Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Pesan Sahabat
Kartun
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
 
  PESONA JIWA
 
 

PDF

Cetak

E-mail


PESONA JIWA diulas secara sederhana, lugas dan tuntas
oleh penulis Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th.
untuk mempesona jiwa Anda agar bertumbuh dan disegarkan.
Artikel ini diadopsi dari
www.holyspiritministry.info dan seijin beliau
untuk menjadi berkat bagi pembaca sekalian
 

Birahi seorang nabi
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

Kata viagra tidaklah populer di arena kehidupan bergereja, sekalipun tokonya berceceran dipinggir jalan rumah ibadah dan prakteknya delivery order, jujur saja kamusnya tidak terbaca dilingkungan anak-anak Tuhan kecuali yang belum bertobat! Konotasinya buruk dan nuansanya tidak enak bila diucapkan berpadanan dengan irama kekudusan Allah!
Kenikmatan yang bukan short time dapat direguk dengan berbagai macam obat kuat yang beredar di pasaran, sekarang hal itu sedang in dan orang yang habitatnya buruk saja yang

doyan alias tergila-gila mengkonsumsinya. Mereka lupa bahwa hidup ini kenikmatan bukan urusan yang satu itu saja tetapi didalam wilayah kerajaan Allah!
Kata viagra tidaklah populer di arena kehidupan bergereja, sekalipun tokonya berceceran dipinggir jalan rumah ibadah dan prakteknya delivery order, jujur saja kamusnya tidak terbaca dilingkungan anak-anak Tuhan kecuali yang belum bertobat! Konotasinya buruk dan nuansanya tidak enak bila diucapkan berpadanan dengan irama kekudusan Allah!
Kenikmatan yang bukan short time dapat direguk dengan berbagai macam obat kuat yang beredar di pasaran, sekarang hal itu sedang in dan orang yang habitatnya buruk saja yang doyan alias tergila-gila mengkonsumsinya.Mereka lupa bahwa hidup ini kenikmatan bukan urusan yang satu itu saja tetapi didalam wilayah kerajaan Allah!
Paulus menyebutkan orang-orang tersebut sebagai orang yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu dagingnya. Efesus 4:19 mengatakan : “Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
Sementara Tuhan Yesus memperingatkan agar para pengikutnya tidak menjejali diri dengan kotoran kubangan sampah yang menjijikkan dengan bahasa Alkitab kepentingan duniawi dan hawa nafsu (Luk 21:34). Ini berarti setiap anak-anak Tuhan harus ikut disalibkan bersama Yesus dan bukan mondar-mandir dibawah salib bersama tentara Roma! Apalagi ikut memperebutkan jubahNya!
Alkitab dengan gamblang mengkritik tajam para penyembahan berhala yang identik dengan pelacuran bakti, kata-katanya sadis dan seolah-olah tidak patut menjadi konsumsi orang percaya namun seperti pisau bedah kata-kata itu memisahkan sumsum dan tulang!
Nabi Yehezkiel menegor habis para pelacur yang gairahnya najis disetiap persimpangan jalan, :Pada setiap persimpangan jalan engkau membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah (Yeh 16:25)
Namun tidak demikian bagi umat tebusan atmosfer kehidupannya jernih tidak tersentuh barang haram. Ini bukanlah renungan jorok yang ngawur tetapi setiap orang percaya perlu dopping agar keintiman dengan Tuhan setingkat nabi-nabi dalam Alkitab yang kalau sudah berdiam diri dihadapan Tuhan bisa long time tidak terasa hari sudah pagi atau malam telah lewat! Tidaklah mudah menunggu Tuhan di kakiNya sampai Ia sendiri terharu betapa sabar anak-anakNya memuji dan menyembahNya tanpa hitungan waktu dan tenaga! Setiap orang Kristen perlu “obat kuat” daya pendorong untuk bisa berlama-lamaan bermesraan dengan Tuhan sebagai mempelai pria ( 2 Kor 11:2)! Kebutuhan utama anak-anak Tuhan adalah menambah gairah dalam berintim dengan Tuhan
Radikalisme kekudusan seharusnya menjadi trade mark setiap penyambung lidah Allah dan merasuk didalam diri anak-anakNya! Namun karena kondisi yang tidak terkondisi dari dunia ini maka anak-anak Tuhan banyak yang terkontaminasi dan menyulut tindakan ceroboh dengan mengabaikan yang paling vital soal kekudusanNya sebagai akibatnya terlalu fatal hidup dalam dosa dan kenajisan! Kalau sudah demikian jangankan bisa menyembah lama hitungan jam dan menit-menit panjang, mengurus urusannya sendiri tidak pecus yang ada justru kehidupan yang porak poranda tidak menentu arah tujuannya, kabur hilang entah kemana! Bagaikan kapal yang diombang-ambingkan oleh angin sakal demikian nasib orang yang hanya short time bila menyangkut soal kekudusan dalam berhadapan denganNya!
Pilar-pilar kerajaanNya di muka bumi ini tersusun oleh kekudusan orang percaya yang bangunannya gampang jebol dan semrawut tidak tertata apabila anak-anakNya mengabaikannya! Penting direnungkan iramanya Allah itu kesukaanNya musiknya bernada dasar kekudusan maka penyanyinya harus bernada dasar yang sama, bila tidak akan kedengaran fals dan cempreng tidak enak ditelinga bahkan menjadi tertawaan banyak orang. Nasehat surat Filipi harus kembali di dengungkan bahwa orang percaya harus berpadanan dengan Injil Kristus (Fil 1:27)!
Kekudusan yang dimaksud disini bukan sekedar kekudusan cupet ala ajaran agama dunia ini yang hanya menyangkut persoalan sex lawan jenis! Kekudusan yang Alkitab katakan menyangkut seluruh aspek kehidupan! Nurani yang bersih, tidak jahat dan mudah tersenyum kepada musuh, penuh pengampunan dan masih sederetan lagi! Perlu diingat oleh semua orang bahwa ketika Tuhan memerintahkan untuk menjadi kudus bukan untuk kepentinganNya tetapi kepentingan semua orang yang akan menghadapNya! Bagaimana mungkin kita bisa betah tinggal di sorga yang trillyunan tahun bila kedapatan jubah putih yang sedang dikenakan kedapatan noda! Bukan karena tidak ada bahan pencuci disana tetapi kekudusan di bumi yang terus dipertahankan akan membuat orang percaya long time dalam kerajaanNya! (Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th)

(Nantikan artikel selanjutnya!)


| A R S I P | OTOBIOGRAFI |


Sahabat Surgawi

Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 1999, Tim Sahabat Surgawi