» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 














 











 
» CERITA  BERMAKNA


cerita bermakna bisa menghibur, menguatkan, bahkan juga menegor dan
menyentil. rubrik ini memuat cerita-cerita serupa itu. Sumbernya kebanyakan dari
imel berantai sehingga sebagian besar sudah tidak jelas lagi asalnya.
 

DOANYA YANG TERAKHIR

 
Tentara komunis telah menemukan kelompok pemahaman Alkitab yang
mereka anggap ilegal. Ketika sang pendeta sedang membaca Alkitab, tiba-tiba tentara komunis mendobrak pintu sambil menteror orang yang
berkumpul untuk mengadakan persekutuan itu dengan menggunakan pistol. Mereka meneriakkan ancaman dan hinaan, mereka mengancam akan membunuh semua orang Kristen. Komandan tentara komunis itu mengarahkan pistolnya ke arah sang pendeta sambil berteriak,"Serahkan kepadaku Alkitabmu."

Dengan penuh keengganan, Alkitab itu diserahkannya karena itu adalah
benda yang paling berharga yang dimilikinya. Dan dengan tawa mengejek, si komandan melemparkan firman Allah itu ke lantai dekat kakinya. Ia melotot kepada kelompok kecil itu sambil berkata, "Kami akan melepaskan kalian jika kalian mau meludahi buku yang berisi kebohongan ini. Siapa pun yang tidak mau meludahi buku itu, akan ditembak." Orang-orang itu tidak memiliki pilihan lain kecuali menuruti apa yang menjadi perintah komandan.

Seorang tentara mengacungkan pistol kepada salah seorang dari kelompok itu, "Kamu duluan." Pria itu perlahan berdiri dan berlutut di samping Alkitab itu, dengan berdoa "Bapa, tolong ampuni aku," ia meludah dan berjalan ke pintu. Tentara mundur dan memperbolehkannya keluar. Tentara itu kemudian menyuruh seorang wanita, sambil berurai air mata, ia nyaris tidak sanggup melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Ia meludah hanya sedikit, tetapi itu sudah cukup dan ia pun diizinkan pergi.

Dengan tenang, seorang gadis muda maju. Dan dengan penuh kasih pada Tuhannya, ia berlutut lalu mengangkat Alkitab itu. Disekanya ludah-ludah itu dengan gaunnya, sambil berdoa, "Ampunilah apa yang telah mereka lakukan kepada firman-Mu ya Tuhan." Dan seketika itu pula tentara komunis itu memuntahkan peluru menembus kepala gadis
itu.

Diambil dan diedit seperlunya dari:
Judul buku : Jesus Freaks
Judul artikel: Cipta Olah Pustaka
Penulis : DC Talk dan Voice Of Martyr
Penerbit : Doanya yang Terakhir
Halaman : 54 -- 55

                                             (Nantikan cerita bermakna selanjutnya !)

 

ARSIP

 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi