 |
Memang negeri yang di huni oleh orang-orang yang selalu berangkat dengan agama di otaknya sering kali tidak jernih dalam dalam bertindak, walau semangatnya sekuat baja tetapi hatinya tidak pernah sebening kaca, keruh bukan saja tidak enak dilihat tetapi juga tidak enak di dengar apalagi dirasakan. Untuk mencari simpati masyarakat luas issu agama di ke depankan, betapa rapuhnya moralitas para pejabat negeri ini? Kalau mau jujur, mengapa mereka terusik kalau agama para pemimpin itu agama lain? Kalau mumpuni dan membenahi negeri
|
ini apa salahnya? daripada dipimpin orang yang ber KTP sejenis tapi negeri ini semakin terpuruk? apakah agama bisa menolong? negeri mana yang dipimpin oleh orang sok agamawi bisa maju? nonsen!
Lihat saja tidak pernah ada negara yang sok agamawi menjadi negara adidaya. Malah justru atheis seperti Cina bisa mendongkrak rakyatnya untuk menjadi negara adidaya. Walau kita tidak setuju atheisnya tetapi mereka tidak pernah membedakan orang dengan agamanya! Kalau negeri ini masih dipimpin orang-orang yang sok dianggap agamawi maka rusaklah Indonesia. Ambil saja sample negeri Afganistan yang dipimpin oleh agama yang radikal membuat negerinya morat-marit, Irak yang memanfaatkan agama hancur dengan bom bunuh diri atas nama agama!
Indonesia ini harus bisa menghapus agama kalau mau berpolitik bersih dan berpikir keras untuk memajukan negeri ini secara ekonomi dan sosial budaya dan menjadikan negeri ini bermartabat! Apakah untungnya seorang beragama tetapi tidak bisa menyelesaikan berbagai macam persoalan? Negeri ini harus dipimpin orang yang religius dan Nasionalis asal tidak membawa negeri ini ke tempat kubangan sampah kemiskinan dan bobroknya moralitas bangsa!
Orang-orang cerdas dalam berpikir dan cerdik dalam menganalisa problema dan cepat memberi solusi adalah pilihan terbaik bagi negeri ini! Secara pribadi saya tidak pernah pusing siapa yang memimpin dengan atribut agama apapun sekalipun saya sebagai seorang rohaniawan tetapi yang penting negeri ini tidak cukup kalau dipimpin seorang yang berangkat selalu dari agama. Kalau mau melihat agama lebih baik jadi kiai atau Pendeta, Pastor atau Biksu! Bukankah semua orang yang non muslim di Indonesia ini tidak pernah meributkan soal agama mereka yang memimpin bukan? walau hasilnya kayak apapun mereka yang berada di luar agama tersebut tetap saja menerima dan mendukung sepenuhnya! Orang koq tidak pernah bisa jernih dalam berpikir dan bertindak selalu sok merasa rohani padahal rohana!
Hari ini Koran ibu kota memuat tuduhan istri calon sang wakil Presiden agamanya berbeda dengan si mayoritas. Walaupun itu ditentang keras oleh para tim suksek tetapi masih juga menggelitik bagi orang-orang waras bahwa negeri ini masih gila dalam doktrin amburadul dalam berpolitik! Untuk mencari celah kelemahan lawan salah satunya menteteng agama sebagai komoditas yang menguntungkan sebagian pihak! Tuhan model apa sih yang mengharuskan sebuah agama sebagai tolok ukur dalam berprestasi? betapi egoisnya Dia! Agama Katolik, Kristen, Budha, Hindu banyak orang-orang jenius yang bisa memimpin dan mereka memiliki hak sebagai warga negara. Memang terkadang agama menjadi jahat bila dianut oleh orang-orang goblok dan sok radikal padahal tingkah laku mereka tidak pernah bisa menjadi panutan sebab yang dikejar hanya jabatan, duit, cewek dan glamornya duniawi ini!
Orang Percaya tidak boleh berdiam diri dalam pemilihan Presiden ini harus memilih yang terbaik entah terbaik diantara yang baik atau terbaik diantara yang buruk! Lihat saja mereka yang diperlakukan dan dituduh tidak sebagaimana mestinya akan memenangkan negeri ini! Persoalan yang utama rakyat ini sudah muak melihat janji-janji orang yang sok rohani, tanpa otak dan solusi terbaik yang penting rakyat ini bisa makan dan bisa bekerja dengan baik! Persoalan utama yang harus direnungkan sampai berapa lama negeri ini di huni oleh orang-orang munafik yang berjejer di pemerintahan? Kalau perlu Pemerintah perlu menghapus agama di KTP supaya orang tidak lagi membeda-bedakan satu dengan yang lainnya! Kita harus tetap kompak dalam satu Negara entah budaya manapun dan agama apapun juga! Dalam Memilih jangan pernah berangkat dari agama dan suku melainkan siapa yang layak menjadi pemimpin biarlah mereka berdiri sebagai Pemimpin yang membuat negeri ini makmur sentosa!
Alkitab dengan jelas memberi informasi bahwa pemerintah itu dari Allah! Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya (Rom 13:1-2). Nah memang harus diakui bahwa pemerintah yang benar adalah pemerintah yang dipimpin oleh Allah sendiri yakni orang yang tahu memperlakukan orang dengan benar entah agama apapun! Dengan tidak membeda-bedakannya! Orang yang dipilih adalah orang yang manusia Allah yakni manusia yang bertindak seperti Allah!
Allah bertindak selalu memberi kasih kepada semua orang seperti Ia memberi matahari bagi yang jahat dan yang baik demikian juga hujan maka Orang yang berdiri memimpin negeri ini adalah orang yang tahu memperlakukan kasih kepada banyak orang! Tentu kasih yang Allah lakukan harus sebagai tolok ukur tetapi kasih yang dilakukan oleh tokoh agama adalah sepihak asal sesuai agamanya! Kita semua berharap manusia setengah Allah memimpin negeri ini bukan manusia setengah setan yang ambil alih negeri ini! Betapa rusak dan amburadulnya bila negeri ini dipimpin manusia setengah iblis tetapi pilihlah manusia setengah Allah artinya pemimpin yang tidak mementingkan diri sendiri jauh KKN dan Nepotisme serta memperhatikan semua umat tidak peduli agama apapun juga!
(Nantikan artikel selanjutnya!) |