Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  Suara Kebenaran

Berisi artikel-artikel yang menyuarakan kebenaran yang ditulis oleh
Pdt. Dr. Erastus Sabdono. M.Th.
Artikel ini bersumber dari website Rehobot Online dan ditulis beliau dengan
gaya bahasa yang sederhana, lugas, tegas dan dipersembahkan 
untuk para pembaca sekalian untuk menjadi berkat


Kecerobohan

Dalam Efesus 5:15-19 kita dinasehati untuk tidak menjadi bodoh. kata bodoh disini adalah dari teks aslinya "aphrones" dalam bahasa Inggris diterjemahkan "foolish" (Band. Bebal – asofoi - unwise). Kata "aphrones" ini sebenarnya berarti "tanpa alasan" hendak menunjuk kepada kehendak yang ngawur. Kata ini juga berarti menunjuk 2 hal penting:

Pertama, kebutuhan mental yang sehat atau waras dan ketenangan (want of mental sanity and sobriety). Kedua, orang yang ceroboh dalam bertindak dan berpikir (recless and inconsiderate habit of mind), imprudent. Maka kata aphrones lawan kata dari phronimos yang artinya prudent (hati-hati). Nasihat “janganlah kamu bodoh” diberikan kapada anak-anak Tuhan berkenaan dengan menghadapi suasana dunia akhir zaman yang jahat. Anak-anak Tuhan diharapkan untuk tidak menjadi orang yang bodoh atau ceroboh. Sampai saat ini tindakan ceroboh telah menggugurkan banyak anak Tuhan. Kecerobohan ini dapat mengakibatkan suatu kerugian yang sangat besar dikemudian hari. Sebagai contoh; Daud yang meniduri Betsyeba, Yudas yang menghianati Tuhan Yesus, dan Esau dengan sepiring kacang merahnya (Ibr 12:16-17). Mereka semua telah merasakan pahitnya tuaian dari taburan mereka yang salah.

Tahukah saudara bahwa hidup ini adalah suatu realitas yang dahsyat. Dikatakan demikian sebab manusia adalah makhluk yang menentukan keadaannya dan pilihannya sendiri. Manusia dapat memilih berkat atau kutuk dalam hidupnya. Manusia harus menuai apa yang ia tabur dan tidak dapat menghindarkan diri dari tuaian yang ia telah tabur (Gal 6:7). Ketidaksadaran terhadap kebenaran ini membuat manusia ceroboh dan tidak serius terhadap hidupnya. Ini sama saja berarti ia membawa dirinya sendiri ke tempat pembantaian iblis.

Iblis menggiring manusia untuk selalu bertindak ceroboh. Dan dunia dimana kita hidup ini pun sering membuat manusia tidak bermental waras. Banyak sekali anak-anak Tuhan yang bertindak ngawur (aphrones) tanpa mempertimbangkan akibat dari perbuatan tersebut. Hendaknya kita tidak perlu terjerembab seperti Daud, Yudas, Esau dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya yang menderita kerugian besar karena tindakan mereka yang ceroboh. Apalagi jika sampai Tuhan berkata kepada kita; “Aku tidak kenal kamu!”.

(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P | OTOBIOGRAFI |

 
Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999
Tim Sahabat Surgawi