|
Di Skotlandia, ada seorang
tuan tanah yang kaya banget. Dia punya beribu-ribu
ternak, .... unggas, domba, sapi, dan kuda. Rumahnya
terletak di atas bukit yang indah sekali. Tiap pagi dia
bangun, membuka jendela, melihat matahari terbit dari
balik bukit, domba-domba merumput, para petani memetik
apel, dan sambil tersenyum dia berkata pada dirinya, "
itu semua milikku ! "
Tapi ada sesuatu yang kosong pada dirinya, dia tidak
percaya kepada TUHAN. dan dia tidak mempercayai agama apa
pun. dia seorang atheis.
Pikirnya, tanpa TUHAN mana pun, dia bisa menjadi semakmur
itu. Dia sudah
serba berkelimpahan tanpa bantuan TUHAN.
Berbeda dengan John, peternak yang bertugas mengurus 1700
kuda miliknya, John adalah seorang Kristen yang sederhana.
Dia tinggal bersama keluarganya di kaki bukit, di rumah
kecil, dekat bangunan-bangunan besar yang adalah
kandang-kandang kuda.
John adalah seorang yang rajin dan setia, tiap minggu
bersama keluarganya mereka pergi ke gereja kecil yang
terletak di kota dekat situ. Tugas John adalah merawat
kuda-kuda itu, dan dia dibantu 120 orang yang tinggal di
suatu asrama untuk para pekerja.
Suatu pagi, seperti biasanya, si tuan tanah itu lagi
menikmati seluruh kekayaannya itu dari jendela kamarnya.
tiba-tiba pelayannya mengetuk pintu dan memberitahu dia
bahwa si John datang untuk melaporkan sesuatu. si Tuan
tanah turun, dan mendapat kan John sedang berdiri di depan
gerbang. John kelihatan agak pucat dan tidak tenang.
si Tuan tanah bertanya, "John, ada apa ? apakah semua kuda
baik-baik saja ? apa yang terjadi ?"
John menjawab,"tidak Tuan, ini bukan mengenai kuda-kuda.
mereka baik-baik saja. tapi saya perlu bicara agak pribadi
dengan Tuan !" lalu Tuan tanah itu mengundang John ke
kamar kerjanya yang mewah. John duduk di kursi yang besar
menghadap si Tuan tanah yang duduk dibalik meja yang
mewah.
" Bicaralah John, saya mendengarkan kamu " kata Tuan
tanah.
John menjawab, "Begini Tuan, mm.... maafkan saya
sebelumnya, tapi saya pikir Tuan perlu tau tentang ini.
tapi saya tidak berani mengatakannya Tuan ! "
" Bicaralah, jangan takut !"
" Begini Tuan, mmm..... semalam saya bermimpi, TUHAN saya
datang dan memberi tahukan saya, bahwa mmmm.....
bahwa...... orang terkaya di daerah ini akan meninggal
pada jam 12 tengah malam nanti."
si Tuan tanah kaget, lalu tertawa keras-keras..... " ah
John, John yang malang, sudahlah.... pulanglah kamu dan
suruh istrimu bikin kopi hangat buatmu. TUHANmu itu
ternyata telah menghantui pikiranmu sampai engkau bermimpi
yang demikian. hahaha..... John, lupakanlah mimpimu itu,
engkau terlalu letih. "
tapi John serius, " tidak Tuan, saya yakin TUHAN saya itu
benar. ini benar Tuan, TUHAN telah memperingatkan saya
bahwa orang terkaya di daerah ini akan meninggal pada jam
12 tengah malam nanti. Tuan harus mempercayai itu ! "
si Tuan tanah tetap tertawa, " John... pulanglah dan
beristirahat. Aku akan memberi kan cuti beberapa hari
untukmu. engkau butuh istirahat untuk menjernihkan
pikiranmu dari TUHANmu itu ! "
John berusaha meyakinkan si Tuan tanah tapi dia lalu
digiring keluar oleh pelayan. Si Tuan tanah tetap tidak
mempercayai apa yang dikatakan John, tapi... dia agak
gelisah juga. kata-kata si John tetap menghantui
pikirannya sepanjang hari. Lalu setelah makan siang, dia
ke kota menemui dokter untuk melakukan check-up. Dokter
mengatakan bahwa dia sehat, tidak ada gejala apa-apa yang
perlu dikuatirkan.
si Tuan tanah pulang. tapi dia tetap tidak tenang. Lalu
dia mengirim orang untuk mengundang dokter buat makan
malam. bukan cuma sang dokter itu, dia mengun dang
beberapa dokter spesialis lainnya. Malam itu seperti pesta
untuk para dokter. Si Tuan tanah dikelilingi para
dokter-dokter terkenal dari negeri itu. Setelah makan
malam, dokter-dokter itu pamit, tapi si Tuan tanah tetap
menahan mereka. Dia mengajak mereka main poker untuk
mengulur waktu. tengah malam tiba, si Tuan tanah basah
oleh keringatnya yang mengucur deras. Tepat jam 12 malam,
tidak ada apa-apa yang terjadi. Dia bisa bernapas lega
kembali. para dokter pulang sekitar jam 1 lewat tengah
malam. Si Tuan tanah masuk ke kamar tidurnya sambil
mengomel, " huh.... si John sialan, dia telah membuat aku
gila sepanjang hari ini ! "
Pagi-pagi sekali, sang pelayan membangunkan si Tuan tanah,
ada seorang yang ingin bertemu. Si tuan tanah turun ke
bawah, dan menjumpai seorang anak gadis kecil yang adalah
anak si John. dengan berderai air mata, si gadis berkata "
Ibu menyuruh saya memberitahu Tuan, bahwa semalam Ayah
telah meninggal. Dia tidak bangun lagi pagi ini "
Si Tuan tanah tersentak. dia baru sadar tentang siapa yang
terkaya di daerah itu.
|