Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
 
  PESONA JIWA
 
 

PDF

Cetak

E-mail


PESONA JIWA diulas secara sederhana, lugas dan tuntas
oleh penulis Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th.
untuk mempesona jiwa Anda agar bertumbuh dan disegarkan.
Artikel ini diadopsi dari
www.holyspiritministry.info dan seijin beliau
untuk menjadi berkat bagi pembaca sekalian
 


ORANG KRISTEN GOLPUT?

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraanya adalah kesejahteraanmu (Yermia 29:7)

Ada terlalu banyak alasan orang-orang Kristen lebih baik golput, Mengapa demikian? Banyak gereja dibakar, pemerintah diam seribu bahasa, Pendeta dan hamba Tuhan, disiksa mereka seolah-olah tutup mata dan tanpa penyidikan lebih lanjut! Untuk mendirikan Gereja, … wualah .. susahnya setengah mati, belum diterbitkannya surat menteri untuk urusan soal mendirikan gereja!

Masih lagi kalau dilihat KTP Kristen untuk naik pangkat, tersendat-sendat dan akhirnya menthok tidak berada dalam jajaran paling atas! Belum lagi banyak partai yang mengedepankan syariat, ya …. Untuk apa terjun kesana? Pilihan orang-orang Kristen selama ini dibawa lari kemana? Bahkan banyak orang percaya yang dibungkam, suaranya dan budeg ditutupi telinganya. Eksistensinya tidak eksis dan performentnya sengaja diberangus supaya tidak mencuat kepermukaan!
Belum lagi jenis pemerintahan selama ini banyak yang morat-marit dalam spiritualnya, korupsi yang marak, kenajisan (yang ketahuan) di lembaga tinggi Negara yang terpampang jelas di layar TV, membuat seharusnya orang-orang Kristen menghindar dan meninggalkan panggung politik supaya tidak terkontaminasi. Bahkan lihatlah sekarang siapa orang Kristen yang berani ngomong vocal kalau duduk di lembaga tinggi Negara? Mereka diam seribu bahasa, bagai kerbau di cocok hidungnya, mengikuti arus terus terjerembab ke dalam berbagai macam pencobaan.
Namun kalau orang PERCAYA hanya memikirkan kebobrokan negeri ini, fatalistic! Harus bangkit! Harus duduk di dewan legislatif, Yudikatif kalau perlu Presiden tapi untuk waktu sekarang tidak perlu! Untuk memberitakan kebenaran! Berkata benar dan bertindak benar! Nggak usah embel-embel membawa agama, gereja dan kekristenan! Agama perlu disingkirkan dalam memancarkan kebenaran! Orang atau partai yang selalu membawa agama akan bertendensi tidak adil, dan menganggap agama lainnya lebih rendah! Tidak ada Negara yang berangkat dari agama bisa maju! Apalagi agama-agama yang ajarannya berasal dari perintah manusia (Mark 7:7). Sering kali agama membuat seseorang jahat, liar dan membantai sesamanya! Ingat Tuhan sendiri juga tidak beragama, tanyakan Dia kalau bisa?
Lihatlah para pemimpin yang sok agamis dan tanpa toleransi dan kejeniusan berpikir, maka akan menghasilkan hal-hal yang paling semrawut dan tidak akan selesai dalam menyelesaikan berbagai macam krisis yang ada! Orang harus memilih pemimpin yang santun kepada Tuhan yang dapat dilihat bagaimana dia memperlakukan semua agama sama dalam berbangsa dan bernegara! Tidak menyebut yang mayoritas dan minoritas atau melecehkan yang lain! Kalau masih ada pemimpin yang seperti itu maka Indonesia ini bukan saja “ something is rong” but “ something is rotten” bukan sesuatu yang salah melainkan sesuatu busuk bahkan ada orang keterlaluan mengatakan Indonesia ini not only something but all is rotten, semua busuk! Ini sudah tendensius dan sarkasme!
Justru disaat seperti ini orang percaya harus membawa pelita, Yesus sendiri mengajarkan, Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Mat 5:15-16). Yesus tahu pasti bahwa kehadiranNya mengganggu pemerintahan waktu itu, bahkan sejak bayi kehadiranNya, dianggap menyaingi popularitas Raja Herodes, sejak bayi Yesus dikejar-kejar oleh pemerintah di jamanNya! Ia tidak pernah mendapat support secuilpun dalam mengabarkan kebenaran, bahkan dihalangi, dilecehkan akhirnya dibantai dalam penyaliban! Namun Yesus tetap mengajarkan, Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia. (Mar 12:17)
Yesus adalah pribadi yang konsen terhadap pemerintahan di JamanNya sekalipun Ia mendapat perlakuan yang sangat tidak adil. YEsus tidak pernah mengumpulkan kelompok untuk menyerang dan memberontak terhadap pemerintah tetapi harus terlibat di dalamnya untuk membenahi kerusakan yang ada! Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesajehteraanya adalah kesejahteraanmu (Yermia 29:7). Orang Kristen tidak mungkin bisa mensejahteragaan kota kalau hanya duduk diam di gereja dan membesuk jemaat! Levelnya hanya gereja dan jemaat, tetapi harus berani berjalan level kota, apalagi Negara! Kalau mau level Negara, ia harus duduk di Legeslatif atau Yudikatif agar suara terdengar! Kalau hanya di gereja maka yang mendengar di gereja tetapi kalau di kota hanya kota yang mendengar tetapi kalau di seluruh antero negeri maka seluruh negeri akan mendengar!


Antara Theokrasi dan Demokrasi
Bangsa Israel merupakan tolok ukur pemerintahan Theokrasi yakni Tuhan sendiri yang menjadi raja memimpin dan mengatur seluruh kawanan domba atau masyarakat Israel secara keseluruhan! Kehadiran kepemimpinan Tuhan diwakilkan oleh para nabi dan utusanNya! Selama mereka tunduk kepada nabi atau orang pilihanNya maka bangsa ini akan melacu dari kemenangan menuju kemenangan. Namun ketika mereka tidak mau tunduk kepada pemerintahan theokrasi maka mereka ingin mendapatkan raja seperti negeri-negeri lain maka pemerintahan Tuhan sudah bergeser menjadi pemerintahan yang demokrasi yakni pilihan rakyat! Ketika seluruh rakyat (anggap saja pesta pemilu) meminta supaya ada raja yang kelihatan (baca manusia) maka Tuhan sendiri, mengikuti pilihan masyarakat luas maka dipilihlah Salomo. Orang bilang suara rakyat adalah suara Tuhan, belum tentu! Suara rakyat yang moralnya sudah rusak akan memilih pemimpin yang rusak juga! Terbukti bangsa Israel memilih Raja yang membawa mereka ke dalam berbagai macam kesusahan!
Setelah pilihan seluruh rakyat jatuh ke tangan Raja Saul maka Samuel bersedih hati sebab dari penglihatannya raja-raja yang tidak takut akan Tuhan akan membawa kesengsaraan umatNya. Inilah luka hati Samuel, atas pilihan masyarakat Israel yang salah, …. Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu.Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka.Sebab TUHAN tidak akan membuang umatNya, sebab namaNya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umatNya? ( 1 Sam 12:20-22).
Orang Kristen harus terlibat dalam pemerintahan agar negeri ini di garami! Garam menjaga agar segala sesuatu tidak busuk! Saya sangat setuju banyak orang percaya yang duduk di Caleg! Tetapi bukan calon jelek! Calon legeslatif namun sayangnya belum ada satupun orang percaya yang duduk di pemerintahan ini melantunkan nada-nada sumbang untuk yang minor. Pada umumnya masih seirama kalau yang lain minor maka ikut minor, yang lain mayor maka ikut mayor! MEreka yang duduk lebih banyak terkontaminasi! Harus ada orang percaya yang cerdik, pandai penuh hikmat marifat seperti Daniel duduk di pemerintahan negeri ini. Kalau tidak negeri ini tahu tahu bentuknya apa dan rasanya bagaimana!
Orang Kristen yang tidak takut akan Tuhan, jika duduk dipemerintahan ini akan menjadi benalu dan mempermalukan nama Tuhan! Beberapa kali saya kotbah ada diantara mereka menjadi caleg. Sesudah saya Tanya mengapa menjadi caleg? Mereka menjawab, untuk memenuhi kuota saya dipilih sebenarnya saya tidak siap… nah loh? Ada diantara mereka dengan bangganya menyebut partai yang mengusungnya menjadi caleg, minta di doakan, kalau terpilih maka gaji pertamanya akan diberikan kepada saya dan persekutuan yang ada waktu itu! Hati saya tertawa. Menjadi caleg bukan sekedar butuh doa brur tetapi Dana! Bukan merendahkan kuasa doa tetapi ini hal yang vital! Membutuhkan strategi, kemampuan berpikir dan bertindak, jujur dan luas pengalaman serta punya jam terbang dalam menangani krisis secara global! Kalau menangani krisis diri sendiri tidak bisa maka akan sangat memalukan bila duduk di pemerintahan sana!
Orang percaya harus punya Orang-orang sekelas Yusuf, Musa, Daniel dan sadrah, mesakh, Abednego! Negeri ini akan menjadi makmur bila orang-orang percaya memiliki pilihan caleg yang tepat dan Presiden yang tepat! Bila tidak maka kehancuran negeri ini diakibatkan oleh orang-orang Kristen yang tidak memiliki hikmat tidak bersatu memilih yang terbaik! Demokrasi yang dipimpin oleh orang yang takut akan Tuhan akan menghasilkan perkara-perkara ajaib dan kemakmuran di seluruh negeri. Lihat saja Yusuf orang kedua dari pemerintahan Mesir. Apa yang dikatakan orang nomor satu di Mesir itu yang notabene tidak mengenal Allah! Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu." ( Kej 41:55). Orang percaya tidak perlu menjadi nomor satu di negeri ini, kemungkinannya mustahil, walaupun sebenarnya tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!
Namun ketika menduduki jabatan yang vital maka keputusannya dapat membuat rakyat makmur, namun kalau gagal maka yang vital itu akan menjadi fatal! Lihatlah Yusuf mampu menduduki peringkat memakmurkan rakyat yang dilanda resesi hebat. Kejadian 42:6 mengatakan : “ Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah. Yusuf menjadi kepala Bulog di jamannya sehingga seluruh rakyat dapat makan bahkan Negara lain datang untuk mengimport gandum sebab kelaparan melanda dunia!
Anggap saja kita cuek terhadap Pemilu ini, biarkan saja mereka memilih, toh kita ini sudah dipimpin oleh Roh Tuhan ( Rom 8:14), kita tinggalkan dunia ini beserta pernak-perniknya panggung politik yang memusingkan kepala! Jika orang orang percaya cuek maka jangan salahkan kalau ada keputusan-keputusan yang menutup gereja, mendiskriditkan orang percaya dalam pekerjaan dan karir sebab tendensinya sekarang negeri ini seolah-olah mau di Arabkan lebih dari Arabnya sendiri! Saya sudah lebih 9 kali berjalan-jalan di Arab sebagai Guide tour Israel, mereka sangat santun bahkan menyambut dan melayani kita makan saat mereka berpuasa bahkan ada diantaranya yang bisa berbincang-bincang dikala mereka puasa! Guide tour kami Arab yang tentu beragama muslim dapat menerangkan Alkitab dengan benar tanpa tendensi yang underisimate! Jangan salahkan nanti kalau ada keputusan hari minggu kerja sementara hari libur hari jumat! Ini kan salah satu target syariat bukan? Orang percaya harus bangkit memilih jangan berlagak begok sok rohani dan tidak mau terlibat dalam pemilihan!
Paulus seorang yang sangat diperlakukan tidak adil oleh pemerintahan Roma! Sekalipun ia warga Roma sendiri tetapi tidak mendapat support apapun dan dimanapun. Bahkan ia masuk penjara demi penjara dan perlakuan tidak adil di jamannya! Namun Ia mengatakan dengan jelas, Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya (Rom 13:1-2). Pemerintah ini sudah menetapkan sebuah ketetapan pemerintah agar seluruh rakyat memilih! Inilah sebuah ketetapan yang tidak merugikan orang percaya bahkan memberikan kesempatan semua orang percaya siapapun dari gereja manapun untuk memilih! Orang percaya dapat menempatkan orang-orang yang takut akan Tuhan duduk dipemerintahan ini! Pilihan yang tidak merugikan, bahkan pilihan terbaik! Bila melawan itu berarti juga melawan Allah juga sebab Alkitab berkata sederhana Pemerintah ditetapkan Allah barang siapa melawan ketetapan pemerintah maka mereka juga melawan Allah!
Berdoa dan pilihlah yang terbaik yang sesuai kehendakNya sebab saat ini orang memilih karena sodoran sembako dan iming-iming rupiah kalau menang! Orang percaya harus memiliki sebuah ketetapan yang tepat memilih untuk kemuliaan Tuhan dan pekerjaanNya bukan karena ambisi, ekonomi dan serba serbi yang membuat kantong terisi! Namun yang menjadi hal menyedihkan orang-orang percaya terpecah-pecah dan tidak ada persatuan sama sekali! Mereka masing-masing mendirikan partainya sendiri! Sehingga suaranya terpecah berantakan kemana-mana! Partai besar yang jalurnya agamis mengelabui orang percaya dengan menempatkan orang-orang Kristen ada disana, padahal mereka sendiri bertujuan mendirikan syariat dan Negara agama di negeri ini! Hanya orang-orang yang tidak penuh hikmat saja ikut terlibat dengan partai yang memberangus gereja dan menutup pekerjaan di negeri ini!
Pilihan harus jatuh kepada orang-orang yang benar-benar layak duduk di badan legeslatif! Mereka orang-orang yang cerdas, tidak egois memikirkan hal terbaik bagi banyak orang! Tidak ambisi dan arogansi diri tetapi mereka memiliki kerinduan untuk membuat negeri ini makmur, loh jinawi dan masyarakat menikmati yang terbaik hasil kinerja yang mantap dari orang-orang yang takut akan Tuhan! Sebenarnya kalau orang percaya seluruh Indonesia satu suara, dari aneka gereja, persekutuan dan ibadah-ibadah kantor maka 25 % suara untuk menentukan nama Presiden bukanlah sulit namun sekarang jangankan duapuluh lima persen, 2,5 persen saja sudah bagus sebab apa? Orang percaya sudah kocar-kacir, mereka yang tergiur partai besar dengan iming-iming kekayaan besar. Namun partai yang bernuansa kekristenanpun akan mengalami banyak kesulitan sebab negeri ini harus menjadi nasionalis bukan agamawis! Kalau negeri ini dibuat menjadi agamawis maka kita akan berada dipadang gurun Afganistan atau padang Efrata! Pilih mana? Lebih baik pilih Indonesia Raya!


(Nantikan artikel selanjutnya!)


| A R S I P | OTOBIOGRAFI |


Sahabat Surgawi

Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi