|
Serba - Serbi
Rohani |
 |
|
|
|
 |
|

|

 |
 |
» CERITA BERMAKNA |
 |
|
|

|
|
|
|
cerita
bermakna bisa menghibur, menguatkan, bahkan juga menegor
dan
menyentil. rubrik ini memuat cerita-cerita serupa itu.
Sumbernya kebanyakan dari
imel berantai sehingga sebagian besar sudah tidak jelas
lagi asalnya.
|
Cerita dibawah cukup menarik dan benar-benar
memberikan kita sebuah gambaran
tentang PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Manakah yang akan Anda pilih?
Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua
jalur kereta api.
Jalur yang pertama adalah jalur aktif (masih sering
dilewati KA), sementara jalur kedua sudah tidak aktif.
Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang tidak
aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara
lainnya bermain di jalur KA yang masih aktif.
Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan
kecepatan tinggi.
Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang
mengatur arah KA terse but. Apakah Anda akan
memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah tidak
aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang
sedang bermain???
Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak
yang sedang bermain di
jalur KA yang tidak aktif.
Atau Anda akan membiarkan kereta tersebut tetap berada
di jalur yang seharusnya?
Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang
sebaiknya kita ambil???
Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan
arah kereta dan hanya
mengorbankan jiwa seorang anak.
Anda mungkin memiliki pilihan yang sama, karena dengan
menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan
seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan
dapat disyahkan baik secara moral maupun emosional.
Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk
bermain di jalur KA yang
sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena
telah memilih untuk bermain di tempat yang aman?
Disamping itu, dia harus dikorbankan justru karena
kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat
berbahaya.
Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari.
Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan
terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak minoritas
harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas.
Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak
mayoritas tersebut.
Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain
bersama teman-temannya
di jalur KA yang berbahaya telah dikesampingkan.
Dan bahkan mungkin tidak akan menyesalkan kejadian
tersebut.
Seorang teman yang men-forward cerita ini berpendapat
bahwa dia tidak akan mengu bah arah laju kereta karena
dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA yang
masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih
aktif.
Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar
suara kereta mendekat.
Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif
maka seorang anak yang sedang bermain di jalur
tersebut pasti akan tewas karena dia tidak pernah
berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut.
Disamping itu, alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan
kemungkinan karena jalur
tersebut sudah tidak aman.
Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif
maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang
di dalam kereta.
Dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk
menyelamatkan sekumpulan anak
dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan
lagi ratusan nyawa
penumpang di kereta tersebut.
Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan
sulit yang harus dibuat.
Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah
keputusan yang cepat tidak selalu menjadi keputusan
yang benar.
"Ingatlah bahwa sesuatu yang benar tidak selalu
populer... dan sesuatu yang populer tidak selalu benar."
|
|
|
|
| |
|
Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi
|
|