|
V. Membangun komunikasi sebagai sahabat dan anak
dengan Allah Tuhan kita
Setelah hubungan pulih, komunikasi harus dibangun.
Persahabatan yang baik pasti menjalin komunikasi yang akrab.
Demikian pula sebagai anak yang baik harus membangun
komunikasi yang sehat terhadap Bapa.
Bagaimana cara membangun komunikasi yang baik?
1. Setia beribadah.
2. Setia membaca dan merenungkan Firman Allah.
3. Setia dalam pujian dan penyembahan:
4. Setia berdoa.
5. Setia belajar mendengar suaraNya.
Komunikasi perlu dibangun dengan keakraban, yaitu kesetiaan.
Vl. Membangun komunikasi antar sesama, seperti kita
membangun hubungan dengan Allah.
Komunikasi yang paling efektif adalah dengan jalan menyapa dan
bercakap-cakap. Dimulai dengan saling menyapa, bertemu,
bincang-bincang, adakan waktu, telepon, SMS, menulis surat,
membaca suratnya, berkunjung ke rumahnya, memberi
pemberian-pemberian, dst.
Seseorang yang ingin berkomuniksi dengan baik ada motivasi
yang mendorong mereka. Dorongan yang paling kuat untuk
membangun suatu komunikasi adalah kasih, atau cinta. Tak usah
disuruh, orang yang saling mengasihi akan mencari jalan, dan
suka sekali untuk berkomunikasi.
Demikian pula dengan hubungan kita dengan Allah. Apa yang
menjadi dorongan atau motivasi yang kuat untuk membangun
komunikasi dengan Tuhan?
Kasih adalah dorongan yang terkuat untuk membangun komunikasi
dengan Tuhan.
Kita perlu meminta agar cinta kasih Allah kembali dicurahkan
di dalam hati kita. Makin dialog dibina, kita akan makin
mengenal pihak yang lain.
Demikian pula dengan hubungan kita dengan Allah. Oleh karena
komunikasi yang dibangun, kita akan makin akrab, makin
mengenal; dan bisa mengenal suaraNya. Allah menyukai orang
yang suka bergaul denganNya.
VII. Mengenali cara Allah berbicara
Allah berbicara dengan berbagai macam cara. Kita dapat
mempelajari bagaimana cara Allah berbicara.
Allah suka dengan orang yang bergaul denganNya, sehingga
pernah terjadi seseorang yang bernama Henokh, tanpa kematian
diangkat oleh Allah, sebab ia bergaul denganNya.
Kej 5:24 “Dan Henoch hidup bergaul dengan Allah, lalu ia
tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah."
Pada saat seseorang berdoa, orang itu yang berinisiatif untuk
berbicara dengan Allah.
Tetapi sebenarnya AIlahpun suka berbicara dengan kita. Memang
hal seperti ini momentum. Kapan terjadinya, hal itu terserah
kepada Tuhan. Kita tidak bisa memanipulasi Allah agar Dia
berbicara dengan kita menurut kehendak kita; menurut waktu dan
cara kita.
Dia punya cara sendiri.
Dia punya waktu sendiri.
Dia punya otoritas atau wewenang kapan dan untuk apa Dia
bicara.
Dia bicara tidak untuk memenuhi keinginan kita yang egois.
Namun Dia tetap Allah yang penuh kasih.
Dalam moment-moment besar untuk pekerjaannya yang Dia
percayakan kepada saya, saya mendengar suaraNya. Dalam urusan
pribadi juga, bahkan kadang-kadang untuk hal yang kecil, dan
hal itu menunjukkan betapa besar kasihNya kepada saya dan
bahwa Dia hidup, pendengar doa, dan peduli.
Baik di dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru,
Allah bicara dengan berbagai cara.
1. Dia berbicara melalui FirmanNya.
Mzm 119:105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi
jalanku " Dengan cara ini Tuhan sebetulnya mau bicara kepada
kita , paling sering day, by day kita mengasah telinga rohani
kita. Terutama Dia bicara untuk menanamkan prinsip-prinsip
kehidupan.
Namun Dia juga bicara melalui FirmanNya untuk pergumulan yang
sifatnya khusus atau spesifik. Firman ini adalah dasar Allah
berkomunikasi dengan manusia. Inilah perlunya membaca Alkitab
setiap hari.
2. Cara yang lain Allah bicara lewat hati nurani.
Orang yang percaya Yesus sudah dimeteraikan Roh Kudus.
Ef.1:13 "Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah
mendengar firman kebenaran, yaitu Injil Keselamatanmu--di dalam
Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh
Kudus yang dijanjikan-Nya itu."
Lalu Roh Kudus menyertai mereka dan ingin tinggal di dalam
mereka.
Yoh.14 :5-17 " kata Tomas kepadaNya:" Tuhan kami tidak tahu
kemana Engkau pergi ; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
Kata Yesus kepadanya : " Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku.Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga
mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu
telah melihat Dia".
kata Filipus kepada-Nya:" Tuhan tunjukkanlah Bapa itu kepada
kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya:"Telah
sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak
mengenal Aku? Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat
Bapa; bagaimana engkau berkata : Tunjukkanlah Bapa itu kepada
kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku didalam Bapa dan Bapa
didalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan
dari diriku sendiri, tetapi Bapa yang diam didalam Aku. Dialah
yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku bahwa Aku
didalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya,
karena pekerjan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu :
sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan
juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan
pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku
pergi kepada Bapa, dan apa yang kamu minta dalam nama-Ku,
Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Jika kamu meminta sesuatu kepada Ku dalam namaKu,Aku akan
melakukannya" " Jikalau kamu mengasihi Aku,kamu akan menuruti
segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan
memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia
menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia
tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan
tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia sebab Ia menyertai
kamu dan akan diam di dalam kamu.
Yoh 14:18-20 “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai
yatim piatu. Aku datanq kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi
dan dunia tidak akan melihat Aku lagi tetapi kamu melihat Aku,
sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah
kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam BapaKu dan kamu didalam Aku
dan Aku di dalam kamu. "
Roh Kudus juga mau memenuhi mereka.
Ef 5:15-18 "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama,
bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi
seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena
hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh,
tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan
janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan
hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh. "
Tahap-tahap ini penting. Mengapa?
Sebab Roh Kudus ingin menuntun atau memimpin orang percaya. Rm
8:14 "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak
Allah. "
Tanpa Roh Kristus di dalam kita, kita bukan milik Kristus.
Rm 8:9 ”Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan
dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi
jika orang tidak memiliki Roh Kristus. Ia bukan milik Kristus.
"
Salah satu syarat kehidupan dalam Kristus adalah hidup di
dalam ketaatan
kepada pimpinan Roh Kudus.
Anda ingin mendengar suara Allah?
Hiduplah dalam ketaatan terus-menerus. Tidak mudah kita hidup
dalam ketaatan, sebab kita memiliki keinginan daging yang
berlawanan dengan keinginan Roh. Lingkungan kitapun pada
umumnya tidak mendukung kita. Lingkungan sering mempengaruhi
kita dan menjerat kita ke dalam berbagai keinginan daging.
(Nantikan artikel selanjutnya!)
|