|
Apakah kelimpahan itu? Kelimpahan artinya tidak kekurangan
apapun juga. Pengertiannya yang dimaksud di sini adalah
mengalami aliran kehidupan sedemikian rupa sehingga apa yang
kita butuhkan mengalir dan dapat kita cedok dari situ. Kita
mengalami pada waktu membutuhkan ada saja berkat untuk
mencukupinya.
Hidup yang limpah atau luber tidak selalu berarti simpanan
kita banyak, tabungan kita besar. Kita tidak hidup bersandar
pada tabungan kita tetapi kita hidup bersandar kepada Tuhan
sebagai gembala kita yang pasti akan rnenjaga, melindungi dan
memelihara kita sehingga kita tidak kekurangan sesuatupun.
Apabila kita hidup bergantung kepada providensiaNya hidup kita
mengalami kedamaian dan ketenangan.
Tidak demikian halnya kalau kita bersandar
seseorang, warisan atau tabungan. Manusia bisa berubah,
warisan bisa habis atau ditipu orang dan tabungan bisa
berkurang. Pengharapan apapun juga terhadap hal-hal yang di
dalam dunia ini mudah membuat kita cemas, damai tercuri dan
iman menjadi goyah.
Apakah yang dimaksud dengan kekurangan?
Kekurangan artinya tidak memiliki sumber yang bisa diandalkan
sebab kita tidak memiliki relasi yang tepat kepada Allah.
Relasi kita yang tidak tepat atau kurang baik dengan Allah
akan membiaskan banyak persoalan di dalam kehidupan kita, dan
itupun dapat merusak relasi kita dengan sesama dan kitapun
akan mengalami permasalahan dengan sumber kehidupan kita.
Apabila kita menjadikan Yesus gembala kita yang baik kita akan
mengalami sukses. Sukses adalah suatu keputusan atau pilihan
yang kita tentukan untuk masa depan kita. Jadi mulai saat ini
kita sudah harus mulai mengambii keputusan untuk sukses dan
hidup berkelimpahan. Katakan kepada dirimu: "Tuhan Engkau
gembalaku yang baik, aku tidak akan kekurangan apapun juga.
Masa depanku ada di dalam tanganMu dan apabila aku percaya
kepadaMu dan mempercayakan diri kepadaMu. Aku pasti akan
sukses. Mulai hari ini aku mengambil keputusan dan pilihan
untuk sukses”.
Pada waktu Yesus menyerah di dalam penderitaanNya dan
puncaknya di kayu salib dan berteriak sudah genap. Dia masuk
ke dalam perhentian. Kitapun memerlukan pengurapan yang
membawa kita ke dalam perhentian. Perhentian adalah ketenangan
di datam roh dan jiwa walaupun banyak pergolakan di sekitar
kita. Perhentian artinya tidak kecemasan atau kegelisahan lagi.
Di situ ada ketenangan yang memberikan jalan keluar kepada
setiap persoalan. Apabila kita masuk ke dalam perhentian kita
segala sesuatu dapat dikuasai. Tuhan akan memberi kita “Hukum
Kemampuan". Bukankah di dunia ini ada beribu-ribu milyuner.
Setiap menit seorang milyuner baru muncul dan 90% dari mereka
adalah self-made (mencetak dirinya sendiri). Bagaimana caranya?
Mereka bekerja keras, mereka menanam perusahaan dan mereka
rajin. Bagaimana carinya supaya anda memiliki kemampuan?
Impikan, khayalkan, imajinasikan sejenak bahwa kamu bisa
berhasil.
Bahwa anda sukses adalah keinginan Tuhan. Katakan pada dirimu
sendiri: Allah menginginkan saya berhasil, Allah tidak
menginginkan saya gagal, sayapun mengambil keputusan dan
memilih untuk berhasil clan tidak untuk gagal. Maka sayapun
mengambil keputusan untuk memiliki impian-impian yang indah
untuk menginvestasikan diri di dalam kerja keras, berusaha dan
rajin.
Ingat perintahTuhan supaya kita berbuah dan berbuah lebat.
Dari benih yang ada dalam buah bisa tumbuh tanaman yang baru.
Jadi di dalam perintah Tuhan untuk berbuah dan berbuah lebat
terkandung maksud supaya kita bermultiplikasi.
Biarlah kamu berbuah lebat dan buahmu itu menetap,
tidak rontok, tidak gugur dan tidak hilang. Makin kita
bertumbuh dan makin kita menjadi dewasa seharusnya kita makin
menjadi produktif. Apakah sasaran Tuhan atau obyektif Tuhan
buat kita yaitu supaya kita menggapai, kalau perlu kita
meloncat meraih produktivitas yang maksimum. Capailah tingkat
produktivitas yang maksimum. Untuk mencapai hal itu dibutuhkan
kemampuan. Dari mana kita beroleh kemampuan? Kemampuan itu
dari Tuhan. Ulangan 8:11-18
Apakah yang dimaksud dengan kemampuan?
1. Kemampuan adalah kekuatan, kuasa, skill atau kecakapan, dan
sumber-sumber untuk melakukan sesuatu, untuk menyelesaikannya.
Anda jangan menertawakan impian anda sendiri atau takut
ditertawakan orang.
2. Kemampuan adalah juga talenta. Matius 25:14,15
Cara Tuhan memberi talenta adalah menurut kesanggupan kita,
sebab talenta itu harus dijalankan supaya bermultiplikasi dan
tuan yang mempercayakan akan minta pertanggungjawaban. (Mat
25:14-30).
Allah mengetahui keterbatasan kita. Tetapi limit atau garis
batas kemampuan kita dapat direntangkan. Bagaimana caranya?
Tingkatkanlah level dari kemampuanmu. Yohanes 16:12-15.
a. Kita dapat menaikkan level kemampuan kita dengan bersandar
kepada Roh Kudus. Tuhan tahu timingnya, waktunya dan Tuhan
tahu caranya sampai mendetil. Tuhan berkata di dalam ayat-ayat
tadi ada pewahyuan yang pada saat itu mereka tidak bisa –
tangkap tetapi di kemudian hari orang itu akan makin mengerti
dan terbuka pikirannya. Bisa saja memakan waktu bahkan sampai
10 tahun. Pada saat kita diberi diberi pewahyuan kita tidak
cakap menanggungnya. Tetapi kita dapat bertumbuh di dalam
kemampuan kita. Pada saat ini banyak hal yang kita bisa
lakukan atau capai dari pada tahun-tahun yang silam. Kita
dapat menjalankan talenta yang Tuhan berikan kepada kita.
b. Talenta dapat bertambah-tambah karena digunakan.
Makin kita menggunakan talenta makin kemampuan kita ditambah.
Kita melihat di dalam Injil Mat 25 ada yang menggandakan
talenta sampai 5 kali ada yang 2 kali. Maka apa yang ditaruh
atau dipercayakan Tuhan kepada kita mengalami progres yang
bisa diperhitungkan. Makin kita menggunakan makin kita mampu.
Makin kita mampu kita akan menggunakannya lagi menjadi suatu
siklus.
Pakailah dulu talentamu secara konstan misalnya talenta
khotbah, mengajar, musik dan penggunaan karunia-karunia yang
lain.
Uang akan bermultiplikasi menghasilkan uang, skill akan
bermultiplikasi melahirkan skill. Kalau kita sering berkhotbah
seharusnya khotbah kita juga bertambah baik.
c. Bertumbuhlah mencapai level impian kita.
Jadilah seorang pemimpi besar. Impikan tentang
bangunan-bangunan, dana-dana, yang bisa terjangkau. Lalu
rentangkan impianmu untuk menjangkau lebih lagi dan membangun
lebih lagi. Pengaruhilah dunia kerjamu atau dunia pasarmu dan
rubahlah bangsamu.
(Nantikan artikel selanjutnya!) |