|
 |
|
PESONA
JIWA
diulas
secara
sederhana,
lugas
dan
tuntas
oleh
penulis
Pdt.
Timotius
Bakti
Sarono,M.Th.
untuk
mempesona
jiwa
Anda
agar
bertumbuh
dan
disegarkan.
Artikel
ini
diadopsi
dari
www.holyspiritministry.info
dan
seijin
beliau
untuk
menjadi
berkat
bagi
pembaca
sekalian
|
TUMPULNYA
NURANI
NEGERI
INI
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
|
|
Negeri yang sudah carut marut ini tidak ada kapok-kapoknya mempertontonkan tindakan sadis, bengis, liar dan biadab oleh orang-orang yang mengatas namakan agama! Bahkan ketika membantai orang yang sudah tidak berdaya dan bersimbah darah, dari mulut orang-orang ini masih menyebut nama Tuhan! Tuhan model apakah yang berkenan dan bersukacita melihat umatnya membantai sesama umat ciptaanNya? Itu bukan Tuhan melainkan setan yang paling bengis yang tinggal di dalam kerak neraka yang paling dalam yang mengilhami bahkan menyeponsori tindakan tak berprikemanusiaan itu. |
Mereka
yang
mengatas
namakan
agama
itu
bagaikan
binatang
jalang
yang
memangsa
domba
yang
tidak
berdosa!
Tuhan
mana
yang
ketika
namanya
di
sebut,
Ia
manggut-manggut
dan
berkata
;
terus
lanjutkan..
itu
kepala
belum
di
pukul…
hajar
terus
sampai
mampus
…
ha…ha…
terus
sebut
namaku
dan
…
hajar
sampai
titik
darah
penghabisan…
bunuh…
bantai….
Sebenarnya
agama
resmipun
kala
dihuni
oleh
orang-orang
“bengis”
ini
menjadi
memuakkan
dan
membuat
muntah
bila
mendengarnya
dan
duka
cita
bagi
yang
menjalankannya!
Tingkah
laku
ini
mirip
yang
Yesus
Kristus
ucapkan
iblis
datang
untuk
mencuri,
membunuh
dan
membinasakan
(
Yoh
10:10a)
mereka
sedang
menjalankan
apa
yang
iblis
lakukan,
janganlah
meniru
tindakan
biadab
yang
tak
pernah
mendapat
restu
dari
manapaun
dan
alam
dimanapun!
Sorga
pasti
tertutup
rapat
bagi
mereka
yang
bertindak
persis
binatang
dan
menggunakan
kedok
agama
yang
indah
dan
santun!
Jangan
pernah
berkata
bahwa
Tuhan
meridhoi
tindakan
liar
yang
mirip
binatang!
Kita
bukan
binatang
melainkan
makluk
ciptaan
yang
segambar
dan
serupa
Allah
dan
harus
saling
menghormati
dan
menghargai
bukan
seperti
hutan
belantara
yang
kuat
yang
menang,
ini
Negara
hukum
bung!
Peristiwa
pembantaian
orang-orang
yang
dianggap
sesat
dan
pembakaran
tempat
ibadah
menunjukkan
lemahnya
FBI
nya
Indonesia
atau
bancinya
pihak
kepolisian
yang
dinyalir
membiarkannya.
Mereka
sudah
jelas
mengetahui
penyerangan
namun
tidak
bisa
menghalanginya….
Istitusi
model
apakah
yang
tahu
aka
ada
korban
tetapi
membiarkannya,
apapun
argumentasi
yang
diberikan
tetap
saja
mubazir
korban
sudah
terjadi!
Apakah
mungkin
pemerintah
ini
membutuhkan
tumbal
supaya
orang-orang
berjatuhan?
Tentu
tidak
bukan?
Ya
jangan
hanya
menyesalkan
sesudah
peristiwa!
2
Timotius
3:5
kalau
diterjemahkan
dengan
bahasa
sehari-hari
dapat
disebutkan
mereka
seolah-olah
beribadah
tetapi
sebenarnya
nol
besar!
Grand
disain
“dalang”
semuanya
ini
harus
berhadapan
di
hadapan
Allah
Sang
Pencipta
entah…
apa
hukuman
orang
sekejam
ini!
Betapa
banyak
korban
bergelimpangan
dari
terluka
sampai
tewas,
entah
motivasi
apapun,
untuk
menggoncang
negeri
inikah?
atau
apapun
alasannya
tidak
bisa
dibenarkan!
Inilah
kisah
nyata
yang
ada
di
negeri
ini
namun
semakin
kebenaran
dihambat
secara
otomatis
akan
merambat
lihatlah
orang-orang
yang
membantai
itu
akan
terngiang-ngiang
sebagai
pembunuh!
Kecuali
orang-orang
tersebut
sudah
sering
membunuh
orang
sehingga
memang
mereka
telah
tumpul
Pemerintah
paling
tidak
hanya
bisa
berkata
“
prihatin”
yang
sangat
membosankan
masyarakat
apakah
lebih
bijak
untuk
mencoba
menghalangi
terjadinya…..Pembantaian
dengan
dalih
agama
sesat
dan
pelecehan,
anggap
saja
itu
agama
bukan
dari
Tuhan,
otomatis
akan
punah
dengan
sendirinya,
Tuhan
yang
kuat
tidak
perlu
dibantu
untuk
menghabisi
“
kompetiter”
atau
saingan
agama
resmi!
Dan
celakanya,
pemerintah
plin-plan…
antara
sesat
dan
bukan
selalu
tidak
jelas!
Pemerintah
ingin
berada
di
zona
“nyaman”
namun
makan
korban
terus!
Berwibalah
sedikit
saja
jangan
banyak-banyak!
Alkitab
jelas
mengatakan
bahwa
Pemerintah
diberi
kekuasaan
Tuhan
untuk
memegang
pedang!
(
Rom
13:1)
dengan
tujuan
untuk
melindungi
rakyatnya
dan
ketidak
adilan,
apakah
jangan-jangan
pemerintah
sudah
tidak
adil?
Pemerintah
ini
tidak
pernah
belajar
dari
sejarah,
setiap
darah
yang
tertumpah
oleh
ketidak
adilan
itu
menjadikan
mendung
kekacauan
dan
bencana
bergumpal-gumpal
di
udara
dan
pada
waktunya
semakin
banyak
maka
yang
ada
akan
menjadi
hujan
malapetaka!
Untuk
mengantisipasi
kerusuhan
kembali
terjadi
bukan
saja
BIN
harus
lebih
kerja
keras
tetapi
Polisi
harus
berwibawa
jangan
hanya
specialis
menilang
kendaraan,
mohon
maaf
pak
polisi!
Coba
renungkan
bagaimana
perasaan
orang
tua
yang
melihat
anaknya
“dimatiin”
di
depan
banyak
orang!
Mati
mengenaskan…
kalau
itu
anak
polisi
atau
anak
bin
mungkin
juga
pejabat
wah…
akan
pasti
langsung
heboh,
keadaan
tidaklah
setenang
rakyat
biasa
yang
kena
korban.
Disinilah
pemerintah
harus
belajar
tegas
dan
tegas…
tidak
hanya
kata
prihatin,
menyesalkan,
dan
sederetan
kata
yang
sangat
ironis…
Pemimpin
harus
berkata
:
tegas
dan
jelas
bak
Sukarno
ketika
berpidato,
atau
seperti
Suharto
yang
berkata
…
sapu….
Bungkus
dan
bersihkan…..soal
kebebasan
belajar
dari
Gus
dur….
Jelas
bebas
walau
pakai
aturan
main
yang
jelas!
kita
tidak
perlu
ham…ham…an
jika
berhadapan
orang
yang
sadis
dan
biadab…
lebih
baik
satu
yang
jahat
mati
daripada
banyak
orang
yang
tidak
bersalah
jadi
korban!
Maklumlah
warna
pemerintah
sekarang
abu-abu……
tidak
putih
juga
tidak
hitam
….
Semoga
negeri
ini
damai
di
tangan
para
pemimpin
yang
tegas,
bijak,
smart
dan
member
damai
dan
sejahtera
bagi
ketentraman
rakyatnya!
(Nantikan artikel selanjutnya!) |