» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» CERITA  BERMAKNA


cerita bermakna bisa menghibur, menguatkan, bahkan juga menegor dan
menyentil. rubrik ini memuat cerita-cerita serupa itu. Sumbernya kebanyakan dari
imel berantai sehingga sebagian besar sudah tidak jelas lagi asalnya.

 


KUASA YESUS
 

Disini aku ada satu kisah juga buat rekan2 yang merasa bahwa hidup ini sudah ditakdir kan dan kita tak kuasa untuk mengubah apapun.
Kira2 1000 tahun yang lalu, hiduplah seorang pemuda bermarga Yen.
Keluarganya miskin dan ayahnya sudah lama meninggal, sehingga beliau hanya tinggal bersama Ibunya.
Suatu hari beliau ketemu dengan seorang peramal yang handal. Setiap hal yang dia ramalkan selalu tepat. Demikian pula sewaktu dia meramal masa depan Yen ini.
Baik hal-hal besar maupun hal-hal kecil yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi dimasa yang akan datang dia tahu dan tepat semua.
Beliau berkata bahwa Yen kapan akan ikut ujian tingkat daerah, regional dan propinsi, lulus dengan rangking berapa? nilainya berapa? pada usia berapa? Semuanya tepat dan terjadi 3 tahun kemudian.
Lalu Yen berpikir kalau memang ramalannya begitu tepat, cobalah tolong diramal apa yang akan terjadi dalam seluruh hidupnya.
Beliau pun mulai berkata : anda akan terus hidup sederhana dan tidak punya anak.
Karena semuanya sepertinya sudah diTAKDIRKAN, akhirnya Yen pun tak ada semangat untuk lebih maju dalam hal tuntutan pengetahuan, karier dll.
Dia menjadi apatis dengan hidupnya, karena untuk apa berjuang dengan rajin dan ulet, toh hasilnya sudah tahu semua.
Dan dalam satu kesempatan yang baik, beliau bertemu dengan seorang Pendeta yg baik hati. Pendeta itu begitu melihat wajahnya langsung berkata seharusnya anda mendapat kedudukan dalam pemerintahan dan memiliki seorang putra, lalu mengapa sampai terjadi seperti ini sekarang???
Tentu saja Pendeta itu pun tahu apa yang telah terjadi pada Yen, lalu Pendeta berujar lagi : Hidupmu telah diperhitungkan oleh peramal dan semua ramalannya tepat kan? mengapa bisa tepat karena anda pasrah pada nasibmu sendiri.
Orang yang berbuat kebaikan yang besar sudah tidak dikungkung oleh takdir begitu pula orang yang melakukan kejahatan besar, takdir pun tidak mampu mengikatnya.
Lalu, Pendeta mengajari Yen untuk berbuat baik, bertobat dan memberi.
10 tahun kemudian semua hal yang pernah diramalkan oleh peramal itu mulai kehilang an ketepatannya. karena terbukti dia lulus ujian nasional dan mendapat kedudukan sebagai kepada Wilayah.
Sejak itu dia dan istrinya selalu berjanji kepada Tuhan untuk melakukan 3000 buah kebaikan. Setiap hari mereka berdua berbuat kebaikan dan dicatat, mereka membagi kan makanan, pakaian, melepaskan makluk hidup, memberikan sedekah dll.
Setiap kebaikan yang mereka lakukan dicatat : 1, 2, 3.... dst... sebelum sampai 3000 kebaikan. mereka telah dikarunia seorang putra dan setelah mereka berjanji dihadapan Tuhan untuk melalukan 3000 kebaikan lagi.
Dia naik pangkat menjadi Bupati dan mereka pindah kewilayah lain lalu tinggal dirumah dinas.
Sejak itu, mereka kembali memanjatka doa kepada Tuhan bahwa mereka ingin melakukan 10.000 buah kebaikan.
Namun karena sudah pindah kekota lain, istri Yen berkata, dulu didaerah kita mudah sekali untuk berbuat baik, namun sekarang pindah tempat agak sulit ya, dan saya khawatir 10.000 kebaikan tersebuat sulit untuk dipenuhi. dan istrinya sangat risau setiap hari.
Suatu malam, istrinya diberi mimpi oleh malaikat, malaikat berkata : Bahwa di Kabupaten mereka pajaknya sangat tinggi, apabila Yen bisa menurunkan pajak daerah tersebut dan meringankan beban seluruh rakyat didaerah mereka, maka 10.000 orang yang merasakan budi dari Pak Bupati, maka Kebaikannya pun terpenuhi.
Besok hari, istrinya menceritakan pada Yen, dan mereka masih ragu2, apakah benar dengan menurunkan pajak, janji kami akan terpenuhi begitu saja?
Lalu Yen bertanya kepada seorang yang bijaksana. Orang tersebut berkata
Apabila kebaikan dilakukan dengan hati yang setulusnya maka 1 kebaikan =
10.000 kebaikan.
Lalu Pak Bupati pun menurunkan pajak, dan benar seluruh rakyat hidup bahagia, dan Kabupaten mereka pun makmur sentosa, tidak ada kelaparan, tidak ada kejahatan dan kericuhan.
Karena 1 kebaikan telah membahagiakan 10.000 rakyat kecil dan kotanya menjadi makmur maka Beliau dikenal sebagai Bupati 10.000 kebajikan.
Dari kisah tersebut kita bisa simpulkan bahwa Hidup ini memang sudah ditakdirkan, tetapi apabila kita melakukan kebaikan yang terus menerus tanpa pamrih, maka takdirpun akan berubah dari yang jelek menjadi yang baik.
Sebaliknya orang yang ditakdirkan hidup mewah, tetapi sering melakukan kejahatan baik kecil maupun besar secara terus menerus, maka takdirnya pun akan berubah dari yang baik menjadi yang jelek.
Untuk itu : jadikanlah kejahatan kecil bagaikan seiris bambu yang Menusuk kulit kita, meskipun kecil dan tipis, tetapi kalau tidak segera dicabut ia akan sakit sekali dan membengkak, Jadikanlah kejahatan besar bagaikan gigitan ular berbisa, yang kalau tidak segera dipotong bagian tubuh kita yang digigit tersebut maka racunnya akan menyebar sampai ke seluruh bagian tubuh dan akhirnya mati, jadi potong dan buanglah jauh2.
" Berikanlah kasih, maka anda akan dikasihi "
" Berikanlah senyum, maka anda akan mendapatkan senyuman yang lebih manis "
" Berikanlah sedekah, maka Tuhan akan memberimu lebih banyak lagi "
" Berikanlah orang lain kesempatan, maka Tuhan akan memberimu buannnyak kesempatan juga "
" Berilah kemudahan kepada orang lain untuk berbuat baik, dan jangan menghalangi nya "
" Doronglah orang lain untuk berbuat baik dan kita bahagia melihatnya "
" Bergotong-royonglah untuk berbuat baik dan menolak kejahatan "dst............
Ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun lalu di USC University of Southern California). Disana ada seorang profesor filosofi yang mengaku ateis. Tujuan utamanya selama kelas semester adalah berusaha Membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Para mahasiswanya selalu takut untuk berargumentasi dengan dia karena logikanya yang sangat masuk akal.
Telah 20 tahun berselang ia mengajar kelasnya dan tidak seorang pun berani menen tangnya. Beberapa mahasiswa memang pernah mencoba, tapi tidak seorangpun berhasil karena reputasinya.
Di akhir setiap semester, pada hari terakhir, dia selalu berkata dihadapan 300 orang mahasiswanya, "Bila ada yang masih percaya pada Yesus, silahkan berdiri!" Selama duapuluh tahun, tidak seorang pun yang berani berdiri.
Mahasiswanya sudah tahu apa yang akan dilakukan profesor tsb selanjutnya. Ia akan berkata, "Siapapun yang percaya pada Tuhan adalah seorang yang tolol. Bila Tuhan memang ada, Ia mampu memberhentikan kapur ini jatuh mengenai lantai dan tidak pecah. Contoh sederhana untuk membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan, dan memang Ia tidak dapat melakukannya."
Dan setiap tahun, profesor tersebut menjatuhkan kapur ke lantai dan kapur itu pecah menjadi ratusan potongan. Semua mahasiswanya tidak dapat berbuat apa-apa selain diam dan menyaksikannya. Kebanyakan mahasiswanya terlalu takut untuk berdiri.
Beberapa tahun kemudian seorang mahasiswa muda mendaftarkan diri pada kelas profesor tsb. Ia adalah seorang Kristen dan sudah mendengar cerita tentang bakal profesornya. Ia wajib mengikuti kelas profesor tersebut dan dia merasa gentar mengha dapinya. Untuk 3 bulan semesternya, ia berdoa setiap pagi supaya ia dimampukan untuk berdiri, apapun yang akan dikatakan profesor dan yang dipikirkan oleh rekan-rekannya.
Tidak ada yang dapat melemahkan imannya, ia hanya berharap. Akhirnya hari terakhir itu tiba. Profesor tersebut berkata, "Bila ada diantara anda yang masih percaya pada Tuhan, silahkan berdiri." Profesor dan 300 orang mahasiswanya terkejut melihat seorang mahasiswa muda yang berdiri dibagian belakang kelas. Profesor tersebut berteriak, "Anda bodoh !!! Bila Tuhan benar-benar ada Ia akan mampu mencegah kapur ini pecah saat menyentuh lantai!"
Ia bersiap melepaskan kapur yang dipegangnya. Tapi saat ia melepaskannya, kapur tersebut terlepas dari jarinya dan masuk ke lengan bajunya, meluncur terus ke celana nya melewati kakinya hingga ke sepatunya. Saat menyentuh lantai kapur tersebut tidak pecah. Kesombongan profesor luluh saat ia melihat kapur tersebut. Ia menatap mahasiswa muda tadi dan segera lari dari ruangan kuliah. Mahasiswa yang berdiri tadi, berjalan ke depan kelas dan berbagi iman tentang Yesus selama 30 menit.
Tigaratus mahasiswa bertahan dan mendengarkan saat ia menceritakan kasih
Tuhan untuk mereka dan Kuasanya melalui Yesus.
 

 

ARSIP

 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi