|
Disini aku ada satu kisah
juga buat rekan2 yang merasa bahwa hidup ini sudah
ditakdir kan dan kita tak kuasa untuk mengubah apapun.
Kira2 1000 tahun yang lalu, hiduplah seorang pemuda
bermarga Yen.
Keluarganya miskin dan ayahnya sudah lama meninggal,
sehingga beliau hanya tinggal bersama Ibunya.
Suatu hari beliau ketemu dengan seorang peramal yang
handal. Setiap hal yang dia ramalkan selalu tepat.
Demikian pula sewaktu dia meramal masa depan Yen ini.
Baik hal-hal besar maupun hal-hal kecil yang sudah terjadi
maupun yang akan terjadi dimasa yang akan datang dia tahu
dan tepat semua.
Beliau berkata bahwa Yen kapan akan ikut ujian tingkat
daerah, regional dan propinsi, lulus dengan rangking
berapa? nilainya berapa? pada usia berapa? Semuanya tepat
dan terjadi 3 tahun kemudian.
Lalu Yen berpikir kalau memang ramalannya begitu tepat,
cobalah tolong diramal apa yang akan terjadi dalam seluruh
hidupnya.
Beliau pun mulai berkata : anda akan terus hidup sederhana
dan tidak punya anak.
Karena semuanya sepertinya sudah diTAKDIRKAN, akhirnya Yen
pun tak ada semangat untuk lebih maju dalam hal tuntutan
pengetahuan, karier dll.
Dia menjadi apatis dengan hidupnya, karena untuk apa
berjuang dengan rajin dan ulet, toh hasilnya sudah tahu
semua.
Dan dalam satu kesempatan yang baik, beliau bertemu dengan
seorang Pendeta yg baik hati. Pendeta itu begitu melihat
wajahnya langsung berkata seharusnya anda mendapat
kedudukan dalam pemerintahan dan memiliki seorang putra,
lalu mengapa sampai terjadi seperti ini sekarang???
Tentu saja Pendeta itu pun tahu apa yang telah terjadi
pada Yen, lalu Pendeta berujar lagi : Hidupmu telah
diperhitungkan oleh peramal dan semua ramalannya tepat
kan? mengapa bisa tepat karena anda pasrah pada nasibmu
sendiri.
Orang yang berbuat kebaikan yang besar sudah tidak
dikungkung oleh takdir begitu pula orang yang melakukan
kejahatan besar, takdir pun tidak mampu mengikatnya.
Lalu, Pendeta mengajari Yen untuk berbuat baik, bertobat
dan memberi.
10 tahun kemudian semua hal yang pernah diramalkan oleh
peramal itu mulai kehilang an ketepatannya. karena
terbukti dia lulus ujian nasional dan mendapat kedudukan
sebagai kepada Wilayah.
Sejak itu dia dan istrinya selalu berjanji kepada Tuhan
untuk melakukan 3000 buah kebaikan. Setiap hari mereka
berdua berbuat kebaikan dan dicatat, mereka membagi kan
makanan, pakaian, melepaskan makluk hidup, memberikan
sedekah dll.
Setiap kebaikan yang mereka lakukan dicatat : 1, 2, 3....
dst... sebelum sampai 3000 kebaikan. mereka telah
dikarunia seorang putra dan setelah mereka berjanji
dihadapan Tuhan untuk melalukan 3000 kebaikan lagi.
Dia naik pangkat menjadi Bupati dan mereka pindah
kewilayah lain lalu tinggal dirumah dinas.
Sejak itu, mereka kembali memanjatka doa kepada Tuhan
bahwa mereka ingin melakukan 10.000 buah kebaikan.
Namun karena sudah pindah kekota lain, istri Yen berkata,
dulu didaerah kita mudah sekali untuk berbuat baik, namun
sekarang pindah tempat agak sulit ya, dan saya khawatir
10.000 kebaikan tersebuat sulit untuk dipenuhi. dan
istrinya sangat risau setiap hari.
Suatu malam, istrinya diberi mimpi oleh malaikat, malaikat
berkata : Bahwa di Kabupaten mereka pajaknya sangat
tinggi, apabila Yen bisa menurunkan pajak daerah tersebut
dan meringankan beban seluruh rakyat didaerah mereka, maka
10.000 orang yang merasakan budi dari Pak Bupati, maka
Kebaikannya pun terpenuhi.
Besok hari, istrinya menceritakan pada Yen, dan mereka
masih ragu2, apakah benar dengan menurunkan pajak, janji
kami akan terpenuhi begitu saja?
Lalu Yen bertanya kepada seorang yang bijaksana. Orang
tersebut berkata
Apabila kebaikan dilakukan dengan hati yang setulusnya
maka 1 kebaikan =
10.000 kebaikan.
Lalu Pak Bupati pun menurunkan pajak, dan benar seluruh
rakyat hidup bahagia, dan Kabupaten mereka pun makmur
sentosa, tidak ada kelaparan, tidak ada kejahatan dan
kericuhan.
Karena 1 kebaikan telah membahagiakan 10.000 rakyat kecil
dan kotanya menjadi makmur maka Beliau dikenal sebagai
Bupati 10.000 kebajikan.
Dari kisah tersebut kita bisa simpulkan bahwa Hidup ini
memang sudah ditakdirkan, tetapi apabila kita melakukan
kebaikan yang terus menerus tanpa pamrih, maka takdirpun
akan berubah dari yang jelek menjadi yang baik.
Sebaliknya orang yang ditakdirkan hidup mewah, tetapi
sering melakukan kejahatan baik kecil maupun besar secara
terus menerus, maka takdirnya pun akan berubah dari yang
baik menjadi yang jelek.
Untuk itu : jadikanlah kejahatan kecil bagaikan seiris
bambu yang Menusuk kulit kita, meskipun kecil dan tipis,
tetapi kalau tidak segera dicabut ia akan sakit sekali dan
membengkak, Jadikanlah kejahatan besar bagaikan gigitan
ular berbisa, yang kalau tidak segera dipotong bagian
tubuh kita yang digigit tersebut maka racunnya akan
menyebar sampai ke seluruh bagian tubuh dan akhirnya mati,
jadi potong dan buanglah jauh2.
" Berikanlah kasih, maka anda akan dikasihi "
" Berikanlah senyum, maka anda akan mendapatkan senyuman
yang lebih manis "
" Berikanlah sedekah, maka Tuhan akan memberimu lebih
banyak lagi "
" Berikanlah orang lain kesempatan, maka Tuhan akan
memberimu buannnyak kesempatan juga "
" Berilah kemudahan kepada orang lain untuk berbuat baik,
dan jangan menghalangi nya "
" Doronglah orang lain untuk berbuat baik dan kita bahagia
melihatnya "
" Bergotong-royonglah untuk berbuat baik dan menolak
kejahatan "dst............
Ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun lalu di
USC University of Southern California). Disana ada seorang
profesor filosofi yang mengaku ateis. Tujuan utamanya
selama kelas semester adalah berusaha Membuktikan bahwa
Tuhan itu tidak ada. Para mahasiswanya selalu takut untuk
berargumentasi dengan dia karena logikanya yang sangat
masuk akal.
Telah 20 tahun berselang ia mengajar kelasnya dan tidak
seorang pun berani menen tangnya. Beberapa mahasiswa
memang pernah mencoba, tapi tidak seorangpun berhasil
karena reputasinya.
Di akhir setiap semester, pada hari terakhir, dia selalu
berkata dihadapan 300 orang mahasiswanya, "Bila ada yang
masih percaya pada Yesus, silahkan berdiri!" Selama
duapuluh tahun, tidak seorang pun yang berani berdiri.
Mahasiswanya sudah tahu apa yang akan dilakukan profesor
tsb selanjutnya. Ia akan berkata, "Siapapun yang percaya
pada Tuhan adalah seorang yang tolol. Bila Tuhan memang
ada, Ia mampu memberhentikan kapur ini jatuh mengenai
lantai dan tidak pecah. Contoh sederhana untuk membuktikan
bahwa Dia adalah Tuhan, dan memang Ia tidak dapat
melakukannya."
Dan setiap tahun, profesor tersebut menjatuhkan kapur ke
lantai dan kapur itu pecah menjadi ratusan potongan. Semua
mahasiswanya tidak dapat berbuat apa-apa selain diam dan
menyaksikannya. Kebanyakan mahasiswanya terlalu takut
untuk berdiri.
Beberapa tahun kemudian seorang mahasiswa muda
mendaftarkan diri pada kelas profesor tsb. Ia adalah
seorang Kristen dan sudah mendengar cerita tentang bakal
profesornya. Ia wajib mengikuti kelas profesor tersebut
dan dia merasa gentar mengha dapinya. Untuk 3 bulan
semesternya, ia berdoa setiap pagi supaya ia dimampukan
untuk berdiri, apapun yang akan dikatakan profesor dan
yang dipikirkan oleh rekan-rekannya.
Tidak ada yang dapat melemahkan imannya, ia hanya
berharap. Akhirnya hari terakhir itu tiba. Profesor
tersebut berkata, "Bila ada diantara anda yang masih
percaya pada Tuhan, silahkan berdiri." Profesor dan 300
orang mahasiswanya terkejut melihat seorang mahasiswa muda
yang berdiri dibagian belakang kelas. Profesor tersebut
berteriak, "Anda bodoh !!! Bila Tuhan benar-benar ada Ia
akan mampu mencegah kapur ini pecah saat menyentuh
lantai!"
Ia bersiap melepaskan kapur yang dipegangnya. Tapi saat ia
melepaskannya, kapur tersebut terlepas dari jarinya dan
masuk ke lengan bajunya, meluncur terus ke celana nya
melewati kakinya hingga ke sepatunya. Saat menyentuh
lantai kapur tersebut tidak pecah. Kesombongan profesor
luluh saat ia melihat kapur tersebut. Ia menatap mahasiswa
muda tadi dan segera lari dari ruangan kuliah. Mahasiswa
yang berdiri tadi, berjalan ke depan kelas dan berbagi
iman tentang Yesus selama 30 menit.
Tigaratus mahasiswa bertahan dan mendengarkan saat ia
menceritakan kasih
Tuhan untuk mereka dan Kuasanya melalui Yesus.
|