|
Pertanyaan :
Bapak Pengasuh yang terhormat.
Saya kerap mendapat pertanyaan dari orang-orang non-Kristen
tentang ke-tritunggal-an Allah. Menurut Bapak, bagaimana cara
menjelaskannya dengan sederhana supaya dapat dipahami oleh
mereka dengan mudah? Dalam keterbatasan saya, saya selalu
bilang kalau saya percaya pada Allah yang Esa. Tetapi itu
bukan jawaban yang bisa diterima oleh mereka, karena mereka
tahu saya percaya kepada Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh
Kudus.
Gali
Kelapa Gading Permai—Jakarta Utara
Jawaban:
Gali yang terkasih di dalam Kristus, memang tak mudah
menjelaskan Allah Tritunggal, termasuk juga Allah yang Esa.
Siapakah manusia sehingga bisa menjelaskan siapa Allah dengan
lengkap sehingga masuk akal? Yang paling masuk akal adalah
bahwa “Allah memang tidak masuk akal, dan, sungguh tidak masuk
akal jika Allah masuk akal”.
Statemen ini baru masuk akal. Mengapa? Jelas, karena Allah tak
terbatas, melampaui akal kita yang sangat terbatas. Jadi,
bagaimana mungkin manusia bisa mengurung Allah yang tidak
terbatas di dalam akalnya yang terbatas. Namun, itu tidak
berarti kita tidak bisa menje-laskan siapa Allah, tapi
penjelas-an sebatas DIA menyatakakan diri-Nya kepada manusia
di dalam Firman. Kemudian kita juga harus mengingat bahwa
ketika berbicara tentang Allah kita berbicara Allah yang roh
adanya (Yoh 4: 24), bukan materi, tidak terbatas pada ruang
dan waktu (Maz 93: 2), dan tentu tidak seperti kita yang
materi (Maz 90: 4-6). Kita harus awali dari kesadaran ini dulu.
Nah, sekarang tentang Allah Tritunggal.
1. Istilah ini secara tersurat memang tidak ada di Alkitab,
namun tersirat dengan sangat jelas (Kej 1: 26/KITA, bentuk
jamak, Yes 6: 8/bahasa Inggris “us”, bentuk jamak), dan juga
pada nama Ellohim yang berbentuk jamak (bagian ini perlu
penjelasan yang panjang). Tapi intinya, yang percaya pada
Allah Abraham, Ishak dan Yakub harus belajar, mengerti dan
percaya kebenaran ini. Mungkin ada yang berkata kenapa orang
Yahudi sendiri tidak percaya pada Yesus? Jawabannya seder-hana:
yang percaya mula-mula juga orang Yahudi, termasuk Pau-lus
tokoh Farisi yang sangat terkenal dan terdidik (Kisah 22).
Juga fakta kesalahan konsep tentang Me-sianik.
2. Allah Anak, Yesus Kristus, sebelum da-tang ke dunia juga
sudah dinubuat-kan lama oleh Perjanjian Lama (PL); tentang
diri-Nya, yang mela-hirkan-Nya, kota kela-hiran-Nya, akibat
kela-hiran-Nya bahkan ke-matian-Nya. Kebetul-an? Tentu tidak,
ka-rena Dia memang da-tang dari kekekalan ke dalam kesementara-an
(Yoh 14:1-3, Fil 2:5-8).
3. Allah Bapa dan Allah Roh sudah diper-saksikan dengan jelas
oleh Alkitab sejak dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
4. Lalu dalam berkarya, Mereka mencipta bersama (Kej 1: 2;
Allah Roh, 1: 3; Allah Bapa, Yoh 1:1-3; Allah Anak, memelihara
dan menebus bersama, Yoh 3:16, Kasih Bapa, Yoh 14: 6;
Penebusan Anak, Yoh 16: 8-11,14: 26; Keinsyafan dan pimpinan
Roh. Ketiganya satu dalam berkarya penciptaan hingga penebusan).
5. Jadi Allah itu tiga? Tentu tidak. Dia sendiri mengatakan
“esa” (Ul 6: 4). Di sinilah masalahnya. Ingat, kita bicara
Allah yang Roh, bukan materi; kualitas, bukan kuantitas.
Sekarang coba tanya, “Apakah Allah yang “satu” itu? Apakah Dia
ada di Indonesia?” Pasti dija-wab “ada”. Di tempat lain juga
pasti dijawab “ada”. Pertanyaannya, jika Allah itu ada di
mana-mana, ada berapa Allah itu? Pasti satu bukan. Di ma-na
logikanya? Ingat kita bicara Allah yang Roh dan Kekal. Nah,
kalau bicara Allah Tri-tunggal bingung, apa Allah tung-gal
juga tidak bingung karena bisa di mana-mana pada saat yang
sama? Tentu saja bi-ngung karena kita bicara Allah yang
melampaui akal.
Akhirnya, ternyata Allah Tritunggal itu tidak membingungkan ya,
yang membingungkan adalah bagaimana men-jelaskannya. Semoga
sekarang jadi jelas. Allah Tritunggal itu tidak sama dengan
konsep trimurti. Tritunggal itu esa, tiga pribadi satu
kesatuan, dan itu kesaksian Alkitab. Selamat berpikir dengan
beriman.?
(Nantikan Kupasan Firman Tuhan
selanjutnya!)
|