» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» CERITA  BERMAKNA


cerita bermakna bisa menghibur, menguatkan, bahkan juga menegor dan
menyentil. rubrik ini memuat cerita-cerita serupa itu. Sumbernya kebanyakan dari
imel berantai sehingga sebagian besar sudah tidak jelas lagi asalnya.
 

WANITA BERHATI MULIA


Takut akan Tuhan
Meski ia berasal dari sebuah kelompok masyarakat yang paling rendah, Esther (28) memiliki rasa percaya diri yang besar karena ia tahu bahwa Tuhan mengasihinya. Ia telah menjadi pengikut Kristus sejak masih kecil. Ketika berusia delapan belas tahun, ia mengikuti pelatihan bagi hamba-hamba Tuhan dan terus bertumbuh dalam iman.
Meski ia tidak bisa menyelesaikan sekolah menengah, Tuhan memakainya untuk melayani keluarga, gereja, dan masyarakat. Ia dan suaminya melayani di sebuah gereja rumah.

Pekerja Keras
Orang-orang di sekitarnya mengagumi Esther karena kerja kerasnya. Ia menerima bantuan SED (Social Economic Development) dari Open Doors dalam bentuk Micro Lending Program (pinjaman lunak). Seorang staf Open Doors mengisahkan, "Kami tidak pernah menghadapi masalah dengan Esther karena ia selalu membayar tepat waktu."

"Saya sangat bersyukur pada Tuhan," ujar Esther. "Bantuan yang diberikan memampukan saya untuk hidup layak," Ia menunjukan rasa terima kasihnya dengan rasa kepedulian dan kasih terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan pertolongan. Ia setia dalam perpuluhan, meski di saat yang sulit.

Wanita dengan hikmat Tuhan
Esther kini memimpin kelas baca-tulis di beberapa komunitas suku S. Ia memiliki komitmen yang patut dikagumi. Pernah suatu ketika ia diminta untuk mengajar baca-tulis di tengah sebuah komunitas M. Setelah berdoa dan mempertimbangkan beberapa hal, ia akhirnya bersedia.

Hingga hari ini, hidup Esther berada dalam ancaman dan intimidasi.
Kelompok fundamentalis pernah mengancam akan membunuhnya dan membiarkan mayatnya di tengah jalan agar semua orang yang lewat melihat apa yang terjadi pada dirinya. Esther berkata, "Apa pun kejahatan yang dirancangkan orang atas diri saya, jiwa saya tetap aman dalam Tuhan. Tidak ada satu pun yang dapat menahan saya untuk membagikan kebenaran."

Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buletin: Open Doors, Edisi Maret-April 2007, Volume 12 No. 2
Judul artikel: Wanita Berhati Mulia
Penulis : tidak dicantumkan
Halaman : 9



                                                               (Nantikan cerita bermakna selanjutnya !)

 

ARSIP

 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi