|
Species
manusia
Allah
yang
berkeliaran
di
bumi
ini
ditandai
dengan
bahasa
hati
dalam
bertingkah
polah
bukan
dengan
mengandalkan
wajah
cantik
yang
terkadang
penuh
bisa
bagai
racun
yang
mematikan
sesama.
Seperti
air
mencerminkan
wajah,
demikianlah
hati
manusia
mencerminkan
manusia
itu
(Amsal
27:19)
Species
manusia
Allah
yang
berkeliaran
di
bumi
ini
ditandai
dengan
bahasa
hati
dalam
bertingkah
polah
bukan
dengan
mengandalkan
wajah
cantik
yang
terkadang
penuh
bisa
bagai
racun
yang
mematikan
sesama.
Dalam
gelanggang
kehidupan
ini
banyak
wanita
yang
menenggelamkan
diri
hanya
terfocus
perawatan
wajah
lahiriahnya
saja.
Magnet
yang
dipakai
seorang
wanita
untuk
menggaet
pria
da
prerstise
terhadapa
sesama
wanita
kebanyakan
berangkat
dari
wajahnya
yang
sudah
dipermak
habis.
Sementara
naluri
yang
cantik
sering
kali
diabaikan
karena
memang
tidak
kelihatan
mata.
Hal
terpenting
yang
sering
kali
orang
lupakan
bahwa
durasi
kecantikan
wajah
hanya
sementara
tetapi
kecantikan
dari
dalam
jiwa
adalah
kekal!
Rahasia
hati
memang
susah
dicerna
oleh
kelopak
mata
orang-orang
yang
hidup.
Namun
demikian
sekalipun
terabaikan
tetapi
nuansanya
tetap
membias
dan
menembus
segala
kemunafikan
dan
kepalsuan
dilingkungan
orang-orang
yang
berselera
duniawi
Orang
sekarang
tahu
bagaimana
merawat
wajah
bahkan
ada
diantaranya
memberikan
perhatian
khusus
untuk
perawatan
kulit
muka
supaya
tidak
keriput.
Dengan
ramuan
obat
dari
dalam
dan
luar
negeri,
usaha
untuk
merawat
wajah
menghabiskan
berjuta-juta
rupiah.
Tidak
sedikit
yang
merogoh
koceknya
untuk
operasi
diluar
negeri
dengan
dokter
berkaliber
Internasional
dengan
harapan
bisa
tampil
menawan.
Namun
sebaliknya
tidak
banyak
orang
yang
mengadakan
perawatan
“Inner
beauty”nya
kecantikan
dari
dalam.
Jangankan
mau
membuang
uang
dan
pergi
ke
luar
negeri
untuk
mempercantik
jiwa,
memikirkannya
saja
tidak
sama
sekali.
Mereka
pikir
modal
utama
hanyalah
tampang
yang
dipikirnya
tidak
bisa
keriput
dan
amburadul!
Jangan
sampai
ditolak
di
sorga
gara-gara
Tuhan
“pangling”
tidak
mengenalnya.
Wajah
yang
diciptakan
yang
pernah
dikenalnya
tidak
dijumpainya
lagi!
Pemahaman
yang
akurat
perlu
disadari
bahwa
orang
yang
cantik
di
luar
belum
tentu
cantik
didalam
tetapi
orang
yang
cantik
didalam
pasti
cantik
diluar
sekalipun
wajahnya
penuh
guratan-guratan
kepahitan
hidup.
Amsal
sendiri
mengatakan
bahwa
kecantikan
adalah
sia-sia
(amsal
31:30).
Ayat
Ini
bukan
menyiratkan
bahwa
orang
tidak
boleh
merawat
wajahnya
melainkan
harus
lebih
memperhatikan
kecantikan
dari
dalam.
Kebanggaan
seorang
wanita
terlihat
bila
mendapat
pujian
cantik,
mukanya
mulus,
masih
terlihat
ABG
sekalipun
umurnya
sudah
kepala
lima.
Kecantikan
wajah
mudah
dipuji
oleh
orang-orang
disekitar
karena
kelihatan
mata
namun
pujian
dari
Allah
pandanganNya
tertuju
dari
dalam
bukan
dari
luar!
Biasanya
dokter-dokter
kecantikan
ternama
di
Indonesia
ini,
entah
dari
Semarang
atau
Jakarta
mungkin
juga
kota
lainnya
diserbu
oleh
banyak
pelanggan
yang
ingin
memermak
mukanya.
Tidak
peduli
orang
tua
yang
sudah
kepala
lima
atau
enam
antri
mendaftar
menunggu
permak
wajahnya
entah
mau
dipilling
atau
operasi
ganti
kulit
mungkin
juga
disuntik
cairan
khusus
meremajakan
kulit,
deretan
antrinya
tidak
pernah
pupus!
Nenek-nenek
yang
mau
jadi
remaja
tidak
takut
kulitnya
mengelupas
dua
bulan
penuh
dengan
penderitaan.
Mereka
pikir
menanggung
salib
demi
wajah
cantik,
rasa
sakit
perih
dan
merah
diwajah
tidak
dirasakannya.
Selalu
menghindar
matahari
ataupun
panasnya
kompor,
ibu-ibu
rela
tidak
menyentuh
panci
dan
wajan,
kebiasaan
memasaknya
dipensiunkan
demi
perawatan
wajahnya
agar
tampak
aduhai.
Para
pasien
kecantikan
memiliki
submission
ketaatan
yang
mutlak
kepada
perawat
wajahnya,
tidak
boleh
kena
sinar
matahari,
lulur
sebelum
tidur,
memakai
masker
dan
masih
segudang
nasehat
yang
sangat
diperhatikan
oleh
para
pasiennya.
Namun
sebaliknya
nasehat
seorang
hamba
Tuhan
untuk
kecantikan
rohaninya,
seperti
banyak
berdoa,
baca
Alkitab,
puasa,
hidup
sabar
dan
rendah
hati,
dicuekin
seakan-akan
tidak
ada
gunanya
sama
sekali.
Padahal
kalau
boleh
jujur
dalam
waktu
100
tahun
kulit
wajah
bisa
TOP
(tua
ompong
peot)
tetapi
dalam
waktu
bersamaan
bila
seseorang
mendadani
dirinya
dengan
kebenaran
ia
bertambah
cantik
dan
cemerlang
dari
dalam
dan
tidak
akan
pernah
keriput!
Seorang
sahabat
pernah
menjual
obat
semprot
yang
bisa
membuat
muda
dua
puluh
tahun.
Harganya
selangit
dalam
hitungan
puluhan
juta
sekali
semprot,
namun
ada
saja
orang
yang
pesan.
Ada
orang
umurnya
dua
puluh
tahun
tapi
wajahnya
sudah
lima
puluh
tahun
akibat
pigmen
yang
kurang
atau
apalah
namanya
rusak
dari
dalam.
Wajahnya
tidak
sinkron
dengan
umurnya!
Bagaimana
mungkin
bila
umur
sudah
enam
puluh
tahun
tetapi
wajah
10
tahun
lucu
bukan?
Kecantikan
dari
luar
memang
bisa
direkayasa
tetapi
jangan
coba-coba
kecantikan
dari
dalam
tidak
seorangpun
yang
akan
sanggup
mengkamuflasikannya!
Ibrani
5:12
mengatakan
:
“Sebab
sekalipun
kamu,
ditinjau
dari
sudut
waktu,
sudah
seharusnya
menjadi
pengajar,
kamu
masih
perlu
lagi
diajarkan
asas-asas
pokok
dari
pernyataan
Allah,
dan
kamu
masih
memerlukan
susu
bukan
makanan
keras.
Ayat
ini
menyiratkan
kecantikan
dari
dalam
tidak
sinkron
dengan
usianya,
sudah
lama
tapi
wajahnya
terlalu
kekanak-kanakan.
Umur
sudah
lima
puluh
tahun
tetapi
masih
seperti
bayi
saja.
Kelainan!
Aura
kehidupan
orang
percaya
bersumber
dari
kedalaman
jiwa
yang
tidak
mudah
pupus
oleh
pancaroba
kehidupan
ini
sebab
didalamnya
mengalir
aliran-aliran
kehidupan.
Sekalipun
matahari
menyengat
dan
berkompeten
mendatangkan
kanker
kulit
orang-orang
yang
hatinya
cantik
akan
tetap
bertahan
dalam
kemuliaan
Allah
dan
tidak
pernah
pudar
tapi
semakin
cemerlang!
Harus
dipahami
Allah
lebih
tertarik
membenahi
dari
dalam
terlebih
dahulu
baru
luarnya.
Beda
dengan
orang-orang
Farisi
yang
hanya
kulitnya
seperti
kuburan
sementara
dalamnya
hanya
tulang
belulang
dan
bau
lagi
(Mat
23:27)!
Manusia
modern
sekarang
paling
suka
untuk
ditipu!
Banyak
orang
hanya
tergila-gila
penampilan
luarnya,
nampaknya
alim,
sopan
santun,
ramah
padahal
copet
dan
rampok!
Ketika
Samuel
akan
memilih
Daud
menjadi
raja
ia
tertipu
dengan
pandangan
matanya
yang
mengagumi
hal-hal
yang
lahiriahnya.
1
Samuel
16:7
mengatakan
:
“Tetapi
berfirmanlah
TUHAN
kepada
Samuel:
"Janganlah
pandang
parasnya
atau
perawakan
yang
tinggi,
sebab
Aku
telah
menolaknya.
Bukan
yang
dilihat
manusia
yang
dilihat
Allah;
manusia
melihat
apa
yang
di
depan
mata,
tetapi
TUHAN
melihat
hati."
Kecantikan
dari
luar
bisa
dimanfaatkan
untuk
hal-hal
yang
mendukacitakan
Tuhan.
Jakarta
Under
cover
karya
Emka
menunjukkan
cewek-cewek
sasimi
atau
pengumbar
birahi
bukanlah
mreka
yang
memiliki
wajah
pas-pasaan
melainkan
wajahnya
wah.....
body
dan
wajahnya
bernilai
10
kalau
perlu
11,
bukan
mereka
yang
ESTE
(setengah
tua)
melainkan
masih
ting-ting
yang
sekali
pandang
tidak
ada
satupun
cowok
yang
lepas
dari
jeratannya.
Kalau
sudah
demikian
kecantikan
dari
dalam
sudah
merupakan
barang
langka
yang
diketemukan.
Kalaupun
ada
tempatnya
bukan
di
tempat
Club
malam
melainkan
dalam
rumah
Allah
yang
hidup!
Amsal
11:22
mengatakan
Seperti
anting-anting
emas
di
jungur
babi,
demikianlah
perempuan
cantik
yang
tidak
susila.
Rias
kecantikan
dari
dalam
Memang
harus
disadari
hati
yang
terkontaminasi
dengan
dosa
sejak
Adam
tidak
bisa
dibersihkan
dengan
rinso
kebajikan
atau
sabun
kesalehan
manusia.
Kalau
saja
hati
yang
kotor
ini
bisa
dicuci
dengan
amal
kesalehan
maka
hanya
orang-orang
kaya
yang
memiliki
hati
yang
bersih.
Kalau
dulu
ya
tetapi
di
jaman
egois
ini
orang
semakin
kaya
semakin
pelit
dan
semakin
punya
kuasa
maka
juga
semakin
gila
hormat!
Rasa
hausnya
untuk
makan
orang
lain
bersumber
dari
kotornya
hati
dan
menimbun
sampah
dijiwa
akibatnya
apa
yang
dipikirkannya
selalu
jahat.
Rias
dari
dalam
tidak
bisa
dilakukan
oleh
siapapun
kecuali
dari
Roh
Allah!
Setidaknya
ada
yang
membersihkan
kita
dari
dalam
yakni
Firman
Allah
(Yoh
15:3),
dikuduskan
oleh
Roh
Allah
(1Petr
1:2),
dan
disucikan
oleh
Bapa
(Yoh
10:36).
Trinitas
hadir
dalam
hati
dan
memermak
habis
supaya
kecantikannya
dapat
diandalkan
oleh
siapapun
juga
baik
dipemandangan
manusia
maupun
pemandangan
Allah.
Kecantikan
dari
dalam
terjadi
bila
seseorang
membiarkan
dirinya
dibersihkan
dan
terus
menjaganya
dalam
hadirat
Allah.
Hampir
tidak
ada
artinya
bila
seorang
sudah
bersih
tetapi
tidak
mau
menjaga
kebersihannya.
Sebaliknya
yang
terjadi
malah
lebih
kotor,
najis
dan
tidak
layak
bagi
Allah.
Yesus
sendiri
mengkisahkannya,
: “
Lalu
ia
berkata:
Aku
akan
kembali
ke
rumah
yang
telah
kutinggalkan
itu.
maka
pergilah
ia
dan
mendapati
rumah
itu
kosong,
bersih
tersapu
dan
rapih
teratur
Lalu
ia
keluar
dan
mengajak
tujuh
roh
lain
yang
lebih
jahat
dari
padanya
dan
mereka
masuk
dan
berdiam
di
situ.
Maka
akhirnya
keadaan
orang
itu
lebih
buruk
dari
pada
keadaannya
semula.
Demikian
juga
berlaku
atas
angkatan
yang
jahat
ini."
(Mat
12:44.45).
Ukuran
kecantikan
ini
tidak
bisa
dilihat
dari
apa
yang
dilakukannya.
Apa
yang
tampak
dari
luar
bisa
direkaya.
Perkataan
bisa
diubah
sehalus
mungkin,
mata
manusia
tidak
dapat
membedakan
tetapi
Tuhan
dan
iblis
mengerti
keadaan
hati
yang
kotor.
Tujuh
anak-anak
Imam
Yahudi
yang
mencoba-coba
melayani
dalam
keadaan
hati
yang
kotor
dan
tidak
jernih
dihadapan
Tuhan
dicabik-cabik
oleh
setan.
Lukas
telah
menceritakanya
secara
detil
!
Kisah
Rasul
19:14-15
mengatakan
:
“Mereka
yang
melakukan
hal
itu
ialah
tujuh
orang
anak
dari
seorang
imam
kepala
Yahudi
yang
bernama
Skewa.
Tetapi
roh
jahat
itu
menjawab:
"Yesus
aku
kenal,
dan
Paulus
aku
ketahui,
tetapi
kamu,
siapakah
kamu?"
Dan
orang
yang
dirasuk
roh
jahat
itu
menerpa
mereka
dan
menggagahi
mereka
semua
dan
mengalahkannya,
sehingga
mereka
lari
dari
rumah
orang
itu
dengan
telanjang
dan
luka-luka.
Hal
ini
menyiratkan
siapapun
yang
terlibat
dalam
pekerjaan
roh
harus
berhubungan
dengan
hukum
roh.
Dalam
hukum
rohani
tidak
ada
yang
membasuh
diri
seseorang
selain
dengan
darah
Yesus
yang
tidak
terkontaminasi
dengan
dosa.
Apa
yang
dari
daging
akan
menghasilkan
yang
menyangkut
daging
tetapi
apa
yang
dari
roh
akan
memproduksi
hal-hal
yang
bernuansa
roh!
Orang
tidak
mungkin
beres
dimata
Tuhan
dan
sesamanya
bila
ada
trouble
dari
dalam!
Ngomong
bohong
bila
hatinya
tidak
bersih
tingkah
polahnya
bisa
lurus.
Semua
tindakan
manusia
berangkat
dari
nurani
seseorang
seperti
kata
amsal
:
”Jagalah
hatimu
dengan
segala
kewaspadaan,
karena
dari
situlah
terpancar
kehidupan
(ams
4:23).
Bila
seseorang
mereka-rekakan
yang
lurus
tetapi
hatinya
bengkok
akan
tetap
menuju
jurang
maut
(Amsal
14:12)
Inner
Beauty
Tidak
banyak
orang
menyadari
bahwa
kehidupan
yang
sesungguhnya
dilihat
oleh
Allah
dari
dalam
hati
bukan
hanya
sekedar
kulitnya
saja.
AMS
24:12
Kalau
engkau
berkata:
"Sungguh,
kami
tidak
tahu
hal
itu!"
Apakah
Dia
yang
menguji
hati
tidak
tahu
yang
sebenarnya?
Apakah
Dia
yang
menjaga
jiwaMu
tidak
mengetahuinya,
dan
membalas
manusia
menurut
perbuatannya?
Ayat
ini
menyiratkan
bahwa
Tuhan
menguji
hati.
Tanpa
hati
yang
cantik
maka
ia
akan
mengalami
kesulitan
bila
berhadapan
dengan
hukumnya
Tuhan
sendiri!
Nilai
kehidupan
seseorang
dilihat
dari
kharakteristik
dan
suasana
hatinya!
Amsal
mengatakan
dengan
jelas
bahwa
AMS
27:19
Seperti
air
mencerminkan
wajah,
demikianlah
hati
manusia
mencerminkan
manusia
itu.
(Amsal
27:19).
Kristus
sebagai
mempelai
pria
akan
menjemput
mempelai
wanitanya
saat
mempelainya
sudah
selesai
mendadani
diri
Petrus
mengatakan
dengan
jelas
bahwa
Perhiasanmu
janganlah
secara
lahiriah,
yaitu
dengan
mengepang-ngepang
rambut,
memakai
perhiasan
emas
atau
dengan
mengenakan
pakaian
yang
indah-indah,
tetapi
perhiasanmu
ialah
manusia
batiniah
yang
tersembunyi
dengan
perhiasan
yang
tidak
binasa
yang
berasal
dari
roh
yang
lemah
lembut
dan
tenteram,
yang
sangat
berharga
di
mata
Allah
( 1
Pet
3:3,4).
Dibutuhkan
perawatan
khusus
dalam
menata
kecantikan
dari
dalam
“inner
beauty
lebih
dari
sekedar
wajah
yang
gampang
luntur!
Sebagaimana
seorang
wanita
memiliki
alat-alat
make
up
demikian
seharusnya
anak-anak
Tuhan
memiliki
alat-alat
make
up
untuk
jiwanya.
Banyak
orang
tahu
menggunakan
listik
dan
assesoris
alat
kecantikan
yang
lain
tetapi
tidak
bisa
menggunakan
perias
jiwa.
Doa
dan
kebenaran
merupakan
alat-alat
cerminan
jiwa
yang
berkompeten
untuk
menambah
kecantikan
diri
dari
dalam!
Biasanya
bila
seseorang
ke
dokter
untuk
mempercantik
wajah
muka
maka
yang
didapati
awal
bahwa
kulitnya
mengelupas
dan
panas.
Untuk
berganti
dengan
kulit
yang
baru
orang
harus
rela
menyangkal
diri
berpantang
banyak
hal
sesuai
anjuran
dokter
kecantikan.
Demikian
juga
seorang
yang
mau
cantik
dari
dalam
ia
bukan
saja
berpantang
untuk
melakukan
hal-hal
yang
merusak
jiwa
tetapi
harus
bertindak
dan
melakukan
kebenaran
agar
perbuatan
cantik
diluar
dapat
menghias
kecantikan
dari
dalam.
Aura
seseorang
yang
cantik
dari
dalam
maka
sekelilingnya
akan
mengalami
damai
sejahtera.
Kehadirannya
mendatangkan
keteduhan
bukan
ketakutan.
Bila
dia
seorang
big
bos
maka
karyawannya
akan
terasa
tenang
dan
teduh
duduk
disampingnya.
Kalau
ia
seorang
suami
maka
sang
istri
akan
menikmati
kehadirannya
dengan
senyuman
dan
pelukan
yang
mesra.
Demikian
juga
bila
itu
dimiliki
oleh
orang
tua
maka
anak-anak
menantikan
kehadiran
orang
tua
mereka
selalu
berada
disamping
mereka
bukan
merasakan
ketakutan!
Kecantikan
dari
dalam
bisa
diukur
dengan
perbuatan
yang
dapat
dinikmati
oleh
orang
lain.
Seberapa
ia
memberkati
orang
atau
menghibur
dan
melayani
sesama
tanpa
pamrih
itulah
tolok
ukurnya.
Mungkin
juga
seberapa
banyak
kerendahan
hati,
kesabaran
dan
jam-jam
doanya
yang
tidak
pernah
pupus
ditengah
jalan
akan
membuat
nilai
tersendiri
bagi
mereka
yang
memiliki
Inner
beauty!
(Nantikan
artikel
selanjutnya!) |