» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» CERITA  BERMAKNA


cerita bermakna bisa menghibur, menguatkan, bahkan juga menegor dan
menyentil. rubrik ini memuat cerita-cerita serupa itu. Sumbernya kebanyakan dari
imel berantai sehingga sebagian besar sudah tidak jelas lagi asalnya.

 


MAZMUR 23
 

Ada seorang aktor drama Shakespeare, yang bertugas membaca drama-drama klasik itu. Dia selalu mengakhiri penampilannya dengan membaca Mazmur 23 secara dramatis.
Setiap malam, tanpa absen sedikit pun, dia selalu membacakan resitasinya : Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Para penonton selalu mendengarkan dengan penuh perhatian. Dan ketika sang aktor membaca ayat terakhir Mazmur 23, selalu terdengar gemuruh tepuk tangan, yang menandai penghargaan para penonton terhadap bakat sang aktor, yang mampu membacakan ayat-ayat Mazmur dengan begitu hidupnya.

Tapi pada suatu malam, suaranya mendadak jadi parau. Tidak enak didengar. Sehingga terpaksa mereka mencari seorang yang bisa menggantikan aktor itu.
Lalu seorang pemuda maju ke depan. Dia berkata, dia ingin coba menggantikan aktor itu. Semua pemain drama merasa ragu terhadap anak muda ini. Tapi akhirnya mereka mengijinkan, karena waktunya begitu mendesak dan tak ada yang bersedia mengganti kan sang aktor.

Dengan suara yang lembut, anak muda itu mulai membaca Mazmur 23.
Ayat demi ayat. Setelah dia selesai membaca Mazmur itu, tak terdengar suara tepuk tangan sedikit pun. Tak ada yang berdiri dan menyambutnya dengan meriah seperti malam-malam sebelumnya. Yang terdengar di ruang itu malah isak tangis dimana-mana. Para penonton itu merasa sangat terharu dan bercucuran air mata.

Sang aktor menggeleng-gelengkan kepala. "Saya benar-benar tidak mengerti. Saya sudah membaca Mazmur 23 ini bertahun-tahun. Sepanjang hidup, saya berlatih dan berlatih terus. Tapi saya tidak pernah bisa melakukan seperti apa yang telah kamu lakukan. Beritahu saya, apa rahasianya membaca Mazmur 23?"

Anak muda itu menjawab dengan rendah hati, "Sederhana, tuan. Anda tahu
Mazmur itu dengan baik ... tapi saya kenal pada Sang Gembalanya."
 

 

ARSIP

 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi