Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
 
  PESONA JIWA
 
 

PDF

Cetak

E-mail


PESONA JIWA diulas secara sederhana, lugas dan tuntas
oleh penulis Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th.
untuk mempesona jiwa Anda agar bertumbuh dan disegarkan.
Artikel ini diadopsi dari
www.holyspiritministry.info dan seijin beliau
untuk menjadi berkat bagi pembaca sekalian
 


Hari Valentine

1 Yohanes 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Bukan rahasia lagi bahwa bulan Pebruari tepatnya tanggal 14 dunia ini merayakan hari valentine yaitu hari kasih sayang. Namun sebenarnya untuk menunjukkan rasa sayang kepada siapapun tidak harus menunggu hari tanggal dan bulan sebab kasih itu adalah undang-undang kerajaan Allah.

Siapapun yang percaya Yesus Kristus harus hidup di dalam kasih, barang siapa tidak hidup di dalam kasih itu berarti berada jauh diluar kehidupan Kristus sendiri! Orang percaya harus bertindak dengan landasan kasih sebab tanpa kasih sudah dapat dipastikan bukan berasal dari Allah!
Kasih tidak untuk sekedar dirayakan melainkan dipraktekkan setiap hari sehingga kasih itu dapat termanifes dalam kehidupan setiap orang! Kebenaran tanpa kasih adalah sebuah kutukan bahkan agama yang tidak ada kasih di dalamnya hampir dapat dipastikan itu berasal dari iblis yang menyamar sebagai malaikat terang. Akibatnya para pengikutnya liar, bernafsu besar dan berambisi membantai orang lain seolah-olah pahala bagi kepercayaannya!
Apapun kata orang kasih adalah hal yang pertama dan utama! Da;am buah-buah roh kasih menempati ranking pertama barus selanjutnya yang lain. Apakah artinya sukacita jika tidak dilandaskan kasih? Orang bisa senang walau di atas penderitaan orang lain. Tanpa kasih semua tindakan manusia sia-sia, Paulus menamakan bagaikan gong yang bergemerincing! Bahkan seluruh aktifitas rohani yang berangkat bukan dari kasih berarti malapetaka di depan mata! Bila tanggal 14 Pebruari merupakan perayaan kasih sayang maka, cuplikan dari www.kapanlagi.com yang memuat latar belakang Valentin dapat menjadi renungan kita!

Valentine, Kisah Pengorbanan si Pendeta Baik hati

Di berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal 14 Februari adalah hari Velentine. Di Indonesia pun, para warganya turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya mereka tak tahu pasti mengapa harus ikt merayakan hari tersebut.

Bukankah untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadap teman, kekasih ataupun keluarga kita tak perlu menunggu datangnya tanggal 14 februari, kita bisa menunjukkannya setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli coklat, bunga dan pernak-pernik lainnya untuk menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan perhatian yang tulus.

Terlepas dari itu semua, marilah kita kupas secara detail keistimewaan hari Valentine yang kedatangannya selalu membuat dunia menjadi serba merah muda. Beberapa para ahli mengatakan bahwa asal mula Valentine itu berkaitan dengan St. Valentine. Ia adalah seorang pria Roma yang menolak melepaskan agama Kristen yang diyakininya.

Ia meninggal pada 14 Februari 269 Masehi, bertepatan dengan hari yang dipilih sebagai pelaksaan 'undian cinta'. Legenda juga mengatakan bahwa St. Valentine sempat meninggalkan ucapan selamat tinggal kepada putri seorang narapidana yang bersahabat dengannya. Di akhir pesan itu, ia menuliskan : "Dari Valentinemu".
Sementara itu sebuah cerita lain mengatakan bahwa Saint Valentine adalah seorang pria yang membaktikan hidupnya untuk melayani Tuhan di sebuah kuil pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Ia dipenjarakan atas kelancangannya membantah titah sang kaisar. Baru pada tahun 496 Masehi, pendeta Gelasius menetapkan 14 Februari sebagai hari penghormatan bagi Valentine.

Akhirnya secara bertahap 14 Februari menjadi hari khusus untuk bertukar surat cinta dan St. Valentine menjadi idola para pecinta. Datangnya tanggal itu ditandai dengan pengiriman puisi cinta dan hadiah sederhana, semisal bunga. Sering juga untuk merayakan hari kasih sayang ini dilakukan acara pertemuan besar atau bahkan permainan bola.

Di AS, Miss Esther Howland tercatat sebagai orang pertama yang mengirimkan kartu valentine pertama. Acara Valentine mulai dirayakan besar-besaran semenjak tahun 1800 dan pada perkembangannya, kini acara ini menjadi sebuah ajang bisnis yang menguntungkan. Perlahan semarak hari kasih sayang ini merebak keluar dan menular pada masyarakat di seluruh dunia dibumbui dengan versi sentimentak tentang makna valentine itu sendiri. Bahkan anak-anak kecil pun tertular dengan wabah ini, mereka saling berkirim kartu dengan teman-temannya di sekolah untuk menunjukkan rasa sayang mereka.

Sejarah Hari Valentine

Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan 'Feast of Lupercalia.'
Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.

Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.
Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.

Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.

Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari. Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.

Kisah St. Valentine

Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.

Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.

Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.

Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.

Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : "Dengan Cinta dari Valentinemu."
Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.

Tradisi Valentine

-- Selama beberapa tahun di Inggris, banyak anak kecil di dandani layaknya anak dewasa pada hari Valentine. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi.
-- Di Wales, para pemuda akan menghadiahkan sendok kayu pada kekasihnya pada hari kasih sayang itu. Bentuk hati dan kunci adalah hiasan paling favorit untuk diukir di atas sendok kayu tersebut.
-- Pada jaman Romawi kuno, para gadis menuliskan namanya di kertas dan memasukkan ke dalam botol. lalu para pria akan mengambil sah satu kertas tersebut untuk melihat siapakan yang akan menjadi pasangan mereka dalam festifal tersebut.
-- Di Negara yang sama, para gadis akan menerima hadiah berupa busana dari para pria. Jika ia menerima hadiah tersebut, ini pertanda ia bersedia dinikahi pria tersebut.
-- Beberapa orang meyakini bahwa jika mereka melihat robin melayang di udara saat hari Valentine, ini berarti ia akan menikah dengan seorang pelaut. Sementara jika seorang wanita melihat burung pipit, maka mereka akan menikah dengan seorang pria miskin. Namun mereka akan hidup bahagia. Sementara jika mereka melihat burung gereja maka mereka akan menikah dengan jutawan.
-- Sebuah kursi cinta adalah kursi yang lebar. Awalnya kursi ini dibuat untuk tempat duduk seorang wanita (jaman dahulu wanita mengenakan busana yang sangat lebar). Belakangan kursi cinta dibuat untuk tempat duduk dua orang. dengan cara ini sepasang kekasih bisa duduk berdampingan.
-- Pikirkan lima atau enam nama pria (jika anda wanita) atau lima atau enam nama wanita (jika anda pria) yang ingin anda nikahi. Lalu putralah setangkai apel sambil menyebut nama tersebut satu persatu. Anda akan menikah dengan nama yang anda sebut saat tangkai tersebut lepas dari buahnya.
-- Petiklah sekuntum bungan dandelion yang tengah mengembang. Tiuplah putik-putik pada bunga tersebut, lalu hitunglah putik yang tersisa. Itu adalah jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.
-- Jika anda memotong sebuah apel pada tengahnya dan menghitung jumlah biji di dalamnya, ini juga bisa menunjukkan jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah. (love/tutut)

Yang penting bukanlah hari raya dimana kasih itu diingat dan dipraktekkan dengan beraneka bunga sebagai kasih sayang, atau coklat sebagai tanda cinta melainkan kehidupan sehari-hari apakah sudah mempraktekkan kasih? Orang yang lahir dari Allah memiliki kasih sementara orang yang tidak lahir dari Allah alias setan maka tidak kan pernah ada kasih!

Hal terbaik yang Allah kerjakan adalah memberikan kasih yang luar biasa yakni kasih tanpa syarat bahwa Ia turun sendiri dalam bentuk atau rupa manusia di dalam Yesus! Namun ini juga merupakan mala petaka bagi mereka yang sudah tahu dan sengaja menolak kasih itu! Kasih yang sempurna bukan sekedar memelihara, melindungi dan menjagai melainkan menyelamatkan. Jadi Yesus adalah bentuk manifestasi kasih Allah yang tertinggi ( Yoh 3:16) sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya memperoleh sebuah keselamatan kekal!

Apakah arti sebuah kepercayaan yang berangkat dari sekedar pewahyuan entah itu dari orang kudus, malaikat atau makluk alam roh yang hanya menata hidup ini agar lebih baik di bumi dan bukan lebih baik di sorga! Kalau di bumi ini sudah ada etika dan standar moral yang baik bukan sebuah kasih yang membawa seseorang masuk dalam kemuliaan sorga!

Setiap orang yang berhak di sebut anak-anak Allah adalah mereka yang mererima kasih Allah! 1 Yohanes 3:1 mengatakan : " Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Sebuah kebenaran penting bahwa kasih Allah terjadi bila seseorang memperoleh anugerah keselamatan menjadi anak-anak Allah!

Apakah artinya sebuah kebaikan tanpa kasih? banyak kebaikan tidak berangkat dari kasih melainkan dari prestise, pamer kekayaan dan merasa diri sok dermawan dengan bagi-bagi sedekah yang berujung maut! Amsal 14:12 mengatakan : " Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. apa buruknya memberi sedekah, dermawan bukan? mengapa sampai mendatangkan maut? lihatlah motivasinya apakah berangkat dari kasih? mungkin orang-orang yang mati mengenaskan terinjak-injak di masa lalu, di alam roh sana menyesal bukan kepalang gara-gara berapa ribu rupiah, nyawa taruhannya, ... ya itulah Indonesia!

Manusia manapun tidak mungkin bisa bertindak kasih yang murni sebelum menerima kasih dari Allah! Untuk itulah yang pertama orang harus menerima kasih Allah di dalam Yesus Kristus sebab Yesus identik dengan Kasih itu sendiri! Tidak ada manusia manapun yang melakukan tindakan kasih seperti Yesus berkorban demi orang berdosa! kalau orang berkorban demi kebenaran Yesus berkorban demi dosa dan kesalahan manusia. Justru itulah yang disebut kasih sejati , Yohanes 15:13 mengatakan : " Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Di hari Valentin ini yang terbaik merefleksikan diri apakah kita telah menerima kasih itu atau kita menolaknya!

Agama bukan jaminan masuk sorga termasuk agama Kristen! Namun Kristuslah yang membawa seseorang masuk dalam kemuliaan sorga sebab kasihNya merupakan kendaraan atau pasword seseorang masuk dalam sorga kekal, di luar itu Alkitab menutup kemungkinan apapun juga!


(Nantikan artikel selanjutnya!)


| A R S I P | OTOBIOGRAFI |

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi