|
 |
|
PESONA
JIWA
diulas
secara
sederhana,
lugas
dan
tuntas
oleh
penulis
Pdt.
Timotius
Bakti
Sarono,M.Th.
untuk
mempesona
jiwa
Anda
agar
bertumbuh
dan
disegarkan.
Artikel
ini
diadopsi
dari
www.holyspiritministry.info
dan
seijin
beliau
untuk
menjadi
berkat
bagi
pembaca
sekalian
|

KEBERANGKATAN H -3
LIBUR LEBARAN 2008
|
MENGGAPAI HAL TERBAIK DI TANAH PERJANJIAN
HOLYLAND EGYP PILGRIM 11 HARI .
HARGA DEWASA $ 1885 HARGA ANAK (KURANG DARI 12 TH) $ 1785 . FUEL SURCHARGE $ 185 TIPS TAX VISA ISRAEL JORDAN MESIR $ 155
BERSAMA HAMBANYA
PDT. TIMOTIUS BAKTI SARONO, M.TH
TELP 02170363030, 081510377740
EMAIL: timotiusbakti_sarono@yahoo.com |
|
No Cross No Glory |
 |
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Mrk 8:34)
Dimata orang Yahudi salib adalah lambang dari orang-orang yang terbuang dari Allah namun Yesus mengajarkan sebaliknya orang-orang yang memikul salib adalah orang-orang yang diterima oleh Allah. Konsepsi yang bertolak belakang antara system dunia dan teritorial kerajaan sorga sering kali di konfrontasikan oleh Yesus! Kalau dunia mengatakan bahwa orang-orang yang kaya saja yang layak mengatakan bahagia
|
namun sebaliknya Yesus mengajarkan berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah (Mat 5:3).Salib adalah kado pertama yang diberikan oleh Allah bagi orang percaya supaya orang percaya penuh kemuliaan sebab tanpa salib maka kemuliaan Allah akan semakin menjauhinya.
Setiap orang yang menyebut dirinya pengikut Kristus yang ditakdirkan untuk dipermuliakan. Kemuliaan itu harus via salib bukan via kesombongan, kejayaan atau keduniawian melainkan orang percaya harus memikul salibnya sampai bukit golgota dan disalibkan disana!
Memikul salib bagi orang percaya bukanlah suatu nasehat yang baik melainkan suatu perintah yang harus di jalankan. Ini berarti tidak ada pilihan (no choice) mutlak dan harus! Hukumnya wajib bukanlah sunah artinya second class boleh ya boleh tidak! Kalau menyebut diri Kristen itu berarti harus berhadapan dengan salib dan tidak bisa lagi menghindarkan diri. Kalau tidak mau berjumpa dengan salib jangan pernah bermimpi bertemu Yesus yang pernah disalibkan itu! Ia hanya tertarik terhadap orang-orang yang datang kepadanya dengan membawa salibnya sendiri-sendiri.
Penentuan seberapa besarnya salib tidak boleh di pilih sendiri-sendiri semua sudah ditetapkan oleh Tuhan! Tuhan yang tahu pasti seberapa besar salib yang harus di pikul oleh seseorang, berapa bobotnya, seberapa jauh memikulnya penentuannya ada ditangan Tuhan. Seseorang tidak boleh memilih salib yang kecil dan jalan di atas jalan tol dengan mobil bak terbuka. Orang itu harus memikul salib yang berat dan berjalan di via dolorosa! Namun sebelum Tuhan sendiri memberi salib dan arahan kemana harus dipikulnya maka belajarlah menyalibkan diri sendiri ambil paku dan pakulah kaki dan tangan sendiri tinggal satu tangan maka mintalah Tuhan memakukannya. Ini suatu gambaran yang tidak perlu di praktekkan seperti orang-orang Philipina jika Paskah mereka mendemontrasikan penderitaan Yesus dengan menyalibkan salah seorang sebagai alat peraga!
Kekristenan bukanlah panggilan untuk pergi melihat aneka ragma salib bagikan sebuah gallery dan menikmati bentuk-bentuk salib yang aneka ragam melainkan siap menerima bentuk salib apapununtuk dipikulnya. Kekristenan bukan juga melihat orang-orang di salib dan mondar-mandir dibawah salib seperti tentara roma melainkan ikut naik diatas salib dan disalibkan bersama Yesus sebab pada dasarnya kita ini busuk identik dengan dua penjahat yang ada disamping Yesus. ROM 6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
Memikul salib bukanlah sebuah pengalaman yang sedap di dengar telinga dan indah di pelupuk mata. Mungkin pengalaman yang Tuhan ijinkan saat kita mengalami salib ini adalah sesuatu yang membuat hati ketar-ketir, clingak – clinguk menanti pertolongan tapi pertolongan itupun tidak datang juga. Jika salib itu dilambangkan dengan keadaan maka salib itu bagaikan neraka dalam dunia dengan suasana hati yang terkoyak, ketidak adilan, cemooh dan perlakuan tidak adil serta bertubi-tubi ancaman tidak pernah berhenti. Seolah-olah seperti perkataan Yesus orang harus berkata : Allah-Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku? (Mat 27:46)
Anak Tuhan yang sering kali berada di kawasan tekanan yang kuat maka akan muncul sebagai orang hebat sebab tidak ada peristiwa spektakuler terjadi secara gratis! Semua harus berada dalam usaha yang kerja keras dan banting tulang maka sebuah kejayaan di temukan oleh orang yang berusaha keras, dan meneteskan air mata maka sorak –sorai kegirangan akan diperoleh setiap orang yang percaya!
(Nantikan
artikel
selanjutnya!)
|