|
Pertanyaan :
SAYA mau menanyakan perihal keselamatan. Dalam Roma 2:
6,13, ada kesan bahwa ada keselamatan di luar Yesus Kristus.
Dengan mengacu pada ayat tersebut, pernah seorang pengkotbah
mengatakan bahwa keselamatan bukan milik orang Kristen semata.
Juga disampaikan contoh kasus orang-orang yang belum pernah
atau tidak pernah mendengar Injil, keselamatan mereka
didasarkan pada apa yang ada dalam hati dan perbuatan mereka.
Bukankah Tuhan sudah menetapkan satu standar perbuatan baik
yang sempurna, yaitu hukum Taurat? Namun tidak ada seorang pun
manusia yang bisa melakukannya dengan sempurna, bukan? Bahkan
ditegaskan bahwa tidak seorang pun dibenarkan dengan melakukan
hukum Taurat (Roma 3: 28) yang adalah standar kebaikan yang
ditetapkan Allah. Jadi, bagi saya, keselamatan hanya di dalam
Yesus Kristus (Yoh 3:16, Kis 4:1). Saya khawatir dan gelisah
atas pernyataan pendeta itu yang cenderung pluralis dan
universalis. Bagaimana pandangan Bapak?
Valent-Jakarta
Jawaban:
Valent, saudaraku yang kritis, memang sudah seharusnya kita
sebagai orang Kristen senantiasa kritis menyikapi berbagai
pemaha-man yang mengatasnamakan Alkitab. Mari kita mulai
dengan mengenali karakteristik kitab Roma. Kitab Roma yang
ditulis oleh Paulus sarat dengan kedalaman teologis dan
filosofis. Kitab ini merupakan tanggapan Paulus terhadap
berbagai gugatan yang muncul di jemaat Roma yang seakan
membenturkan Injil dan Taurat. Paulus menjawabnya dengan lugas,
bahwa Taurat itu betul pada posisinya sebagai pembuka dan
Injil sebagai peng-genapan dari keseluruhan janji Allah.
Tema kitab Roma sangat jelas (1:16-17), bahwa Injil-lah jalan
keselamatan, dan iman adalah pusat pergerakan setiap orang
percaya (baik Yahudi maupun Yunani). Dalam kitab Roma, Paulus
berkata dengan tegas bahwa tidak ada orang yang benar, yang
berakal budi dan mencari Allah (3: 9-11). Jadi, tidak ada
orang dise-lamatkan karena benar dan baik (karena Alkitab
telah mengatakan tidak ada yang benar dan baik di hadapan
Allah). Abraham disela-matkan bukan karena perbuatan-nya
melainkan karena percayanya, dan itu jelas tertulis dalam
pasal 4:1-8. Lalu pada pasal 5, Paulus menekankan kematian
karena Adam (representasi manusia berdosa kepada Allah), namun
keselamatan tiba karena Yesus Kristus, bukan perbuatan baik
(5:1-17, 9:14-18). Dan akhirnya, kitab Roma ditutup dengan
Soli Deo Gloria in Kristos (16: 25-27). Hampir pada semua
pasal, berita tentang keselamatan dinyatakan tegas sebagai
kasih karunia (Injil), bukan usaha manusia (Taurat).
Awas, jangan salah paham dulu seperti yang dikatakan Petrus,
bahwa banyak orang salah mengerti tentang tulisan Paulus (2
Petrus 3:15-16). Dalam pasal 7 dan 8, Paulus menjelaskan hukum
Taurat adalah hukum dosa. Artinya, karena hukum Taurat,
tahulah kita bahwa kita berdosa, dan tidak ada satu orang pun
yang mampu memenuhi tun-tutan hukum Taurat. Bahkan Musa yang
dipakai Tuhan menuliskan Taurat, pernah membunuh, seka-lipun
ini sebelum Taurat diberikan Tuhan (Kel 2:11-15). Juga Musa
tidak sampai ke tanah perjanjian karena melanggar kekudusan
Tuhan (Bil 20:1-13). Musa dibe-narkan karena bertindak dengan
iman. Kalau hanya dari sudut perbuatan, Musa gagal.
Jadi, sekali lagi Taurat mem-buktikan keberdosaan manusia,
sebaliknya kasih karunia Allah, di dalam Yesus Kristus
menye-lamatkan orang yang percaya. Tidak ada keselamatan di
luar Yesus. Dan hal itu dikatakan oleh Yesus sendiri dalam Yoh
4: 16, dan banyak kesaksian para rasul. Nah, pasal 2 yang
dibicarakan harus dilihat sebagai berikut, yaitu sebuah
sindiran kepada orang Yahudi yang selalu merasa unggul dari
orang lain. Jika ada orang yang tidak tahu hukum Taurat,
mela-kukan tuntutan Taurat akan dibe-narkan, maka aneh sekali
orang Yahudi tidak melakukan.
Allah akan bertindak adil. Bukan karena ke-Yahudi-annya orang
diselamatkan, tetapi karena perbuatan. Namun jangan ber-henti
dulu, karena perbuatan ternyata adalah buah iman (2: 15,
tertulis di hati mereka). Semua perbuatan baik akan diuji
(2:16). Dan yang sesuai dengan keteta-pan Tuhan akan
dibenarkan ( 2: 28-29). Jadi, jangan dibaca sepotong, atau
satu pasal, tetapi seluruh pasal, bahkan kitab.
Soal orang yang belum mende-ngar Injil—seperti bayi—kesela-matan
mereka itu merupakan kedaulatan Allah yang tidak kita ketahui,
dan itu bukan urusan kita (Ul 29: 29). Urusan kita
membe-ritakan Injil. Dan jalan keselamatan hanya satu, yaitu
melalui Yesus Kristus. Semoga saudaraku Valent tak lagi
gelisah, bahkan semakin bergairah memberitakan Injil.
Oh ya, jangan lupa bagi-bagi info tentang REFORMATA kepada
teman-temanmu yang lainnya. Semoga menjadi berkat bagi banyak
orang.*
(Nantikan Kupasan Firman Tuhan
selanjutnya!)
|