Selamat datang di Sahabat Surgawi 
» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
  Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 











 
» Pemahaman Alkitab

 

Pelajaran 46
NASEHAT BAGI YANG MENDERITA
 

Pembacaan Alkitab: I Pet. 4:19
Tujuan :Agar peserta dapat memahami makna penderitaan dari sudut pandang Alkitab
 

PENDAHULUAN
Allah pasti akan menyelamatkan umat-Nya pada akhirnya. Tetapi dalam perjalanan hidup ini, umat Tuhan mungkin harus mengalami berbagai macam pencobaan. Namun semua penderitaan itu akan membuahkan kebaikan bagi orang percaya. Dari ayat ini, kita menemukan kebenaran-kebenaran, bahwa:

1. ORANG KRISTEN TIDAK BEBAS DARI PENDERITAAN
Biarpun macamnya penderitaan tidak sama, namun kita harus siap mengalami kesukaran.
Penderitaan bisa menimpa:
a. Reputasi : diejek, diolok. Kristus pernah dicap sebagai Baalzebul (Mat. 9:34 ; 10:25; 12:24). Kita mungkin juga dicap bodoh, fanatik, dan lain-lain, kalau mengiring Tuhan sungguh-sungguh ( Kis. 17:32)
b. Milik: kehilangan milik, harta, materi, tidak naik pangkat atau gaji karena menjadi orang Kristen. Kesalehan bisa jadi penghalang bagi kemajuan karier (Ibr. 10: 34).
c. Kebebasan dan nyawa:dipenjara bahkan tewas karena iman dan kesalehannya sebagai orang Kristen.
Siapkah kita menerima semua ini? (Kis.21:13).

2. PENDERITAAN ADALAH KEHENDAK ALLAH
Aneh? Ini pasti ditolak oleh paham teologi sukses atau kemakmuran bahwa orang Kristen tak boleh menderita karena penderitaan bukan kehendak Tuhan melainkan kehendak iblis. Kalau seorang Kristen menderita, itu tanda kurang iman atau hidupnya tidak beres. Tuduhan yang gegabah! Baca: Yoh. 16:33 ; Fil. 1:29 ; Kis. 14:22 ; I Kor. 10: 13 ; I Pet. 4:12 dan lain--lain.
Mengapa Tuhan mengijinkan penderitaan menimpa kita?
a. Menguji iman (I Pet. 1: 7).
Allah melihat iman kita, walaupun tak nampak. Tetapi kalau iman tidak didemontrasi kan, kita tidak mendapat penghiburan dari iman itu dan Allah tidak dipermuliakan. Karena itu Allah mengijinkan penderitaan sebagai ujian iman (test-case), agar kita maupun orang lain melihat, betapa Allah telah melakukan hal-hal yang berarti bagi kita (ingat iman Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel yang diuji - Dan.3,6).
2. Mendewasakan (I Pet. 5.- 10).
Penderitaan dimaksudkan untuk menumbuhkan rohani kita. Kerohanian dan karakter cenderung mandek, kalau segala sesuatu lancar dan mulus jalannya. Kesukaran--kesukaran bisa mendongkrak kemandekan itu. Ibr. 5: 8-9: Kristus sendiri disempurna kan melalui penderitaannya.
3. Menyatakan kemuliaan Allah (Yoh.9:3;11:4).
Ketahanan orang saleh dalam penderitaan akan menjadi kekaguman dunia. Sedang kekuatan yang diberikan Allah, membuat orang saleh itu sanggup memuji Tuhan dalam sengsara (Kis. 16:25-26). Apalagi jika kelak segala rahasia Allah dibeber dan dikenal seluruh makhluk, betapa membahana pujian bagi Allah yang berhikmat, yang akan dikumandangkan semua mahkluk ! (Wah. 7:11-12 ; 15: 3 -4 ; 19:1-5).

3. SIKAP DALAM PENDERITAAN
Orang yang terbaikpun bisa bingung kalau menderita (Ayub). Tetapi di sini ada nasihat yang jitu.
1. Menyerahkan jiwa pada pemeliharaan Tuhan (Mat. 26:39,42; Luk. 1:38).
Jangan bertahan dengan kekuatan sendiri atau meronta-ronta. Biarkan hikmat dan kuasa Allah yang menanggulangi cobaan itu demi kita. Jadikan Dia manager dan pengawal jiwa kita untuk mengatasi masalah kita.
2. Tetap berbuat baik (Gal. 6:9 ; Ams. 6:30-31).
Ketika percobaan melanda, jangan tergoda untuk berbuat jahat atau berhenti berbuat baik. Jangan memadamkan pelita kita malah kita harus memacu untuk bersinar lebih benderang!
3. Yakinlah akan kesetiaan Allah (I Kor. 1:9 ; 10: 13 ; II Tes. 3:3).
Allah berjanji menjaga kaki orang kudus (Mazm. 56:14; 66: 9). Pasti Ia akan mene pati janji itu. Keyakinan ini tak boleh dirampas oleh penderitaan.

Buku Bacaan Penunjang:

1. De Haan. Martin R, Mengapa Tuhan Mengijinkan Penderitaan, Yogyakarta; Yayasan Gloria.
2. Murphee. Joh Tal, Kejahatan Dan Penderitaan Mengapa Allah Mengijinkannya
Bandung: LLB.

 

(Sumber : Benih Kekal - Departemen Pemuda & Anak Gereja Bethel Indonesia)

| A R S I P|


Sahabat Surgawi

Media pelayanan antara jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2001, Tim Sahabat Surgawi