Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  Suara Kebenaran


Berisi artikel-artikel yang menyuarakan kebenaran yang ditulis oleh
Pdt. Erastus Sabdono.M.Th.
Artikel ini bersumber dari website Rehobot Online dan ditulis beliau dengan
gaya bahasa yang sederhana, lugas, tegas dan dipersembahkan 
untuk para pembaca sekalian untuk menjadi berkat
 

Ketamakan

Pada saat saya mendengarkan siaran salah satu Radio Kristen, saya amat tertarik dengan iklan jadwal ibadah yang dipasang oleh banyak gereja. Ada beberapa hal yang saya tangkap dalam mempromosikan gereja lewat media radio ini. Yang pertama, usaha untuk menarik banyak orang masuk ke dalam gereja. Kedua, usaha untuk menunjukkan kepada orang banyak bahwa Tuhan itu baik, penuh kasih, pasti membuat mukjizat, dan pasti menjawab doa-doa mereka. Tidak ketinggalan juga janji-janji bahwa jemaat yang hadir akan memperoleh apa yang menjadi keinginan dan kerinduan mereka.

Saya kira hal ini sangat berbahaya sebab focus orang yang datang hanya tertuju pada satu sisi dari hakikat Tuhan saja, yaitu kasih-Nya. Mereka tidak akan mengetahui sisi lain dari hakikat Tuhan yang menunjukan kehendak-Nya yang menginginkan setiap orang dapat berubah menjadi pribadi-pribadi seperti yang Dia kehendaki.

Tanpa disadari promosi-promosi seperti itu membuat banyak orang lupa akan tanggungjawab mereka di hadapan Tuhan, karena mereka akan lebih memaksa Tuhan untuk bertanggungjawab dengan mengabulkan apa yang mereka inginkan daripada merubah dirinya sendiri menjadi pribadi yang berkenan kepadanya. Jika kita mengerti betapa sulitnya merubah diri kita menjadi pribadi yang berkenan di hadapan-Nya, maka hal ini akan menggiring kita pada sikap hidup yang berkenan kepada-Nya. Salah satu sikap itu adalah ketidak tamakan kita akan segala sesuatu.

Dalam Injil Lukas 12:15 tuhan Yesus berkata bahwa: “…Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." Ketamakan di sini memiliki arti niat usaha seseorang untuk memiliki atau menikmati porsi yang bukan bagiannya. Untuk itulah mengapa Tuhan Yesus dalam Injil Matius 6:11 berkata: “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” Inilah gaya hidup yang harus menjadi cirri khas kita sebagai anak-anak Allah.

Kata “secukupnya” di atas ini sebenarnya nyaris tidak bisa dilakukan oleh manusia karena setiap kita pasti memiliki ketamakan yang intensitasnya berbeda. Itulah sebabnya mengapa ukuran cukup pada diri seseorang sangatlah relative. Namun walaupun demikian jika kita selalu berjalan bersama Tuhan, dan jika kita sadar bahwa hidup kita adalah pengabdian kepada Kristus yang sudah menebus kita dengan harga yang mahal, maka kita akan memiliki sensitifitas.
                                                                 (Nantikan artikel selanjutnya!
)
 

| A R S I P | OTOBIOGRAFI |

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi