» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

" MENDENGAR SUARA TUHAN"
( 2 )


V. Membangun komunikasi  sebagai sahabat dan anak dengan Allah Tuhan kita
Setelah hubungan pulih, komunikasi harus dibangun. Persahabatan yang baik pasti menjalin komunikasi yang akrab. Demikian pula sebagai anak yang baik harus membangun komunikasi yang sehat terhadap Bapa.

Bagaimana cara membangun komunikasi yang baik?
1. Setia beribadah.
2. Setia membaca dan merenungkan Firman Allah.
3. Setia dalam pujian dan penyembahan:
4. Setia berdoa.
5. Setia belajar mendengar suaraNya.

Komunikasi perlu dibangun dengan keakraban, yaitu kesetiaan.

Vl. Membangun komunikasi antar sesama, seperti kita membangun hubungan dengan Allah.
Komunikasi yang paling efektif adalah dengan jalan menyapa dan bercakap-cakap. Dimulai dengan saling menyapa, bertemu, bincang-bincang, adakan waktu, telepon, SMS, menulis surat, membaca suratnya, berkunjung ke rumahnya, memberi pemberian-pemberian, dst.
Seseorang yang ingin berkomuniksi dengan baik ada motivasi yang mendorong mereka. Dorongan yang paling kuat untuk membangun suatu komunikasi adalah kasih, atau cinta. Tak usah disuruh, orang yang saling mengasihi akan mencari jalan, dan suka sekali untuk berkomunikasi.
Demikian pula dengan hubungan kita dengan Allah. Apa yang menjadi dorongan atau motivasi yang kuat untuk membangun komunikasi dengan Tuhan?
Kasih adalah dorongan yang terkuat untuk membangun komunikasi dengan Tuhan.
Kita perlu meminta agar cinta kasih Allah kembali dicurahkan di dalam hati kita. Makin dialog dibina, kita akan makin mengenal pihak yang lain.
Demikian pula dengan hubungan kita dengan Allah. Oleh karena komunikasi yang dibangun, kita akan makin akrab, makin mengenal; dan bisa mengenal suaraNya. Allah menyukai orang yang suka bergaul denganNya.

VII. Mengenali cara Allah berbicara
Allah berbicara dengan berbagai macam cara. Kita dapat mempelajari bagaimana cara Allah berbicara.
Allah suka dengan orang yang bergaul denganNya, sehingga pernah terjadi seseorang yang bernama Henokh, tanpa kematian diangkat oleh Allah, sebab ia bergaul denganNya.
Kej 5:24 “Dan Henoch hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah."
Pada saat seseorang berdoa, orang itu yang berinisiatif untuk berbicara dengan Allah.
Tetapi sebenarnya AIlahpun suka berbicara dengan kita. Memang hal seperti ini momentum. Kapan terjadinya, hal itu terserah kepada Tuhan. Kita tidak bisa memanipulasi Allah agar Dia berbicara dengan kita menurut kehendak kita; menurut waktu dan cara kita.
Dia punya cara sendiri.
Dia punya waktu sendiri.
Dia punya otoritas atau wewenang kapan dan untuk apa Dia bicara.
Dia bicara tidak untuk memenuhi keinginan kita yang egois. Namun Dia tetap Allah yang penuh kasih.
Dalam moment-moment besar untuk pekerjaannya yang Dia percayakan kepada saya, saya mendengar suaraNya. Dalam urusan pribadi juga, bahkan kadang-kadang untuk hal yang kecil, dan hal itu menunjukkan betapa besar kasihNya kepada saya dan bahwa Dia hidup, pendengar doa, dan peduli.
Baik di dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, Allah bicara dengan berbagai cara.
1. Dia berbicara melalui FirmanNya.
Mzm 119:105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku " Dengan cara ini Tuhan sebetulnya mau bicara kepada kita , paling sering day, by day kita mengasah telinga rohani kita. Terutama Dia bicara untuk menanamkan prinsip-prinsip kehidupan.
Namun Dia juga bicara melalui FirmanNya untuk pergumulan yang sifatnya khusus atau spesifik. Firman ini adalah dasar Allah berkomunikasi dengan manusia. Inilah perlunya membaca Alkitab setiap hari.

2. Cara yang lain Allah bicara lewat hati nurani.
Orang yang percaya Yesus sudah dimeteraikan Roh Kudus.
Ef.1:13 "Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil Keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan-Nya itu."
Lalu Roh Kudus menyertai mereka dan ingin tinggal di dalam mereka.
Yoh.14 :5-17 " kata Tomas kepadaNya:" Tuhan kami tidak tahu kemana Engkau pergi ; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Kata Yesus kepadanya : " Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia".
kata Filipus kepada-Nya:" Tuhan tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kata Yesus kepadanya:"Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata : Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku didalam Bapa dan Bapa didalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriku sendiri, tetapi Bapa yang diam didalam Aku. Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku bahwa Aku didalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, karena pekerjan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu : sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa,  dan apa yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada Ku dalam namaKu,Aku akan melakukannya" " Jikalau kamu mengasihi Aku,kamu akan menuruti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Yoh 14:18-20 “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datanq kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam BapaKu dan kamu didalam Aku dan Aku di dalam kamu. "

Roh Kudus juga mau memenuhi mereka.
Ef 5:15-18 "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh. "

Tahap-tahap ini penting. Mengapa?
Sebab Roh Kudus ingin menuntun atau memimpin orang percaya. Rm 8:14 "Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. "

Tanpa Roh Kristus di dalam kita, kita bukan milik Kristus.
Rm 8:9 ”Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus. Ia bukan milik Kristus. "

Salah satu syarat kehidupan dalam Kristus adalah hidup di dalam ketaatan
kepada pimpinan Roh Kudus.

Anda ingin mendengar suara Allah?
Hiduplah dalam ketaatan terus-menerus. Tidak mudah kita hidup dalam ketaatan, sebab kita memiliki keinginan daging yang berlawanan dengan keinginan Roh. Lingkungan kitapun pada umumnya tidak mendukung kita. Lingkungan sering mempengaruhi kita dan menjerat kita ke dalam berbagai keinginan daging.

(Nantikan artikel selanjutnya!)

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi