Selamat datang di Sahabat Surgawi 
» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
  Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 











 
» Pemahaman Alkitab

 

Pelajaran 47
KRISTUS DATANG UNTUK MENYAKSIKAN
KEBENARAN

Tujuan : Agar peserta dapat mengerti maksud tujuan kedatangan Kristus ke dalam dunia

PENDAHULUAN
Pembacaan Alkitab: Yohanes 8:32; 17:17; Yoh. 18:37-38: "...untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran ... kata Pilatus kepadanya: Apakah kebenaran itu?". Jiwa manusia mendambakan kebenaran. Bukan kebenaran-kebenaran ilmiah atau sejarah. Kalau yang ini intelek manusia mampu menjawabnya, sehingga lambat laun kebenar an-kebenaran itu terungkap. Namun kebenaran-kebenaran ilmiah dan sejarah tak sanggup memuaskan jiwa manusia dan menyelesaikan masalah-masalah manusia.
Yang dirindukan hati manusia adalah kebenaran rohani, kebenaran religius. Ini telah dipikirkan oleh para filsuf selama berabad-abad. Aliran demi aliran muncul dan mengklaim telah menemukan jawaban atas pertanyaan: apakah kebenaran itu? Namun ternyata juga gagasan-gagasan para filsuf tentang kebenaran itu juga simpang siur, tidak memuaskan dan tidak dapat dijadikan acuan hidup yang kokoh. Lalu orangpun jadi bersikap acuh tak acuh, bahkan sinis. Masalah apa itu kebenaran nampaknya menjadi sekedar bahan perdebatan yang melelahkan dan tidak berujung pangkal. Ini tampak dalam pernyataan Pilatus (yang bernada sinis): "Apakah kebenar an itu?". Ia tidak menunggu jawaban Yesus atas pertanyaannya itu. Tentu Ia telah banyak mendengar tentang "teori" kebenaran. Ia anggap Yesus tentu sama saja dengan para filsuf yang pernah ia dengar. Tetapi sebenarnya, soal kebenaran rohani, pada Yesuslah ada kata akhir. Di dalam Dia ada kebenaran yang final!

1. DIALAH KEBENARAN TENTANG ALLAH
Inilah kebenaran yang paling dicari manusia. Bukan apakah Allah ada, karena secara naluriah manusia di manapun percaya Allah ada. Tetapi yang ingin diketahui manu sia, bagaimana sifat Allah dan terutama sikapnya terhadap manusia. Justru inilah yang dimanifestasikan Kristus melalui ajarannya, terutama melalui hidupnya. Kristus menyatakan Allah yang tampak itu (Yoh. 1: 18; 14:9 -1 Kol. 1: 15) dan sekaligus sifatnya yang utama, yakni kasih (Yoh. 3:16; I Yoh. 4:9-10).
Di luar Kristus tak ada pernyataan Alah yang lengkap, apalagi mengenai kasihnya. Tanda terbaik yang berasal dari Allah, adalah Kristus. Tak ada cara yang lebih baik untuk mengenal kasih Allah kecuali melalui Kristus. Mengenal kebenaran ini membu at kita tidak takut menghampiri Allah, bahkan menjalin persekutuan dengan Dia. Hasilnya: hidup jadi bahagia dan mengarah sempurna (Mazm. 62:2; I Yoh. 1:5-7).

2. DIALAH KEBENARAN TENTANG MANUSIA.
Kristus menyatakan gagasan terbaik dan leluhur tentang kodrat dan kewajiban hidup manusia. Ilmu pengetahuan, seni, filsafat, tak sedikitpun mampu memperbaiki konsep Kristus tentang manusia dalam hubungannya dengan Allah. Ini menjadi dasar bagi kehidupan individu, keluarga, gereja maupun masyarakat.
Kebenaran apa yang diajarkan Kristus mengenai manusia? Bahwa Allah itu adalah Bapa kita (Mat. 6:9), dan kita anak-anak-Nya (5:45). Bukan saja itu. Bahkan kita ini adalah ahli waris Allah, sewaris dengan Kristus (Roma 8:17; Gal. 4:6-7). Ini adalah kebenaran yang tak ternilai harganya, yang jauh mengungguli semua pikiran manusia tentang dirinya. Dan bila konsep ini difahami, manusia yang terjahat sekalipun akan tergugah untuk bangkit meninggalkan mutu kehidupan yang rendah dan hina (Luk. 15: 8-20).

3. DIALAH KEBENARAN TENTANG HIDUP DI SEBERANG SANA
Di tengah-tengah dunia yang penuh tekanan dan jatuh bangunnya peradaban, manusia mendambakan hidup kekal yang memberi harapan dan penyegaran. Konsep Kristus tentang hidup kekal (Yoh. 5:24; 6:47; 11:25-26; 14:1-3 ), menjawab kebutuh an jiwa yang terdalam yang mencakup 2 sisi:
1. Hidup berbobot dalam dunia kini.
2. Hidup yang tidak dibatasi waktu, tapi aktif, berkembang, mulia. "Eternal life is both a present possession and a future realization!". Amin.

BUKU BACAAN PENUNJANG:

1. Milne. Bruce, Mengenali Kebenaran, Jakarta: BPK GM.
2. Ryrie. Charles C, Teologi Dasar 1, Yogyakarta: Andi Offset.
3. Ryrie. Charles C, Teologi Dasar II, Yogyakarta: Andi Offset.
4. Dowell. Josh Mc, Allah Menjadi Manusia: LLB.
5. Stott. JR W, Karya Kristus Bagi Kita, Jakarta: BPK GM.
6. Dowell. Josh Mc, Kekristenan Sejarah Atau Dongeng,: BPK GM.
7. Peale. Norman V, Kuasa Positif Yesus Kristus, Jakarta: BPK GM.
8. Stalker. James, Masa Hidup Yesus Kristus, Malang: Gandum Mas.
9. W. Bill & Dowell. J Mc, Nabi Isa, Y Masa Meriba.
10. Moris. Leon, Salib Yesus, Malang: SAAT.
11. Walvrood. John W, Yesus Kristus Tuhan Kita, Surabaya: Yakin.
12. France. R. T, Yesus Sang Radikal, Jakarta: BPK GM.
 

(Sumber : Benih Kekal - Departemen Pemuda & Anak Gereja Bethel Indonesia)

| A R S I P |


Sahabat Surgawi

Media pelayanan antara jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2001, Tim Sahabat Surgawi