|
Perbuatan
sekecil
apapun
merupakan
langkah
terbaik
untuk
menuai
hasil
tuaian
besar
di
sorga
sebab
costumer
kinerja
manusia
bukanlah
makluk
yang
limitted
saja
tetapi
penikmat
segala
produk
tingkah
laku
kita
adalah
Tuhan
yang
unlimitted!
Eksistensi
roh
seseorang
dikemudian
hari
nanti
tergantung
dari
survivnya
jiwa
dalam
menemukan
Tuhan
yang
benar
dan
kemudian
memanifestasikannya
dalam
tatanan
kehidupan
yang
jernih,
indah
dipemandangan
Allah!
Matius
menulis
sederhana
pernyataan
diatas
dengan
kalimat
yang
akurat
yang
Yesus
ucapkan
: “
Aku
berkata
kepadamu:
Sesungguhnya
apa
yang
kamu
ikat
di
dunia
ini
akan
terikat
di
sorga
apa
yang
kamu
lepaskan
di
dunia
ini
akan
terlepas
di
Sorga
(Mat
18:18).
Jiwa
seseorang
selama
di
bumi
ini
diwakili
dengan
apa
yang
dipikirkan,
dirasakan
dan
apapun
yang
diinginkannya!
Setiap
langkah
kaki
kehidupan
menoreh
bekas
yang
jelas
“footstep”
di
area
kekekalan
dan
tidak
berubah
atau
berganti
warna!
Sementara
setiap
perkataan
dan
tingkah
laku
manusia
terekam
secara
super
mega
digital
dan
tidak
dapat
di
edit
atau
dihapus
oleh
siapapun
juga!
Di
negara-negara
maju
catatan
pelanggaran
seseorang
terdeteksi
jelas
dalam
komputernya.
Menghapus
satu
peristiwa
kehidupan
seseorang
dianggap
suatu
kriminalitas
berat.
Data
seseorang
dalam
buku
kehidupan
tidak
akan
ada
yang
menghapuskannya
kecuali
darah
Yesus.
Tercatat
rapi
setiap
detilnya
bisa
dipertanggung
jawabkan
oleh
penulis
buku
kehidupan
yakni
Allah
sendiri
dan
segenap
saksi-saksi
yakni
orang
kudusNya
Tuhan.
Harta
kekayaan
dalam
kekekalan
nanti
terletak
dalam
hal-hal
terbaik
yang
dilakukan
dan
dikerjakan
dalam
hidup
ini
baik
itu
menyangkut
tutur
kata,
pola
pikir
yang
jernih
dan
tingkah
laku
sopan
yang
dapat
dinikmati
oleh
orang-orang
sekitarnya.
Semuanya
bagaikan
benih
yang
dapat
dilihat
dalam
alam
kekekalan
nanti.
Tidak
akan
pernah
ada
benih
kebajikan
yang
tidak
pernah
berbuah.
Pasti
berbuah
lebat
dan
seiring
itu
pulalah
maka
mahkota
tersedia.
Sementara
harta
kekayaan
seseorang
dalam
neraka
adalah
perbuatan
bejat
yang
tidak
sopan,
arogansi
diri,
pelit
dan
menindas
orang
lain.
Itulah
bentuk
kemiskinan
yang
menyeretnya
layak
jadi
penghuni
alam
roh
yang
mengerikan
yakni
neraka
kekal.
Ketika
Yesus
memerintahkan
kita
untuk
berhati-hati
dalam
kehidupan
Ia
sedang
mempersiapkan
orang
tebusan
untuk
hidup
dalam
kenikmatan
sorga.
Sekali-kali
bukan
untuk
kepentinganNya
melainkan
untuk
kepentingan
umatNya!
Jangan
sampai
umatNya
tidak
betah
tinggal
di
sorga
karena
selama
di
bumi
mereka
memang
tidak
terbiasa
hidup
benar.
Bila
dalam
sorga
kelak
semuanya
serba
putih
dan
tidak
ternoda
maka
untuk
menyesuaikan
hidup
disana
maka
selama
di
bumi
seseorang
harus
mengenakan
jubah
kekudusan
jernih,
bening
dan
transparan
tidak
ada
dosa
yang
disembunyikan.
Bila
mikroskopnya
Tuhan
mendeteksi
roh
seseorang
maka
akan
mendapati
bahwa
semuanya
bersih.
Kejernihannya
bukan
saja
karena
dihapus
oleh
darah
Yesus
saja
tetapi
juga
harus
dibuktikan
dengan
tindakan
kehidupan
yang
dibungkus
dengan
Firman
Tuhan.
Darah
Yesus
menjadikan
hidup
yang
kotor
menjadi
putih
seperti
salju
(
Yes
1:18).
Jadi
kehidupan
yang
sudah
dibasuh
dengan
darah
Anak
Dombalah
yang
layak
menerima
kemuliaan
sorga.
Bertolak
belakang
dari
kebenaran
diatas
seseorang
yang
mau
hidup
dalam
neraka
yang
penuh
kegelapan
maka
ia
harus
hidup
sesuai
dengan
keadaan
disana
selama
ada
di
bumi
ini.
Bila
seseorang
hidup
terus
berada
dalam
kenajisan
dan
kegelapan
secara
kontinyu
maka
mau
tidak
mau
ia
akan
mati
menempati
tempat
yang
selama
ini
dihuninya
yakni
dunia
yang
penuh
kegelapan!
Bila
seseorang
biasa
tidur
dalam
kegelapan
tanpa
lampu
penerangan
sedikitpun
maka
ia
tidak
akan
sanggup
membuka
matanya
bila
melihat
cahaya
yang
terang
benderang
seketika
ketika
membuka
matanya.
Siapapun
akan
merasa
tersiksa
atas
perubahan
tersebut,
demikian
juga
orang
yang
biasa
hidup
kotor
tidak
akan
sanggup
ditempat
yang
sangat
bersih,
maka
semua
dosa
dan
kesalahannya
akan
transparan!
Bila
orang-orang
berdosa
memaksakan
diri
masuk
sorga
maka
ia
akan
tersiksa
dengan
cahaya
Allah
yang
menelanjangi
dosa-dosanya!Tidak
akan
pernah
ada
cerita
orang
dipermalukan
di
sorga!
Sorga
terlalu
suci
untuk
melihat
orang
berdosa
yang
dipermalukan.
Bagi
mereka
yang
terbiasa
berdosa
neraka
tempat
yang
paling
aman
sekaligus
tempat
yang
paling
menyedihkan,
ratap
dan
gertak
gigi!
Bila
dapat
digambarkan
kehidupan
ini
bagaikan
kertas
putih
berbentuk
lembar
demi
lembar
yang
terjilid
seperti
buku.
Masing-masing
orang
memiliki
bukunya
sendiri
dan
menuliskannya
dengan
perbuatan
dan
tutur
katanya
sendiri.
Segala
kejahatannya
masuk
dalam
lembaran
kredit
sementara
kebaikannya
masuk
dalam
lembaran
debet!
Harus
disadari
bahwa
tidak
ada
seorangpun
yang
akan
memiliki
surplus
dalam
neraca
kehidupan
ini!
Untuk
itulah
Kristus
menghapus
segala
kegagalan
dan
dosa
yang
manusia
lakukan.
Membantu
agar
semua
orang
yang
ditebusnya
memiliki
surplus
dan
kedapatan
layak
memasuki
sorga
kekal!
Belas
kasihan
dan
anugerahNya
berlaku
bagi
siapapun
sehingga
iblis
tidak
berhak
menuntut
siapapun
orang-orang
tebusan
yang
hidup
senantiasa
dalam
kebenaran
(Efe
2:8;
Wah
12:10)
Orang
percaya
memiliki
nilai
plus
sebab
di
mata
Bapa
sorgawi
dosanya
sudah
tertutup
oleh
darah
Yesus.
Tugas
orang
percaya
hanya
mengukirnya
dengan
kesetiaan,
kekudusan
dan
kebaikan
yang
terus
menerus
harus
dilakukan
dan
tidak
boleh
jemu-jemu!
Perbuatan
sekecil
apapun
merupakan
langkah
terbaik
untuk
menuai
hasil
tuaian
besar
di
sorga
sebab
costumer
kinerja
manusia
bukanlah
makluk
yang
limited
saja
tetapi
penikmat
segala
produk
tingkah
laku
kita
adalah
Tuhan
yang
unlimitted!
Untuk
itulah
ukirlah
jejak
kekekalan
dalam
segala
hal
yang
terbaik
yang
Tuhan
sudah
berikan
(fil
4:8).
Sebenarnya
sorga
dan
bumi
ini
nyambung
dan
tidak
pernah
terputus
satu
detikpun!
Setiap
orang
yang
mengatakan
kebenaran
maka
akan
menggoncangkan
sorga
dan
membuat
jutaan
malaikat
dan
orang-orang
kudusNya
yang
menjadi
saksi
bersorak-sorai
sebagai
tanda
sukacita!
Ini
menunjukkan
kemenangan
Tuhan
atas
umat
tebusannya.
Kebenaran
yang
menjadi
milikNya
telah
bisa
dipertontonkan
di
muka
bumi.
Hiburan
orang-orang
sorga
dan
para
malaikatNya
bukan
tontonan
film
Hollywood
dan
Bollywood
melainkan
perlombaan
iman.
Perlombaan
ini
mengacu
dalam
tingkah
laku
orang-orang
tebusan
Simpul-simpul
kekayaan
Sorga
akan
terurai
ketika
seseorang
mengucapkan
butir-butir
kebenaran.
Pemilik
kebenaran
harus
melepaskan
kuasa
bila
kebenaran
itu
diucapkan
oleh
orang
yang
benar.
Bila
kebenaran
itu
diucapkan
oleh
orang
yang
kurang
benar
efeknya
nol
besar
atau
tidak
punya
arti
apapun.
Hal
itu
dibuktikan
oleh
anak-anak
skewa
yang
diperkosa
oleh
iblis
ketika
menyebut
nama
Yesus
(Kis
19:13-18).
Yakobus
mencatat
bahwa
: “
Karena
itu
hendaklah
kamu
saling
mengaku
dosamu
dan
saling
mendoakan,
supaya
kamu
sembuh.
Doa
orang
yang
benar,
bila
dengan
yakin
didoakan,
sangat
besar
kuasanya
(Yak
5:16).
Untuk
menghadirkan
kuasa
Allah
harus
memiliki
dua
syarat
yang
harus
dipenuhi:
Pertama
doa
itu
harus
dinaikkan
oleh
orang
yang
hidupnya
benar!
Tapi
adakah
orang
benar?
tidak
ada
sama
sekali!
Orang
benar
yang
dimaksud
adalah
orang-orang
yang
dibenarkan
oleh
kebenaran
Kristus
dan
meresponinya
dalam
tindakan
yang
benar!
Jadi
lebih
tepatnya
orang
yang
hidup
benar
karena
telah
dibenarkan
oleh
darah
Yesus!
Tingkatan
kebenaran
hidup
ini
semakin
benar
semakin
berkuasa.
Kebenaran
itu
berjenjang
naik
dan
bukan
turun!
Ketika
Musa
sudah
melakukan
kebenaran
Allah
(sekalipun
membunuh
orang
Mesir)
Musa
lulus
dalam
pembentukan
padang
gurun.
Ia
telah
belajar
rendah
hati,
menghilangkan
arogansi
hikmat
Mesir
maka
Ia
melakukan
hal
yang
spektakuler
melalui
tongkatnya
yang
mampu
membabat
habis
ular-ular
para
ahli
sihir
di
Mesir!
Orang
harus
menyadari
bahwa
Mesir
merupakan
negara
super
power
yang
penuh
kuasa
kegelapan.
Penasehat
pemerintahan
Mesir
dikelilingi
dukun
dan
sejenisnya.
Terbukti
mereka
mampu
mengubah
tongkat
menjadi
ular
persis
yang
dilakukan
Musa.
Masih
ada
deretan
kuasa
yang
lain
yang
dipraktekkan
oleh
ahli
sihir
Mesir
tetapi
kemampuannya
tidak
berarti
apapun
dibanding
dengan
kekuatan
yang
Musa
miliki.
Bila
orang
tenggelam
dalam
hadirat
Tuhan
terus
menerus
ia
sedang
berenang
di
alam
lain
yang
berbeda
dengan
sesuatu
yang
terlihat
ini.
Musa
sebelum
melakukan
mujizat
membelah
Laut
Kolsom,
ia
terlebih
dahulu
harus
mengalami
perjumpaan
dengan
sumber
pembuat
mujizat
itu
sendiri
yakni
Yahweh!
Seorang
tidak
mungkin
bisa
berkarya
kalau
ia
tidak
memiliki
hubungan
yang
jelas
dengan
sumber
kuasa
itu
sendiri.
Iman
tidak
akan
mampu
bergerak
jika
tidak
tahu
kemana
obyek
iman
itu
diarahkan!
Musa
dengan
tongkat
sebagai
media
kuasa
Allah
membelah
laut
kolsom.
Bukan
letak
tongkatnya
yang
sudah
dijampi-jampi
atau
diolesi
minyak
urapan,
tetapi
yang
terpenting
adalah
Allah
sendiri
dalam
hubungannya
dengan
Musa
yang
menerima
mandat
dari
Allah
sendiri.
Semakin
lekat
semakin
memiliki
kuasa
yang
besar!
Alam
ini
akan
tunduk
atas
perintah
Allah
melalui
siapapun
juga.
Yosua
dengan
kekuatan
penuh
dari
kuasa
Allah
sanggup
menghentikan
matahari
dan
bulan
(Yosua
10:12).
Segala
yang
kelihatan
di
mata
ini
bisa
tunduk
atas
perintah
Allah
melalui
ucapan
para
hamba
Tuhan
yang
memiliki
hubungan
yang
jelas
dengan
Tuhan!
Bila
seseorang
tidak
memiliki
hubungan
yang
jelas
dengan
Tuhan
maka
ia
tidak
akan
mampu
melakukan
apapun
yang
menyangkut
berbagai
macam
mujizat
dan
kuasa
Allah!
Yesus
seorang
yang
spesialis
di
dunia
roh,
mampu
melihat
ikan
yang
di
dalamnya
ada
4
dirham
sehingga
dari
jarak
yang
jauh
ia
memerintahkan
Petrus
untuk
menangkap
ikan
tersebut
(Mat
17:27)
Yesus
sering
kali
melakukan
pekerjaan
dari
jarak
jauh,
ketika
Ia
akan
mengadakan
Paskah
maka
Ia
memerintahkan
muridNya
untuk
menjumpai
di
kota
lain
wanita
yang
membawa
kendi
dan
menyuruh
mempersiapkan
tempat
perjamuan.
Mata
Yesus
memandang
dari
kejauhan
bahwa
wanita
itu
sanggup
menuruti
perintahNya
melalui
para
muridNya
(Luk.
22:10).
Yesus
dengan
tepat
sekali
menyebutkan
jumlah
suami
dari
perempuan
Samaria
yang
membuat
wanita
ini
bertobat
dan
mengakui
Yesus
sebagai
Mesias
(Yoh.
4).
Allah
dan
Iblis
tidak
akan
memakai
siapapun
kalau
ia
tidak
bisa
dipakai.
Bila
di
dalam
tubuh
seseorang
penuh
dengan
kemuliaan
Allah
dan
kuasa
urapanNya
dan
iblis
tidak
menemukan
peluang
apapun,
maka
iblis
akan
segera
meninggalkannya,
sebab
ia
tahu
pasti
tidak
dapat
menggunakannya!
Dibutuhkan
iman
yang
besar
untuk
menciptakan
sesuatu
dari
alam
roh,
yakni
hadirat
Tuhan.
Pujian,
penyembahan
dan
penyampaian
Firman
mengajarkan
orang-orang
percaya
untuk
mampu
menggunakan
seluruh
fasilitas
kerajaan
Allah
dalam
menyelesaikan
berbagai
macam
persoalan
hidup
ini.
Namun
harus
disadari
bahwa
seluruh
kemampuan
di
alam
roh
dalam
kerajaan
Allah
ini
adalah
resmi
dan
berkenan
dihadapan
Tuhan
Berbeda
dengan
dukun
dan
para
normal
atau
apapun
jenisnya
mereka
menggunakan
kuasa
yang
berbeda
dengan
kuasa
Yesus
sendiri!
Kuasa
itu
juga
bisa
mendatangkan
mujizat!
Gereja
yang
hanya
menekankan
soal
mujizat
tanpa
pertobatan
dan
kesetiaan
kepada
Kristus
sudah
pasti
gembalanya
adalah
lucifer.
Ciri
khas
gembala
seperti
ini
sudah
menjadikan
dirinya
Tuhan.
Menuntut
penghormatan
yang
lebih
daripada
Tuhan
sendiri!
Memang
kuasa
mengalir,
pengikutnya
banyak.
Setanpun
banyak
pengikutnya!
Kuasa
yang
dipakai
sekalipun
dalam
nama
Yesus
setan
juga
ikut
mendompleng
mencari
sensai
untuk
menarik
minat
banyak
orang.
Namun
Iblis
akan
memberi
molekul-molekul
kesombongan
didalam
diri
pendeta!
Orang
sekarang
sudah
lupa,
bahwa
mujizat
terjadi
bukan
menunjukkan
siapa
pendetanya
melainkan
siapa
Tuhannya!
Ini
sinkron
apa
yang
Yohanes
katakan
Dia
harus
semakin
bertambah
dan
kita
semakin
berkurang!
Setiap
anak
Tuhan
menciptakan
Firman
Allah
dalam
pikiran,
jiwa,
perasaan
dan
seluruh
organ-organ
tubuhnya.
Bila
Firman
itu
sudah
mengendap
didalam
jiwa
dan
roh
itu
mengeraminya
maka
pada
waktunya
akan
membuahkan
perkara
besar
sebab
seluruh
sorga
dan
malaikatnya
didukung
alam
ini
untuk
mengabulkan
doa
umatNya!
(
timotiusbakti_sarono@yahoo.com
)
(Nantikan
artikel
selanjutnya!) |