|
Suatu hari sehabis
pelayanan , saya terima telpon dari seorang wanita yang
berkata : "Pak Achsen , saya mohon bantuan didoakan Pak ,
saya karyawan pabrik sepatu di Jakarta , minggu depan
perusahaan akan mengumumkan PHK bagi sebagian besar
karyawan. Saya takut kena PHK Pak , karena setiap bulan
saya harus kirim uang buat ibu dan adik-adik saya didesa ,
bagaimana saya bisa kirim uang kalau saya kena PHK."
Lalu saya doakan wanita itu dan saya ajak doa via telpon ,
setelah itu saya tanyakan ke dia : "Mbak aktif di
persekutuan doa ?"
"Iya Pak , saya sering datang di beberapa persekutuan
doa."
"Kalau begitu , silahkan mbak pergi juga ke persekutuan2
doa yang mbak kenal , minta di doakan dan coba bawa dalam
doa juga setiap ke gereja."
Lewat seminggu kemudian , waktu saya habis pelayanan
diluar kota , wanita itu telpon lagi , dengan nada yang
penuh semangat dan dengan gembira dia berkata : "Malam ,
Pak Achsen , masih ingat saya Pak, saya yang minggu lalu
minta di doakan supaya tidak di PHK."
"Oh , ia ingat , bagaimana kabarnya sekarang mbak ?"
"Puji Tuhan Pak , memang Tuhan itu baik sekali sama saya.
Saya sudah ikuti pesan Pak Achsen , tiap pagi saya datang
ke gereja setengah jam sebelum misa untuk doa dulu ,
selesai misa saya doa lagi setengah jam , lalu minta
didoakan di beberapa persekutuan doa , semuanya sudah saya
lakukan Pak , dan kemarin sudah keluar pengumumannya Pak ,
saya di PHK ..."
Saya betul-betul kaget mendengar ini , saya tidak
menyangka sama sekali , dia kelihatan begitu bahagia ,
saya pikir dia pasti tidak jadi di PHK , tapi ternyata dia
kena PHK , lalu saya bertanya kepada dia : "Mbak , kalau
boleh nanya , mbak kan akhirnya di PHK , tapi mbak saya
lihat begitu bahagia , boleh ngga saya tahu apa yang menye
babkan mbak begitu bahagia ?"
"Saya bahagia karena semua usaha arahan P Achsen sudah
saya lakukan , kalau akhirnya saya kena PHK , saya yakin
pasti Tuhan punya satu rencana yang jauh lebih indah buat
saya daripada tetap bekerja di pabrik itu."
Saat itu saya betul-betul merasa di Injil i oleh kekuatan
iman mbak itu , lalu saya ajak mbak itu untuk berdoa lagi
via telpon , mengucap syukur kepada Tuhan sambil berharap
Tuhan boleh tunjukkan padanya apa rencana Tuhan yang indah
itu , sehabis doa saya tanya : "Sekarang apa rencana mbak
?"
"Saya mau pulang ke desa Pak Achsen , saya yakin disana
akan bisa saya temui rencana Tuhan itu.":
Setelah itu kami tidak bertemu lagi , empat bulan sudah
berlalu ..............
Suatu hari , saya mendapat tugas pelayanan di suatu tempat
di pinggiran kota Jakarta. Selesai pelayanan seorang
wanita menemui saya.
"Sore Pak Achsen , masih ingat saya , tidak ? Saya yang
dulu minta doa Pak Achsen waktu mau di PHK."
"Oh , ia , saya ingat , bagaimana kabarnya sekarang mbak
?"
Terus .......... mbak itu mulai menceritakan pengalamannya
selama 4 bulan :
"Sepulang dari Jakarta , di desa saya tetap rajin ke
gereja , saya datang setengah jam sebelum misa untuk
berdoa dulu dan pulangnya saya doa lagi sampai setengah
jam setelah misa. Dirumah juga setiap pagi dan malam saya
berdoa , mohon pada Tuhan supaya bisa dapat pekerjaan
untuk membantu kehidupan orang tua dan adik-adik saya.
Sampai dua bulan saya lakukan itu dan ............ tidak
ada suatu perubahan apapun dalam kehidupan saya
...............
Akhirnya saya mulai menyerah , saya mulai ke gereja tepat
pas jam misa , dan selesai misa juga langsung pulang ,
saya tidak lagi berdoa setengah jam sebelum dan sesudah
misa. Dirumah doa-doa saya juga mulai biasa-biasa saja.
Suatu hari selesai misa , saya langsung pulang , di jalan
saya bertemu dengan mbok2 yang jual mie goreng dibungkus
dengan daun pisang. Karena lapar, saya beli sebungkus ,
bungkusannya cukup besar dan harganya murah. Saya makan ,
eh kok rasanya enak, Minggu berikutnya habis misa , saya
datang ke mbok itu lagi dan beli lagi 10 bungkus buat
keluarga , dan habis , semuanya suka dan enak. Minggu
berikutnya saya coba beli 20 bungkus , 10 bungkus buat
keluarga dirumah dan 10 bungkusnya lagi saya bawa
berkunjung ke teman di Jakarta (desanya memang di tepi
kota Jakarta , sangat dekat dengan Jakarta) saya jual
kesana dengan harga Jakarta ...... dan ......laku .....
habis ..... semua bilang enak.
Berikutnya saya mulai beli semakin banyak dan semakin
banyak , dari 20 , 30 , 50
sampai 100 , karena mbok itu tidak punya modal , saya
bayar dimuka , untuk biaya beli bahan , saya jual di
Jakarta dan selalu habis.
Lalu saya tanya ke mbok itu , "Mbok, setiap hari dapat
untung berapa dari jualan mie ? Mau ngga mbok gabung
dengan saya , mbok yang masak , saya yang siapin modal dan
yang jual , mbok saya bayar 3 kali lipat dari penghasilan
mbok yang biasanya disini." Si mbok menyambut tawaran saya
dengan antusias ....... dan sekarang Pak Achsen , kalau
Pak Achsen melihat warung mie goreng di pinggir jalan itu
, itu warung saya Pak dan penghasilan saya empat kali
lipat daripada penghasilan di pabrik dulu.
Betul-betul Tuhan sudah tunjukkan rencanaNya yang lebih
indah buat saya Pak. Dia berikan itu buat saya disaat saya
sudah mulai menyerah , saat saya mulai kehilangan
keteguhan untuk meminta , betul betul Dia baik sama saya
Pak.
Seringkali kita merasa Tuhan tidak mendengar permintaan
kita .... hanya karena apa yang dikerjakanNya bagi kita ,
tidak sesuai dengan rencana kita .....
Padahal kalau kita mau bersabar menunggu hasil akhirnya ,
maka saat itu kita akan tahu , bahwa apa yang Allah
rencanakan buat kita , itu jauh lebih baik daripada
rencana kita .................
Kadang memang Tuhan menunggu , hendak melihat sampai
dimana ketabahan dan ke taatan kita , tapi ada satu hal
yang harus kita ingat :
Tuhan bisa melakukan segala perkara dan Tuhan tidak pernah
menutup telinga untuk mendengarkan kita.
|