|
LEBIH DARI SEKEDAR PERPULUHAN
|
Pada hari ulang tahunnya
yang kesepuluh, seorang anak laki-laki yang begitu
perasa menerima sepuluh dolar perak yang berkilauan dari
pamannya yang bijaksana. Anak itu sangat menghargainya.
Dia segera duduk di lantai dan meletakkan uang logam
tersebut di hadapannya.
Orangtuanya bersama pamannya itu menonton dia. Kemudian
dia mulai merencana kan bagaimana menggunakan uang
tersebut. Dia memisahkan dolar pertama sambil berkata,
"Yang satu ini buat Tuhan Yesus." Dia lalu melanjutkan
hitungannya untuk memutuskan apa yang akan dilakukannya
dengan dolar yang kedua dan selanjutnya sampai pada dolar
terakhir.
"Yang ini buat Tuhan Yesus." katanya sambil memisahkan
dolar keduanya.
Melihat yang dilakukan anak kecil itu, ibunya menyela,
"Ibu pikir kamu telah memberikan dolar yang pertama untuk
Tuhan Yesus, terus kenapa kamu memberikan lagi dolarmu
yang kedua untuk Tuhan Yesus juga?"
"Ya," dia menyahut, "dolar yang pertama memang milikNya,
tetapi yang kedua
ini adalah hadiah bagi-Nya dari saya."
(Dr. Stephen Olford/The Grace of Giving, Encounter
Ministries)
|