|
Apa saja lingkungan kita?
Teman, sahabat, tetangga, keluarga. TV.
Keramaian atau kesenangan dunia, kesenangan mata.
Hari demi hari kita harus melatih diri dalam ketaatan akan
Firman Tuhan. Roh Kudus berdiam di dalam kita dengan cara kita
merindukanNya, membuka hati, mengundangNya.
Cara komunikasi Bapa dengan orang percaya:
Bapa bicara kepada Yesus, Yesus bicara kepada kita melalui Roh
Kudus; Sumber ajaran dari Yesus adalah dari Bapa.
Yoh 7 : 16 "Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak
berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah
mengutus Aku.'"
Nanti Roh Kudus akan mengajar kita segala kebenaran.
Yoh 14:26 "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan
diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan
segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua
yang telah Kukatakan kepadamu. "
Jadi mata rantai komunikasi orang percaya adalah: Bapa, Anak,
Roh Kudus, Orang Percaya. (Baca IagiYoh 14:17,20,26).
Bagaimana cara kita mendengar suara Allah dalam hati kita? Ada
suara atau perkataan yang lembut dalam hati kita.
Bagaimana kita bisa membedakan apakah itu suara Roh Kudus atau
suara sendiri?
Suara Roh Kudus sesuai Firman Allah.
Suara Roh Kudus menyatakan kehendak dan atau rencana Allah;
kadang-kadang tidak sama dengan keinginan kita.
Suara Roh Kudus dinyatakan menurut waktu, cara dan
kehendakNya, bukan mengikuti kemauan kita.
Suara Roh Kudus sering minta penyangkalan diri kita.
Suara Roh Kudus memberi hikmat tatkala kita di dalam
kesesakan; penghiburan pada waktu kita tertekan, jalan keluar
dalam kesulitan.
Suara Roh Kudus menegur dan mengajar.
Suara diri sendiri.
Hati nurani yang berserah, yang selalu mencari kehendak
Tuhan, Yang rela menyangkal diri, yang selalu mau taat,
sinkron dengan suara Roh Kudus:
Suara diri sendiri biasanya egois, menyenangkan diri sendiri.
Suara diri sendiri kadang-kadang bertentangan dengan Firman
Allah.
Suara diri sendiri cenderung membenarkan diri sendiri.
Semua suara yang kita dengar perlu diuji kebenarannya. Dari
buahnya kamu mengenal pohonnya.
Anda ingin mendengar suara Allah di dalam hati nurani?
Isi hatimu selalu dengan Firman Allah.
Miliki sikap ketaatan atau penundukan.
Hidup dalam penyerahan, apa maunya Tuhan.
Miliki sikap rela melepaskan hak.
Apa yang dari Tuhan tidak selalu sesuai dengan keinginan
hati.
Tetapi apa yang dari Tuhan mendatangkan damai sejehtera
Isi bisa petunjuk, teguran, penghiburan.
3. Tuhan juga bicara melalui mimpi.
Hal ini sering Tuhan lakukan, baik dalam Perjanjian Lama
maupun Perjanjian Baru.
Banyak contoh kita lihat dalam Alkitab. Mimpi itu
kadang-kadang bisa secara harafiah, namun kebanyakan secara
lambang atau perumpamaan:
Yakub mendapat mimpi dari Tuhan, melihat tangga yang
menghubungkan bumi dan surga.
Kej 28:12 "Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan
sebuah tangga yang ujungnya samapi di langit, dan tampaklah
malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
Yusuf berkali-kati mimpi tentang masa depan hidupnya,
atau rencana Allah dalam hidupnya.
Kej 37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang
diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku
bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang
sujud menyembah kepadaku. "
Pegawai-pegawai Firaun bermimpi tentang masa depan
kehidupan mereka yang berhubungan dengan karir mereka:
Kej 40:8 "Jawab mereka kepadanya: "Kami bermimpi, tetapi
tidak ada orang yang dapat mengartikannya. " Lalu kata Yusuf
kepada mereka: "Bukankah Allah yang menerangkan arti mimpi?
Ceritakanlah kiranya mimpiku itu kepadamu."
Firaun bermimpi tentang masa depan negerinya.
Kej 49:1 "Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah
Firaun, bahwa ia berdiri di tepi sungai Nil."
Kalau disebutkan satu persatu akan sangat banyak. Di dalam
Perjanjian Barupun demikian:
Yusuf mendapat mimpi tentang kondisi Maria. Mat 1:20
Orang Majus mendapat mimpi tentang Herodes. Mat 2:12
Pada hari inipun Tuhan masih berbicara melalui mimpi.
Ay 33:14-18 "Karena Allah berfirman dengan satu dua cara,
tetapi orang tidak memperhatikannya. Dalam mimpi, dalam
penglihalan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila
berbaring di atas tempat tidur, maka Ia membuka telinga
manusia dan mengejutkan mereka dengan teguranteguran untuk
menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan
kesombongan orang, untuk menahan nyawanya dari pada liang
kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing. "
Banyak maksud Allah berbicara dalam mimpi:
Untuk menyatakan kasih dan penyertaanNya.
Untuk meneguhkan perjanjianNya.
Untuk menyatakan rencanaNya.
Untuk memberitahu apa yang akan datang.
Untuk memberi peringatan-peringatan
Untuk memberi petunjuk.
Mimpi yang menakutkan. Apabila anda mengalami mimpi yang
menakutkan atau mengerikan, tolaklah di dalam Nama Yesus.
Sebelum tidur anda bisa berdoa agar supaya Tuhan melindungi
anda dari mimpi-mimpi yang buruk.
Namun apabila itu suatu peringatan perhatikanlah. Mintalah
perlindungan dari Tuhan.
Pada saat kita mendapat mimpi, kita berdoa minta pengertian
kepada Tuhan. Atau kita sampaikan kepada orang yang lebih
dewasa rohani agar mendapat pengertiannya.
Berhati-hatilah dengan tafsir mimpi cara dunia.
ltulah sebabnya kita tetap perlu penuh dengan Firman agar
Tuhan melindungi kita dari yang jahat dan sesat.
4. Tuhan juga berbicara melalui penglihatan.
Hal ini dipakai oleh Tuhan dalam Perjanjian Lama maupun
Perjanjian Baru juga. Kita dapat membaca kembali apa yang
ditulis dalam Kitab Ayub 33 dan Yoel 2 pada poin 3 di atas
mengenai mimpi.
Mimpi didapat orang pada waktu tidur. Penglihatan didapat
orang pada waktu berdoa.
Penglihatan ada bermacam-macam.
Penglihatan pada saat berdoa dengan mata tertutup.
Penglihatan dengan mata terbuka, bisa dalam kaitan kita
sedang berdialog dengan Tuhan menanyakan sesuatu, atau
inisiatif murni dari Tuhan sebab Dia ingin menyampaikan suatu
pesan.
Penglihatan ada yang hitam putih, tetapi ada yang berwarna.
Penglihatan ada yang samar , semacam pengetahuan dalam kalbu,
ada yang jelas.
Penglihatan ada yang natural, ada yang merupakan perlambang:
Saat kita mendengar suara Allah dengan cara apa saja harus
minta peneguhan
dari Tuhan. Segala sesuatu harus kita kaji menurut FirmanTuhan.
(Nantikan artikel selanjutnya!)
|