|
3. MASIH LEMAH? TAMBAH LAGI.
Setelah makan dan minum, Elia berbaring lagi. Bukankah
demikian keadaan anda saat depresi? Sudah makan dan minum,
tetapi tetap lemah. Kemauannya belum mampu menguatkan hati
menjadi suatu tindakan.
Tetapi sentuhan kasih Allah tidak berhenti di situ.
I Raj 19:7 "Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua
kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah!
Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu. "
Orang yang depresi harus didampingi dan terus diberi dorongan.
Orang yang depresi mau lari dari kenyataan hidup. Orang yang
depresi mau menghindar dari lingkungannya, ia menjauh ke
padang gurun, seperti Elia.
Tuhan tahu, Tuhan mengasihi, Tuhan tidak mau menelantarkan.
>Nutrisi ditambah lagi!
Makanlah makanan sehat, sampai anda kuat betul. Makanlah
Firman Allah sampai anda kuat untuk berdiri dan berjalan.
Perjalanan hidup kita masih panjang.
Kita masih harus berjalan 40 hari dan 40 malam.
>40 adalah angka pencobaan.
Di dalam perjalanan hidup di dunia ini kita menjalani
kehidupan penuh pencobaan dan ujian, masalah dan tantangan.
Dan agar kita kuat untuk menjalaninya, perbekalannya harus
cukup.
4. JANGAN TINGGAL DALAM
KEKECEWAAN.
Setelah mengalami sentuhan malaikat dan menerima makanan yang
menyehatkan dan menguatkan, dan Elia mengalami kekuatan untuk
berjalan selama 40 hari dan 40 malam, ia mencapai Gunung Horeb.
la kuat pergi dari padang guran yang adalah dataran rendah,
mencapai bukit, berarti dia kuat untuk mendaki.
Tetapi apa yang dibuat di Gunung Horeb?
la masuk ke gua, bermalam di situ. Dia sudah mengalami
sentuhan, sudah makan, sudah pindah tempat, tetapi
kekecewaannya belum hilang.
I Raj 19:9,10 “Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan
bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian:
"Apakah kerjamu di sini, hai Ella ?"
Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah
semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu,
meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi Mu dengan
pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka
ingin mencabut nyawaku. "
Apa kerjamu di sini? Tidur-tidur?!!
Kitapun saat depresi seperti itu. Kita pikirdengan pindah
tempat kita akan beres. Tidak! Yang kita hindari bukan tempat.
Tetapi kekecewaan. Biarpun kita pindah tempat, dari
padang gurun ke bukit, dari tempat terbuka tanpa perlindungan
ke gua yang hangat, hati kecewa tak bisa memberi sukacita.
Allah tidak mau kita demikian. Allah tidak mau kita tertidur.
Allah mau kita bangkit, berdiri; cari hadirat Allah.
I Raj 19:11 "Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di
atas gunung itu di ha dapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin
besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan
bukit bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN
dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi
tidak ada TUHAN dalam gempa itu. "
Saudara lari ke dunia? Saudara mencari perlindungan dan
kehangatan dunia? Saudara memakai cara-cara dunia? Anda
mendapat! Tetapi itu yang sifatnya hanya sementara. Anda
mendapat secara semu. Anda hanya ketemu fatamorgana.
Hilangkan kekecewaanmu! Tetapi mana bisa!
Anda tidak bisa menghilangkan kekecewaan dengan kekuatan anda
sendiri. Anda harus bertemu Dia. Anda harus masuk hadiratNya.
Anda memerlukan pengurapanNya. Hubungan anda dengan
Tuhan.harus pulih. Orang yang depresi cenderung lari dari
hadiratTuhan. Tetapi Tuhan mau anda mencari hadiratNya.
Jangan lari!
Datanglah! Mendekatlah!
5. TANGKAP HADIRAT ALLAH, ALAMI!
5.1. Allah hadir dengan pengurapan yang dahsyat.
I Raj 19:11 b,12 "Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu.
Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN
dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi
tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah
bunyi angin sepoi-sepoi basa."
Kadang-kadang Allah tidak ada dalam yang gegap gempita, yang
spektakuler. Tetapi Allah sedang memimpin anda dalam
ketegangan. Tetapi Allah ada dalam ketegangan. Anda perlu
punya hati yang tenang, pikiran yang teduh. Temukan Allah
dalam urapanNya di sana.
5.2. Saat Allah hadir Dia perdengarkan suaraNya.
SuaraNya selalu lembut. SuaraNya bisa teguran.
I Raj 19:13,14 "Segera sesudah Elia mendengamya, ia
menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan
berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang
berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Jawabnya: "Aku
bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena
orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan
mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang;
hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin
mencabut nyawaku."
Sekali lagi Tuhan berkata: "Apa kerjamu di sini?!'
Ya, tempo hari memang yang kau lakukan hebat! Engkau KKR di
Gunung Karmel Engkau membunuh nabi Baal! Engkau giat!!
Tetapi sekarang? Engkau lari dari satu tempat ke tempat lain.
Engkau maunya tidur-tidur. Engkau patah semangat. Mengapa?
Sebab kecewa; kecewa, kecewa...
Heee! Bangkit dari kecewamu. Dengar perintahKu! Lakukan
perintahKu!
5.3. Dengar Misi dari Allah.
I Raj 19:15,16 "Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah,
kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan
setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi
raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi
menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola,
harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau."
Dulu kamu bekerja dengan giat. Sekarang jangan tetap tinggal
dalam kekecewaan! Aku percayakan tugas baru kepadamu. Engkau
Nabi pilihanKu, engkau tetap Nabi pilihanKu. Lakukan tugas
kenabianmu. Kamu jangan melarikan diri. Sekarang kamu harus
kembali ke jalan yang tadi kamu lewati, engkau tadi melarikan
diri, sekarang engkau kembali! Ulangi lagi perjalananmu.
Aku masih mempercayaimu:
5.3.1. Urapi Hazael menjadi raja atas Aram.
5.3.2. Urapi Yehu, cucu Nimsi menjadi raja atas Israel.
5.3.3. Urapi Elisa bin Safat dari Abel Mehola, menjadi nabi
menggantikanmu.
(Nantikan lanjutannya minggu depan!)
|