Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
 


Berisi artikel-artikel yang menyuarakan kebenaran yang ditulis oleh
Pdt. Erastus Sabdono.M.Th.
Artikel ini bersumber dari website Rehobot Online dan ditulis beliau dengan
gaya bahasa yang sederhana, lugas, tegas dan dipersembahkan 
untuk para pembaca sekalian untuk menjadi berkat
 

Bersukacitalah Dalam Tuhan

Mungkin orang kurang memperhatikan, bahwa sebenarnya bersukacita itu bukan sekedar sebuah anjuran atau ajakan tetapi perintah. Jelas dari ayat-ayat ini terbukti bahwa sukacita adalah perintah (Teks asli: khairete en kurio pantote, rejoice in the Lord always). Suatu dorongan yang kuat yang Tuhan berikan kepada umatNya. Tentu ada kebenaran indah dibalik ini. Setiap perintah tentu ada maksudnya, maksud ilahi didalamnya (Mis.Jangan berjinah. Allah hendak melindungi perkawinan dst). Demikian pula dengan perintah untuk bersukacita. Dalam bahasa Yunani ada 5 kata yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sukacita. Kata-kata itu a.l: Khairo, sunkhairo, agalliao, euphraino, kaukhaomai. Dari 5 kata tersebut kata yang paling sering digunakan adalah khairo. Khairo adalah sukacita yang berkaitan dengan hubungan dengan Allah, kata yang mengandung unsur rohani. Inilah sukacita didalam Tuhan. Sukacita yang beralas pada hadirat Allah, kehadiran Tuhan, berkat anugerah Allah (keselamatan, waktu sangkakala berbunyi dll). Ini bukanlah sukacita yang datang dari dunia atau disebabkan oleh perkara-perkara dunia. Ada beberapa alasan yang dapat kita temukan mengapa Allahmenghendaki kita bersukacita: (1). Sukacita adalah ciri dari seorang yang hidup dalam persekutuan yang indah dengan Allah (Maz 16:11; Band: Yoh 17:13; Roma 14:17). Dengan demikian secara tidak langsung Allah menghendaki kita untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah terus menerus. Sukacita kita tidak boleh berhenti hanya sampai di pintu pagar gereja kala kit apulang kebaktian. (2). Sukacita adalah ciri orang benar (Maz 64:11; Gal 5:22 Band: Kain, Kejadian 4:6). Dengan demikian kita dipanggil untuk hidup seturt kehendak Allah sepenuh. Hidup menurut FirmanNya adalah adalah hidup dalam kebenaranNya (Hub.Yoh 17:17). (3). Sukacita syarat ibadah dan pujian yang benar (Maz 100:2 ; Yer 31:7 Hub : Nehemia 2). Dengan demikian sikap hati kita senantiasa berkenan kepada Allah. Pujian dan penyembahan kita berkenan kepada Allah. Koita tidak hanya asal menyanyi tetapi menyanyi dengan sikap memuji dan menyembah Allah yang benar. (4). Sukacita adalah syarat ucapan syukur yang benar Kol 1:12). Alkitab mengatakan kita harus mengucap syukur senantiasa dalam segala hal. Bagaimana ucapan syukur kita berkenan dihadapan Tuhan, yaitu kalau kita mengucap syukur dengan hati bersukacita. Dengan Firman bersukacitalah senantiasa kita dikehendaki untuk mengucap syukur secara benar. Dan dalam ucapan syukur itu ada kuasa. (5). Sukacita adalah ciri dari seorang yang mengandalkan Tuhan dan mempercayaiNya. Kalau Tuhan menghendaki kita bersukacita tentu ada alasan, ada modal atau kemungkinan untuk itu. Apapun keadaan kita. Allah Allah yang besar. Ia bukanlah Allah yang kecil. Dukacita karena masalah-masalah adalah bahasa orang yang tidak percaya Tuhan (Band Maz 37:3-4). Sikap keyakinan kita bahwa Allah itu besar nampak dalam keberanian kita menghadapi hidup ini dengan segala tantangan terdapat didalamnya (Band. Roma 8:15). Menjadi kehendak Allah agar kita menjadi seperti anak kecil dalam hal percaya dan bergantung kepada Tuhan.


                                                                 (Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P | OTOBIOGRAFI |

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi