Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
 
 

PDF

Cetak

E-mail


PESONA JIWA diulas secara sederhana, lugas dan tuntas
oleh penulis Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th.
untuk mempesona jiwa Anda agar bertumbuh dan disegarkan.
Artikel ini diadopsi dari
www.holyspiritministry.info dan seijin beliau
untuk menjadi berkat bagi pembaca sekalian
 

Iblis belajar jahat dari Indonesia?

 

Orang Indonesia ini sebenarnya bukan berasal dari generasi bar-bar, sadis dan memangsa sesamanya melainkan berasal dari species ciptaan Allah yang paling mulia, agung, perkasa dan penuh kehormatan! Namun seiring waktu berjalan, tahun berganti tahun dan abad silih berganti realitas di depan mata tampak mengerikan. Berita di seputar Indonesia yang dari kabar-kabari dan sudah di cek and ricek yang setajam silet itu nuansa kejahatan memiliki volume yang semakin fluktuatif meroket ke langit melebihi kecepatan QuickCount menghitung angka-angka pemilu Presiden atau gubernur!
Bagaimana tidak? sederetan kejahatan yang tidak dilakukan bangsa lain dilakukan di negeri ini, mutilasi yang sering kali terjadi membuat mata kita terpana, sadistis yang mengerikan tanpa cepat terdeteksi oleh FBI Indonesia. Tidak heran peristiwa multilasi berulang kali terjadi, walau beberapanya terungkap tidak tidak membuat jera orang-orang yang kalap oleh dendam kesumat! Ibu yang meracuni ke empat anaknya dalam satu ranjang dan terkapar bersama,maka sang ibu turut menyusul sehidup semati dengan anak-anak kandungnya. Inipun masih banyak cerita ibu kandung menganiaya anak sendiri atau bapak membunuh anak atau sebaliknya, naluri hasrat kemanusiaannya sudah tumpul, kasih sudah hilang tak berbekas entah pergi kemana rimbanya.
Kalau mau mencatatkan sebuah karya besar yang tidak dilakukan oleh bangsa lain dalam Guines book of record maka Indonesia memiliki ranking pertama dalam kejahatan. Bagaimana tidak, lha wong membunuh orang bisa dengan senyuman, lebih banyak korban maka konsep pahala sorganya semakin banyak. Model kepercayaan Negara mana ini? Wah gila…… mau jadi apa sorga nanti kalau di huni oleh tipe orang yang model-model seperti ini, sudah pasti itu bukan sorga original mungkin sorga bajakan kayak negeri yang penuh hasil karya bajakan ini!
Di bulan Ramadhan saya berkeliling Mesir, Palestina, Yordan, Abudhabi dan Jerusalem. Negeri-negeri ini mayoritas penduduknya muslim. Namun mereka santun, melayani kita yang bersantap siang dan dengan senyuman manis ketika ditanya apakah anda puasa? Ya, saya puasa? Ketika naik Gunung Sinai di Mesir, suku beduin yang mengantar unta dengan berjalan kaki itu mereka orang-orang berpuasa tetapi sepanjang jalan melantunkan sebuah pujian dengan bahasanya entah sedang memuji Allahnya atau sedang menyanyikan lagu cinta modelnya Indonesia kamu ketahuan pacaran lagi, entahlah… tapi tidak ada tanda-tanda garang di dalam diri mereka!
Sementara di Israel kebetulan jatuh pada hari raya Yom Kippur, yakni hari dimana seluruh bangsa Israel berpuasa, berdoa dan menyembah Allah. Hampir pada hari itu tidak ada orang Israel yang keluar rumah. Mobil-mobil berhenti, kendaraan tidak boleh jalan di seluruh wilayah Israel. Orang Jahudi asli berdiam diri di rumah berdoa dan berpuasa. Mereka tidak jalan-jalan dan tidak pusing melihat orang mau makan atau nungging sekalipun,masa bodoh yang penting mereka melakukan doa dan puasa secara serius.
Sepulang dari perjalanan itu seorang sahabat bercerita ada orang puasa yang mukulin penjual nasi sementara nasinya ditunggang balikkan. Hampir-hampir saya tidak percaya, kalau memang ada dan terjadi betapa bobrok mentalitas yang ada. Apakah mungkin para ahli spiritualnya telah memberikan makanan yang salah sehingga tingkat keliaran umat begitu sadis? Coba renungkan betapa orang berpuasa itu kan ujiannya kalau ada makanan? Kalau tidak ada makanan pelacur paling najis dan sederetan germonya yang otaknya hanya memanfaatkan tubuh wanita koleksinya bisa melakukan dengan penuh kesuksesan!
Apakah koleksi kata-kata santun dan kamus perbuatan baik telah hilang? Saya melihat spanduk besar di jalan sumur batu sunter dengan kalimat, orang yang makan di muka umum di bulan Ramadhan tidak punya otak! Hati ini tertunduk betapa telah hilang ramah tamah dan senyuman manis di negeri ini. Yang ada hidup seolah-olah hanya melakukan agamanya sendiri tanpa melihat orang lain. Bagimana kalau melihat ibunya hamil, atau kaka perempuan mereka yang sedang mendapat tamu bulanannya yang tidak puasa, kemudian makan? apakah mereka juga tidak pundya otak? jernihlah berpikir!
Tuhan model apakah yang memberi pahala mereka yang berpuasa tapi niatnya menghajar orang gara-gara jualan nasi? Bukankah puasa itu akan kuat bila melihat godaan, nasi? Kalau tidak ada makanan maaf brur pelacur atau germo yang paling najis bisa melakukannya, bahkan anak kecil Taman Kanak-Kanak, juga play group kalau tidak ada makanan mereka puasa akan kuat sekalipun berontak.
Banyak orang puasa rupanya bukan saja perutnya yang berontak tetapi ia juga otak dan tingkah lakunya berotak. Lihatlah melalui kebenaran, kitab suci mana yang memerintahkan menghajar atau membunuh orang lain demi sebuah ajaran supaya falid? Berhasil dan berkenan dihadapan Tuhan. Sekali lagi Tuhan model apakah Dia yang merestui penganiayaan demi sebuah puasa? Dia bukan Tuhan melainkan setan!
Kalau memang anggap saja itu benar dan berkenan, lulus puasa sampai di hari kemenangan? Apakah benar-benar dikatakan kemenangan, sedangkan puasanya saja menganiaya orang? Mengadakan sweeping tidak mau melihat tempat hiburan dan pelacuran? Apakah sesudah hari kemenangan mereka boleh kehiburan atau tempat pelacuran? Renungkan dengan kejernihan.
Mungkin apa yang terbesit di dalam otaknya iblis sudah dilakukan oleh orang Indonesia sebab bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa banyak kejahatan yang sudah di lakukan oleh penduduk tanah yang loh jinawi, tongkat dan batu jadi tanaman ini! buktinya, tidak akan pernah sehari ada berita yang baik-baik tetapi kejahatan demi kejahatan antri menunggu berita di atas kertas untuk di cetak dan dipertontonkan kalayak ramai. Media digital, elektronik dan cetak jauh lebih bangga dan meraup keuntungan bila yang diberitakan adalah berita paling sadis, malapetaka yang memakan banyak korban.
Namun herannya juga para pembaca doyan hal-hal seperti itu? Jadi dengan kata lain banyak mas media di negeri ini tidak memberi-takan kabar yang baik tetapi memberi-tahi kabar yang buruk! Ini realitas di negeri ini. Setiap TV on yang ada berita-berita yang membuat hati ini kecut dan tawar, tidak adakah hal-hal yang baik dan spektakuler yang mendominasi negeri ini sehingga keterpurukan semakin sembuh.
Jika melihat infotaiment orang-orang cantik dan ganteng-ganteng dengan embel-embel selebritis itu adanya kawin cerai, selingkuh dan berakhir di sidang pengadilan. Kalau ada perkawinan iblis di dunia roh mungkin infotaimentnya tidak sebanyak perceraian di Indonesia kali.. ah masak sih? Tapi nggak bisa disangkal juga jangankan kelas selebritis, lha wong sekarang banyak orang miskin dan kaya yang namanya laki-laki yang tak pernah lelah mencari wanita… Sementara wanitanya juga tidak mau kalau dalam tingkat perselingkuhannya!
Tingkah laku para pria sekarang memang persis kucing garong yang kamu ketahuan pacaran lagi ….. ada saja lagu-lagu yang menyemangati untuk selingkuh dan aneka assesorinya. Lagu-lagu yang biasanya agak minor cepat naik daun, ingatkah lagu sepia…. Wah booming karena memang atmosfer di bumi ini sedang trend seperti lagunya. Rupanya alam roh memberi wangsit apa yang sedang terjadi. Tapi syukurlah akhir-akhir ini sebercik harapan mulai muncul lagu-lagu yang bernuansa agamawi. Mudah-mudahan…. Kayak gitu… apa karena orang sudah bosan ya?
Memang tidak bisa di sangkal hal-hal terbaik di dalam diri orang Indonesia, sinyalnya mulai pudar oleh aneka tontonan dan realitas disekitarnya. Bila didapati orang itu berada dalam atmosfer korupsi maka cepat atau lambat orang tersebut akan korupsi juga! Di Indonesia ini bukan saja something is wrong but something is rotten bukan hanya ada sesuatu yang salah di bumi ini tetapi ada sesuatu yang busuk, ibarat ada satu nila setitik dalam susu sebelanga! Nah bila nila setitik itu disingkirkan maka susu tidak akan terkontaminasi!
Lihat tontonan-tontonan sekarang, yang ada pembunuhan atau cinta picisan yang membuat gampang cengeng atau sinetron yang durasi kejahatan, ketidak adilan, penganiayaan, pelecehan, kekejamana dan masih sederetan panjang dan terus berjalan yang diakhiri hitungan detik dengan happy ending, kejahatannya kayaknya tidak setimpal dengan happy endingnya! Kalau orang menyaksikan kejahatannya memang mereka akan menantikan hukuman model apa ya? Maka ia rela duduk berjam-jam melihat durasi sinetron yang di ulur-ulur demi sebuah iklan. Nah itulah kehidupan di negeri ini Ibarat sebuah buku kejahatannya 99 lembar dan kebaikannya baru kelihatan 1 lembar di belakang dan itupun selesai.
Sebagai kebalikannya kalau Yesus mengatakan satu domba yang hilang di cari di antara Sembilan puluh Sembilan tetapi disini yang tersesat malah 99 Cuma satu yang tertinggal. Data kejahatan sekarang bukan hitungan dengan deret angka tetapi deret ukur, bukan lagi satu dua melainkan satu lima sepuluh dan kelipatannya. Orang tidak lagi heran mendengar perkosaan, pembunuhan dan aneka ragam pernik-pernik kejahatan. Acara Buser, Kriminal dan berita-berita yang bernuansa kejahatan memiliki ranking tetap. Penulis pernah mewancarai pembaca berita di sebuah TV Swasta dengan pertanyaan : berita apa yang membuat anda sangat bersemangat? Ia menjawab sederhana, berita bencana alam yang menakutkan, bom atau kejahatan yang tidak terpikir oleh orang sebab itu konsumsi yang di gemari masyarakat dan pasti banyak penontonnya!
Edan, jaman sekarang memang memang edan kalau tidak edan nggak kebagian sebab rasanya semua sudah diselimuti kejahatan, mungkinkah kita juga harus melakukan kejahatan dan ketidak adilan? Tunggu dulu, Orang benar harus berada dalam posisi yang radikal untuk kebenaran bukan radikal untuk agama sebab agama sendiri sekarang sudah mulai jahat. Banyak orang frustasi melihat tingkah polah seorang ahli-ahli spiritual yang merasa tidak berdosa ketika membunuh orang atau bangga bisa menganiaya orang lain. Mari kita simak secara perlahan kebenaran ini.


Agama sudah kehilangan arah

Ketika Yesus berpuasa, godaan yang paling awal adanya makanan yang di sodorkan di saat perut keroncongan. Jika Yesus mentalnya orang Indonesia (beberapa glintir saja) maka Yesus akan menghajar habis-habisan iblis. Namun hal itu tidak dilakukan, Yesus dengan santun menolaknya sekalipun bisa melakukannya. Jangankan batu itu menjadi roti gunung di mana Yesus di cobai bisa di ubah menjadi supermarket roti! (Matius 4:1-11)
Penulis melewati sebuah jembatan di sunter sumur batu, pada waktu itu puasa dan melihat sebuah spanduk besar dengan tulisan : “Orang yang makan di muka umum pada waktu Ramadhan adalah tidak punya otak” Apakah ini kata-kata bijak atau sebuah emosi agar puasanya langgeng dan rapi tanpa godaan? Sah-sah saja melarang orang makan di depan umum tapi dengan kata-kata yang sopan dan enak di baca, adakah itu ciri mentalitas yang tersembunyi di kalangan penduduk ini?
Tentu sample yang di sodorkan penulis ini sangat minim, dan tidak bisa menjadi acuan walau realitasnya ada! Pada bulan ramadhan yang lalu saya berjalan-jalan di daerah Timur tengah, Palestina, Abudhabi, Mesir dll. Bulan Ramadhan rasanya biasa saja, kita makan di hadapan mereka yang puasa mereka orang Arab Asli melayani kita dengan baik lho? Kenapa Indonesia aneh sendiri ya? Apa dosanya negeri ini menciptakan orang-orang yang garang dan tidak terkendali bak setan yang sedang kesetanan!
Orang harus kembali ke kitab sucinya masing-masing, tentu kitab suci agama yang benar akan mengajarkan untuk melakukan hal terbaik bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga untuk sesame! Kalau tidak perlu di ragukan, bila ada kitab suci yang mengajarkan menganiaya orang pada waktu mengadakan ibadah itu berarti berasal bukan dari Tuhan yang benar!
Kalau orang tidak berada dalam sebuah ibadah dan kemudian menganiaya orang itu wajar iblis juga menyadarinya tetapi pada saat pas melakukan ibadah, tahan sabar, emosi e…e… malah mukulin orang iblispun bukan saja tepuk tangan maka ia akan geleng kepala ….. yang begini belum pernah aku lihat….. “katanya dalam hati”
Para tokoh agama apapun dan dimanapun di negeri harus kembali menyimak ulang ajaran model apa yang telah di tanamkan di dalam diri mereka. Realitasnya umatNya tidak menjadi santun dan saling mengasihi tetapi lebih condong meremehkan dan merendahkan agama lain. Bukan itu saja pelajaran bom yang meledak dan para pelakunya merasa tidak bersalah dan tidak memerlukan grasi karena memang mereka siap mati dan sorga menantinya. Sorga model apakah yang di huni para mantan pembunuh ratusan orang? Para tokoh agama sendiri harus santun tidak boleh ada ambisi untuk menghancurkan negeri ini dengan intrik-intrik yang berangkat dari agama dan kepentingan orang banyak, padahal ambisi setan yang sedang di ekploitasi dalam dirinya.

Tingkat kejahatan yang meroket

Mungkin kita perlu merenung juga bahwa bumi ini merekam tingkat kejahatan orang-orang yang tinggal di atasnya. Jumlahnya sudah di ambang batas sehingga menimbulkan berbagai macam bencana (baca artikel hutang darah). Kejahatan mutilasi yang sering kali terdengar sangat membuat geleng kepala. Orang bisa sadis bagaikan memotong ayam tanpa perasaan maka orang di potong-potong demi luapan dendam dan unjuk perasaan serta harga diri dan juga tentu demi keamanan supaya tidak terlacak. Sadarkah roh orang yang dibunuhnya tidak pernah mati dan akan terus menuntut balas?
Anak membunuh bapaknya atau sebaliknya bapak membantai anaknya. Seorang ibu meracuni anak-anaknya dan dirinya sendiri sudah merupakan kabar usang yang kita dengar tapi itu masih sering terjadi. Belum lagi kejahatan seorang majikan yang menggosok muka pembantunya dengan setrika panas dan penganiayaan yang keji tanpa memberi makan bukan saja terjadi di Arab sana tapi disini tidak kalah sadisnya. Iblis memang mungkin belajar kejahatan dari negeri yang semrawut ini atau setidaknya ia geleng kepala!
Ini juga belum bicara korupsi di negeri ini? siapa bilang negeri ini sekarang bebas korupsi gara-gara KPK? Wualahhhhh mak….. Jaman Pak Karno orang korupsi di bawah meja…. Jaman Pak Harto orang korupsi di atas meja tapi jaman reformasi mejanya sekalian yang di korupsi. Mudah-mudahan jaman bersama kita bisa ini sudah reda kembali mejanya tapi rumah di mana meja itu diletakkan jangan-jangan sudah di jual kepada orang asing? Orang Indonesia perlu menyadari bahwa kita telah berubah tidak menjadi baik tetapi menjadi buruk! Tidak ada cara lain selain kita harus belajar lebih santun dan hormat terhadap kebenaran dan mempraktekkan kebenaran itu dalam tingkah laku dan perbuatan kita setiap hari!
Bumi ini mencatat apa yang dilakukan orang yang ada diatasnya! Mengapa negeri-negeri lain cepat dapat menyelesaikan krisis multidimensinya sementara kita berlarut-larut dan titik temunya tidak pernah bertemu? kita tidak kekurangan orang-orang pintar atau pakar-pakar politik? Tetapi kita juga tidak kurang orang-orang yang penuh ambisi nafsu besar tetapi tenaga kurang!

Kutukan
Ketika bumi melihat Adam memberontak Tuhan maka bumi ikut sedih dan sesuai yang terjadi maka Tuhan menjatuhkan kutuk atasnya (Kej 3:17). Ketika Kain membunuh adiknya habil maka Tuhan langsung mengeluarkan kutukan terhadap Kain ( Kej 4:11). Orang yang melakukan kejahatan secara otomatis ia mendekati takdir kutukan Allah! Lihat saja Anak bungsu Nuh yang tidak sopan kepada ayahnya langsung menerima vonis kutuk! Kejadian 9:24-25 Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya." Namun setiap kutuk yang disampaikan alkitab untuk orang-orang yang melawan Tuhan atau melakukan kejahatan terhadap sesamanya bukanlah kartu mati yang tidak bisa di ubah!
Orang yang mau sungguh-sungguh berusaha mematahkan kutuk itu dibutuhkan sebuah kesungguhan, Kejadian 27:40 mengatakan: “ Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu." Usaha ini bukan usaha dengan kekuatan sendiri melainkan usaha berbalik mencari Tuhan dengan serius!
Hosea 6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."
Namun realitas sekarang orang tidak mau mencari Tuhan dengan serius melainkan mencari sekedar kebutuhan perut yang esok hari di buang keladam jamban! Yesus memerintahkan untuk kita bekerja untuk hal-hal yang kekal. Yohanes 6:27 mengatakan : “ Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meteraiNya."
Kalau saja iblis bisa mengubah kutuk yang pernah ia terima dengan bekerja keras maka mungkin iblissekarang sudah tidak terkutuk lagi. Namun pemulihan itu bisa terjadi didalam diri manusia bukan di dalam diri iblis. Iblis tahu itu maka ia geleng kepada manusia Indonesia yang masih mendapat kesempatan untuk dipulihkan lebih banyak malasnya, bukan saja malas tapi jahat lagi! Iblis memang tahu tetapi Ia bukan maha tahu! Ketika melihat intrik dan politik yang semrawut iblis turun ikut andil di dalamnya. Namun apa yang baru ada di otaknya untuk memberi wangsit maka orang Indonesia jauh lebih cepat melakukannya!
Para tokoh-tokoh spiritual yang radikal sering kali memaksakan kehendak seolah-olah abcnya kehidupan ini melulu agama bahkan kalau perlu semua diatur melalui ayat-ayat sucinya! iblis tahu itu ia akan ikut andil didalamnya, belum saja ia selesai berpikir cara apa yang harus dilakukan orang indonesia jauh lebih cepat menggunakan agamanya untuk merusak orang lain! Kalau dicatat di dunia ini gereja yang paling banyak dibakar, pendeta yang dianiaya,anak-anak Tuhan yang dibantai (baca kasus Ambon) ranking dunia ini, Indonesia menempati TOP ONE !
Kita yang tinggal di bumi tercinta ini apakah harus diam? melihat tingkah polah tidak sopan dan naluri tumpul berkepanjangan? ataukah kita ikut andil di dalamnya! Pekerjaan iblis harus dipatahkan didalam diri seseorang! Karena peperangan kita bukan melainkan tubuh dan darah melainkan oleh kuasa ( Efe 5:12) Kalau kita mau berjuang memperbaiki negeri ini maka yang pasti kita harus memperbaiki diri kita sendiri! Jangan tengok orang lain tataplah diri sendiri!
Yesus memberi nasehat terbaik di jaman yang edan ini, “Barang siapa yang yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!. (Wah 22:11). Dunia yang jahat akan semakin jahat dan Tuhan memberi kesempatan terus berbuatlah jahat sampai hitungannya genap dan hukuman itu tiba! Namun orang yang benar maka Tuhan ingin kita terus berbuat kebenaran. Dengan melakukan kebenaran maka jalur kuasa Allah akan bergerak di dalam diri kita!
Namun sebaliknya kalau seseorang melakukan kejahatan maka seluruh kekuatan kuasa jahat itu akan ikut turun dan mendukung perbuatannya baik apa yang dipikirkan! Sebuah filasafat kehidupan pernah mengatakan bahwa bila engkau berpikir jahat maka iblis akan membuat gudang di kepalamu namun kalau kau bertindak jahat maka iblis akan segera beranak pinak di dalam dirimu! Kalau demikian dosa itu semakin bertambah-tambah bukan saja beranak tetapi juga bercucu! kalau sesorang beternak ayam bisa menghasilkan duit, namun kalau seseorang beternak setan di dalam hidupnya maka kejahatan itu akan mengalir bagaikan aliran air.
Anak-anak Tuhan harus menyediakan bendungan supaya aliran air itu bisa disetop dan di lokalisasi ditempat kejahatan. Jika tidak demikian maka jangan heran dilingkungan anak Tuhan akan ada kejahatan dan bukan menjadi rahasia umum bahwa iblis lebih giat bekerja di dalam gereja daripada di nigh club dan tempat-tempat kenajisan! Ilbis tahu ketika Yesus mau mengusirnya maka iblis minta supaya masuk di dalam babi-babi (Mat 8:32). Mengapa harus babi bukan kucing, sapi atau domba-domba? bukankah pengembala domba jauh lebih banyak daripada pengembala babi?
Dimata orang Israel babi adalah binatang haram, jadi memang iblis menyukai yang haram-haram, dan kalau mau menghitung yang haram di Indonesia ini jumlahnya mungkin tidak lagi terhitung! Tidak perlu dihitung setiap melek mata saja maka berita-berita di Indosia ini menyajikannya dengan paket yang enak dinikmati. Iblis harus dibuat tidak berkutik ketika setiap orang menyerahkan seluruh anggota tubuhnya untuk tidak dipakai.
Kejahatan itu terjadi bila orang memiliki kesempatan, Paulus menyatakan jangan memberi kesempatan kepada iblis (Efe 4:27), Yesus dengan tegas memperingatkan setiap orang bahwa : "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. (Luk 21:34). Banyak orang sekarang terjerat untuk melakukan sebuah kejahatan! sebab tidak dapat menjaga hatinya dan orang Indonesia ini banyak yang tidak punya hati yang penting bagaimana dirinya bisa hidup tidak peduli yang lain menjadi bangkai dan mati mengenaskan. Negeri memang apakah memang benar iblis telah belajar jahat dari orang Indonesia ini? mari kita merenung dengan mata tertuju kepada Allah, mudah-mudahan jangan!



(Nantikan artikel selanjutnya!)

| A R S I P | OTOBIOGRAFI |

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi