
KEBERANGKATAN
01 - 11 September 2008
|
HOLYLAND JERUSALEM
EGYPT PILGRIM
AMAZING SERIES 11 HARI .
HARGA DEWASA $ 1955 HARGA ANAK (KURANG DARI 12 TH) $ 1855 . FUEL SURCHARGE $ 210 TIPS TAX VISA ISRAEL JORDAN MESIR $ 190
Fiskal Airport Tax Jakarta Rp. 1.100.000,-
BERSAMA HAMBANYA
PDT. TIMOTIUS BAKTI SARONO, M.TH
TELP 02170363030, 081510377740
EMAIL: timotiusbakti_sarono@yahoo.com |
 |
YOH 4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
Perkataan ini diucapkan Yesus kepada Perempuan Samaria yang secara status dan kehidupan moral sangat tidak jelas di jamannya. Tidak ada sesuatupun yang bisa di banggakan di dalam diri perempuan Samaria ini di hadapan Allah maupun dihadapan manusia.
|
Potensi yang dimiliki dihabiskan untuk perkara-perkara dosa, gonta-ganti suami, bahkan dia sedang melakukan polyandry terbanyak yang Yesus jumpai yakni 5 suami! Prestasi kerohaniannya minus sekalipun ia tahu tentang sumur Yakub dan sederetan cerita-cerita Perjanjian Lama namun disinyalir itu merupakan konsumsi otak yang diwujudkan dalam tingkah lakunya yang minus!
Terkadang agama sebagai kedok bagaikan etalase yang memamerkan sederetan aneka assesoris formula ayat-ayat suci namun hatinya tetap busuk, sekalipun terkadang di bumbuhi perbuatan baik dengan dalih membela agama! Yesus hadir untuk mengubahkan, Ia ingin mereformasi secara total kehidupan manusia melalui hatinya. Bila hatinya berubah maka secara jiwa yang diwakilkan perasaan, keinginan dan pikiran secara otomatis dapat berubah sehingga tubuh jasmaninya yang diwakili panca indera bergerak melaksanakan apa kemauan jiwa!
Satu-satunya pribadi yang sangat professional mengubahkan hati adalah Yesus Kristus. Pertama-tama Ia memberikan air kehidupan. Air kehidupan ini berbicara soal Roh Kudus! Tanpa Roh Kudus seseorang tidak mungkin mendapatkan renovasi hati. Yehezkiel memberitakan : “ Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat ( Yeh 36:26). Kemampuan mengubah hati manusia adalah Allah sendiri dan Ia hadir dalam pribadi Roh Kudus yang dapat menjadikan hati manusia bagaikan mata air.
Orang yang mengalami reformasi dari Roh Kudus akan memiliki suasana hati yang instan, damainya meluap, sukacitanya melimpah. Ini tidak memerlukan hitungan hati dan minggu seketika itu juga damai sejahtera akan diterima sebagai paket kilat dari sorga, dan Allah berkenan menghapus semua status social dan perbuatan bejat apapun seperti wanita Samaria. Bila seseorang telah memperoleh air kehidupan maka ia tidak ada air mata lagi! Wahyu 7:17 mengatakan : “Sebab Anak Domba yang ditengah-tengah itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Hal tersebut di atas dapat di buktikan wanita Samaria ini meninggalkan pekerjaan mengambil air dan melupakan statusnya dan berlari memberitakan orang-orang kampong ia telah menemukan Messias! Yohanes 4:28-30 mengatakan : “Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" Maka merekapun pergi keluar kota lalu datang kepada Yesus. Wanita Samaria ini bagaikan orang kerasukan berubah secara total, ia lupa statusnya selama ini, ia lupa pekerjaannya, bahkan ia lupa segalanya yang ia tahu bahwa hatinya meluap telah menemukan apa yang selama ini belum pernah ia temukan! Maka hatinya bukti nyata menjadi mata air yang mendorongnya mengajak banyak orang datang kepada Yesus!
Harus diakui bahwa realitas yang ada setiap sikap hati yang memancarkan air kehidupan dapat dilihat kasad mata perubahannya baik dalam karakter, sifat dan tingkah lakunya. Ambil saja contoh Paulus orang yang membantai banyak orang Kristen dan sekaligus antipasti terhadap ajaran Yesus yakni Paulus, setelah perjumpaannya dengan Tuhan sendiri maka pertobatannya menjadi bukti! Paulus tidak satu incipun bergeser dari kebenaran yang Yesus berikan.
Ketergantungannya kepada Roh Kudus total sehingga ia dapat dipakai oleh Roh Kudus untuk memberikan pewahyuan melalui surat-suratnya. Ia sendiri mengatakan : “1 Timotius 1:16 mengatakan : “ Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaranNya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepadaNya dan mendapat hidup yang kekal.
Berbeda dengan Zakheus si pemungut cukai, yang hartanya berlimpah dengan hasil korupsi, namun gelora jiwanya tidak terpuaskan dengan melimpahnya kekayaan! Masa-masa transisi dalam mencari Yesus ini sangat berbeda dengan mencari uang yang selama ini Zakheus lakukan! Ia harus menanggung malu, melakukan apa yang belum pernah ia lakukan, ia sadar tubuhnya pendek yang tidak mungkin bisa melihat Yesus, baginya hanya melihat saja hatinya sudah sangat terpuaskan, maka Ia memanjat pohon ( Luk 19). Jika anak kecil naik pohon wajarlah namun orang tua naik pohon itu tidak wajar, terkadang untuk menemukan Tuhan harus melakukan hal tidak wajar seperti ini bukan?
Zakheus memiliki perjumpaan dengan Yesus dan hatinya bagaikan mata air yang melimpah, ia mengadakan pengakuan pertobatan dan Yesus memastikan bahwa telah terjadi keselamatan di rumah Zakheus! Bukti pertobatannya diwujudkan dengan kata-katanya , Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Luk 19:8)
(Nantikan sambungan selanjutnya!)
|