUHAN"
( 4 )


Penglihatan ataupun mimpi atau apa saja cara Allah berkomunikasi dengan manusia ada yang berkenaan dengan:
• Pribadi.
• Bangsa atau Negara.
• Keadaan zaman, tanda-tanda zaman.

5. Tuhan berbicara lewat nubuat.
Nubuat adalah ucapan Ilahi yang dapat kita mengerti mengenai sesuatu yang akan terjadi.
Ada bermacam-macam nubuat:
• Nubuat pada saat kita berdoa.
• Nubuat bukan pada saat berdoa. Nubuat bisa terjadi oleh karena:
• Kerja dari Roh Kudus melalui karunia untuk bernubuat.
• Atau oleh karena Roh Kudus melengkapi orang yang terpanggil dalam jabatan pelayanan kenabian.
Tidak semua orang yang bernubuat adalah Nabi. Tetapi seorang nabi pasti diberi nubuatan oleh Tuhan.
Apakah jawatan nabi masih ada dalam Perjanjian Baru? Menurut Ef 4 masih ada.
Ef 4:11,12 "Dan lalah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi ..."
Tugas Nabi dalam PB adalah melengkapi orang kudus untuk pekerjaan pelayanan.

Setiap nubuat juga harus diuji.
I Kor 14:29-33 "Tentang nabi-nabi - baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan. Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri. Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan. Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi. Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. "

Jadi nubuat ini diberi Tuhan pada saat umat Tuhan bersekutu.
Di dalam persekutuan, di mana ada firman, doa, pujian dan penyembahan, Roh Kudus bekerja dengan urapanNya dan Dia bekerja dengan karunia-karunia dengan maksud: Untuk membangun, menasihati dan menghibur. Perhatikan ini. Nubuat bukan untuk menghakimi.

Adapun apabila ada sisi teguran, tentu ada sisi jalan keluar,
I Kor 14:2,3 “Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus." dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.”

Hati-hati di dalam penggunaan semua karunia. Karunia tidaklah untuk manusia memanipulasi Tuhan. Tetapi karunia adalah manusia menjadi alat Tuhan.
I Kor 12:4-7 "Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama”.
Namun demikian kita semua masing-masing boleh belajar untuk bernubuat.
• Kita adalah tubuh Kristus dan setiap orang anggotanya.
I Kor 12:27 “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. “
• Di dalam menjalankan karunia dasar kita adalah kasih. Kita boleh berusaha untuk beroleh karunia untuk bernubuat
I Kor 14:1 “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat “.
• Saat menjalankan karunia untuk bernubuat kita rela ditanggapi yang lain. I Kor 14:29 “Tentang nabi-nabi - baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan. “
• Kita semua boleh bernubuat seorang demi seorang. Tujuan supaya semua belajar untuk beroleh kekuatan. I Kor 14:31- “Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang; sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan” .

Setelah kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke sorga masih ada nabi dalam PB, yaitu Nabi Agabus Kis 13, pada saat itu di Gereja di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar:
Kis 13:1 “Pada waktu itu dalam jemaat Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus."

Para Nabi dan Pengajar itu tidak hanya mendengar suara itu, tetapi mereka melakukan seperti yang Tuhan pesan.
Di mana letak permasalahan kita? Seringkali atau mungkin kita pernah mendengar suara Allah, tetapi kita meragukan, kita bertanya-tanya, atau kita menyangkal, mungkin juga kita belum biasa dengan suara itu, sehingga kita tidak menanggapinya atau kita malah melakukan sebaliknya.
Ada yang yakin sudah mendengar suara Allah, tetapi nampakrrya tidak digenapi. lngat, lblis tidak suka apabda VISI dari Allah digenapi. Itulah sebabnya dia ingin menggagalkan dengan cara apa saja:
• Bisa dengan ketidakpersetujuan rekan atau tim.
• Bisa dengan hambatan dari luar, dari masyarakat atau pemerintah sekalipun.
• Bisa karena kita menyerah akibat perlawanan atau keadaan yang tidak mendukung.
• Bisa karena emosi kita, pemberontakan kita, kurang sabar kita, dan pendapat kita sendiri.

Pesan: Jangan takut ditertawakan orang.Tetap percaya, minta Tuhan yang beracara untuk menggenapi apa yang Dia ucapkan

6. Allah bisa bicara dengan suara yang bisa didengar (audible).
Contoh: I Sam 3:1-4: 1 a.
Apakah kita masih bisa mendengar Allah berbicara dengan cara ini zaman ini? Hal itu terserah kepada kehendak Allah. Kita tidak bisa paksakan Allah untuk berbicara dengan cara ini atau itu, tetapi kita bisa memohon atau merindukan. Tetapi untuk apa? Jangan memanipulasi Allah untuk memuaskan ego kita.
Orang percaya mejik-mejik bisa mengalami pendengaran seperti yang ada dalam pelajaran ini. Itulah sebabnya kita pertu menguji segala sesuatu.
I Yoh 4:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. “
• Apa yang dari Tuhan akan membawa kita kepada ketaatan akan FirmanNya, dan tidak bertentangan dengan FirmanNya.
• Apa yang dari Tuhan akan digenapi sesuai cara Tuhan dan waktu Tuhan.
• Karunia atau suara-suara dapat dipalsukan. Tetapi ada yang tidak bisa dipalsukan, yaitu kasih Allah, kesucian atau kekudusan.
Itu sebabnya kita mengenal pohonnya. Sedangkan Imam Eli dan keluarga imam tidak diajak bicara oleh Tuhan. Malah seorang anak yang dititipkan dalam keluarga imam diajak bicara oleh Tuhan. Setiap hal yang dipercayakan kepada kita itu satu kepercayaan yang harus dipikul dengan tanggung jawab. Apakah seseorang yang menjalankan karunia atau yang peka mendengar suara Allah bisa dipercaya seterusnya?
•   Hanya Tuhan yang tidak berubah. Manusia bisa berubah.
• Motivasi manusia dalam menangkap apa yang dari Tuhan dan di dalam menjalankannya bisa berubah.
Peganglah teguh Firman Allah di dalam menguji pernyataan.

7. Allah bicara melalui indra rohani.
Tadi melalui hati, telinga, mata, mulut Dia bisa bicara melalui rasa, peciuman dan pencicipan: Misal dalam satu ibadah atau persekutuan, atau pada saat berdoa, pujian dan penyembahan, kita merasa: Angin bertiup, embun turun, gerimis atau hujan. Gelombang, gempa, aliran listrik, percikan bunga api, dll. Atau: kita mencium bau kemenyan atau hio. Kita mencium bau wangi. Kita mencium bau busuk atau amis, dll. Atau: Di mulut kita merasa pahit kita merasa mual mau muntah, dll.
Pada saat kita merasa seperti hal-hal diatas, kita bisa bertanya kepada Tuhan apa maksud Tuhan. Hal ini sangat perlu pada saat kita mendoakan orang pada saat konseling, dll. Penyataan-penyataan itu sangat menolong, membangun dan pelayanan menjadi efektif.

8. Tuhan bisa bicara juga dengan intuisi, kesan atau impresi, firasat,ilham dalam kalbu, gerakan, dorongan ataupun pencegahan melalui emosi atau kemauan.
• Intuisi, semacam dororgan dalam batin. Kita seperti tahu, padahal sebetuhya tidak tahu.
• Kesan atau impresi. ini juga didalam batin. Kesan boleh dikatakan seperti tanggapan dan pengertian.
• Firasat,semacam rasa.
• Ilham dalam kalbu, semacam ide yang Tuhan beri.
• Gerakan atau dorongan dilakukan Tuhan dalam hati, bisa juga dengan menggerakkan anggota tubuh kita, menuntun langkah kita, dll.
• Pencegahan, misal kita dibuat enggan atau malas pergi atau melakukan sesuatu.
Ingat pada saat kita mendapat hal-hal ini kita dalam kondisi bersekutu dengan Tuhan atau dengan sesama, atau dalam keadaan mencari kehendak Tuhan, atau mencari jawaban.

9. Tuhan bisa bicara dengan keadaan, situasi, kejadian atau peristiwa, dengan alam, pengalaman, perkataan orang, buku yang kita baca, dll.
• Misal Tsunami, gempa, banjir, tanah longsor, dll. itu adalah Allah bicara, mengingatkan kita akan FirmanNya.
• Dalam peperangan orang Israel melawan musuhnya, Tuhan memberitahu kepada Daud untuk memperhatikan bunyi pada pohon kertau.
I Taw 14:14 “Maka bertanyalah lagi Daud kepada Allah, lalu Allah menjawab: "Janganlah maju di belakang mereka, tetapi buatlah gerakan lingkaran terhadap mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau”.
Tuhan juga menuntun umatNya keluar dari Mesir dengan tiang awan dan tiang api.

PENUTUP
Mulailah hidup dengan hubungan yang benar dan Tuhan dan dengan sesama. Beribadahlah dengan setia. Carilah Tuhan, carilah wajahNya setiap hari. Pasti Dia tidak akan menyembunyikan diri. Selamat mengalami persekutuan indah dengan Tuhan.


(Nantikan artikel selanjutnya!)

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi