|
Serba - Serbi
Rohani |
 |
|
|
|
 |
|

|

 |
 |
» CERITA BERMAKNA |
 |
|
|

|
|
|
cerita bermakna bisa menghibur, menguatkan, bahkan juga menegor dan
menyentil. rubrik ini memuat cerita-cerita serupa itu. Sumbernya kebanyakan dari
imel berantai sehingga sebagian besar sudah tidak jelas lagi asalnya. |
RENUNGAN MISI:
SEORANG PENGANIAYA BERTOBAT
|
Saya tidak
memunyai banyak waktu untuk menjelaskan kepada
Anda semua keindahan gereja bawah tanah.
Barangkali saya hanya dapat menceritakan satu
episode yang pernah saya alami. Saat itu kami
berada di suatu sel penjara; berisi 30 atau 40
tahanan. Pintu dibuka dan para penjaga mendorong
masuk seorang tahanan baru. Dia kotor seperti
halnya kami juga. Kami tidak pernah mandi selama
3 tahun. Jadi, dia kotor dan kami juga kotor.
Dia digunduli dan memakai seragam bergaris
sebagai seorang tahanan.
Di sel penjara yang setengah gelap tersebut kami
tidak dapat mengenali dia, tetapi sampai suatu
waktu, salah satu dari kami berteriak, "Dia
adalah Kapten Popescu, saya kenal dia!" Kapten
Popescu adalah seorang penyiksa orang-orang
Kristen yang kejam. Dia telah memukuli dan
bahkan pernah menyiksa beberapa dari kami yang
sekarang berada satu sel dengannya. Kami
bertanya-tanya bagaimana mungkin dia menjadi
seorang tahanan dari penjara komunis dan
bagaimana mungkin dia dijebloskan ke dalam satu
sel bersama orang-orang Kristen. Jadi, kami
mengerumuni dia dan bertanya kepadanya.
Dengan meneteskan air matanya, dia bercerita
kepada kami bahwa beberapa bulan yang lalu,
ketika dia duduk di dalam kantornya, prajurit
yang bertugas mengetuk pintu kantornya dan
berkata, "Di luar ada bocah laki-laki yang
berumur sekitar 12 atau 13 tahun, yang membawa
sekuntum mawar untuk istri Anda." Sang kapten
menggaruk kepalanya. Dia tidak ingat bahwa hari
itu hari ulang tahun istrinya, tetapi
bagaimanapun, dia mengizinkan bocah itu masuk.
Bocah itu masuk dengan sekuntum mawar di
tangannya, begitu pemalu, tetapi sangat berani
dan berkata, "Kapten, bapak adalah orang yang
telah memenjarakan papa dan mama saya. Hari ini
adalah ulang tahun mama saya. Saya memunyai
kebiasaan pada setiap ulang tahunnya
membelanjakan uang saku saya yang sedikit, untuk
membeli sekuntum mawar untuk mama. Karena bapak,
saya tidak memunyai mama lagi untuk merayakan
hari yang menggembirakan ini. Tetapi mama saya
adalah pengikut Kristus, dan dia mengajarkan
saya sejak saya kecil untuk mengasihi
musuh-musuh saya dan membalas kejahatan dengan
kebaikan. Saya berpikir untuk memberikan
sukacita kepada mama melalui bapak. Saya mohon
ambillah mawar ini untuk istri Bapak dan tolong
sampaikan kepadanya kasih saya dan kasih Kristus."
Itu terlalu mengharukan, bahkan bagi seorang
penganiaya. Dia adalah juga seorang ciptaan
Allah. Dia juga telah diterangi dengan terang
yang menerangi setiap manusia yang dilahirkan di
dunia ini. Kapten Popescu memeluk anak kecil ini.
Setelah peristiwa ini, dia tidak mampu lagi
memukul. Dia tidak mampu lagi menyiksa. Dan
akhirnya, dia tidak lagi berguna sebagai seorang
petugas kepolisian rahasia komunis. Dia
dijebloskan ke penjara untuk menderita bersama
dengan anak-anak Allah dan dia bahagia karena
keadaannya yang baru ini.
Mari kita memiliki kasih Kristus yang
menyelamatkan kita. Terus untuk sungguh-sungguh
percaya di dalam kasih-Nya.
Dikutip dari: "If Prison Walls Could Speak"
oleh Richard Wurmbrand.
Diambil dari:
Nama buletin: Kasih Dalam Perbuatan, Edisi
Mei -- Juni 2006
Penulis: Tim Kasih Dalam Perbuatan
Penerbit: Yayasan Kasih Dalam Perbuatan,
Surabaya
Halaman: 2
|
|
| |
|
Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 1999, Tim Sahabat Surgawi
|
|