|
Serba - Serbi
Rohani |
 |
|
|
|
 |
|

|

 |
 |
» CERITA BERMAKNA |
 |
|
|

|
|
|
|
cerita
bermakna bisa menghibur, menguatkan, bahkan juga menegor
dan
menyentil. rubrik ini memuat cerita-cerita serupa itu.
Sumbernya kebanyakan dari
imel berantai sehingga sebagian besar sudah tidak jelas
lagi asalnya.
|
Ada seorang hamba Tuhan di Australia yang selain
melayani sebagai Gembala
Sidang, dia juga adalah seorang gembala domba dan dia
memiliki banyak domba
peliharaan.
Dalam keseharian dia menggembalakan domba, memberi
mereka makan, membawa
mereka ke padang rumput, dia menemukan seekor domba
yang nakal dan memiliki
karakter yang sangat berbeda dengan domba-domba yang
lain.
Domba nakal ini selalu memisahkan diri dari
teman-temannya. Ketika domba-domba yang lain makan
rumput secara berkelompok, dia akan keluar dari
kelompoknya dan pergi ke tempat yang dia suka, atau
ketika gembalanya sedang menggiring domba-dombanya ke
padang rumput, si domba nakal akan lari sendirian ke
arah yang berlawanan, jauh dari kelompoknya. Reaksi si
gembala adalah selalu mengejar domba nakal ini dan
menempatkannya kembali ke kelompoknya. Dan hal ini
selalu dia lakukan berulang kali, jadi, bila si domba
nakal memisahkan diri, si gembala akan
mengejar dan menggendongnya untuk mengembalikan dia ke
kelompoknya.
Gembala ini sabar menghadapi hal ini karena dia juga
seorang gembala yang Tuhan percayakan jemaat kepadanya
(mungkin juga ada jemaat yang nakal kaya' begini..),
tapi setelah berkali-kali hal ini terjadi, si gembala
pusing juga ternyata... dan dia mulai menyampaikan hal
ini kepada Tuhan dalam doanya.....
"Tuhan,...Engkau adalah seorang Gembala yang
baik,..dalam Mazmur, Daud pun
mengilustrasikan Engkau sebagai Gembala yang membawa
domba-domba-Mu ke
padang rumput yang hijau. Daud, pada masa mudanyapun
adalah seorang gembala
domba dan apa yang dia ungkapkan tentang Engkau,
sebagai seorang Gembala, ku
percaya bahwa Daud pun menemukan hal-hal ini ketika
dia sedang menggembalakan dombanya. Tuhan,...Engkau
Allah yang mengetahui segala sesuatu,...jadi kalo
Engkau ada pada posisiku,.... apa yang akan Engkau
lakukan dalam menghadapi domba yang nakal ini?"
"Patahkan kakinya..." Kata Tuhan. "Haa....Tuhan,...patahkan
kakinya..?(sambil mikir, ko' Tuhan tega amat).
Tanya balik ke Tuhan. Tapi, kembali jawaban Tuhan, "..patahkan
kakinya.."
Menyadari bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, dia
ngikut apa yang Tuhan
suruh dia buat.
Maka, esok harinya, ketika sedang menggembalakan domba,
si domba nakal melaku kan kebiasaannya dan si gembala
mengangkatnya, sambil berkata dalam hati, "Tuhan,...
aku nggak tega, tapi karena Engkau yang suruh aku
untuk patahkan kaki nya, maka aku akan patahkan
kakinya..."
Si domba nakal merintih kesakitan dan si gembala nggak
tahan mendengarnya, hati nya sakit sekali mendengar
rintihan itu, namun dia sangat mengasihi domba itu dan
dia patuh dengan apa yang Tuhan suruh dia lakukan.
Setelah dia mematahkan kaki si domba nakal, kaki
tersebut dia balut. Setiap hari dia menggendong domba
nakal itu karena dia nggak bisa jalan. Si domba itupun
dirawat olehnya, domba itu makan rumput di samping
gembalanya karena bila dia makan rumput dengan
teman-temannya - dia akan terinjak, bila sedang
berjalan-jalan di padang rumput, si gembala akan
menggendongnya.
Inilah yang terjadi,.. setiap kali domba nakal ini
haus, dia akan menjilat keringat si gembala yang
menggendongnya, kepalanya selalu bersandar pada dada
si gembala dan menggosokkan kepalanya di bahu gembala
bila sedang berjalan-jalan di padang rumput.
Selama kakinya patah, domba nakal ini sangat bersikap
manis dan hampir setiap saat, dia menjilat keringat
gembalanya...dia tidak berdaya, sangat bergantung pada
gembalanya.
Akhirnya, kakinya pun sembuh. Si gembala membuka balut
pada kakinya dan
melepaskannya untuk bermain-main dengan teman-temannya
yang lain.
Namun, hal inilah yang terjadi,...dia tidak berlari ke
kelompoknya, tapi terus merapat kan dirinya di antara
kaki gembalanya,...sehingga si gembala mengangkatnya (dan
si domba nakal masih terus menerus menjilat keringat
si gembala!) dan harus meletak kan dia di kelompoknya,
tapi si domba nakal selalu berlari mengikuti dan
merapatkan dirinya kembali ke gembalanya! Si gembala
berulang kali melakukan hal ini, tapi, berulang kali
pula si domba nakal kembali kepadanya...
Si gembala bingung dengan perilaku domba nakal ini,
dan dalam kebingungannya
Tuhan berkata kepadanya, "Itulah yang tidak dimengerti
oleh umat-Ku,...ketika Aku membiarkan mereka berbeban
berat atau terluka atau Aku ijinkan sesuatu menimpa
mereka,...itu adalah untuk membawa mereka mendekat
kepada-Ku. Aku melakukan itu untuk membuat mereka
mengerti betapa berharganya mereka di hati-Ku,...
betapa Aku ingin mereka hidup bergantung hanya pada-Ku,
dekat dan intim dengan-Ku. Tapi, seringkali, mereka
semakin menjauh ketika hal-hal itu terjadi...."
Gembala itu akhirnya mengerti, mengapa Tuhan menyuruh
dia mematahkan kaki
domba nakal itu, yaitu untuk menyatakan isi hati-Nya,
betapa manusia berharga di hati-Nya dan mengajar dia
tentang kerinduan Allah untuk hidup intim dengan
umat-Nya, namun, banyak orang yang nggak menyadari hal
itu dan Allah mau dia menyata kan itu kepada
jemaat-Nya.
Terkadang kita nggak sadar bahwa hal-hal kecil yang
kita hadapi setiap hari, adalah proses pembentukan
karakter.
Mari kita sama-sama belajar..
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang
ada pada-Ku mengenai
kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai
sejahtera dan bukan
rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari
depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan
datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan
mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan
menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan
segenap hati, Aku akan memberi kamu
menemukan Aku, demikianlah firman Tuhan, dan Aku akan
memulihkan keadaanmu." {Yeremia 29:11-14b}
God bless you!
|
|
|
|
| |
|
Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi
|
|