|
Serba - Serbi
Rohani |
 |
|
|
|
 |
|

|

 |
 |
» CERITA BERMAKNA |
 |
|
|

|
|
|
|
cerita
bermakna bisa menghibur, menguatkan, bahkan juga menegor
dan
menyentil. rubrik ini memuat cerita-cerita serupa itu.
Sumbernya kebanyakan dari
imel berantai sehingga sebagian besar sudah tidak jelas
lagi asalnya.
|
Seorang pria telungkup di
tengah lapangan yang luas di bawah teriknya sinar mata
hari, dengan tas disampingnya.
Lalu segerombolan orang menghampiri dan memeriksa
keadaan pria tersebut.
Meninggal, kata salah satu orang gerombolan tersebut.
Mereka kemudian sepakat membuka tas disamping pria itu
dan mencari tahu apa yang sebenarnya yang terjadi.
Ternyata mereka semua berpikiran sama, andai tas itu
terbuka sesaat sebelumnya, maka pria tersebut mungkin
tidak meninggal dalam keadaan seperti ini.
Apakah isi tas itu?? Ternyata isi tas itu adalah
parasut.
Parasut itu gagal terbuka pada saat si pria melakukan
terjun payung. Memang
sangat menyedihkan dan naas. Parasut jadi penentu
keselamatan jiwa para penerjun payung.
Dan...begitu jugalah hati kita. Hati hanya akan
berfungsi jika dalam keadaan terbuka, open
heart-lah istilahnya gitu. Hati akan menjadi
penyelamat.
Kita akan menyerap petunjuk lebih mudah, menerima
hidayah lebih mudah dan
berprilaku lebih mulia. Jangan biarkan hati tertutup
dengan butir-butiran kotoran hati, yang akan kian
menebal jika tidak segera dibersihkan.
Karena pada keadaan tertentu, kotoran hati tidak dapat
dibersihkan dengan hanya
sekali-dua kali kilapan '"wing porselen!!" Kotoran
hati tersebut sudah menjadi bagian dari prilaku dan
sikap keseharian manusia.
Oleh karena itu :
"Perhatikanlah hatimu karena ia akan menjadi fikiranmu
Perhatikanlah fikiranmu karena ia akan menjadi
perkataanmu
Perhatikanlah perkataanmu karena ia akan menjadi
perbuatanmu
Perhatikanlah perbuatanmu karena ia akan menjadi
kebiasaanmu
Perhatikanlah kebiasaanmu karena ia akan menjadi
karaktermu
Dan ...............
Perhatikanlah karaktermu karena ia akan menjadi
lintasan hatimu"
Semuanya kembali ke diri kita masing-masing.
Tanyakan pada diri sendiri apa yang akan terlintas
dalam hati kita pada saat ini, saat itu, dalam keadaan
ini, dan jika berada dalam keadaan itu.
Karena kalau bukan diri sendiri yang bertanya lalu
siapa lagi.......??? just try to do better'
"Perhatikanlah hatimu karena ia akan menjadi pikiranmu
Perhatikanlah pikiranmu karena ia akan menjadi
perkataanmu
Perhatikanlah perkataanmu karena ia akan menjadi
perbuatanmu
Perhatikanlah perbuatanmu karena ia akan menjadi
kebiasaanmu
Perhatikanlah kebiasaanmu karena ia akan menjadi
karaktermu
Dan ...............
Perhatikanlah karaktermu karena ia akan menjadi
lintasan hatimu"
|
|
| |
|
Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi
|
|