Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
 
 

PDF

Cetak

E-mail


PESONA JIWA diulas secara sederhana, lugas dan tuntas
oleh penulis Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th.
untuk mempesona jiwa Anda agar bertumbuh dan disegarkan.
Artikel ini diadopsi dari
www.holyspiritministry.info dan seijin beliau
untuk menjadi berkat bagi pembaca sekalian
 

Tahun Baru Imlek Perayaan kafir?


Tahun baru Imlek bukan saja dirayakan oleh masyarakat Tiongkok kuno melainkan juga dirayakan oleh seluruh keturunan Tionghoa pada umumnya diseluruh dunia dan di sepanjang abad.Perayaan Tahun baru inipun dirayakan bukan saja oleh mereka yang menganut kepercayaan nenek moyang melainkan juga dirayakan oleh seluruh keturunan Tionghoa dari berbagai macam kepercayaan dan dari berbagai macam lapisan masyarakat.Perayaan Tahun baru Imlek bagaikan dewa yang harus dipuja setiap tahunnya,dirayakan dan dinikmati dengan harapan dapat mendatangkan berkat (Hoky) bagi mereka yang merayakannya.Namun demikian tidak banyak diantara mereka khususnya masyarakat Tionghoa di zaman modern ini yang tahu asal mula mengapa harus merayakan Tahun baru Imlek berbeda dengan tahun baru Internasional.Tahun baru Imlek dirayakan menurut sistim lunar yakni peredaran yang berpusatkan pada bulan sementara Tahun Baru Internasional (Tarik Masehi) menggunakan sistim solar yakni berpusatkan pada peredaran matahari.
Mayoritas masyarakat Tiongkok Kuno berada di wilayah Agraris, yang menggantungkan hidupnya pada bercocok tanam. Pekerjaan bercocok tanam pada zaman lampau masih sangat bergantung pada keadaan alam. Setiap tanggal 15 dari tiap-tiapbulan di tahun imlek adalah bulan purnama,nampak bulan penuh sebulat-bulatnya,dan bersamaan dengan itu maka terjad air laut pasang. Karena keaadaan air pasang inilah yang membantu para petani atau nelayan untuk dapat memantau situasi alam yang sangat berhubungan dengan profesi mereka.
Tahun baru Imlek juga berhubungan dengan tradisi yang sudah mendarah daging yang sulit dihilangkan bahkan cenderung untuk dipelihara bahkan dilestarikan sebagai penghormatan kepada para leluhur yakni meja abu yang disebut juga sebagai meja sembahyang.Sehingga ketika Kaisar Bin Kok(1912)berusaha menghapuskan tahun Baru Imlek (Sin Chia)yang sudah dianggap kadaluwarsa tidak berhasil sebab setiap hari raya Imlek toko dan kantor tutup dengan berbagai alasan,baik pegawainya sakit,pimpinan rapat dan masih banyak lagi alasan lainnya.
Himbauan pemerintah untuk tidak libur tidak berhasil sebab upacara tradisional ini sudah sangat mendarah daging dalam masyarakat Tionghoa.Setiap tanggal 1 dan 15 masyarakat keturunan Tionghoa memberikan penghormatan kepada para leluhurnya dengan membakar dupa(hio),dan juga mempersembahkan buah-buahan.Dari sinilah tahun baru imlek berhubungan dengan kepercayaan. Melalui perayaan tahun baru Imlek ini dapat dilihat bagaimana orang-orang Tionghoa mencari Tuhan dan mengusahakan pengampunan dosa untuk dapat mencapai sorga dan hidup damai sejahtera dan hidup kekal.
Dalam perkembangan selanjutnya perayaan Imlek (Sin Chia)disebut pesta musim semi sebab setiap tanggal 1 Tahun Imlek tersebut bertepatan dengan masa musim semi.Dalam pesta musim ini masyarakat Tiongkok menganggap bahwa alam senesta hidup kembali sesudah berada dalam keadaa mati selama musim dingin. Pada saat itulah orang-orang saling mengucapkan selamat dan bermaaf-maafan,rumah-rumah dibersihkan,seluruh keluarga memakai baju baru dan anak-anak mendapat ang pao,yakni hadiah uang yang dibungkus dengan amplop merah serta para karyawan merayakan tahun baru dengan pulang kampong dengan cuti panjang sampai hari ke lima belas(Cap Go meh)
Tahun 1949 adalah tahun lahirnya republik rakyat Tiongkok secara resmi menggunakan penanggalan solar(tarik Masehi)tetapi tidak melarang masyarakat merayakan perayaan imlek.Bagi masyarakat Tionghoa diperantauan merayakan imlek tidak lagi berhubungan dengan suasana bulan dalam masyarakat agraris tetapi semangat imlek cenderung kepada keberuntungan dan berkat(hoky)dari perayaan tersebut!

DEWA DAPUR NAIK
Perayaan tahun baru Imlek sebetulnya dimulai kira-kira satu minggu sebelum imlek yakni dengan perjalanan kelangit”dewa Dapur Tjiao Kum Kong”. Dewa ini tempatnya didapur menurut tradisi dewa ini naik kelangit pada tanggal 23 bulan 12 untuk melaporkan tingkah laku dari seluruh penghuni rumah kepada Tuhan!Naiknya dewa dapur diantar dengan membakar batang dupa dan mempersembahkan sesajian serta menyalakan mercon.Masyarakat Tionghoa yang mengetahui bahwa tingkah lakunya akan dilaporkan kepada Tuhan mengolesi patung dewa dapur dengan madu supaya patung dewa dapur dapat memberikan laporan yang manis-manis seperti madu.Berhubungan dengan naiknya dewa dapur ini maka sering kali dijual manisan yang besarnya seperti jeruk,manisan bundar,gepeng yang disebut”Manisan pelekat gigi”.Manisan ini di berikan dimulut dewa dapur agar dewa dalam memberikan laporannya tidak banyak menggoyangkan lidahnya terlalu bebas dan mengeluh kepada kaisar langit (Tuhan).

MENJELANG TAHUN BARU
Satu hari sebelum tahun baru nampak kesibukan mengatur persiapan pergantian tahun.Saat inilah mereka mengadakan sembahyangan yang disebut sembahyang tahun baru.Bagi mereka yang memiliki meja abu melakukan sembahyang didepan meja abu tetapi bagi mereka yang tidak memilliki meja abu melakukannya dengan menaruh meja menghadap pintu depan rumahnya diatas meja ini dilakukan sembahyang tersebut.Sembahyang ini harus dilakukan dengan bersih baik secara fisik maupun jiwa sebab sembahyang ini diperuntukkan arwah leluhur.Sembahyang ini sembahyang sam seng,yang artimya tiga hewan(babi,ayam,ikan bandeng)dan Ngo seng(babi,ayam,ikan bamdeng,kepiting dan bebek)yang mamiliki arti lima hewan.Hewan-hewan ini dimaksudkan bukan hanya untuk menghormati para leluhur tetapi adanya korban dari hewan yang disembelih sehingga terjadi pengucuran darah.Pengucuran darah yang berwarna merah sangat mendominasi perayaan imlek itu sendiri,dan perayaan-perayaan lain di lingkungan masyarakat Tionghoa seperti Ang pao(amplop merah),selendang merah,kue merah,telor merah dll.

PERAYAAN TAHUN BARU
Beberapa masyarakat Tionghoa ada yang melakukan sembahyang dihari lain,sembahyang ini disebut”jikao-kao” hal imi dilakukan lebih mengarah kepada tehnik perayaan tahun baru supaya tidak repot. Salah satu barang yang khas di tahun baru adalah kue tahun baru yang namanya’Nien Kao” diindonesia disebut kue cina atau kue keranjang.Makanan khas yang lain adalah ikan bandeng yang merupakan perpaduan yang enak dengan kue keranjang yang bisa disimpan agak lama.Pertunangan dapat diputuskan bila pihak laki-laki melupakan kewajibannya mempersembahkan kue cina dan ikan bandeng menjelang Tahun Baru,kepada pasangannya.
Tahun baru imlek ini dirayakan oleh dua golongan yakni golongan yang memelihara meja abu dan yang tidak memelihara meja abu.bagi mereka yang tidak memelihara meja abu,hanya dibutuhkan persiapan yang sederhana yakni membersihkan rumah,mempersiapkan baju baru dan mangatur kue untuk para tamu yang datang.Sedangkan mereka yang memelihara meja abu memiliki aturan khusus yang cukup rumit.Golongan yang kedua ini harus mangatur dan menghias meja abu.Meja sembahyang ini biasanya terdiri dari empat bagian.Bagian pertama disebut meja utama yang lebih tinggi dari ketiga yang lain.
Lalu meja sayap kiri,sayap kanan,dan meja sayap muka.Meja sayap kiri, kanan dan muka lebih kecil dan lebih rendah dari meja utama.Pada saat sembahyang biasa,maka meja-meja sayap tersebut disimpan dibawah meja utama.Pada saat sembahyang besar ditahun imlek ketiga meja tambahan tersebut digunakan karena memang jumlah makanan yang dipersembahkan lebih banyak.Meja bagian muka akan ditutupi dengan kain merah dengan variasi bunga,binatang atau pertapa.Ada tampat lilin juga kue yang diberi nama hoat kue yang harus diletakkan ditengah-tengah meja diantara sesajian.Juga dipersembahkan buah-buahan dan dari tiap-tiap piring buah-buahan tersebut ditancapkan sekuntum bunga yang dibuat dari kertas berwarna.Saat inilah setiap rumah atau pemakaman dikirimi uang-uangan atau rumah-rumahan,dan kendaraan sesuai petunjuk melalui mimpi atau orang pintar.
Pada jam 12 tengah malam diadakan penyembahan didepan meja abu dengan bersujud (kui)didepan meja abu.Ini bukan merupakan keharusan ada yang sembahyang sebelum dan sesudahnya bahkan ada yang melakukannya menjelang subuh/pagi hari,ada juga yang melakukannya sesuai instruksi dari ahli nujum dan orang-orang pandai.Mereka yang sujud pada tengah malam biasanya mengulanginya pada pukul empat,atau lima pagi dan biasanya mereka tidak tidur pada malam tahun baru.
Dalam merayakan tahun baru ini ada beberapa larangan yang perlu diperhatikan.Salah satunya adalah tidak boleh menyapu dalam rumah pada hari tersebut dan dua hari berikutnya.Setiap kotoran-kotoran tidak boleh dibuang melainkan ditaruh dipojok rumah.Hal itu dimaksudkan untuk menghindarkan diri dari lenyapnya Ping On(rejeki).Mereka percaya bila membersihkan rumah pada waktu itu dapat kehilangan berkatnya juga akan bersih.Larangan yang lain adalah tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor atau berkelahi selama tahun baru bahkan tiga hari sesudahnya.

TURUNNYA DEWA DAPUR
Pada hari keempat belas diadakan penyambutan turunnya dewa dapur dengan menyalakan mercon sehingga terdengar suara yang menggelegar sebagai tanda dewa dapur pulang perjalanan dari langit. Disamping sambutan dengn mercon maka sambutan ini juga dengan barongsai dan bilek Hud untuk masuk kerumah mereka dari ruang tamu sampai ruangan yang paling belakang.Kehadiran barongsai dan bilek Hud ini bukan sekedar hiburan tetapi juga dipercayai dapat mengusir kuasa kegelapan yang ada dirumah.Sebab jauh sebelum barongsai ini dimainkan sudah diberi sesajian dan disembahyangi dengan lilin dan pnmbakaran hio(dupa).
Pada tanggal 14 malam sebagaimana juga pada malam esoknya,tanggal 15,dirayakan pesta Goan Siao,diindonesia perayaan ini lebih dikenal dengan Cap Go Meh.Pada malam ini semua orang bersukacita dengan hiasan lampion beraneka jenis bentuk dan warnanya,yang berisikan sebatang lilin atau bahkan penerang lainnya.Jalan raya nampak cemerlang sebab bulan purnama memandikan semuanya itu dengan cahaya peraknya.Tidak ada sembahyang khusus dalam acara ini hanya mereka yang melakukan sembahyang Sam Kai yakni sembahyang kepada langit,bumi dan manusia.Sembahyang ini ialah sembahyang untuk membayar kaul!

SEPINTAS PANDANGAN IMAN KRISTEN TENTANG IMLEK
Setiap orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus harus taat sepenuhnya terhadap firman Tuhan!Tanpa kompromi dan diskusi apalagi terhadap segala sesuata yang bersifat tradisi yang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan! Dari gaya hidup masyarakat Tiongkok kuno dapat dipastikan kepercayaan hidup mereka didasarkan atas kepercayaan nenek moyang yang mempercayai para dewa dewi dan kebergantungan kepada alam sepenuhnya bukanlah merupakan gaya hidup orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Setiap orang percaya sepakat tidak dapat hidup dalam dua dunia yang berbeda. Allah menentang penyembahan kepada alam,nenek moyang, leluhur dan arwah-arwah orang mati. ……Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka;Akulah Tuhan,Allahmu (Imamat 19:31)
Seluruh ciptaan alam bukan saja untuk disembah melainkan untuk dinikmati oleh ciptaanNya. Berbagai macam tradisi yang tidak memuliakan Tuhan harus dihindarkan sejauh mungkin sebab kemuliaan yang diberikan diluar Tuhan dapat disamakan dengan penghinaan terhadap Allah sendiri sebab Dialah Allah yang layak menerima pujian dan penyembahan dari umatNya.
Penggabungan kedalam kapercayaan tradisional (sinkritisme), adalah dosa bagi Tuhan. Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada TUHAN,Allah mereka,yang telah menuntun mareka dari tanah Mesir dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah Allah lain,dan telah hidup menurut adat istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel,dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja Israel. (2 Raja-raja 17:7,8)
Ketika Allah memilih bangsa Israel maka Israel menjadi bangsa yang khusus,sebagai umat pillihan Tuhan yang tidak boleh sama dengan kebudayaan dunia disekelilingnya, baik dari pola pikir, perkataan, cara hidup dan tingkah laku. Demikian juga Allah memanggil orang percaya sebagai umat yang kudus,….Tetapi kamulah bangsa yang terpilih,Imamat yang rajani,bangsa yang kudus,umat kepunyaan Allah sendiri,supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia,yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangnya yang ajaib (1 Petrus 2:9). Bagi umat pilihan Allah tidak ada kompromi dengan dosa,sebab orang percaya harus memililki status yang jelas sehingga tidak boleh sama dengan dunia ini (Roma 12:1,2). Kebudayaan-kebudayaan animism yang menggantungkan sepenuhnya kepada alam tidaklah memuliakan Tuhan melainkan mendukacitakan hati Allah.Setiap orang tidak layak menyembah ciptaan Allah melainkan harus menyembah sang pencipta.
Setiap kehidupan manusia berada dalam pemeliharaan Tuhan yang tidak dapat mengandalkan sumber kehidupannya dari berbagai macam ilah-ilah.Allah telah menyediakan pemeliharaannya yang ajaib,bahkan ia janjikan ketika tidur Ia menyediakan hidangannya bagi mereka yang mengasihi Dia…..Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam,dan makan roti yang diperoleh dengansusah payah…..sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur (Mazmur 127:2).
Setiap berkat yang Allah sediakan dan berikan bagi anak-anakNya tidak akan dapat hilang dengan cara-cara manusia,seperti upacara Imlek (tidak boleh menyapu lantai) sebab Allah sanggup memelihara bukan saja hidup seseorang tetapi juga semua berkat yang telah diberikanNya! Dan bagi setiap orang ditentukan mati satu kali dan sesudah itu dihakimi…..Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja,dan sesudah itu dihakimi,(Ibrani 9:27). Setiap orang harus bertatap muka dengan pengadilan Kristus secara pribadi sehingga tidak dapat diwakilkan oleh dewa-dewi manapun juga. Dihadapan Allah setiap orang tidak dapat menyogok atau mengelabui Tuhan dengan cara-cara apapun juga…..Sebab kita semua harus menghadap tahta pangadilan Allah (Roma 14:10).
Dari kenyataan di atas setiap orang Kristen dapat dipastikan hanya menggunakan hidupnya untuk satu Allah didalam Yesus dan memuliakan Allah dengan tubuhnya! Untuk penghormatan kepada Allah tidak harus dilandaskan oleh karena musim semi atau tradisi tetapi penghormatan kepada orangtua dilandaskan kepada Firman Allah…..Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan oleh Tuhan,Allahmu,supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu ditanah yang diberikan Tuhan,Allahmu, kepadamu (Ulangan 5:16).
Untuk penghormatan kepada orangtua sangat dianjurkan oleh Alkitab namun demikian orangtua yang masih hidup!n Bukan roh-roh nenek moyang atau mereka yang sudah meninggal. Namun demikian janganlah setiap orang menjadi batu sandungan bagi saudaranya kalau ia harus memberikan penghormatan kepada orangtua, seperti anjang sana, memberi Ang pao, tidaklah menjadi masalah pada hari tersebut,sebab saat seperti itulah anak-anak Tuhan dapat juga bersaksi tentang keselamatan yang telah diperoleh dari Tuhan. Penghormatan harus dilakukan tetap dalam kerangka firman Allah bukan dengan sembahyang ataupun dengan sesaji dengan berbagai macam upacara yang ada,yang ditujukan kepada roh-roh orang mati dan dewa-dewi.
Bolehkah memperingati Tahun baru Imlek? Kalau hal ini ditanyakan kepada orang percaya Kristus, perlu ditanyakan motivasi apakah yang mendasari dalam memperingatinya? Jenis perayaan manakah yang perlu diperingati dan dilestarikan? Kalau penghormatan kepada orangtua dan saudara memang harus dilestarikan tetapi diluar itu merupakan kejijikan bagi Tuhan! Namun kita juga tidak boleh melarang saudara atau keluarga kita melakukan ritual ibadah mereka sebab itu bukan wilayah kita sehingga kita perlu santun dan menghormatinya. Kepercayaan orang perlu di hormati kalau kita mau dihormati harus menghormati terlebih dahulu. Yang Penting jangan underistimate sekalipun hal-hal tersebut tidak masuk daftar pengajaran Alkitab


(Nantikan artikel selanjutnya!)

| A R S I P | OTOBIOGRAFI |

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi