Selamat datang di Sahabat Surgawi 
» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
  Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 











 
» Pemahaman Alkitab

 

Pelajaran 41
KERENDAHAN HATI
 

Pembacaan Alkitab: Mazmur 25:9; Yakobus 4:6, Kolose 3:12
Tujuan :Agar peserta memiliki kerendahan hati sehingga bebas dari segala kepahitan.

PENDAHULUAN
Rendah hati dalam pengertian tertentu mempunyai arti yang sama dengan merendah kan diri (bukan rendah diri = minder) - I Tawarikh 12:7,12. Rendah hati/merendahkan diri yang dimaksud bukanlah merupakan sikap fisik seperti terbungkuk-bungkuk, namun lebih tertuju pada pengertian secara rohani atau sikap hati. Sikap ini sangat baik jika dimiliki oleh setiap orang Kristen karena demikianlah teladan Yesus, Tuhan kita (Matius 11:29).

MAKNA RENDAH HATI/MERENDAHKAN DIRI
Ada dua makna indah dalam kata "rendah hati/merendahkan diri", yaitu:

1. Menempatkan diri serendah mungkin di hadapan Tuhan.
Arti ini menyatakan hubungan vertikal antara Tuhan dengan manusia di mana manusia sebagai ciptaan menaruh hormat setinggi mungkin kepada Tuhan Sang Pencipta dengan cara menempatkan diri serendah mungkin. Semakin rendah kita menempatkan diri. Tuhan akan semakin dihormati. Sikap ini sejajar artinya dengan "Proskuneo" (Yunani) yang berarti menyembah, tiarap, tengkurap, sujud.

2. Menempatkan diri orang lain lebih utama dari diri kita ( Filipi 2:3,8).
Kita melihat teladan ini telah dilakukan oleh Tuhan Yesus terlebih dahulu. Yesus mau
berkorban bahkan mati dikayu salib karena kerendahan hatinya. Sebab Ia rendah hati maka Ia mengutamakan Allah dan manusia (orang lain). Demikian pula kita akan disebut rendah hati apabila kita menganggap orang lain dan Tuhan lebih utama dari diri kita sendiri.
Inilah yang jarang kita temui dalam diri manusia. Pada umumnya (sejak manusia jatuh dalam dosa) manusia mempunyai kecenderungan egois, bahkan akhir jaman ini manusia menganggap sesamanya tidak berarti. Pembunuhan, penganiayaan dan pencideraan karena hal sepele sering terjadi. Hal ini menandakan bahwa kerendahan hati menjadi barang yang sangat jarang dan langka. Sebab itu Kristus memanggil kita untuk bersikap rendah hati.
Dalam hubungan dengan Tuhan RENDAH HATI sangat penting karena MENGUBAH KEPUTUSAN ALLAH (II Tawarikh 12:7,12).
Dalam Firman Allah kita menemukan satu kenyataan di mana Allah yang telah memutuskan untuk menghukum umatnya tiba-tiba membatalkannya (Allah menyesal -Keluaran 32:14; Yeremia 26:3,13), mengapa? Karena umatnya MERENDAHKAN DIRI. Mengapa Allah mengubah keputusannya pada waktu umatnya merendahkan diri? Sebab:
a. UmatNya Sadar.
Dalam kerendahan hati/merendahkan diri ada kesadaran bahwa dirinya salah. Kesadaran seperti ini biasanya disertai dengan kerinduan untuk berubah. Sikap inilah yang menyentuh hati Allah, karena itu Ia mengubah keputusannya.
b. UmatNya Terbuka
Orang yang rendah hati adalah orang yang mau dibuka dan mau terbuka kepada Tuhan. Sebenarnya Tuhan itu Maha Tahu, tapi Ia ingin kita terbuka ( Kejadian 3:9-10 ). Orang yang membuka diri lebih dihargai daripada yang tertutup namun akhirnya belangnya terbuka. Orang memiliki kemampuan terbuka jika ia rendah hati/ meren dahkan diri, tanpa sikap ini tidak mungkin. Allah kita adalah Allah yang terbuka. Ia menyatakan dirinya dalam Yesus Kristus untuk diketahui oleh manusia. Allah mau melakukan itu karena Ia rendah hati.
c. UmatNya Mengaku.
Pengakuan itu mulia, lebih berharga daripada permata sebab pengakuan memulihkan kembali hubungan yang penuh curiga (II Taw 12:12) dan membawa kesembuhan (Yakobus 5:16a). Banyak orang sulit mengaku kepada Tuhan, apabila kepada manusia sebab menganggap bahwa mengaku itu sama dengan menelanjangi diri. Itu sebabnya orang yang tidak mau mengaku, hidupnya dikuasai tuduhan, dakwaan iblis.
d. UmatNya bertobat
Hanya orang yang rendah hatilah yang memiliki keinginan seperti ini.
Dalam hubungan dengan sesama RENDAH HATI sangat penting karena: MEMBUAT
HUBUNGAN DAN PERSAHABATAN LEBIH INDAH. Sebagaimana kerendahan hati membuat hubungan dengan Tuhan dipulihkan, demikian pula dengan sesama karena:
a. Ada Kerelaan berkorban
Orang yang rendah hati menganggap sesamanya lebih utama daripada dirinya sendiri. Oleh sebab itu orang yang rendah hati rela berkorban untuk sesamanya. Kesulitan sesama menjadi lebih mudah teratasi pada waktu ada seseorang yang membantu. Jika hal ini terjadi maka hubungan yang sebelumnya renggangpun dapat menjadi erat kembali dan persahabatan yang berjalan menjadi lebih erat (Amsal 17:17; 18:24).
b. Ada kemauan untuk meminta maaf
Orang yang rendah hati tidak mengalami kesulitan untuk meminta maaf apabila ia berbuat kesalahan. Kemauan ini akan mempermudah menyelesaikan kesalah pahaman, pertengkaran dan pertikaian.
c. Ada pengampunan.
Sikap inilah yang menjadikan Yesus begitu rendah hati, karena Ia mau mengampuni orang yang bersalah kepadanya (Lukas 23:34). Hanya orang yang rendah hati yang mampu melakukan hal ini.

Buku Bacaan Penunjang:

1. G.Caram, Paul, Kekristenan Sejati, Jakarta : Nafiri Gabriel, 1996.
2. Subekti, Timotius, Pdt.Ir, Khotbah Tuhan Yesus, Jogjakarta: Andi Offset, 1986.

 

(Sumber : Benih Kekal - Departemen Pemuda & Anak Gereja Bethel Indonesia)



Sahabat Surgawi

Media pelayanan antara jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2001, Tim Sahabat Surgawi