» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» CERITA  BERMAKNA


cerita bermakna bisa menghibur, menguatkan, bahkan juga menegor dan
menyentil. rubrik ini memuat cerita-cerita serupa itu. Sumbernya kebanyakan dari
imel berantai sehingga sebagian besar sudah tidak jelas lagi asalnya.

 


B
ERJUMPA TUHAN
 

Beberapa hari yang lampau saya harus bertemu dengan seorang pejabat tinggi di salah satu hotel bintang lima di pusat kota Amsterdam , untuk mencapai kesana saya harus melewati daerah kumuh tempat para gelandangan dan pecandu narkoba .
Tiba tiba saya mendengar panggilan " Selamat pagi tuan !" , saya menoleh kebela kang dan saya melihat seorang pengemis tua dengan wajah yang kotor , dekil dan bau alkohol , rupanya sudah ber minggu minggu dia tidak mandi , pakaiannyapun bau dan kotornya sudah tidak terlukiskan lagi. Pengemis itu sedang memegang sebuah cangkir besar yang berisikan kopi panas. Ia menawarjkan kepada saya "Maukah bapak minum seteguk dari air kopi saya ini ?"
Dalam hati saya jangankan minum dari cangkirnya , dekat dengan diapun rasanya sudah muak dan jijik , apalagi kalau melihat kumis dan janggutnya yang masih penuh dengan sisa sisa makanan dari kemarin. Disamping itu kalau saya minum dari cangkir bekas dia jangan jangan nanti saya akan ketularan AIDS.
Logika dan otak saya melarang saya untuk menerima tawaran itu , tapi hati nurani saya menganjurkannya : " Percuma ke gereja tiap minggu , kalau masih punya pikiran dan praduga buruk terhadap orang lain !"
Akhirnya saya datang ke pak tua itu dan minum seteguk kopinya , tetapi logika dan pikiran saya berjalan terus , "Apa sih maksud si pak tua ini menawarkan kopinya kepada saya , jangan jangan ia mau minta duit !"
Tetapi saya sudah siap dan ikhlas untuk memberikan uang kepadanya sebagai imbalan dari kopi tersebut. Walaupun demikian saya ingin menanyakan terlebih dahulu: "Kenapa bapak menawarkan kopi kepada saya ?". "Saya ingin anda turut menikmatinya , bagaimana enaknya kopi di pagi hari apalagi pada saat dingin seperti sekarang ini."
Ketika saya mendengar jawaban tersebut , saya merasa malu dengan praduga saya terhadap dia , kenyataannya saya harus belajar dari seorang pemabuk , dari seorang gelandangan yang tidak berpendidikan. Walaupun demikian logika saya masih belum menyerah , saya masih tetap tidak percaya :
* masa sih si pak tua itu tidak ada maunya
* masa sih si pak tua ini tidak ingin mendapatkan sesuatu imbal balik dari saya
* masa sih ia mau memberikan sesuatu tanpa pamrih
* apalagi pada saat ini ia lagi membutuhkannya
* pasti ia akan minta uang
Berdasarkan pemikiran diatas , akhirnya saya menanyakan sekali lagi kepada dia: "Adakah sesuatu yang bisa saya bantu untuk anda ?"
Pengemis itu menjawab :"Ada !" , wah betapa senangnya saya ketika mendengar jawaban tersebut , sebab dengan demikian saya bisa membuktikan analisa saya yang jitu
"Apakah anda membutuhkan sesuatu ?"
"Tidak!" jawabnya , "Saya hanya ingin dipeluk saja oleh anda , karena saya sudah tidak mempunyai kawan maupun sanak keluarga lagi." jawab pengemis itu.
Saya kaget mendengar jawaban yang tidak diduga tersebut , pertama karena analisa dan praduga saya tidak benar , tetapi lebih daripada itu , bagaimana mungkin saya bisa memeluk seorang gelandangan yang sudah ber bulan bulan tidak mandi sehingga pakaiannya kotor dan bau sekali , apalagi sebentar saya harus bertemu dengan seorang pejabat tinggi , jangan jangan pakaian saya akan menjadi bau dan kotor juga. Bahkan , jangan jangan bisnis saya bisa gagal nanti , karena si pejabat itu akan merasa diremehkan oleh saya , kalau saya datang menemuinya dengan pakaian kotor dan bau.
Tetapi entah kenapa , tanpa saya bisa dan mau berfikir lebih lanjut , saya langsung memeluk pak tua pengemis itu dengan erat , seperti saya memeluk putera saya sendiri. Tanpa saya sadari kejadian itu disaksikan oleh banyak orang disekitarnya , yang merasa aneh dan janggal melihat seorang yang berpakaian lengkap dengan dasi dan jas mau memeluk seorang pengemis tua yang kotor dan bau , seperti layaknya pertemuan dari dua orang kawan karib yang telah ber tahun tahun tidak berjumpa.
Pada saat saya memeluk pak tua tersebut , se akan akan terdengar suara sayup sayup yang sangat lembut , :" Ketahuilah waktu kalian melakukan hal itu sekalipun kepada salah seorang dari saudara saudara Ku yang terhina , berarti kalian melaku kannya kepada KU !"
Saya merasa se akan akan saya telah bertemu dan memeluk Tuhan Yesus pada saat tersebut.
Saya telah diundang minum kopi oleh seorang pengemis tetapi kebalikannya apakah saya bisa dan mau mengundang seorang pengemis untuk minum dan makan bersama saya dan keluarga saya ?
Kita lebih mudah dan lebih ikhlas memberikan uang kepada seorang pengemis dari pada mengundang dia untuk turut makan atau minum bersama dengan kita. Apakah anda pernah mengundang seotang pengemis untuk makan dan minum dirumah anda ?
Berdasarkan pengalaman tersebut saya baru sadar bahwa kalau kita mau berjumpa dengan Tuhan carilah dengan "KASIH" , jangan dengan pikiran logika, karena keku atan dari kuasa kasih jauh lebih besar dan lebih kuat dari segala macam logika yang ada didunia ini.
Kalau orang minta bantuan kepada kita , gantilah pikiran logika dengan perasaan kasih , karena Tuhan juga mengasihi kita tanpa menggunakan logika.
Hapuslah perasaan praduga yang ada didalam diri kita dan hapuslah juga perkataan "JANGAN JANGAN" yang ada dalam kamus kehidupan kita.
Ibu saya tidak bisa menulis dan membaca , ia membesarkan kami anak anaknya hanya dengan penuh kasih sayang , tanpa segala macam teori psikologi pendidikan , tetapi saya masih bisa merasakan hasilnya sampai dengan detik ini , walaupun sete ngah abad sudah lewat.
LOGIKA BISA MENGOTORI DAN MERACUNI PERASAAN KASIH.
LOGIKA ADALAH TEMBOK PEMISAH ANTARA SANG PENCIPTA DENGAN MANUSIA.
 

 

ARSIP

 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi