» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

"JESUS, I GIVE YOU MY HEART"


Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”

Roma 12: 1, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Di dalam peristiwa kelahiran Yesus 2000 tahun lebih yang lalu banyak sekali orang yang terlibat. Kita melihat pemberian- pemberian yang dipersembahkan seputar kelahiranNya.
1. Malaikat Gabriel memberi diri untuk menyampaikan berita mengenai kelahiran Yesus :
 
 

a. Berita kepada Maria, bahwa ia beroleh kasih karunia dari Allah, bahwa Allah menyertai dia, dan bahwa ia akan mengandung Yesus. Ini adalah berita bahagia atau berita sukacita.
Kita perlu menjadi malaikat utusan Allah bahwa Allah mengasihi setiap orang yang kita temui. Ia mau memberikan Yesus yang bisa mengubah kehidupan dan memberi keselamatan bagi siapa saja yang mau menerima.

b. Ia menyampaikan berita kepada para gembala. Ia menyampaikan berita sukacita yang membawa pengharapan dan penghiburan untuk kelompok manusia yang sederhana yang butuh penghiburan dan pengharapan.
Kitapun perlu menjadi malaikat utusan Allah, agar kita memberitakan kabar sukacita bagi orang yang susah dan tak berpengharapan, bahwa Yesus sanggup memberi pengharapan kepada mereka yang susah, miskin dan putus asa. Yesus Juruselamat sanggup menyelamatkan atau melepaskan kita dari semua kesusahan kita dan dari masalah apapun yang kita hadapi. Haleluyah.

c. Para Malaikat menyanyi dimalam yang sunyi. Sepasukan malaikat mempersembahkan suaranya untuk menaikkan pujian kepada Allah yang Maha Tinggi, tetapi di dalam pujiannya mereka juga mengucapkan damai kebumi. Allah berkenan memberi damai kepada orang yang diperkenan. Damai Dia tawarkan kepada siapa saja. Haleluya!
Allah juga menghendaki agar kita menjadi malaikat-malaikat utusan Allah yang menyanyikan puji-pujian selalu kepada Allah di tengah penderitaan manusia. Lagu-lagu pujian akan menolong umat manusia untuk mengangkat bebannya, dan agar supaya diganti dengan damai atau kelegaan. Apakah kehadiran kita didalam kehidupan seseorang bisa membawa damai dan sukacita yang sumbernya adalah Yesus Kristus Sang Raja Damai. Dunia sangat memerlukan hal ini.

2. Maria memberi dirinya untuk mengandung dan melahirkan Yesus.
Agar Yesus menyatakan diri di dalam dunia ini, Dia memerlukan wadah Maria, perawan suci dari Nazaret merelakan dirinya mengandung dan melahirkan Yesus. Pada zaman inipun Yesus memerlukan orang-orang agar Dia dapat memanifestasikan diriNya ke dalam dunia ini. Mari kita menyerahkan hidup kita seperti Maria, "Yesus, saya persilahkan Engkau lahir dihatiku. Ubahkan hatiku menjadi baru. Biarlah Engkau menjadi besar di dalam hidupku, dan biarlah hidupku melahirkanMu, supaya Engkau termanifestasikan melalui kehidupanku, baik melalui tutur kataku ataupun tingkah lakuku." Amin.

3. Yusuf memberikan dirinya untuk menerima Maria.
Menerima Maria sama dengan menerima bayi yang berada di dalam kandungan Maria. Kita terpanggil untuk menjadi seperti Yusuf yang mau menerima sesama kita yang memiliki Yesus didalam hidupnya. Dengan kerelaan Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya, ia melindungi bayi Yesus. Kitapun terpanggil untuk mengasihi, menerima dan melindungi sesama saudara kita seiman.
Sama seperti Maria, tanpa Yusuf mengambil dia sebagai istri; dia bisa dirajam dengan batu, sebab dia hamil di luar nikah. Kita pun sering melihat orang, oleh karena percaya Yesus hidupnya terancam, atau berada didalam bahaya. Kita perlu melindungi dan mengupayakan keamanan untuk orang yang terancam atau teraniaya oleh karena Nama Yesus.

4. Para Gembala meresponi berita malaikat, mereka datang untuk melihat dan menyembah Yesus. Kita pun terpanggil untuk memberi perhatian kepada setiap Firman yang kita terima, dan kita terpanggil untuk melangkah, datang kepada Yesus, sujud menyembah Dia, dan mengabarkan Yesus kepada siapa saja yang kita temui. Apakah anda sudah mengalami berjumpa dengan Yesus? Apakah anda sudah mengalami damai dan sukacita dari padaNya? Kabarkanlah itu kepada orang lain. Saksikan pengalamanmu bersama Yesus dengan orang lain. Kita harus terus memberitakan kabar sukacita ini kepada siapa saja yang kita temui, supaya mereka mengalami pertolongan Yesus juga.

5. Para Majus memberi diri menyelidiki, meneliti, dan mengikuti BintangNya, mencari Yesus sampai ketemu. Lalu mereka mempersembahkan emas, kemenyan dan Mur.
Kita semua terpanggil tidak untuk santai-santai, tetapi perhatikan kehidupan orang yang benar, selidiki dan teliti tentang Yesus, ikutilah petunjuk dan kesaksian orang benar, sampai bertemu Yesus.
Sembahlah Yesus, persembahkanlah bukan hanya tenaga dan pikiranmu, tetapi persembahkanlah imanmu, doa-doamu, kesetiaanmu dan juga hartamu. Apabila hatimu kau persembahkan kepada Yesus, tentu anda tidak akan keberatan mempersembahkan apa saja kepadaNya. Anda tidak akan pernah menyesal apabila anda memberikan hatimu kepada Yesus. Dia akan membersihkan atau menyucikan hatimu dari semua dosa dan kejahatan. Dia akan mengisi hatimu dengan damai dan sukacita. Dia akan menuntun, dan membimbing anda untuk masuk dalam kehidupan yang bisa menikmati janji-janji Allah yang indah.

6. Jangan datang seorang diri.
Datanglah dan serahkan hatimu dan bawalah seluruh keluargamu bersama-sama. Amin.

(Nantikan artikel selanjutnya!)

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi