Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
 
  PESONA JIWA
 
 

PDF

Cetak

E-mail


PESONA JIWA diulas secara sederhana, lugas dan tuntas
oleh penulis Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th.
untuk mempesona jiwa Anda agar bertumbuh dan disegarkan.
Artikel ini diadopsi dari
www.holyspiritministry.info dan seijin beliau
untuk menjadi berkat bagi pembaca sekalian
 


KESETIAAN
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

Film "Hachiko: A Dog’s Story" bercerita tentang seekor anjing yang sangat setia pada tuannya, melebihi batas kesetiaan anjing pada rata-rata.Cerita ini bermula ketika Profesor Parker Wilson (Richard Gere) menemukan seekor anjing kecil di Stasiun Kereta Api Bedridge, Wonsocked, Amerika Serikat, tempat ia biasa pergi bekerja dan pulang dari kerja. Anjing berjenis akita itu kemudian diajaknya pulang ke rumah dan diberi nama Hachiko. Parker dan istrinya Cate (Joan Allen) merawat anjing itu hingga Hachiko bertumbuh besar dan tiada tiada hari yang dilewatkan Parker tanpa bermain dengan Hachiko.

Suatu hari, ketika Hachiko sudah beranjak dewasa, tanpa disangka ia mengikuti Parker ke stasiun saat Parker berangkat kerja. Parker terpaksa keluar dari kereta untuk memulangkan Hachico ke rumah.Namun, ternyata Hachico menjemputnya di stasiun pada pukul 17.00.
Sejak saat itu Parker membiarkan Hachico mengantar-jemputnya di stasiun.Para pemilik kios, pedagang, dan pejalan kaki, serta "commuter" (orang yang bekerja secara "nglaju") tercengang-cengang dengan kelakuan Hachiko yang tidak seperti anjing pada umumnya.Semua orang orang di sekitar Stasiun Bedridge menyayangi Hachiko dan selalu menyapa anjing itu layaknya sebagai manusia.Sampai pada satu hari, Hachiko tak menemukan kedatangan tuannya di stasiun pada pukul 17.00.Parker Wilson ternyata meninggal karena serangan jantung ketika ia tengah mengajar, sementara Hachiko sepertinya tak pernah mengerti perihal meninggalnya Parker.Setelah kematian Parker, Cate menjual rumahnya dan meninggalkan Bedridge.
Sementara Hachiko dipelihara oleh anak perempuan Parker, Andy Wilson (Sarah Roemer).Berulang kali Hachiko kabur dari rumah Andy untuk pergi ke stasiun, berharap ia akan menemukan tuannya kembali.Andy selalu menjemput Hachiko di stasiun hingga pada akhirnya Andy merelakan Hachiko pergi. Hachiko tinggal di stasiun dan pada pukul 17.00, ia akan duduk di bundaran di depan stasiun, menanti kedatangan tuannya.Keunikan tingkah laku Hachiko itu menarik perhatian orang-orang di sekitar situ, bahkan tulisan mengenainya dimuat di koran-koran sehingga kisah anjing ini menjadi legenda. Sehingga orang-orang memberi makan Hachiko secara bergantian.Kesetiaan Hachiko bertahan hingga tahun kesepuluh meninggalnya Parker.
Sampai akhirnya pada musim dingin tahun ke sepuluh, Hachiko meninggal di bundaran stasiun pada tengah malam.Pembuatan film ini diinspirasi dari kisah nyata seekor anjing bernama Hachiko yang hidup dalam rentang waktup tahun 1923-1935 di Jepang.Kisah yang disajikan dalam Hachiko: A Dog’s Story persis sama dengan kisah aslinya. Di Jepang, sebuah monumen berupa patung untuk mengenang kesetiaan Hachiko didirikan di depan Stasiun Shibuya.
Terkadang kesetiaan kita kalah sama anjing terhadap Majikan Agung kita Yesus Kristus! Sering kali orang percaya hanya stempel pejabat gereja padahal dia tidak lebih dari tomat, minggu tobat senin kumat, itupun kalau minggu ke gereja. Banyak orang yang menamakan Kristen namun lebih banyak tenggelam untuk kesibukan kerja dan meremehkan Tuhan! Mereka pikir dengan kaset rohani di mobil dan mulut mereka menyebut nama Tuhan itu sudah wujud kesetiaan kepada Tuhan, seolah-olah “hero” padahal “zero”! belajar dari seekor anjing yang hanya melihat majikannya maka kita harus focus terhadap Tuhan yang menyelamatkan kita!
Namun bagaimana kita bisa setia kepada Tuhan sedangkan Ia tidak kelihatan? Alkitab mengatakan, I Yohanes 4:20 mengatakan, Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Hal utama yang kita harus kerjakan adalah mengasihi saudara seiman satu dengan yang lain, gereja harus menjadikan orang lain menjadi, kakak, adik, atau lebih jauh lagi ponakan, kakak ipar atau mertua bagi mereka orang tua! Kita adalah sebuah keluarga besar! Gesekan sudah pasti ada, sebab mencuci piring benda mati saja bisa pecah berbenturan namun kesetiaan menentukan apakah ia tahan dihadapan Allah dalam pekerjaanNya atau ia sebagai pengecut dengan melarikan diri dari tanggung jawab! Mereka piker tidak melayani di sini melayani disana akan lebih baik, orang model seperti ini akan menjadi “ trouble maker” di gereja manapun juga!
Namun harus disadari bahwa berbicara lembaga gereja dan pelayanan sudah pasti ada pemimpin, orang yang tidak taaat dengan pemimpim itu bagaikan Korah, datang dan abiram yang memberontak kepada Musa sebagai Abdi Allah dan mereka menerima hukuman yang setimpal! 1 Timotius 5:17 mengajarkan : “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar. Hamba Tuhan yang salah layak di tegor dan diperingatkan namun bukan dicaci maki dan di sumpah serapahi sebab 1 Tawarikh 16:22 mengatakan "Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabi-Ku!"
Saya sebagai hamba Tuhann termasuk orang yang tidak setuju memberi prioritas penghormatan plus..plus untuk hamba Tuhan karena biji mata Tuhan sementara jemaat sebagai biji kelereng atau biji salak! Semua adalah biji mata Tuhan, hamba Tuhan tidak perlu diagungkan atau jasanya diberi tinta emas, namun jika hamba Tuhan ini benar hidup dalam hadiratNya maka yang pasti jangan pernah berurusan hal-hal yang negatif apalagi memfitnah dan sumpah serapah! Sebab urusannya dengan Tuhan, orang-orang model ini adalah cirri khas akhir jaman dengan istilah ... mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas ( 1 Timotius 5:13)
Kesetiaan seseorang kepada Tuhan dalam pelayanan dapat dilihat hubungannya dengan pemimpinnya bila dengan pemimpinnya yang kelihatan saja memberontak apalagi dengan Juru selamat yang tidak kelihatan sudah pasti sering kali memberontak namun tidak kelihatan dengan mata telanjang! Akhir jaman ini kita di tuntut untuk setia kepada Tuhan ditempat dimana Tuhan percayakan, jangan pernah melangkah ke tempat dimana Tuhan tidak tetapkan! Ketika Tuhan taruh kita diwilayah dimana kita harus maju maka dapat dipastikan disitu berkat Allah akan mengalir, namun jangan pernah menjadi sombong ketika berkat itu mengalir dan kemudian meninggalkan Tuhan dimana kita diberkati Tuhan! Orang bilang “ kacang lupa kulit” itu terjadi bagi mereka yang terus menerus merasa diri diperkenan Tuhan sehingga diberkati dengan kekayaan milyaran dan proyek segunung!
Kita perlu ingat Tuhan memberkati kita bukan karena kita baik dan berkenan kepada Tuhan tetapi sebaliknya kita diberkati karena Tuhan baik dan berkenan memberkati kita! Kalau kita berkata bahwa kita diberkati karena hidup kita berkenan kepada Tuhan maka kita seperti perempuan gila yang Ayub maksudkan (Ayub 2:9,10) istri Ayub menyamakan Tuhan dengan kekayaan dan kehormatan, pada waktu istri ayub menyaksikan kehormatannya hilang maka Tuhannya hilang dan layak dikutuki? Jangan pernah menganggap kekayaan itu sebagai ukuran perkenanan kepada Tuhan Tuhan sebab ketika kekayaaan itu hilang maka kita tidak akan pernah setia lagi kepada Tuhan!
Jujur saja bagaimana orang bisa bilang bahwa kalau Tuhan berkenan selalu ada kekayaan dan berkat yang luar biasa? Bukankah Tuhan menolak kekayaan yang iblis tawarkan? Mengapa Yesus Kristus menolak tawaran Iblis dengan kekayaannya? Sudah pasti Dialah yang memiliki alam semesta (matius 28:17) namun lebih dari pada itu kekayaan yang iblis tawarkan akan mengurangi kesetiaan YEsus Kristus kepada BapaNya yang di sorga! Kalau perkenanan Tuhan itu identik dengan kekayaan maka Yesus adalah pribadi yang Allah tidak berkenan sebab Yesus tidak memiliki apapun juga di dunia ini, Yesus sendiri berkata : "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia c tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Namun harus diakui bahwa kesetiaan hamba Tuhan teruji ketika melihat orang-orang yang tidak setia namun diberkati, itu sudah merupakan jeritan lama para nabi-nabi Tuhan Pemazmur sendiri, complain kepada Tuhan akan kehidupan orang fasik, katanya “ Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik . Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain. Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan. Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan. Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati. (Maz 73:4-8)
Anak Tuhan yang memiliki kualitas taman kanak-kanan akan gampang ngambek dan menghilang dan tidak akan setia bila mendapat tegoran pemimpinnya, apalagi mereka yang sudah merasa diri kaya dan kuat, namun dimanapun orang ini berada selama ia tidak taat kepada pemimpinnya akan menjadi trouble maker” pembuat kesulitan di mana saja! Harus diakui kita harus mengerjakan pekerjaan Tuhan bukan pekerjaan diri sendiri, untuk kepoleran, mencari penghargaan diri! Di dalam pelayanan kita harus menyukai apa yang Tuhan lakukan bukan kita menyukai apa yang kita lakukan! Jika kita menyukai apa yang kita lakukan, maka lebih banyak maunya kita yang berbicara sebab maunya kita cenderung untuk kepentingan pribadi! Paulus mengatakan dengan jelas bahwa tubuh kita ini cenderung melakukan dosa ( Roma 7:24) sehingga kalau kita menyukai apa yang kita lakukan yang bukan Firman Tuhan maka kecenderungan hidup kita menjadi binasa! Alkitab jelas mencata bahwa kecenderungan manusia selalu berbuat dosa sehingga Roh Allah tidak selamanya mau tinggal terus menerus ( Kejadian 6:3)
Orang tidak akan setia kepada Tuhan bila ia terus menerus berbuat dosa sebab dosa sekecil apapun akan memisahkan dirinya kepada Tuhan! Yesaya mengatakan : tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu , dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu (Yes 59:2)! Orang yang tidak setia kepada Tuhan diakibatkan karena memang dirinya sedang terpisah dengan Allah, dosanya tidak dilakukan di gereja melainkan di luar gereja tetapi imbasnya di dalam umat Allah! Kesetiaan membutuhkan kekudusan yang murni dalam setiap aspek hidup dan moralitas yang tinggi yang tidak mudah tergoda oleh iming-iming harta dunia ini Tuntutan Tuhan dalam diri orang percaya adalah : Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” (Wahyu 2:10). Masak kita umat pilihannya kalah sama anjing?


 

(Nantikan artikel selanjutnya!)

| A R S I P | OTOBIOGRAFI |


Sahabat Surgawi

Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 1999, Tim Sahabat Surgawi