Saudara-saudaraku yang terkasih,
Banyak di antara kita yang mudah cemas dan hanyut dalam kekhawatiran. Tahukah Saudara bahwa ada dua hal penyebab mengapa seseorang mudah mengalami kecemasan dan kekhawatiran dalam hidupnya? Yang pertama adalah karena ketidakpercayaan terhadap kasih Tuhan yang tidak terbatas. Yang kedua, karena gambar yang salah tentang pribadi Allah.
Dalam Yoh. 3:16 dikatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”Di sini kita dapat menyimpulkan bahwa jika Putra-Nya yang tunggal saja rela Ia berikan untuk kita, apakah artinya kebutuhan kita yang lain. Sekilas untuk memercayai hal ini adalah mudah, tetapi praktiknya tidaklah demikian. Mengapa? Pada kenyataannya, banyak orang Kristen yang pikirannya masih berprasangka buruk kepada Tuhan. Ia berpikir bahwa Tuhan tidak peduli dan tidak tanggap akan kebutuhan dan beban hidup yang sedang ia jalani. Padahal jika kita sudah memenuhi bagian kita untuk hidup benar, kerja keras, rajin, jujur, menjaga kesehatan, dan hemat, Tuhan pasti memberkati. Setidaknya kita tidak mungkin dipermalukan sehingga menjadi beban untuk orang lain.
Sudah bukan saatnya lagi bagi kita merengek-rengek dalam doa meminta berkat dan perlindungan dari Tuhan. Doa-doa seperti ini mengesankan bahwa Tuhan harus dibujuk dan didesak untuk memberkati dan menolong umat-Nya. Tahukah bahwa orang-orang yang tidak percaya Tuhan Yesus saja bila mereka mau kerja keras, rajin, dan jujur, dapat memperoleh berkat? Apalagi kita yang memang adalah anak-anak Bapa di Surga. Kita harus belajar untuk tidak melukai hati Tuhan dengan sikap seolah-olah bahwa Ia tidak memedulikan hidup kita. Dia sangat mengasihi kita lebihd ari apa yang dapat kita pikirkan.
Tuhan mengasihi kita tanpa batas, dan Dia selalu beserta kita. Sering karena gambaran kita yang salah tentang pribadi Tuhan, kita tidak dapat memiliki kedewasaan rohani dan selalu menaruh curiga kepada-Nya. Gambaran yang salah terhadap pribadi Tuhan sering didasarkan pada apa yang kita dengar dari orang lain, konsep-konsep allah atau dewa-dewa dari agama lain, dan gambaran mengenai dewa-dewa inilah yang sering merasuk dalam diri banyak orang Kristen. Gambaran yang salah mengenai pribadi Tuhan juga dapat dibangun dari pengalaman hidup yang dialami oleh seseorang, jika seseorang pernah mengalami perlakuan yang tidak sepantasnya dari orang-orang yang seharusnya mengasihi dirinya. Maka gambaran tentang Tuhan dapat terbangun dari pengalaman tersebut. Jika orang tua, rohaniwan, dan orang-orang Kristen lain yang ia kenal galak, kurang mengasihi, kurang perhatian, egois dan gila hormat, maka tanpa ia sadari, ia merasa bahwa pribadi Tuhan Yesus itu seperti orang-orang tersebut.
Banyak orang Kristen menganggap bahwa Allah harus dibujuk-bujuk dan didesak-desak untuk menolong dan memberkati kita; malah untuk dapat datang kepada Allah pun harus diperlukan seorang perantara. Akibatnya banyak orang Kristen yang sangat bergantung kepada seorang pendeta untuk dapat dantag kepada Allah. Padahal Allah ingin adanya hubungan pribadi yang intim antara diri-Nya dengan anak-anak-Nya.
SolaGracia.
(Nantikan artikel selanjutnya!)




