|
Keinginan-keinginan di dalam hati kita akan sesuatu bisa
membutakan kita. Hendaknya kita memperhatikan apakah
keinginan-keinginan itu akan membawa kita kepada hal yang
positif atau negatif. Kita perlu minta kepada Tuhan keinginan
untuk mengenal Dia dan mengasihi Dia. Kita perlu ingin
mencintai apa yang Tuhan ingini. Apa yang Tuhan ingini atau
yang Tuhan mau adalah yang terbaik. Tanpa kita sadari
kesibukan-kesibukan dapat membuat cinta kita kepada Tuhan
luntur. Belajar mendengar suara Tuhan setiap haripun tidak
merupakan jaminan bahwa cinta kepada Tuhan masih ada di dalam
hati. Banyak berkat juga bukan jaminan cinta Tuhan ada di hati.
Urapan dan karuniapun bukan jaminan mengenai hal itu.
Bagaimana hal ini dapat kita pahami? Walaupun semuanya itu
lancar tetapi tanpa keintiman dengan Tuhan tidak merupakan
jaminan bahwa kita mengasihi Tuhan. Sebagai misal di dalam doa
seringkali kita berkomunikasi dengan Tuhan seperti bisnis.
Alkitab mengatakan bahwa cinta itu kuat lebih dari maut.
Henokh berkenan kepada Allah. Daud juga berkenan kepada Allah.
Apabila kita mempunyai iman kita berkenan kepada Allah.
Ibr 11:6 - "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan
kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia
harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah
kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia"
Tanpa dasar kasih semuanya akan sia-sia. Kita akan melihat
catatan Alkitab bahwa Henokh berkenan kepada Allah. Tetapi
Alkitab tidak mencatat Henokh melakukan suatu karya.
Sepertinya ia tidak berbuat apa-apa. Jadi kemungkinan dia
hanya hidup sebagai orang biasa, mencari nafkah,
bertanggungjawab untuk keluarga. Tetapi dia bergaul dengan
Allah, dia intim dengan Allah. Itulah sebabnya Allah berkenan
kepadanya.
Daud berkenan kepada Allah. Apakah dia sempurna? Tidak. Ada
yang lebih hebat dari Daud tetapi dia berkenan kepada Allah.
Dia bergaul atau intim dengan AIlah.
Yesus melayani hanya.3 1/2 tahun tetapi la berkenan kepada
Allah. Berkenan kepada Allah tidak tergantung lama pelayanan
dan tidak tergantung apakah tiap hari berada di Bait Allah.
Yesus bergaul karib dengan Allah, Henokh berjalan dengan Tuhan,
Daud dekat dengan hati Tuhan. Yesus bangun pagi dan bersekutu
dengan Bapa.
Kita ingat peringatan Tuhan kepada Sidang Jemaat di Efesus.
Why 2:1-7.
Sidang Jemaat di Efesus giat melakukan banyak kegiatan; banyak
program, mereka bersusah payah dan tekun, mereka mempunyai
karunia membedakan roh, mereka juga sabar di dalam penderitaan
karena nama Yesus. Tetapi Yesus mencela mereka karena mereka
kehilangan kasih yang mula-mula dan Tuhan juga memperingatkan
bila mereka tidak kembali kepada kasih yanq mula-mula khaki
diannya akan disingkirkan dari mereka. Mereka tidak lagi hidup
di dalam terang dan tidak lagi bisa membawa terang itu kepada
dunia ini.
Cinta tidak bisa dibuat-buat cinta tidak bisa diukur dengan
tari menari, lompat melompat, semangat dan sorak sorai. Jemaat
bisa kehilangan cinta kepada Tuhan oleh karena penyelewengan
dari fokus di dalam kehidupannya. Kita tidak bisa
membangkit-bangkitkan cinta itu tetapi kita hanya bisa meminta
cinta itu. Mintalah kepada Tuhan supaya cinta mula-mula kita
dipulihkan. Cinta memberi kekuatan tatkala kita berada di
dalam kesesakan. Mintalah, rindukanlah dan menjeritlah kepada
Tuhan untuk beroleh cinta kepada Tuhan.
Kis 13:7-22
Ayat 22 - "Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat
Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan:
Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di
hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. "
Daud berkenan. di hati Allah sebab dia melakukan kehendak
Allah. Sebaliknya Saul tidak berkenan kepada Allah sebab dia
tidak taat. Tidak melakukan apa yang diperintahkan, melanggar
apa yang dilarang, mengikuti kemauan sendiri. Dengan kata lain
dia menyeleweng atau memberontak tetapi sukar dinasihati.
Tanda seseorang mengasihi Tuhan adalah taat kepadaNya.
Yoh 14-15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti
segala perintahKu. "
Hak 3:1-6 - "Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN
tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan
mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang
Kanaan. -- Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan
orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah,
dilatih berperang oleh TUHAN. Yang tingqal ialah kelima raja
kota orang Filistin dan semua orang Kanaan, orang Sidon dan
orang Hewi, yang mendiami pegunungan Libanon, dari gunung
Baal-Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat. Mereka itu
ada di sana, supaya la mencobai orang Israel dengan
perantaraan mereka untuk mengetahui, apakah mereka
mendengarkan perintah yang diberikan TUHAN kepada nenek moyang
mereka dengan perantaraan Musa. Demikianlah orang Israel itu
diam di tengah-tengah orang Kanaan, orang Het, orang Amori,
orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Mereka mengambii
anak-anak perempuan, orang-orang itu menjadi isteri mereka dan
memberikan anak-anak perempuan mereka kepada anak-anak lelaki
orang-orang itu, serta beribadah kepada allah orang-orang itu.
"
Mengapa orang Kanaan masih disisakan? Pertama supaya mereka
berlatih berperang. Kedua Tuhan ingin melihat apakah mereka
mendengarkan petintah Tuhan dan melakukannya atau tidak .Ternyata
umat Israel khususnya keturunan yang tidak ikut berperang dulu
tidak taat. Akibatnya biasanya mereka dijajah dan ditekan oleh
bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya. Namun apabila mereka
berteriak minta tolong Tuhan akan membangkitkan mereka kembali
melalui hakim yang Tuhan angkat.
Kita akan melihat jenis- jenis orang percaya.
1. Ada kelompok orang percaya yang menerima atau mempunyai
janji Allah tetapi tidak bisa menikmatinya. Dia sering
mendengar nubuat tetapi tidak mengalami apa yang dijanjikan.
2. Orang percaya yang berperang dan berhasil membuat
penaklukan-penaklukan tetapi tidak tuntas. Di dalam dirinya
masih banyak sisa-sisa musuh-musuh iman. Di dalam dirinya dia
terus menerus berperang dan tidak menikmati damai sejahtera.
3. Ada kelompok orang percaya seperti pada zaman hakim-hakim
yang santai-santai, ibadah tidak sungguh-sungguh bahkan
mungkin tidak ibadah, tidak mempunyai cinta kepada Tuhan. Dia
tidak tahu panggilannya, tidak tahu apa yang Tuhan mau supaya
dia lakukan. Dengan kata lain tidak punya tujuan hidup.
Ini adalah jenis-jenis orang percaya yang belum memenuhi apa
yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin kita bergaul karib denqan Dia,
taat kepadaNya, menikmati janji- janjiNya, hidup berkemenangan
dan mengalami damai sejahtera di dalam hati walau tetap ada
tantangan.
Tiap orang mempunyai panggilan di dalam hidupnya. Tuhan mau
kita semua mencapai target dari panggilan kita masing-masing.
Kesaksian:
Ada seorang pendoa syafaat di bukit doa Ungaran. Pada saat dia
berdoa Tuhan memberitahu mengenai seseorang di Cina secara
mendetil. la tidak mengenal orang tersebut dan ia sendiri
belum pernah pergi ke Cina. Tetapi dia berdoa syafaat
memerangi roh-roh kegelapan di sekitar orang tersebut.
Ternyata di Cina di suatu desa ada orang yang sedang sakit.
Dia didatangi seorang malaikat dan disembuhkan Tuhan. Melalui
kesaksian orang ini penduduk di desa itu bertobat. Malaikat
itu menjelaskan bahwa dia datang oleh karena doa syafaat
seorang pendoa di bukit doa Ungaran dan disebutkan nama pendoa
itu. Hal ini luar biasa sekali. Peristiwa seperti di dalam
kitab Kisah Para Rasul terulang kembali.
Dalam perintisannya di Pulau Rote Pdt. Yeremia Selan banyak
berdoa dan berpuasa. Oleh petunjuk Roh Kudus dia disuruh
berjalan di suatu kampung melewati hutan. Di sana ternyata ada
sebuah pondok kecil dan ada orang yang terbaring sakit serta
mengerang. Bapak Yeremia mendoakannya dan tekun melawatnya.
Orang tersebut sembuh. Itulah asal mula perintisan di desa
Lekik di Pulau Rote.
Demikian juga dialami oleh ibu Mary di dalam
perintisan-perintisannya. Semua -dilakukannya berdasarkan
mendengar suara Tuhan dan itu terjadi pada saat Ibu Mary
bersekutu dengan Tuhan di dalam doa, kadang-kadang pada saat
berdialog dengan Tuhan di kamar mandi, di kamarnya, di mobil
dalam perjalanan atau pada waktu ibadah dan puasa.
Lakukan tugas dalam panggilanmu dan capailah sasaran yang
Tuhan berikan padamu. Ingat tiap-tiap orang mempunyai
panggilan di dalam hidupnya. Berdirilah di tempat panggilan
saudara, jangan berdiri di tempat orang lain. Kita tidak perlu
berebutan mengenai posisi atau jabatan. Tetapi secara korporat
masing-masing setia kepada panggilannya sampai mencapai
penggenapan.
Pemusik dan pemuji perlu belajar mendengar suara Tuhan. Dia
perlu mengetahui isi hati Allah dan kehendakNya sehingga dia
tidak akan mencari lagu atas kemauan sendiri dan yang
memuaskan dirinya. Dia perlu mendengar kehendak Tuhan sehingga
musik dan lagu itu memuaskan hati Tuhan. Hati-hati apabila
kita tidak berdiri di tempat kita sendiri. Tahukah anda apa
akibatnya jikalau kita tidak berdiri di tempat kita sendiri?
Setiap orang yang tidak berdiri di tempatnya sesuai dengan
panggilannya dia mengganggu kehendak Allah, menginterupsi
agenda Allah dan harus dikebaskan dari tubuh Kristus. Apabila
manusia atau organisasi tidak bertindak sekalipun Tuhan yang
akan bertindak. Demikian juga mengenai dosa. Apabila seseorang
di dalam panggilannya sengaja berbuat dosa walau manusia atau
organisasi tidak bertindak Tuhan akan bertindak.
Mengenal dan Mengetahui Tempat Kita
Mengenal dan mengetahui tempat kita di dalam panggilan sangat
penting. Orang yang mengenal dan tahu tempatnya di dalam
panggilannya diperkenan Tuhan, contohnya seperti Daud. Umat
Israel yang sudah mendiami tanah Kanaan jatuh bangun dalam
kehidupan rohaninya dan mereka menginginkan seorang raja.
Tetapi kita melihat apa jadinya. Kita bukan hanya perlu tahu
tempat panggilan kita, kehendak Tuhan atas kita tetapi kita
juga perlu tahu waktu Tuhan untuk kita. Apa yang diminta orang
Israel itu diberikan oleh Tuhan tetapi ternyata itu bukan yang
terbaik. Mereka mendapat seorang pemimpin yang diangkat
sebagai raja yang pertama yaitu Saul.
Sebenarnya Saul bisa menjadi yang terbaik apabila dia terus
menerus menempatkan diri di tempat yang tepat dan terus
menerus di dalam ketaatan. Sayang sekali dia menjadi orang
yang tidak taat. Saul baik pada permulaannya tetapi buruk pada
akhirnya.
Tuhan mau memberi yang terbaik untuk kita di dalam
panggilanNya. Hal itu memerlukan tanggung jawab kita untuk
terus menempatkan diri di tempat yang Tuhan tentukan dalam
panggilan. Terus berjalan di dalam ketaatan dan memegang waktu
Tuhan atau agenda Tuhan. Belajarlah untuk mengetahui waktu
Tuhan di dalam panggilan anda.
Demikian juga mengenai keluarga. Bagaimana untuk membimbing
keluarga atau bagaimana untuk membangun serta memulai satu
keluarga yang baru. Keluarga perlu belajar mendengar suara
Tuhan dan saling mengkomunikasikan apa yang didapat dari Tuhan.
Seseorang perlu mengambil keputusan atau melangkah berdasar
tiga hal: kehendak Tuhan, waktu Tuhan dan cara Tuhan. Orang
tua perlu mendoakan anak-anak dan memberkati anak-anak. Doa
dan berkat orang tua ini memagari anak-anak supaya Iblis tidak
mencuri kesempatan. Melalui doa Tuhan akan membangun benteng
dan melindungi mereka. Orang tua juga perlu melatih iman
anak-anak agar supaya anak-anak ini dapat berkomunikasi
langsung dengan Tuhan, dapat bertumbuh dan mengalami Tuhan
secara nyata tanpa mengabaikan otoritas orang tua.
Kembali kepada Daud, dia adalah seorang yang menggenapi
kehendak Tuhan di dalam menaklukkan semua bagian kerajaan yang
Tuhan berikan sebagai bagian untuk ditaklukkan.
Beberapa hal yang perlu kita taklukkan:
1. Daging atau ego kita.
Kemauan atau kehendak kita sendiri harus ditaklukkan dengan
cara melatih penundukan yang terus menerus kepada Allah
melalui FirmanNya.
2. Iblis harus kita taklukkan.
Iblis ini sering menyerang jiwa yaitu pikiran, perasaan dan
kemauan. Dia sering memberikan ide-ide palsu yang nampaknya
baik dan menguntungkan diri kita. Maka kita harus berhati-hati
sebab Iblis bisa menyerang, membujuk, bertipu daya bahkan
bekerja sama dengan ego kita. Iblis juga menyerang, menduduki
atau menguasai pribadi, keluarga, sebuah tempat misalnya kamar,
rumah, desa, kota, daerah, wilayah, negara. Itulah sebabnya
perlu keterbukaan di dalam satu keluarga. Jangan ada yang
ditutup-tutupi antara anak dan orang tua, masingmasing perlu
terbuka terhadap koreksi dan teguran-teguran.
3. Pengaruh dunia perlu ditaklukkan.
Apa yang kita tonton, apa yang kita dengar, ke mana kita pergi,
waktu yang kita pakai semua sangat perlu diatur, didisiplin di
dalam penundukan kepada Tuhan, kepada FirmanNya dan Roh
KudusNya. Shopping boleh tetapi di bawah kontrol Tuhan.
Jalan-jalan OK tetap jaga hubungan dengan Tuhan.
4. Pelayanan perlu ditaklukkan di bawah kaki Tuhan.
Kita tentu terkejut kalau pelayanan termasuk hal yang harus
ditaklukkan. Apa sebabnya? Sebab pelayanan bisa menjadi lembah
kesibukan tanpa pengurapan, penyertaan atau perkenan Tuhan.
5. Rumah tangga perlu ditaklukkan di bawah penguasaan Tuhan.
Yesus adalah kepala rumah tangga yang tidak kelihatan.
Pemegang otoritas utama dalam rumah tangga adalah ayah. Ayah
atau bapak di dalam satu keluarga perlu menyadari bahwa
Kristus adalah kepala dalam rumah tangga yang dipimpinnya.
Maka seorang ayah perlu lebih dulu dalam penundukan kepada
Kristus dan dia harus membawa istri dan anak-anaknya di dalam
penundukan kepada Kristus. Tetapi ternyata kita menemui di
kebanyakan rumah tangga artinya dalam prosentase terbesar
rumah tangga seorang ayah atau bapak tidak menjalankan
fungsinya dengan benar.
Apakah dengan demikian ibu dapat mengambil alih otoritas di
dalam namah tangga? Dia tidak bisa mengambil alih otoritas
tetapi dia bisa bertindak sebagai penolong bagi suami untuk
memberlakukan otoritas Kristus di dalam rumah tangganya. Dia
perlu mengajak anak-anaknya untuk membangun mezbah di dalam
keluarga dengan tetap menghargai suami yang tidak menjalankan
otoritasnya sebagaimana mestinya.
Apa yang menyebabkan Allah berkenan kepada Daud
1. Daud adalah seorang pendoa dan penyembah.
Seorang pendoa dan penyembah selalu merindukan hadirat Tuhan.
Tuhan sangat berkenan bila umatNya merindukan Dia.
2. la seorang prajurit.
Seorang prajurit itu sejajar dengan hamba. Dia berhati dan
berjiwa hamba dan telah membuktikan diri sebagai prajurit yang
baik. Seorang prajurit yang baik selalu taat dan berada di
dalam penundukan kepada komandannya.
3. Dia menaklukkan segala sasaran yang ditargetkan.
Dia adalah prajurit yang selalu menang dan berhasil. Tuhanpun
menghendaki kita agar berhasil di dalam penaklukan-penaklukan.
4. Dia juga berkarunia nabi.
Di dalam panggilan dan pelayanannya dia tahu kedudukannya di
hadapan Tuhan, dia dekat dengan Tuhan dan apa yang dia dapat
dari Tuhan disampaikannya kepada umatNya.
5. Dia hidup di dalam pengurapan yang melimpah.
Pengurapan yang melimpah ini dia dapat melalui doa dan pujian
serta penyembahan. Dia berdoa tiga kali sehari dan
memuji-memuji Tuhan tujuh kali sehari.
6. Dia memiliki hikmat, marifat dan kuasa.
Ini semua merupakan pemberian dari Roh Kudus di dalam dirinya.
Kedekatannya dengan Allah memberi pencurahan Roh Kudus
kepadanya.
7. Dia memiliki ikatan perjanjian dengan Tuhan dan memiliki
visi.
Orang yang memiliki ikatan perjanjian dengan Tuhan hidup di
dalam kasih karunia Tuhan dan orang yang memiliki visi
memiliki sasaran untuk dicapai. Tanpa visi menjadi liarlah
umat.
(Nantikan
artikel selanjutnya!)
|