|
Apa perbedaan pengurapan untuk Saul dan pengurapan untuk Daud?
Pengurapan unt;uk Saul dari buli-buli. Pengurapan untuk Daud
dari tanduk. Yang pertama dari barang buatan manusia, yang
kedua dari barang ciptaan Tuhan. Kita memerlukan pengurapan
yang langsung datang dari Tuhan walaupun itu diimpartasikan
melalui manusia. Pengurapan yang dari Tuhan itu lahir dari
Firman dan Roh Kudus.
Segala sesuatu di dalam Alkitab dimulai dari Taman Eden
kemudian diakhiri di Getsemani. Dari Getsemani ke salib di
Golgota penderitaan Kristus sempurna. Dia mengatakan sudah
genap. Dia adalah Imam Besar Agung yang diurapi bagi kita
dengan kebangkitanNya.
Kita mengenang kisah tiga hari perjalanan Ishak berdampingan
dengan Abraham ayahnya sambil memikul kayu dan membawa pisau:
Ishak bertanya di manakah domba itu?Abraham menjawab Tuhan
akan menyediakan.
Di dalam Injil Yohanes, Yohanes Pembaptis mengatakan lihatlah
Anak Domba Allah yang mengangkut dosa isi dunia ini. Di dalam
Wahyu dikatakan Yesus sebagai Anak Domba yang sudah
tersembelih. Kita semua diajak memandang kepada Anak Domba
Allah. Yesus Kristus adalah domba Paskah bagi kita. Kita perlu
pengurapan baru setiap hari dari Yesus Imam Besar Agung kita.
Di dalam PL ada kaki dian dari emas yang di dalam bahasa
Ibrani disebut "manorah". Tiap hari sumbunya harus dibersihkan
dan dipotong dan harus dituangkan minyak yang baru pada
corotnya.
Hal ini menyatakan bahwa untuk menjadi terang dunia kita perlu
dibersihkan dan dipangkas setiap hari serta mendapat
pengurapan yang baru.
Kembali kepada Daud. Dia mendapat pengurapan 3 kali.
Pengurapan pertama oleh Samuel di rumah bapaknya. Itu
adalah pengurapan masuk ke dalam peperangan melawan Goliat. Di
dalam medan perang kita melihat 4 kelompok manusia:
a. Kelompok orang yang tidak diurapi.
Mereka tidak punya iman, tidak punya keberanian, sembunyi dan
takut kepada musuh.
b. Orang yang pernah diurapi tetapi pengurapannya sudah
hilang, yaitu Saul.
Orang demikian mengandalkan hikmat dunia.
c. Goliat. Dia adalah orang yang punya pengurapan negatif,
melawan Tuhan, melawan umat Tuhan; menghalangi rencana Allah
digenapi dalam diri seseorang atau satu bangsa.
d.Orang yang mengenakan pengurapan baru, yaitu Daud.
Tidak takut menghadapi musuh, tidak bersandar kekuatan sendiri,
tidak memakai hikmat manusia tetapi berani melawan musuh dan
mengalahkannya dengan hikmat dari Tuhan.
Pengurapan Daud oleh Suku Yehuda.
Yehuda artinya pujian. Dengan pengurapan ini kita mendapat
impartasi pengurapan pujian. Tanpa hidup di dalam pujian
terus-menerus di dalam hati kita bisa kehilangan Yesus seperti
Maria kehilangan Yesus di tengah keramaian hari raya di bait
suci.
Pengurapan untuk seluruh bangsa Israel.
Di sini pengurapan Daud meningkat masuk ke tingkat nasional.
Pada waktu Daud di rumah bapaknya la diurapi tetapi dia belum
dilantik. Maka level berikut adalah dia dilantik untuk menjadi
raja.
Mengapa pengurapan ini penting? Karena ada baalzebul di
dunia ini. Baalzebul adalah raja kegelapan. Arti nama
baalzebul adalah dewa lalat. Lalat suka hinggap pada badan dan
hidung ternak, buang kotoran dan bertelur di sana kemudian
akan menyebarkan penyakit ke dalam seluruh tubuh ternak itu.
Ternak-ternak sering harus diolesi dengan minyak sehingga
penyakit tidak akan merusak tubuhnya. Demikian juga kita, kita
perlu pengurapan supaya baalzebul tidak menelorkan
pikiran-pikiran busuk di dalam pikiran kita. Dengan demikian
kita akan hidup di dalam damai sejahtera.
Tuhan memanggil kita untuk masuk dalam peperangan, dalam
pujian, dalam pelayanan ke tingkat yang lebih tinggi dan dalam
damai sejahtera. Untuk itu semua kita perlu pengurapan yang
selalu diperbaharui.
Yes 10:27a "Pada waktu itu beban yang ditimpakan ,mereka
atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas
tengkukmu akan lenyap. "
Beban-beban apa yang akan dilenyapkan?
Beban keterbatasan; keuangan, pelayanan; gereja, pernikahan,
anak-anak dan lain-lainnya. Hari ini juga beban itu harus
lenyap. Kita perlu memakai pengurapan di kepala kita. Biar Roh
Kudus bergerak bebas di dalam setiap situasi kehidupan kita,
panggilan kita dan seterusnya. Kita perlu membangun atmosfer
ilahi di mana hanya Tuhan yang dimuliakan. Biar Tuhan makin
bertambah-tambah dan kita makin berkurang-kurang.
|
•Tak ada bantal yang lebih keras daripada rasa bersalah
•Jangan sampai kita hanya punya penyesalan: "Andaikan aku
begini, andaikan aku begitu." "Aku harap", "Aku menyesal"
• Buatlah keputusan-keputusan yang benar sekarang. Ini
saatnya anda tidak membuat keputusan yang salah, sebab
akibatnya panjang.
•Kita kaya sebab nilai-nilai yang Tuhan depositokan di
dalam diri kita
|
(Nantikan artikel selanjutnya!) |