|
Orang
Indonesia
ini
sebenarnya
bukan
berasal
dari
generasi
bar-bar,
sadis
dan
memangsa
sesamanya
melainkan
berasal
dari
species
ciptaan
Allah
yang
paling
mulia,
agung,
perkasa
dan
penuh
kehormatan!
Namun
seiring
waktu
berjalan,
tahun
berganti
tahun
dan
abad
silih
berganti
realitas
di
depan
mata
tampak
mengerikan.
Berita
di
seputar
Indonesia
yang
dari
kabar-kabari
dan
sudah
di
cek
and
ricek
yang
setajam
silet
itu
nuansa
kejahatan
memiliki
volume
yang
semakin
fluktuatif
meroket
ke
langit
melebihi
kecepatan
QuickCount
menghitung
angka-angka
pemilu
Presiden
atau
gubernur!
Bagaimana
tidak?
sederetan
kejahatan
yang
tidak
dilakukan
bangsa
lain
dilakukan
di
negeri
ini,
mutilasi
yang
sering
kali
terjadi
membuat
mata
kita
terpana,
sadistis
yang
mengerikan
tanpa
cepat
terdeteksi
oleh
FBI
Indonesia.
Tidak
heran
peristiwa
multilasi
berulang
kali
terjadi,
walau
beberapanya
terungkap
tidak
tidak
membuat
jera
orang-orang
yang
kalap
oleh
dendam
kesumat!
Ibu
yang
meracuni
ke
empat
anaknya
dalam
satu
ranjang
dan
terkapar
bersama,maka
sang
ibu
turut
menyusul
sehidup
semati
dengan
anak-anak
kandungnya.
Inipun
masih
banyak
cerita
ibu
kandung
menganiaya
anak
sendiri
atau
bapak
membunuh
anak
atau
sebaliknya,
naluri
hasrat
kemanusiaannya
sudah
tumpul,
kasih
sudah
hilang
tak
berbekas
entah
pergi
kemana
rimbanya.
Kalau
mau
mencatatkan
sebuah
karya
besar
yang
tidak
dilakukan
oleh
bangsa
lain
dalam
Guines
book
of
record
maka
Indonesia
memiliki
ranking
pertama
dalam
kejahatan.
Bagaimana
tidak,
lha
wong
membunuh
orang
bisa
dengan
senyuman,
lebih
banyak
korban
maka
konsep
pahala
sorganya
semakin
banyak.
Model
kepercayaan
Negara
mana
ini?
Wah
gila……
mau
jadi
apa
sorga
nanti
kalau
di
huni
oleh
tipe
orang
yang
model-model
seperti
ini,
sudah
pasti
itu
bukan
sorga
original
mungkin
sorga
bajakan
kayak
negeri
yang
penuh
hasil
karya
bajakan
ini!
Di
bulan
Ramadhan
saya
berkeliling
Mesir,
Palestina,
Yordan,
Abudhabi
dan
Jerusalem.
Negeri-negeri
ini
mayoritas
penduduknya
muslim.
Namun
mereka
santun,
melayani
kita
yang
bersantap
siang
dan
dengan
senyuman
manis
ketika
ditanya
apakah
anda
puasa?
Ya,
saya
puasa?
Ketika
naik
Gunung
Sinai
di
Mesir,
suku
beduin
yang
mengantar
unta
dengan
berjalan
kaki
itu
mereka
orang-orang
berpuasa
tetapi
sepanjang
jalan
melantunkan
sebuah
pujian
dengan
bahasanya
entah
sedang
memuji
Allahnya
atau
sedang
menyanyikan
lagu
cinta
modelnya
Indonesia
kamu
ketahuan
pacaran
lagi,
entahlah…
tapi
tidak
ada
tanda-tanda
garang
di
dalam
diri
mereka!
Sementara
di
Israel
kebetulan
jatuh
pada
hari
raya
Yom
Kippur,
yakni
hari
dimana
seluruh
bangsa
Israel
berpuasa,
berdoa
dan
menyembah
Allah.
Hampir
pada
hari
itu
tidak
ada
orang
Israel
yang
keluar
rumah.
Mobil-mobil
berhenti,
kendaraan
tidak
boleh
jalan
di
seluruh
wilayah
Israel.
Orang
Jahudi
asli
berdiam
diri
di
rumah
berdoa
dan
berpuasa.
Mereka
tidak
jalan-jalan
dan
tidak
pusing
melihat
orang
mau
makan
atau
nungging
sekalipun,masa
bodoh
yang
penting
mereka
melakukan
doa
dan
puasa
secara
serius.
Sepulang
dari
perjalanan
itu
seorang
sahabat
bercerita
ada
orang
puasa
yang
mukulin
penjual
nasi
sementara
nasinya
ditunggang
balikkan.
Hampir-hampir
saya
tidak
percaya,
kalau
memang
ada
dan
terjadi
betapa
bobrok
mentalitas
yang
ada.
Apakah
mungkin
para
ahli
spiritualnya
telah
memberikan
makanan
yang
salah
sehingga
tingkat
keliaran
umat
begitu
sadis?
Coba
renungkan
betapa
orang
berpuasa
itu
kan
ujiannya
kalau
ada
makanan?
Kalau
tidak
ada
makanan
pelacur
paling
najis
dan
sederetan
germonya
yang
otaknya
hanya
memanfaatkan
tubuh
wanita
koleksinya
bisa
melakukan
dengan
penuh
kesuksesan!
Apakah
koleksi
kata-kata
santun
dan
kamus
perbuatan
baik
telah
hilang?
Saya
melihat
spanduk
besar
di
jalan
sumur
batu
sunter
dengan
kalimat,
orang
yang
makan
di
muka
umum
di
bulan
Ramadhan
tidak
punya
otak!
Hati
ini
tertunduk
betapa
telah
hilang
ramah
tamah
dan
senyuman
manis
di
negeri
ini.
Yang
ada
hidup
seolah-olah
hanya
melakukan
agamanya
sendiri
tanpa
melihat
orang
lain.
Bagimana
kalau
melihat
ibunya
hamil,
atau
kaka
perempuan
mereka
yang
sedang
mendapat
tamu
bulanannya
yang
tidak
puasa,
kemudian
makan?
apakah
mereka
juga
tidak
pundya
otak?
jernihlah
berpikir!
Tuhan
model
apakah
yang
memberi
pahala
mereka
yang
berpuasa
tapi
niatnya
menghajar
orang
gara-gara
jualan
nasi?
Bukankah
puasa
itu
akan
kuat
bila
melihat
godaan,
nasi?
Kalau
tidak
ada
makanan
maaf
brur
pelacur
atau
germo
yang
paling
najis
bisa
melakukannya,
bahkan
anak
kecil
Taman
Kanak-Kanak,
juga
play
group
kalau
tidak
ada
makanan
mereka
puasa
akan
kuat
sekalipun
berontak.
Banyak
orang
puasa
rupanya
bukan
saja
perutnya
yang
berontak
tetapi
ia
juga
otak
dan
tingkah
lakunya
berotak.
Lihatlah
melalui
kebenaran,
kitab
suci
mana
yang
memerintahkan
menghajar
atau
membunuh
orang
lain
demi
sebuah
ajaran
supaya
falid?
Berhasil
dan
berkenan
dihadapan
Tuhan.
Sekali
lagi
Tuhan
model
apakah
Dia
yang
merestui
penganiayaan
demi
sebuah
puasa?
Dia
bukan
Tuhan
melainkan
setan!
Kalau
memang
anggap
saja
itu
benar
dan
berkenan,
lulus
puasa
sampai
di
hari
kemenangan?
Apakah
benar-benar
dikatakan
kemenangan,
sedangkan
puasanya
saja
menganiaya
orang?
Mengadakan
sweeping
tidak
mau
melihat
tempat
hiburan
dan
pelacuran?
Apakah
sesudah
hari
kemenangan
mereka
boleh
kehiburan
atau
tempat
pelacuran?
Renungkan
dengan
kejernihan.
Mungkin
apa
yang
terbesit
di
dalam
otaknya
iblis
sudah
dilakukan
oleh
orang
Indonesia
sebab
bukan
menjadi
rahasia
umum
lagi
bahwa
banyak
kejahatan
yang
sudah
di
lakukan
oleh
penduduk
tanah
yang
loh
jinawi,
tongkat
dan
batu
jadi
tanaman
ini!
buktinya,
tidak
akan
pernah
sehari
ada
berita
yang
baik-baik
tetapi
kejahatan
demi
kejahatan
antri
menunggu
berita
di
atas
kertas
untuk
di
cetak
dan
dipertontonkan
kalayak
ramai.
Media
digital,
elektronik
dan
cetak
jauh
lebih
bangga
dan
meraup
keuntungan
bila
yang
diberitakan
adalah
berita
paling
sadis,
malapetaka
yang
memakan
banyak
korban.
Namun
herannya
juga
para
pembaca
doyan
hal-hal
seperti
itu?
Jadi
dengan
kata
lain
banyak
mas
media
di
negeri
ini
tidak
memberi-takan
kabar
yang
baik
tetapi
memberi-tahi
kabar
yang
buruk!
Ini
realitas
di
negeri
ini.
Setiap
TV
on
yang
ada
berita-berita
yang
membuat
hati
ini
kecut
dan
tawar,
tidak
adakah
hal-hal
yang
baik
dan
spektakuler
yang
mendominasi
negeri
ini
sehingga
keterpurukan
semakin
sembuh.
Jika
melihat
infotaiment
orang-orang
cantik
dan
ganteng-ganteng
dengan
embel-embel
selebritis
itu
adanya
kawin
cerai,
selingkuh
dan
berakhir
di
sidang
pengadilan.
Kalau
ada
perkawinan
iblis
di
dunia
roh
mungkin
infotaimentnya
tidak
sebanyak
perceraian
di
Indonesia
kali..
ah
masak
sih?
Tapi
nggak
bisa
disangkal
juga
jangankan
kelas
selebritis,
lha
wong
sekarang
banyak
orang
miskin
dan
kaya
yang
namanya
laki-laki
yang
tak
pernah
lelah
mencari
wanita…
Sementara
wanitanya
juga
tidak
mau
kalau
dalam
tingkat
perselingkuhannya!
Tingkah
laku
para
pria
sekarang
memang
persis
kucing
garong
yang
kamu
ketahuan
pacaran
lagi
…..
ada
saja
lagu-lagu
yang
menyemangati
untuk
selingkuh
dan
aneka
assesorinya.
Lagu-lagu
yang
biasanya
agak
minor
cepat
naik
daun,
ingatkah
lagu
sepia….
Wah
booming
karena
memang
atmosfer
di
bumi
ini
sedang
trend
seperti
lagunya.
Rupanya
alam
roh
memberi
wangsit
apa
yang
sedang
terjadi.
Tapi
syukurlah
akhir-akhir
ini
sebercik
harapan
mulai
muncul
lagu-lagu
yang
bernuansa
agamawi.
Mudah-mudahan….
Kayak
gitu…
apa
karena
orang
sudah
bosan
ya?
Memang
tidak
bisa
di
sangkal
hal-hal
terbaik
di
dalam
diri
orang
Indonesia,
sinyalnya
mulai
pudar
oleh
aneka
tontonan
dan
realitas
disekitarnya.
Bila
didapati
orang
itu
berada
dalam
atmosfer
korupsi
maka
cepat
atau
lambat
orang
tersebut
akan
korupsi
juga!
Di
Indonesia
ini
bukan
saja
something
is
wrong
but
something
is
rotten
bukan
hanya
ada
sesuatu
yang
salah
di
bumi
ini
tetapi
ada
sesuatu
yang
busuk,
ibarat
ada
satu
nila
setitik
dalam
susu
sebelanga!
Nah
bila
nila
setitik
itu
disingkirkan
maka
susu
tidak
akan
terkontaminasi!
Lihat
tontonan-tontonan
sekarang,
yang
ada
pembunuhan
atau
cinta
picisan
yang
membuat
gampang
cengeng
atau
sinetron
yang
durasi
kejahatan,
ketidak
adilan,
penganiayaan,
pelecehan,
kekejamana
dan
masih
sederetan
panjang
dan
terus
berjalan
yang
diakhiri
hitungan
detik
dengan
happy
ending,
kejahatannya
kayaknya
tidak
setimpal
dengan
happy
endingnya!
Kalau
orang
menyaksikan
kejahatannya
memang
mereka
akan
menantikan
hukuman
model
apa
ya?
Maka
ia
rela
duduk
berjam-jam
melihat
durasi
sinetron
yang
di
ulur-ulur
demi
sebuah
iklan.
Nah
itulah
kehidupan
di
negeri
ini
Ibarat
sebuah
buku
kejahatannya
99
lembar
dan
kebaikannya
baru
kelihatan
1
lembar
di
belakang
dan
itupun
selesai.
Sebagai
kebalikannya
kalau
Yesus
mengatakan
satu
domba
yang
hilang
di
cari
di
antara
Sembilan
puluh
Sembilan
tetapi
disini
yang
tersesat
malah
99
Cuma
satu
yang
tertinggal.
Data
kejahatan
sekarang
bukan
hitungan
dengan
deret
angka
tetapi
deret
ukur,
bukan
lagi
satu
dua
melainkan
satu
lima
sepuluh
dan
kelipatannya.
Orang
tidak
lagi
heran
mendengar
perkosaan,
pembunuhan
dan
aneka
ragam
pernik-pernik
kejahatan.
Acara
Buser,
Kriminal
dan
berita-berita
yang
bernuansa
kejahatan
memiliki
ranking
tetap.
Penulis
pernah
mewancarai
pembaca
berita
di
sebuah
TV
Swasta
dengan
pertanyaan
:
berita
apa
yang
membuat
anda
sangat
bersemangat?
Ia
menjawab
sederhana,
berita
bencana
alam
yang
menakutkan,
bom
atau
kejahatan
yang
tidak
terpikir
oleh
orang
sebab
itu
konsumsi
yang
di
gemari
masyarakat
dan
pasti
banyak
penontonnya!
Edan,
jaman
sekarang
memang
memang
edan
kalau
tidak
edan
nggak
kebagian
sebab
rasanya
semua
sudah
diselimuti
kejahatan,
mungkinkah
kita
juga
harus
melakukan
kejahatan
dan
ketidak
adilan?
Tunggu
dulu,
Orang
benar
harus
berada
dalam
posisi
yang
radikal
untuk
kebenaran
bukan
radikal
untuk
agama
sebab
agama
sendiri
sekarang
sudah
mulai
jahat.
Banyak
orang
frustasi
melihat
tingkah
polah
seorang
ahli-ahli
spiritual
yang
merasa
tidak
berdosa
ketika
membunuh
orang
atau
bangga
bisa
menganiaya
orang
lain.
Mari
kita
simak
secara
perlahan
kebenaran
ini.
Agama
sudah
kehilangan
arah
Ketika
Yesus
berpuasa,
godaan
yang
paling
awal
adanya
makanan
yang
di
sodorkan
di
saat
perut
keroncongan.
Jika
Yesus
mentalnya
orang
Indonesia
(beberapa
glintir
saja)
maka
Yesus
akan
menghajar
habis-habisan
iblis.
Namun
hal
itu
tidak
dilakukan,
Yesus
dengan
santun
menolaknya
sekalipun
bisa
melakukannya.
Jangankan
batu
itu
menjadi
roti
gunung
di
mana
Yesus
di
cobai
bisa
di
ubah
menjadi
supermarket
roti!
(Matius
4:1-11)
Penulis
melewati
sebuah
jembatan
di
sunter
sumur
batu,
pada
waktu
itu
puasa
dan
melihat
sebuah
spanduk
besar
dengan
tulisan
:
“Orang
yang
makan
di
muka
umum
pada
waktu
Ramadhan
adalah
tidak
punya
otak”
Apakah
ini
kata-kata
bijak
atau
sebuah
emosi
agar
puasanya
langgeng
dan
rapi
tanpa
godaan?
Sah-sah
saja
melarang
orang
makan
di
depan
umum
tapi
dengan
kata-kata
yang
sopan
dan
enak
di
baca,
adakah
itu
ciri
mentalitas
yang
tersembunyi
di
kalangan
penduduk
ini?
Tentu
sample
yang
di
sodorkan
penulis
ini
sangat
minim,
dan
tidak
bisa
menjadi
acuan
walau
realitasnya
ada!
Pada
bulan
ramadhan
yang
lalu
saya
berjalan-jalan
di
daerah
Timur
tengah,
Palestina,
Abudhabi,
Mesir
dll.
Bulan
Ramadhan
rasanya
biasa
saja,
kita
makan
di
hadapan
mereka
yang
puasa
mereka
orang
Arab
Asli
melayani
kita
dengan
baik
lho?
Kenapa
Indonesia
aneh
sendiri
ya?
Apa
dosanya
negeri
ini
menciptakan
orang-orang
yang
garang
dan
tidak
terkendali
bak
setan
yang
sedang
kesetanan!
Orang
harus
kembali
ke
kitab
sucinya
masing-masing,
tentu
kitab
suci
agama
yang
benar
akan
mengajarkan
untuk
melakukan
hal
terbaik
bukan
saja
untuk
diri
sendiri
tetapi
juga
untuk
sesame!
Kalau
tidak
perlu
di
ragukan,
bila
ada
kitab
suci
yang
mengajarkan
menganiaya
orang
pada
waktu
mengadakan
ibadah
itu
berarti
berasal
bukan
dari
Tuhan
yang
benar!
Kalau
orang
tidak
berada
dalam
sebuah
ibadah
dan
kemudian
menganiaya
orang
itu
wajar
iblis
juga
menyadarinya
tetapi
pada
saat
pas
melakukan
ibadah,
tahan
sabar,
emosi
e…e…
malah
mukulin
orang
iblispun
bukan
saja
tepuk
tangan
maka
ia
akan
geleng
kepala
…..
yang
begini
belum
pernah
aku
lihat…..
“katanya
dalam
hati”
Para
tokoh
agama
apapun
dan
dimanapun
di
negeri
harus
kembali
menyimak
ulang
ajaran
model
apa
yang
telah
di
tanamkan
di
dalam
diri
mereka.
Realitasnya
umatNya
tidak
menjadi
santun
dan
saling
mengasihi
tetapi
lebih
condong
meremehkan
dan
merendahkan
agama
lain.
Bukan
itu
saja
pelajaran
bom
yang
meledak
dan
para
pelakunya
merasa
tidak
bersalah
dan
tidak
memerlukan
grasi
karena
memang
mereka
siap
mati
dan
sorga
menantinya.
Sorga
model
apakah
yang
di
huni
para
mantan
pembunuh
ratusan
orang?
Para
tokoh
agama
sendiri
harus
santun
tidak
boleh
ada
ambisi
untuk
menghancurkan
negeri
ini
dengan
intrik-intrik
yang
berangkat
dari
agama
dan
kepentingan
orang
banyak,
padahal
ambisi
setan
yang
sedang
di
ekploitasi
dalam
dirinya.
Tingkat
kejahatan
yang
meroket
Mungkin
kita
perlu
merenung
juga
bahwa
bumi
ini
merekam
tingkat
kejahatan
orang-orang
yang
tinggal
di
atasnya.
Jumlahnya
sudah
di
ambang
batas
sehingga
menimbulkan
berbagai
macam
bencana
(baca
artikel
hutang
darah).
Kejahatan
mutilasi
yang
sering
kali
terdengar
sangat
membuat
geleng
kepala.
Orang
bisa
sadis
bagaikan
memotong
ayam
tanpa
perasaan
maka
orang
di
potong-potong
demi
luapan
dendam
dan
unjuk
perasaan
serta
harga
diri
dan
juga
tentu
demi
keamanan
supaya
tidak
terlacak.
Sadarkah
roh
orang
yang
dibunuhnya
tidak
pernah
mati
dan
akan
terus
menuntut
balas?
Anak
membunuh
bapaknya
atau
sebaliknya
bapak
membantai
anaknya.
Seorang
ibu
meracuni
anak-anaknya
dan
dirinya
sendiri
sudah
merupakan
kabar
usang
yang
kita
dengar
tapi
itu
masih
sering
terjadi.
Belum
lagi
kejahatan
seorang
majikan
yang
menggosok
muka
pembantunya
dengan
setrika
panas
dan
penganiayaan
yang
keji
tanpa
memberi
makan
bukan
saja
terjadi
di
Arab
sana
tapi
disini
tidak
kalah
sadisnya.
Iblis
memang
mungkin
belajar
kejahatan
dari
negeri
yang
semrawut
ini
atau
setidaknya
ia
geleng
kepala!
Ini
juga
belum
bicara
korupsi
di
negeri
ini?
siapa
bilang
negeri
ini
sekarang
bebas
korupsi
gara-gara
KPK?
Wualahhhhh
mak…..
Jaman
Pak
Karno
orang
korupsi
di
bawah
meja….
Jaman
Pak
Harto
orang
korupsi
di
atas
meja
tapi
jaman
reformasi
mejanya
sekalian
yang
di
korupsi.
Mudah-mudahan
jaman
bersama
kita
bisa
ini
sudah
reda
kembali
mejanya
tapi
rumah
di
mana
meja
itu
diletakkan
jangan-jangan
sudah
di
jual
kepada
orang
asing?
Orang
Indonesia
perlu
menyadari
bahwa
kita
telah
berubah
tidak
menjadi
baik
tetapi
menjadi
buruk!
Tidak
ada
cara
lain
selain
kita
harus
belajar
lebih
santun
dan
hormat
terhadap
kebenaran
dan
mempraktekkan
kebenaran
itu
dalam
tingkah
laku
dan
perbuatan
kita
setiap
hari!
Bumi
ini
mencatat
apa
yang
dilakukan
orang
yang
ada
diatasnya!
Mengapa
negeri-negeri
lain
cepat
dapat
menyelesaikan
krisis
multidimensinya
sementara
kita
berlarut-larut
dan
titik
temunya
tidak
pernah
bertemu?
kita
tidak
kekurangan
orang-orang
pintar
atau
pakar-pakar
politik?
Tetapi
kita
juga
tidak
kurang
orang-orang
yang
penuh
ambisi
nafsu
besar
tetapi
tenaga
kurang!
Kutukan
Ketika
bumi
melihat
Adam
memberontak
Tuhan
maka
bumi
ikut
sedih
dan
sesuai
yang
terjadi
maka
Tuhan
menjatuhkan
kutuk
atasnya
(Kej
3:17).
Ketika
Kain
membunuh
adiknya
habil
maka
Tuhan
langsung
mengeluarkan
kutukan
terhadap
Kain
(
Kej
4:11).
Orang
yang
melakukan
kejahatan
secara
otomatis
ia
mendekati
takdir
kutukan
Allah!
Lihat
saja
Anak
bungsu
Nuh
yang
tidak
sopan
kepada
ayahnya
langsung
menerima
vonis
kutuk!
Kejadian
9:24-25
Setelah
Nuh
sadar
dari
mabuknya
dan
mendengar
apa
yang
dilakukan
anak
bungsunya
kepadanya,
berkatalah
ia:
"Terkutuklah
Kanaan,
hendaklah
ia
menjadi
hamba
yang
paling
hina
bagi
saudara-saudaranya."
Namun
setiap
kutuk
yang
disampaikan
alkitab
untuk
orang-orang
yang
melawan
Tuhan
atau
melakukan
kejahatan
terhadap
sesamanya
bukanlah
kartu
mati
yang
tidak
bisa
di
ubah!
Orang
yang
mau
sungguh-sungguh
berusaha
mematahkan
kutuk
itu
dibutuhkan
sebuah
kesungguhan,
Kejadian
27:40
mengatakan:
“
Engkau
akan
hidup
dari
pedangmu
dan
engkau
akan
menjadi
hamba
adikmu.
Tetapi
akan
terjadi
kelak
apabila
engkau
berusaha
sungguh-sungguh,
maka
engkau
akan
melemparkan
kuk
itu
dari
tengkukmu."
Usaha
ini
bukan
usaha
dengan
kekuatan
sendiri
melainkan
usaha
berbalik
mencari
Tuhan
dengan
serius!
Hosea
6:3
Marilah
kita
mengenal
dan
berusaha
sungguh-sungguh
mengenal
TUHAN;
Ia
pasti
muncul
seperti
fajar,
Ia
akan
datang
kepada
kita
seperti
hujan,
seperti
hujan
pada
akhir
musim
yang
mengairi
bumi."
Namun
realitas
sekarang
orang
tidak
mau
mencari
Tuhan
dengan
serius
melainkan
mencari
sekedar
kebutuhan
perut
yang
esok
hari
di
buang
keladam
jamban!
Yesus
memerintahkan
untuk
kita
bekerja
untuk
hal-hal
yang
kekal.
Yohanes
6:27
mengatakan
: “
Bekerjalah,
bukan
untuk
makanan
yang
akan
dapat
binasa
melainkan
untuk
makanan
yang
bertahan
sampai
kepada
hidup
yang
kekal,
yang
akan
diberikan
Anak
Manusia
kepadamu;
sebab
Dialah
yang
disahkan
oleh
Bapa,
Allah,
dengan
meteraiNya."
Kalau
saja
iblis
bisa
mengubah
kutuk
yang
pernah
ia
terima
dengan
bekerja
keras
maka
mungkin
iblissekarang
sudah
tidak
terkutuk
lagi.
Namun
pemulihan
itu
bisa
terjadi
didalam
diri
manusia
bukan
di
dalam
diri
iblis.
Iblis
tahu
itu
maka
ia
geleng
kepada
manusia
Indonesia
yang
masih
mendapat
kesempatan
untuk
dipulihkan
lebih
banyak
malasnya,
bukan
saja
malas
tapi
jahat
lagi!
Iblis
memang
tahu
tetapi
Ia
bukan
maha
tahu!
Ketika
melihat
intrik
dan
politik
yang
semrawut
iblis
turun
ikut
andil
di
dalamnya.
Namun
apa
yang
baru
ada
di
otaknya
untuk
memberi
wangsit
maka
orang
Indonesia
jauh
lebih
cepat
melakukannya!
Para
tokoh-tokoh
spiritual
yang
radikal
sering
kali
memaksakan
kehendak
seolah-olah
abcnya
kehidupan
ini
melulu
agama
bahkan
kalau
perlu
semua
diatur
melalui
ayat-ayat
sucinya!
iblis
tahu
itu
ia
akan
ikut
andil
didalamnya,
belum
saja
ia
selesai
berpikir
cara
apa
yang
harus
dilakukan
orang
indonesia
jauh
lebih
cepat
menggunakan
agamanya
untuk
merusak
orang
lain!
Kalau
dicatat
di
dunia
ini
gereja
yang
paling
banyak
dibakar,
pendeta
yang
dianiaya,anak-anak
Tuhan
yang
dibantai
(baca
kasus
Ambon)
ranking
dunia
ini,
Indonesia
menempati
TOP
ONE
!
Kita
yang
tinggal
di
bumi
tercinta
ini
apakah
harus
diam?
melihat
tingkah
polah
tidak
sopan
dan
naluri
tumpul
berkepanjangan?
ataukah
kita
ikut
andil
di
dalamnya!
Pekerjaan
iblis
harus
dipatahkan
didalam
diri
seseorang!
Karena
peperangan
kita
bukan
melainkan
tubuh
dan
darah
melainkan
oleh
kuasa
(
Efe
5:12)
Kalau
kita
mau
berjuang
memperbaiki
negeri
ini
maka
yang
pasti
kita
harus
memperbaiki
diri
kita
sendiri!
Jangan
tengok
orang
lain
tataplah
diri
sendiri!
Yesus
memberi
nasehat
terbaik
di
jaman
yang
edan
ini,
“Barang
siapa
yang
yang
berbuat
jahat,
biarlah
ia
terus
berbuat
jahat;
barangsiapa
yang
cemar,
biarlah
ia
terus
cemar;
dan
barangsiapa
yang
benar,
biarlah
ia
terus
berbuat
kebenaran;
barangsiapa
yang
kudus,
biarlah
ia
terus
menguduskan
dirinya!.
(Wah
22:11).
Dunia
yang
jahat
akan
semakin
jahat
dan
Tuhan
memberi
kesempatan
terus
berbuatlah
jahat
sampai
hitungannya
genap
dan
hukuman
itu
tiba!
Namun
orang
yang
benar
maka
Tuhan
ingin
kita
terus
berbuat
kebenaran.
Dengan
melakukan
kebenaran
maka
jalur
kuasa
Allah
akan
bergerak
di
dalam
diri
kita!
Namun
sebaliknya
kalau
seseorang
melakukan
kejahatan
maka
seluruh
kekuatan
kuasa
jahat
itu
akan
ikut
turun
dan
mendukung
perbuatannya
baik
apa
yang
dipikirkan!
Sebuah
filasafat
kehidupan
pernah
mengatakan
bahwa
bila
engkau
berpikir
jahat
maka
iblis
akan
membuat
gudang
di
kepalamu
namun
kalau
kau
bertindak
jahat
maka
iblis
akan
segera
beranak
pinak
di
dalam
dirimu!
Kalau
demikian
dosa
itu
semakin
bertambah-tambah
bukan
saja
beranak
tetapi
juga
bercucu!
kalau
sesorang
beternak
ayam
bisa
menghasilkan
duit,
namun
kalau
seseorang
beternak
setan
di
dalam
hidupnya
maka
kejahatan
itu
akan
mengalir
bagaikan
aliran
air.
Anak-anak
Tuhan
harus
menyediakan
bendungan
supaya
aliran
air
itu
bisa
disetop
dan
di
lokalisasi
ditempat
kejahatan.
Jika
tidak
demikian
maka
jangan
heran
dilingkungan
anak
Tuhan
akan
ada
kejahatan
dan
bukan
menjadi
rahasia
umum
bahwa
iblis
lebih
giat
bekerja
di
dalam
gereja
daripada
di
nigh
club
dan
tempat-tempat
kenajisan!
Ilbis
tahu
ketika
Yesus
mau
mengusirnya
maka
iblis
minta
supaya
masuk
di
dalam
babi-babi
(Mat
8:32).
Mengapa
harus
babi
bukan
kucing,
sapi
atau
domba-domba?
bukankah
pengembala
domba
jauh
lebih
banyak
daripada
pengembala
babi?
Dimata
orang
Israel
babi
adalah
binatang
haram,
jadi
memang
iblis
menyukai
yang
haram-haram,
dan
kalau
mau
menghitung
yang
haram
di
Indonesia
ini
jumlahnya
mungkin
tidak
lagi
terhitung!
Tidak
perlu
dihitung
setiap
melek
mata
saja
maka
berita-berita
di
Indosia
ini
menyajikannya
dengan
paket
yang
enak
dinikmati.
Iblis
harus
dibuat
tidak
berkutik
ketika
setiap
orang
menyerahkan
seluruh
anggota
tubuhnya
untuk
tidak
dipakai.
Kejahatan
itu
terjadi
bila
orang
memiliki
kesempatan,
Paulus
menyatakan
jangan
memberi
kesempatan
kepada
iblis
(Efe
4:27),
Yesus
dengan
tegas
memperingatkan
setiap
orang
bahwa
:
"Jagalah
dirimu,
supaya
hatimu
jangan
sarat
oleh
pesta
pora
dan
kemabukan
serta
kepentingan-kepentingan
duniawi
dan
supaya
hari
Tuhan
jangan
dengan
tiba-tiba
jatuh
ke
atas
dirimu
seperti
suatu
jerat.
(Luk
21:34).
Banyak
orang
sekarang
terjerat
untuk
melakukan
sebuah
kejahatan!
sebab
tidak
dapat
menjaga
hatinya
dan
orang
Indonesia
ini
banyak
yang
tidak
punya
hati
yang
penting
bagaimana
dirinya
bisa
hidup
tidak
peduli
yang
lain
menjadi
bangkai
dan
mati
mengenaskan.
Negeri
memang
apakah
memang
benar
iblis
telah
belajar
jahat
dari
orang
Indonesia
ini?
mari
kita
merenung
dengan
mata
tertuju
kepada
Allah,
mudah-mudahan
jangan!
(Nantikan
artikel
selanjutnya!) |