Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
 
  PESONA JIWA
 
 

PDF

Cetak

E-mail


PESONA JIWA diulas secara sederhana, lugas dan tuntas
oleh penulis Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th.
untuk mempesona jiwa Anda agar bertumbuh dan disegarkan.
Artikel ini diadopsi dari
www.holyspiritministry.info dan seijin beliau
untuk menjadi berkat bagi pembaca sekalian
 


HUTANG DARAH


Kematian yang tidak wajar selalu mendatangkan pembalasan dendam dan kekacauan di bumi orang-orang hidup. Auditor alam roh memastikan sikap baik seseorang akan berbalik kepada orang tersebut namun sebaliknya kejahatan akan mengejar dan menghancurkan para pelakunya. Bila seseorang melakukan kesalahan maka auditor alam roh langsung memasukkan kredit kejahatan yang menentang sang kehidupan sementara ketika seseorang berbuat baik ia segera memasukkan debet yang menguntungkan sang kehidupan. Hukum mata ganti mata dan gigi ganti gigi, yang Taurat katakan bukanlah hukum usang

yang rapuh oleh berlalunya waktu tetapi termeterai dalam alam roh bahwa kejahatan tanpa pengampunan darah Kristus akan mendatangkan kefatalan dalam dunia ini. Seperti sebuah gema perkataan Benar yang terdengar adalah nar...nar...nar maka dapat dipastikan bahwa ketika perkataan itu nadanya berbeda dengan ucapan bunuh maka yang terdengar kemudian adalah nuh...nuh...nuh...ini sinkron dengan kalimat bahwa apa yang kamu tabur itu akan kamu tuai!
Ketika Kain menolak peringatan Tuhan bahwa dosa sudah mengintip di depan pintu maka sebagai akibatnya ia membunuh adiknya sendiri. Kisah kebencian itu bermula dari tidak diterimanya persembahan Kain oleh Allah. Dalam hal ini Habil tidak tahu menahu bahkan tidak ikut adil sedikitpun apalagi memberi kontribusi atas kegagalan kakaknya. Namun Habil mati mengenaskan dengan darah yang berceceran disepanjang kesakitan pukulan yang bertubi-tubi (Kej 4). Kain berpikir bahwa pelampiasan kebencian diri sendiri itu telah usai karena telah terbayar dengan mengkambing hitamkan adiknya sendiri. Namun ia salah total malah justru itulah awal perjalanan penderitaan yang ditempuhnya disepanjang pengembaraannya.
Kematian yang tidak wajar bukan membungkam orang yang telah mati malah justru sebaliknya mengejar dan mengungkapkannya! Secara jasmani mulut mereka sudah bungkam tanpa suara dan tindakan fisikaly. Sebaliknya secara rohani malah justru membuka kesempatan seseorang berteriak lebih keras dengan darahnya! Darah berteriak lebih keras dibanding perkataan manusia. Jika perkataan seseorang hanya bisa mencapai 5 kilometer maka teriakan darah bisa menembus 5 trillun kilometer, mengganggu sorga dan menggoncangkan neraka!

Kejadian 4:10,11 menyatakan FirmanNya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepadaKu dari tanah. Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.Bukan saja dampak yang mengerikan terhadap bumi atau bangsa dimana terjadi pembunuhan tersebut tetapi kota dimana terdapat banyak pembunuhan akan mengalami dampak yang signifikan yakni kutuk!
Tuhan tidak membutuhkan waktu yang lama setelah mendengar teriakan dengan darahnya. Ia langsung turun dan kemudian meminta pertanggung jawaban terhadap pribadi pelaku dan bumi dimana tempat darah itu tertumpah. Jadi darah yang tercurah secara sia-sia akan berakibat teritorial alam diseputar pembunuhan tersebut terkena dampaknya dan juga si pelaku! Kitab wahyu mencatat banyak orang-orang benar mengalami aniaya dan mati dengan menerima perlakuan tidak adil. Orang benar yang mati datanya lengkap di sorga dan mereka meminta balas terhadap para pelakunya. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat dibawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?" (Wah 6:9-10)
Namun ada kalanya bahwa Tuhan tidak memberikan pengampunan jiwa penumpahan darah tersebut terjadi berulang-ulang dan seakan-akan tidak menghargai sang kehidupan yang diberikan oleh Allah. dan juga oleh karena darah orang yang tidak bersalah yang telah ditumpahkannya, sebab ia telah membuat Yerusalem penuh dengan darah orang yang tidak bersalah, dan TUHAN tidak mau mengampuninya ( 2 Raj 24:4). Inilah yang terkadang seseorang menerima “hukum karma” Tuhan sendiri tidak mau mengubah keadaan yang sudah harus terjadi, bahkan tidak lagi dibutuhkan doa-doa yang khusuk ketika penumpahan darah sudah diambang batas. . Yermia 7:16 "Tetapi engkau, janganlah berdoa untuk bangsa ini, janganlahsampaikan seruan permohonan dan doa untuk mereka, dan janganlah desak Aku, sebab Aku tidak akan mendengarkan engkau.
Tuhan tidak ingin hambaNya berlelah-lelah berdoa dan berpuasa untuk bangsanya sebab vonis Tuhan telah dikumandangkan bahwa malapetaka segera turun! Mengapa Allah melarang berdoa? Sebab sia-sia dan tidak ada artinya tidak ada satu kuasa doa apapun yang mengubah teriakan darah yang mengakibatkan ketok palu Allah vonis telah turun! Pokok persoalan jangan berdoa terhadap bangsa ini bukan hanya terletak pada penumpahan darah yang banyak tetapi bonus dosa yang lainnya lebih banyak! Yermia 7:9 menyatakan Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal, kemudian kamu datang berdiri di hadapanKu di rumah yang atasnya namaKu diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!
Kebenaran tersebut perlu direnungkan oleh setiap orang bahwa tidak ada bangsa yang tiba-tiba terjerembab ke dalam berbagai krisis multidimensi! Kalau krisis itu melanda maka proses kejahatannya sudah terlalu panjang, belum lagi disponsori oleh andil orang-orang yang pernah dibunuh dengan sia-sia menuntut balas dialam roh sana! Untuk mengantisipasinya maka dibutuhkan penangkal yang handal bukan sekedar perbuatan baik, dupa persembahan dan doa-doa siapapun tetapi solusinya adalah hutang darah harus dibayar oleh darah!

Kreteria pembunuhan
Harus diakui pembunuhan yang tidak wajar tanpa vonis salah dalam sidang pengadilan atau perintah Allah secara langsung akan berakibat fatal akan generasi yang akan datang. Namun ada banyak pembunuhan tidak mengakibatkan hukuman tetapi malah sebaliknya justru pengampunan Allah dinyatakan kepada umatNya! Ambil contoh saja Akhan ketika berkhianat dengan mencuri barang-barang di kota yang kecil AI. Dosa ini mengharuskan akhan dan keluarganya bahkan lembu sapinya menanggung akibat murka Allah dengan mereka dilempari dengan batu! Yosua 7:24-25 menyatakan Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor. Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.
Kematian Akhan ini atas perintah Tuhan karena pengkhianatan yang dilakukannya akan berdampak pemberontakan seluruh Israel dengan tidak dengar-dengaran kepada Tuhan. Nampaknya persoalannya sepele dan tidak berarti karena hanya mencuri harta saja. Allah tidak melihat apa yang akhan ambil tetapi hati akhan yang berangkat dari pengkhianatan terhadap Allah Israel. Pembunuhan atas perintah Allah tidak akan mengakibatkan hujan balas dendam sebab seluruh keturunan akhan di lempari dengan batu. Allah sendiri merestui pembunuhan ini maka darah Akhan tidak berhak menuntut balas sehingga Allah tidak perlu murka .Yosua 7:26 menyatakan sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan lembah Akhor.
Dalam Perjanjian Lama tercatat lebih banyak pembunuhan akibat peperangan dibanding Perjanjian Baru. Allah sering kali memerintahkan umat Israel untuk menghabisi pihak lawan secara tuntas dari anak dalam kandungan sampai nenek-nenek bahkan lembu kambing dombanyapun harus dibinasakan. 1 Samuel 15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai." Pembantaian orang-orang kafir dalam peperangan tidak menjadi pelanggaran HAM bagi Allah sebab kehidupan mereka sarat dengan kuasa kegelapan, dewa-dewa dan patung-patung yang merupakan kekejian bagi Tuhan.
Ibarat penyakit SAR yang harus dilokalisasi dan dibumihanguskan supaya tidak tersisa dan menyebar kegenarasi selanjutnya! Saul bukan tidak memahami perintah Samuel yang merupakan perintah Tuhan, ia melecehkannya dan menganggap sepele yang vital. Saul membantai rakyatnya dan menyelelamatkannya. Padahal pokok kejahatan yang harus dipangkas adalah rajanya. Samuel bertindak tegas dan tidak pernah berkompromi terhadap darah orang kafir. 1 Samuel 15:33 menyatakan Tetapi kata Samuel: "Seperti pedangmu membuat perempuan-perempuan kehilangan anak, demikianlah ibumu akan kehilangan anak di antara perempuan-perempuan." Sesudah itu Samuel mencincang Agag di hadapan TUHAN di Gilgal.
Pembunuhan ini di restui oleh Allah dan mengakibatkan Daud menjadi raja bebas dari intimidasi oleh Raja Saul. Memang seolah-olah kejam namun Allah serius bahwa segala sesuatu yang berbau iblis bukan saja pengaruhnya besar tetapi turun temurun gen orang tersebut menghancurkan generasi yang banyak sehingga perlu dimusnahkan siapapun apapun dan kapanpun! Pembantaian atas perintah Tuhan ini bukanlah kejam Allah bukan melihat hal yang secara lahiriahnya melainkan batiniah yang bernuansa kekal!

Kuasa hutang darah
Akibat teriakan darah Habil yang menuntut balas maka Tuhan melindungi Kain secara pribadi, Tuhan tahu bahwa teriakan Habil dialam roh akan mendatangkan pembunuhan bagi Kain. Dan Apabila Kain di bunuh maka populasi manusia akan cepat habis, maka Ia secara pribadi melindungi Kain berangkat dari kasih karunia yang Ia miliki dan ini adalah anugerah pengampunan pertama yang diberikan Allah kepada Kain.

Namun persoalannya dampak dari roh pembunuhan tersebut menghasilkan keturunan pembunuh juga. Nyanyian-nyanyian keturunan Kain adalah nyanyian kebencian, dendam dan pembunuhan. Ambil saja contoh dari nyanyian dari kelurga pembunuh ini Kejadian 4:23,24 mengatakan Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: "Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: Hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai aku bengkak; sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat."
Hukum dalam kekekalan mengatakan bahwa apa yang ditabur orang itu yang akan dituainya. Kegagalan Saul yang paling parah adalah membantai Imam di Nob 1 Samuel 22:11 Lalu raja menyuruh memanggil Ahimelekh bin Ahitub, iman itu, bersama-sama dengan seluruh keluarganya, para iman yang di Nob; dan datanglah sekaliannya menghadap raja. Pembantaian ini tidak mendatangkan pengampunan bagi kokohnya kerajaan Israel dan keluarga Saul dan terbukti Saul mati dan tentaranya kocar kacir! Ulangan 32:43 Bersorak-sorailah, hai bangsa-bangsa karena umatNya, sebab Ia membalaskan darah hemba-hambaNya, Ia membalas dendam kepada lawanNya, dan mengadakan pendamaian bagi tanah umatNya." Melalui arogansi Saul maka Daud naik menjadi raja atas Israel!
Allah memberi restu kepada Elia untuk menyembelih nabi-nabi Baal ( 1 Raj 19) pembunuhan ini tidak mendatangkan malapetaka di Israel tetapi malah justru mendatangkan hujan dan kesuburan bagi umat pilihan. Namun sebaliknya kejahatan Izebel atas pembunuhan pemilik kebun anggur Nabot berakibat ( 1 Raj 21) mengakibatkan murka Allah turun keatasnya 2 Raja 9:7 Maka engkau akan membunuh keluarga temanmu Ahab dan dengan demikian Aku membalaskan kepada Izebel darah hamba-hambaKu, nabi-nabi itu, bahkan darah semua hamba TUHAN.
Sekalipun Daud seorang yang hatinya melekat kepada Tuhan tetapi hukum tabur tuai itupun tidak luput dari padanya. Ketika Daud banyak menghabisi nyawa musuhnya dengan pedang maka Ia tidak diperkenankan membangun bait Allah. Namun murka Allah nampak jelas ketika Daud melakukan dosa secara berlapis disamping ia berzinah dengan istri Uria, iapun membunuh suaminya. Karna pembunuhan inilah maka melalui nabi Natan Allah menegur Daud dengan ucapan : Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mataNya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon. Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan ( 2 Sam 12:9-10). Terbukti bahwa keturunan Daud mengalami percekcokan kebencian dan dendam dan berakhir dengan perpecaan di kalangan suku Israel. Sejak saat itu yang terjadi dalam keturunan Daud tidak lepas dari penumpahan darah sampai perpecahan bangsa Israel.
Persoalan penumpahan darah orang yang tidak bersalah akan membuat hukuman terus turun bagi para pelaku dan generasinya. Jika pemunpahan darah tidak ditanggulanginya dengan baik maka tuntutan darah tersebut akan meminta tumbal! Orang bisa dibunuh kalau ia sudah terbukti bersalah dan melakukan pelanggaran berat! Allah sendiri memerintahkan merajam Akhan dan keluarganya karena pengkhianatannya (Yos 7:24).

Jika seseorang menghabisi nyawa orang lain menjadi sebuah masalah besar dan berdampak dalam generasi mendatang maka bagimanakah jadinya sebuah negara yang membantai rakyatnya dengan semena-mena dengan menculik, menyiksa dan membunuhnya dan kemudian menghilangkan jejak dengan dibakar atau dibuang kelaut? Para pemimpin ini mungkin bisa bersembunyi dihadapan rakyanya tetapi di hadapan Allah semua telanjang dan Ia akan menuntut balas!

Jika di bumi ini hutang darah bisa dibayar dengan hukuman penjara atau hukuman mati namun tidak demikian dalam alam roh! tuntutan itu akan terus berlanjut sebab Tuhan sendiri akan menuntut pembalasan dendam. Tuhan adalah Pribadi yang pendendam! Nahum 1:2 mengajarkan : " TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawanNya dan pendendam kepada para musuhNya.

Bila kita membayangkan matinya seseorang yang membantai atau menghilangkan darah seseorang maka ketika ia berjumpa dengan orang yang dibantainya di alam roh, apa jadinya? masihkah ia ingat? jelas masih, kisah Orang kaya dan Lazarus membuktikannya yang Yesus ajarkan membuktikannya. Memorinya tidak hilang. Orang harus sadar di alam roh, yang kejam semakin bengis dan jahat, yang menderita semakin meratap sebaliknya yang indah akan penuh kemuliaan. Kenikmatan dan kesengsaraan yang bertingkat ada disana!

Bisa dibayangkan jika seseorang membunuh 10 orang, maka sepuluh orang ini menantikan orang yang membunuhnya di alam roh. Kebetulan 10 orang yang dibunuh itu sama-sama memasuki kekekalan yang tidak mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Sudah pasti dapat di tebak dimana mereka berada! Mereka masih menunggu sebab penghakiman itu masih nanti ketika Tuhan Yesus datang sebagai Imam Besar yang menghakimi manusia!

Ke sepeluh orang itu menanti-nanti dengan harapan bisa membalaskan dendamnya maka ketika orang yang membunuhnya mati maka ia akan berjumpa dengan wajah yang sama dan sangat penasaran, apa jadinya? bisa dibayangkan.. ya kalau hanya sepuluh kalau seratus orang? wah.... seratus orang itu antri menanti sang pembantai .... sementara yang baru saja mati baru memasuki dimensi yang berbeda.... belum berpengalaman dan tidak pernah membayangkan bahwa ia menjumpai orang yang di bunuhnya...mau lari...? kemana...? Ia harus menerima takdirnya untuk menderita karena ulahnya...

Penangkal Hutang darah
Bagaimanakah kita menghilangkan jejak di alam roh supaya tidak ada tuntutan hutang darah? di bumi ini tidak ada cara lain selain darah Yesus! Boleh percaya boleh tidak darah manusia satu-satunya yang tidak terkontaminasi dengan dosa adalah darah Yesus! Pribadi yang ekselen ini memiliki aliran darah murni... kelahirannya bukan dari hasil biologis hawa nafsu manusia melainkan murni seribu persen dari Roh Kudus! Benihnya Allah akan melahirkan Allah seperti benihnya monyet akan melahirkan monyet demikian Roh Tuhan akan melahirkan Tuhan! Tentu ini bahasa manusia, jangan kembali ke goblokan bahwa Tuhan koq dilahirkan.... ini bahasa manusia bung tidak bisa pakai bahasa sorga sebab yang sedang membaca adalah manusia!

Darah yang tidak terkontaminasi dengan dosa ini rela menebus dan menghapus segala dosa bila seseorang percaya penuh... serius dalam pertobatan dan focus dalam kehidupan yang benar! Ini bukan percaya mainan anak kecil! Orang sering kali bilang enak.... ya percaya langsung masuk sorga... kalau gitu saya hidup bejat saja toh.... percaya masuk sorga... itu perkataan orang tolol yang tidak tahu kebenaran.... kata percaya itu berarti aktif dalam nuansa kehidupan yang benar! Bukan percaya duduk di kursi dan pantatnya tidak kena paku... bukan sesederhana itu brur.... and zus... jika berani berkata percaya kepada Yesus orang itu meski berubah cara hidupnya seperti Yesus!

Hebatnya darah Yesus Kristus mampu menghilangkan jejak dalam kekekalan. Orang percaya yang masuk sorga ia tidak lagi menggendong dosa dengan segala tetekbengek (Aneka Ragam) dan assesorinya sebab semua sudah dipakukan diatas salib. Seandainya orang yang dibunuhnya itupun masuk sorga tentu orang itu sudah mengampuninya sebab selama di bumi orang-orang itu sudah penuh pengampunan seperti Yesus sendiri mengatakan, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Luk 23:34). Orang yang masuk sorga tentu tidak akan membawa dendam kesumat melainkan membawa damai dihati sebab selama di bumi orang-orang ini sudah berdoa, ampunilah kami sebagaimana kami telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami (Mat 6:12). Hebat kenikmatan percaya kepada Kristus ada sebuah jaminan yang luar biasa!

Yesus adalah pribadi yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik dan membereskan orang-orang yang mau bergabung bersamanya. Kalau orang mau nge "genk" dengan Yesus maka Ia sebagai kepala "genk" akan bertanggung jawab untuk seluruh anak buahnya sampai dalam kekekalan. Ibrani 9:12 mengatakan : " dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya kedalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darahNya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Jika Yesus sendiri telah memperoleh kelepasan kekal maka setiap orang percaya kepadaNya akan memperolehnya juga!

Selanjutnya Penulis kitab ibrani mengatakan : " Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup? (Ibrani 9:13-14)

Untuk itulah Yesus memperingatkan kita untuk menikmati darahNya dengan lambang roti dan Anggur yang adalah tubuh dan darahNya! ketika kita menikmatinya secara tersurat kita memberitakan kematian Kristus di atas salib tetapi maknya lebih dalam dari kebenaran tersebut yakni setiap aliran darah kita dimata Allah kita telah menyatu dengan darah dan tubuhNya sehingga tidak ada satupun yang sanggup memisahkan kita dari kasihNya! Perjamuan Kudus memiliki kuasa yang besar bukan sebagai media kesembuhan saja walaupun itu bisa melainkan untuk hal-hal yang bernuansa kekal1 Hutang darah bisa di hapus dengan darah Kristus sekalipun di bumi harus mempertanggung jawabkan dihadapan manusia seperti di penjara atau hukuman mati sepaya keluarga korban puas namun di alam roh iman kepada Kristus memampukan seseorang hanya membawa imannya bukan rasa bersalah telah melakukan pembunuhan! untuk itulah percaya dan nikmati yang terbaik dari Yesus Kristus!


(Nantikan artikel selanjutnya!)


| A R S I P | OTOBIOGRAFI |

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi