» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» VOICE OF VICTORY                                                               Pdt. Mary Hartanti,D.Min.

 

"JATUH CINTA DENGAN TUHAN"


Keinginan-keinginan di dalam hati kita akan sesuatu bisa membutakan kita. Hendaknya kita memperhatikan apakah keinginan-keinginan itu akan membawa kita kepada hal yang positif atau negatif. Kita perlu minta kepada Tuhan keinginan untuk mengenal Dia dan mengasihi Dia. Kita perlu ingin mencintai apa yang Tuhan ingini. Apa yang Tuhan ingini atau yang Tuhan mau adalah yang terbaik. Tanpa kita sadari kesibukan-kesibukan dapat membuat cinta kita kepada Tuhan luntur. Belajar mendengar suara Tuhan setiap haripun tidak merupakan jaminan bahwa cinta kepada Tuhan masih ada di dalam hati. Banyak berkat juga bukan jaminan cinta Tuhan ada di hati. Urapan dan karuniapun bukan jaminan mengenai hal itu.

Bagaimana hal ini dapat kita pahami? Walaupun semuanya itu lancar tetapi tanpa keintiman dengan Tuhan tidak merupakan jaminan bahwa kita mengasihi Tuhan. Sebagai misal di dalam doa seringkali kita berkomunikasi dengan Tuhan seperti bisnis.

Alkitab mengatakan bahwa cinta itu kuat lebih dari maut. Henokh berkenan kepada Allah. Daud juga berkenan kepada Allah. Apabila kita mempunyai iman kita berkenan kepada Allah.
Ibr 11:6 - "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia"

Tanpa dasar kasih semuanya akan sia-sia. Kita akan melihat catatan Alkitab bahwa Henokh berkenan kepada Allah. Tetapi Alkitab tidak mencatat Henokh melakukan suatu karya. Sepertinya ia tidak berbuat apa-apa. Jadi kemungkinan dia hanya hidup sebagai orang biasa, mencari nafkah, bertanggungjawab untuk keluarga. Tetapi dia bergaul dengan Allah, dia intim dengan Allah. Itulah sebabnya Allah berkenan kepadanya.
Daud berkenan kepada Allah. Apakah dia sempurna? Tidak. Ada yang lebih hebat dari Daud tetapi dia berkenan kepada Allah. Dia bergaul atau intim dengan AIlah.

Yesus melayani hanya.3 1/2 tahun tetapi la berkenan kepada Allah. Berkenan kepada Allah tidak tergantung lama pelayanan dan tidak tergantung apakah tiap hari berada di Bait Allah. Yesus bergaul karib dengan Allah, Henokh berjalan dengan Tuhan, Daud dekat dengan hati Tuhan. Yesus bangun pagi dan bersekutu dengan Bapa.

Kita ingat peringatan Tuhan kepada Sidang Jemaat di Efesus. Why 2:1-7.
Sidang Jemaat di Efesus giat melakukan banyak kegiatan; banyak program, mereka bersusah payah dan tekun, mereka mempunyai karunia membedakan roh, mereka juga sabar di dalam penderitaan karena nama Yesus. Tetapi Yesus mencela mereka karena mereka kehilangan kasih yang mula-mula dan Tuhan juga memperingatkan bila mereka tidak kembali kepada kasih yanq mula-mula khaki diannya akan disingkirkan dari mereka. Mereka tidak lagi hidup di dalam terang dan tidak lagi bisa membawa terang itu kepada dunia ini.

Cinta tidak bisa dibuat-buat cinta tidak bisa diukur dengan tari menari, lompat melompat, semangat dan sorak sorai. Jemaat bisa kehilangan cinta kepada Tuhan oleh karena penyelewengan dari fokus di dalam kehidupannya. Kita tidak bisa membangkit-bangkitkan cinta itu tetapi kita hanya bisa meminta cinta itu. Mintalah kepada Tuhan supaya cinta mula-mula kita dipulihkan. Cinta memberi kekuatan tatkala kita berada di dalam kesesakan. Mintalah, rindukanlah dan menjeritlah kepada Tuhan untuk beroleh cinta kepada Tuhan.

Kis 13:7-22
Ayat 22 - "Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. "

Daud berkenan. di hati Allah sebab dia melakukan kehendak Allah. Sebaliknya Saul tidak berkenan kepada Allah sebab dia tidak taat. Tidak melakukan apa yang diperintahkan, melanggar apa yang dilarang, mengikuti kemauan sendiri. Dengan kata lain dia menyeleweng atau memberontak tetapi sukar dinasihati. Tanda seseorang mengasihi Tuhan adalah taat kepadaNya.

Yoh 14-15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu. "
Hak 3:1-6 - "Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan. -- Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN. Yang tingqal ialah kelima raja kota orang Filistin dan semua orang Kanaan, orang Sidon dan orang Hewi, yang mendiami pegunungan Libanon, dari gunung Baal-Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat. Mereka itu ada di sana, supaya la mencobai orang Israel dengan perantaraan mereka untuk mengetahui, apakah mereka mendengarkan perintah yang diberikan TUHAN kepada nenek moyang mereka dengan perantaraan Musa. Demikianlah orang Israel itu diam di tengah-tengah orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. Mereka mengambii anak-anak perempuan, orang-orang itu menjadi isteri mereka dan memberikan anak-anak perempuan mereka kepada anak-anak lelaki orang-orang itu, serta beribadah kepada allah orang-orang itu. "

Mengapa orang Kanaan masih disisakan? Pertama supaya mereka berlatih berperang. Kedua Tuhan ingin melihat apakah mereka mendengarkan petintah Tuhan dan melakukannya atau tidak .Ternyata umat Israel khususnya keturunan yang tidak ikut berperang dulu tidak taat. Akibatnya biasanya mereka dijajah dan ditekan oleh bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya. Namun apabila mereka berteriak minta tolong Tuhan akan membangkitkan mereka kembali melalui hakim yang Tuhan angkat.
Kita akan melihat jenis- jenis orang percaya.
1. Ada kelompok orang percaya yang menerima atau mempunyai janji Allah tetapi tidak bisa menikmatinya. Dia sering mendengar nubuat tetapi tidak mengalami apa yang dijanjikan.

2. Orang percaya yang berperang dan berhasil membuat penaklukan-penaklukan tetapi tidak tuntas. Di dalam dirinya masih banyak sisa-sisa musuh-musuh iman. Di dalam dirinya dia terus menerus berperang dan tidak menikmati damai sejahtera.

3. Ada kelompok orang percaya seperti pada zaman hakim-hakim yang santai-santai, ibadah tidak sungguh-sungguh bahkan mungkin tidak ibadah, tidak mempunyai cinta kepada Tuhan. Dia tidak tahu panggilannya, tidak tahu apa yang Tuhan mau supaya dia lakukan. Dengan kata lain tidak punya tujuan hidup.

Ini adalah jenis-jenis orang percaya yang belum memenuhi apa yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin kita bergaul karib denqan Dia, taat kepadaNya, menikmati janji- janjiNya, hidup berkemenangan dan mengalami damai sejahtera di dalam hati walau tetap ada tantangan.

Tiap orang mempunyai panggilan di dalam hidupnya. Tuhan mau kita semua mencapai target dari panggilan kita masing-masing.

Kesaksian:
Ada seorang pendoa syafaat di bukit doa Ungaran. Pada saat dia berdoa Tuhan memberitahu mengenai seseorang di Cina secara mendetil. la tidak mengenal orang tersebut dan ia sendiri belum pernah pergi ke Cina. Tetapi dia berdoa syafaat memerangi roh-roh kegelapan di sekitar orang tersebut. Ternyata di Cina di suatu desa ada orang yang sedang sakit. Dia didatangi seorang malaikat dan disembuhkan Tuhan. Melalui kesaksian orang ini penduduk di desa itu bertobat. Malaikat itu menjelaskan bahwa dia datang oleh karena doa syafaat seorang pendoa di bukit doa Ungaran dan disebutkan nama pendoa itu. Hal ini luar biasa sekali. Peristiwa seperti di dalam kitab Kisah Para Rasul terulang kembali.
Dalam perintisannya di Pulau Rote Pdt. Yeremia Selan banyak berdoa dan berpuasa. Oleh petunjuk Roh Kudus dia disuruh berjalan di suatu kampung melewati hutan. Di sana ternyata ada sebuah pondok kecil dan ada orang yang terbaring sakit serta mengerang. Bapak Yeremia mendoakannya dan tekun melawatnya. Orang tersebut sembuh. Itulah asal mula perintisan di desa Lekik di Pulau Rote.
Demikian juga dialami oleh ibu Mary di dalam perintisan-perintisannya. Semua -dilakukannya berdasarkan mendengar suara Tuhan dan itu terjadi pada saat Ibu Mary bersekutu dengan Tuhan di dalam doa, kadang-kadang pada saat berdialog dengan Tuhan di kamar mandi, di kamarnya, di mobil dalam perjalanan atau pada waktu ibadah dan puasa.
Lakukan tugas dalam panggilanmu dan capailah sasaran yang Tuhan berikan padamu. Ingat tiap-tiap orang mempunyai panggilan di dalam hidupnya. Berdirilah di tempat panggilan saudara, jangan berdiri di tempat orang lain. Kita tidak perlu berebutan mengenai posisi atau jabatan. Tetapi secara korporat masing-masing setia kepada panggilannya sampai mencapai penggenapan.
Pemusik dan pemuji perlu belajar mendengar suara Tuhan. Dia perlu mengetahui isi hati Allah dan kehendakNya sehingga dia tidak akan mencari lagu atas kemauan sendiri dan yang memuaskan dirinya. Dia perlu mendengar kehendak Tuhan sehingga musik dan lagu itu memuaskan hati Tuhan. Hati-hati apabila kita tidak berdiri di tempat kita sendiri. Tahukah anda apa akibatnya jikalau kita tidak berdiri di tempat kita sendiri? Setiap orang yang tidak berdiri di tempatnya sesuai dengan panggilannya dia mengganggu kehendak Allah, menginterupsi agenda Allah dan harus dikebaskan dari tubuh Kristus. Apabila manusia atau organisasi tidak bertindak sekalipun Tuhan yang akan bertindak. Demikian juga mengenai dosa. Apabila seseorang di dalam panggilannya sengaja berbuat dosa walau manusia atau organisasi tidak bertindak Tuhan akan bertindak.

Mengenal dan Mengetahui Tempat Kita
Mengenal dan mengetahui tempat kita di dalam panggilan sangat penting. Orang yang mengenal dan tahu tempatnya di dalam panggilannya diperkenan Tuhan, contohnya seperti Daud. Umat Israel yang sudah mendiami tanah Kanaan jatuh bangun dalam kehidupan rohaninya dan mereka menginginkan seorang raja. Tetapi kita melihat apa jadinya. Kita bukan hanya perlu tahu tempat panggilan kita, kehendak Tuhan atas kita tetapi kita juga perlu tahu waktu Tuhan untuk kita. Apa yang diminta orang Israel itu diberikan oleh Tuhan tetapi ternyata itu bukan yang terbaik. Mereka mendapat seorang pemimpin yang diangkat sebagai raja yang pertama yaitu Saul.
Sebenarnya Saul bisa menjadi yang terbaik apabila dia terus menerus menempatkan diri di tempat yang tepat dan terus menerus di dalam ketaatan. Sayang sekali dia menjadi orang yang tidak taat. Saul baik pada permulaannya tetapi buruk pada akhirnya.
Tuhan mau memberi yang terbaik untuk kita di dalam panggilanNya. Hal itu memerlukan tanggung jawab kita untuk terus menempatkan diri di tempat yang Tuhan tentukan dalam panggilan. Terus berjalan di dalam ketaatan dan memegang waktu Tuhan atau agenda Tuhan. Belajarlah untuk mengetahui waktu Tuhan di dalam panggilan anda.
Demikian juga mengenai keluarga. Bagaimana untuk membimbing keluarga atau bagaimana untuk membangun serta memulai satu keluarga yang baru. Keluarga perlu belajar mendengar suara Tuhan dan saling mengkomunikasikan apa yang didapat dari Tuhan.

Seseorang perlu mengambil keputusan atau melangkah berdasar tiga hal: kehendak Tuhan, waktu Tuhan dan cara Tuhan. Orang tua perlu mendoakan anak-anak dan memberkati anak-anak. Doa dan berkat orang tua ini memagari anak-anak supaya Iblis tidak mencuri kesempatan. Melalui doa Tuhan akan membangun benteng dan melindungi mereka. Orang tua juga perlu melatih iman anak-anak agar supaya anak-anak ini dapat berkomunikasi langsung dengan Tuhan, dapat bertumbuh dan mengalami Tuhan secara nyata tanpa mengabaikan otoritas orang tua.

Kembali kepada Daud, dia adalah seorang yang menggenapi kehendak Tuhan di dalam menaklukkan semua bagian kerajaan yang Tuhan berikan sebagai bagian untuk ditaklukkan.
Beberapa hal yang perlu kita taklukkan:
1. Daging atau ego kita.
Kemauan atau kehendak kita sendiri harus ditaklukkan dengan cara melatih penundukan yang terus menerus kepada Allah melalui FirmanNya.
2. Iblis harus kita taklukkan.
Iblis ini sering menyerang jiwa yaitu pikiran, perasaan dan kemauan. Dia sering memberikan ide-ide palsu yang nampaknya baik dan menguntungkan diri kita. Maka kita harus berhati-hati sebab Iblis bisa menyerang, membujuk, bertipu daya bahkan bekerja sama dengan ego kita. Iblis juga menyerang, menduduki atau menguasai pribadi, keluarga, sebuah tempat misalnya kamar, rumah, desa, kota, daerah, wilayah, negara. Itulah sebabnya perlu keterbukaan di dalam satu keluarga. Jangan ada yang ditutup-tutupi antara anak dan orang tua, masingmasing perlu terbuka terhadap koreksi dan teguran-teguran.
3. Pengaruh dunia perlu ditaklukkan.
Apa yang kita tonton, apa yang kita dengar, ke mana kita pergi, waktu yang kita pakai semua sangat perlu diatur, didisiplin di dalam penundukan kepada Tuhan, kepada FirmanNya dan Roh KudusNya. Shopping boleh tetapi di bawah kontrol Tuhan. Jalan-jalan OK tetap jaga hubungan dengan Tuhan.
4. Pelayanan perlu ditaklukkan di bawah kaki Tuhan.
Kita tentu terkejut kalau pelayanan termasuk hal yang harus ditaklukkan. Apa sebabnya? Sebab pelayanan bisa menjadi lembah kesibukan tanpa pengurapan, penyertaan atau perkenan Tuhan.
5. Rumah tangga perlu ditaklukkan di bawah penguasaan Tuhan.
Yesus adalah kepala rumah tangga yang tidak kelihatan. Pemegang otoritas utama dalam rumah tangga adalah ayah. Ayah atau bapak di dalam satu keluarga perlu menyadari bahwa Kristus adalah kepala dalam rumah tangga yang dipimpinnya. Maka seorang ayah perlu lebih dulu dalam penundukan kepada Kristus dan dia harus membawa istri dan anak-anaknya di dalam penundukan kepada Kristus. Tetapi ternyata kita menemui di kebanyakan rumah tangga artinya dalam prosentase terbesar rumah tangga seorang ayah atau bapak tidak menjalankan fungsinya dengan benar.
Apakah dengan demikian ibu dapat mengambil alih otoritas di dalam namah tangga? Dia tidak bisa mengambil alih otoritas tetapi dia bisa bertindak sebagai penolong bagi suami untuk memberlakukan otoritas Kristus di dalam rumah tangganya. Dia perlu mengajak anak-anaknya untuk membangun mezbah di dalam keluarga dengan tetap menghargai suami yang tidak menjalankan otoritasnya sebagaimana mestinya.

Apa yang menyebabkan Allah berkenan kepada Daud
1. Daud adalah seorang pendoa dan penyembah.
Seorang pendoa dan penyembah selalu merindukan hadirat Tuhan. Tuhan sangat berkenan bila umatNya merindukan Dia.
2. la seorang prajurit.
Seorang prajurit itu sejajar dengan hamba. Dia berhati dan berjiwa hamba dan telah membuktikan diri sebagai prajurit yang baik. Seorang prajurit yang baik selalu taat dan berada di dalam penundukan kepada komandannya.
3. Dia menaklukkan segala sasaran yang ditargetkan.
Dia adalah prajurit yang selalu menang dan berhasil. Tuhanpun menghendaki kita agar berhasil di dalam penaklukan-penaklukan.
4. Dia juga berkarunia nabi.
Di dalam panggilan dan pelayanannya dia tahu kedudukannya di hadapan Tuhan, dia dekat dengan Tuhan dan apa yang dia dapat dari Tuhan disampaikannya kepada umatNya.
5. Dia hidup di dalam pengurapan yang melimpah.
Pengurapan yang melimpah ini dia dapat melalui doa dan pujian serta penyembahan. Dia berdoa tiga kali sehari dan memuji-memuji Tuhan tujuh kali sehari.
6. Dia memiliki hikmat, marifat dan kuasa.
Ini semua merupakan pemberian dari Roh Kudus di dalam dirinya. Kedekatannya dengan Allah memberi pencurahan Roh Kudus kepadanya.
7. Dia memiliki ikatan perjanjian dengan Tuhan dan memiliki visi.
Orang yang memiliki ikatan perjanjian dengan Tuhan hidup di dalam kasih karunia Tuhan dan orang yang memiliki visi memiliki sasaran untuk dicapai. Tanpa visi menjadi liarlah umat.


                                                             (Nantikan artikel selanjutnya!)
 

| A R S I P | B I O D A T A |


Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi