|
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta
sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya:
“Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang itu sendiri atau
orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus:
“Bukan dia dan bukan orang tuanya, tetapi karena
pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”
(Yohanes 9:1-3)
Melalui dukungan-dukungan doa, moral dan nasihat-nasihat
bijak keluarganya, akhirnya mereka dan Nick dapat
memenangkan peperangan rohani yang sedang berlangsung di
dalam benak pikiran pemuda itu. Sekarang melihat kembali
seluruh perjuangan-perjuangan di masa lalunya, ia
amat bersyukur kepada Tuhan, karena Ia telah mengaruniakan
kepadanya orang tua dan keluarga kristiani yang selalu
teguh berdiri di sampingnya, yang selalu bersedia
memberikan penghiburan-penghiburan yang dibutuhkannya,
pada saat-saat kritis tersebut.
Sepanjang masa pertumbuhan Nick, Tuhan tidak pernah
berhenti mempersiapkan hatinya, serta mengajar dirinya
untuk selalu berserah, mendahulukan dan menjadikan Dia
pusat kehidupannya. Salah satu dari wahyu-wahyu yang Tuhan
nyatakan kepadanya adalah sikap yang bersyukur. Pada waktu
Nick berumur 12 tahun, di suatu pagi yang tidak terlupakan,
tiba-tiba ia terbangun sambil menghitung dan menyadari
berkat-berkat yang sudah diterima olehnya. Ia teringat,
keindahan pagi tersebut membuat ia berterima kasih sekali
kepada-Nya, bahwa meskipun ia dilahirkan dalam keadaan
seperti itu, ia tidak hidup dan dibesarkan di
negara-negara blok ketiga.
Ayat termasyhur, Roma 8:28, sangat menegur hatinya! Ketika
Nick membacanya, ia menyadari untuk pertama kalinya, bahwa
tidak ada sesuatupun yang dapat disebut sebagai nasib
yang buruk, kemungkinan atau kebetulan,
disebabkan oleh karena hal-hal tidak berkenan yang terjadi
dalam kehidupannya. Surat Yakobus 1:3-4 mengajar Nick,
bahwa ‘ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan, dan
ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya ia
menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.’
Damai sejahtera memenuhi hatinya pada saat ia menyadari,
bahwa Tuhan tidak akan membiarkan SESUATU terjadi
pada kehidupan umat-Nya, selain jika Ia sudah MEMPUNYAI
RENCANA di dalamnya!
Pada waktu Nick mencapai usia yang ke 15, ketika ia
membaca Injil Yohanes 9, ia mendapat jamahan khusus dari
Roh Kudus. Untuk pertama kalinya Nick memutuskan untuk
menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Pernyataan
Yesus mengenai orang yang dilahirkan buta, agar
“pekerjaan-pekerjaan Allah dapat (harus) dinyatakan di
dalam dia” merupakan suatu wahyu pribadi dari Roh
Kudus yang langsung dapat membuka mata hatinya! Nick yakin,
Tuhan akan segera menyembuhkan dan memulihkan dia,
agar ia bisa menjadi saksi-Nya yang absah mengenai
kuasa-Nya yang ajaib dan luar biasa. Tetapi ia juga
menerima hikmat surgawi untuk mengerti, bahwa semua
doa-doanya hanya akan dijawab sesuai dengan waktu yang
sudah ditentukan oleh Tuhan saja. Dan jika
keinginannya tersebut bukan menjadi kehendak-Nya, ia yakin,
bahwa Tuhan mempunyai suatu rencana lain yang jauh
lebih indah lagi baginya.
Bertentangan dengan dugaan, perkiraan dan penganalisaan
semua orang yang baru melihat dia untuk pertama kali,
ternyata Nick adalah seorang pemuda yang sangat cerdas dan
berhasil dalam semua pelajaran-pelajaran sekolahnya.
Ketika ia menginjak umur 21 tahun, Nick sudah
menyelesaikan pendidikan perguruan tingginya, dan diwisuda
sebagai seorang Sarjana Ekonomi jurusan
‘Financial Planning and Accounting’.
Ia tidak langsung mencari pekerjaan atau memulai kariernya
di bidang tersebut, karena ternyata Tuhan sedang
mempersiapkan suatu tugas yang jauh lebih berguna dan
mulia, yang sudah ditentukan khusus untuknya sebelum Nick
dilahirkan.
“Sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada
pada-Ku mengenai kamu, demikian firman Tuhan, yaitu
rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan,
untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
(Yeremia 29:11)
Suatu bakat yang unik mendadak tampil dari dalam diri
Nick. Sebuah bakat karunia Tuhan yang tidak pernah diduga
sebelumnya, baik oleh keluarganya, maupun oleh Nick
sendiri! Sikap, tingkah laku dan perkataan-perkataannya
dengan mudah dapat mempengaruhi jiwa, membakar semangat,
dan membangkitkan rasa percaya diri orang-orang yang
berada di sekitarnya. Menyadari karunia Tuhan yang khas
untuknya tersebut, baru-baru ini Nick mengikuti pendidikan
khusus di Amerika Serikat untuk menjadi seorang
‘Motivational Speaker’, yang dapat diselesaikan
olehnya dalam waktu singkat, dengan hasil yang gemilang.
Karena semua pergumulan-pergumulan emosional yang pernah
dialaminya berkaitan dengan kasus-kasus diskriminasi,
kesepian, penolakan-penolakan dan ‘bullying’
oleh teman-teman sekolahnya, yang hampir menghancurkan
citra dirinya, dan yang menyebabkan ia kehilangan rasa
harga diri yang sehat, Tuhan menanamkan di dalam hatinya
suatu kerinduan untuk menolong, memperingati dan
memberkati orang-orang lain yang sedang dilanda krisis
identitas, bahkan mereka yang sudah mengenal Kristus.
Memakai pengalaman-pengalamannya sebagai dasar pokok
pembicaraan, ia ingin mengajar para pendengarnya untuk
membiarkan kuasa Tuhan bekerja secara mutlak di dalam
hidup mereka, agar rencana-rencana-Nya dari semula
saja yang terlaksana, dan bukan membiarkan kuasa-kuasa
lain yang menentukannya. Nick ingin menjadi inspirasi
bagi orang-orang lain agar mereka dapat hidup dengan
potensi yang penuh, dan tidak membiarkan
tantangan-tantangan hidup menghalangi harapan dan impian
mereka. Kalau Tuhan dapat mengubah persepsi negatif awal
hidup Nick yang penuh dengan penderitaan, menjadi hidup di
dalam kemenangan-Nya, Tuhan pasti akan melakukan hal yang
sama untuk mereka!
Sekarang melalui pelayanan-pelayanan yang telah
dipercayakan oleh Tuhan kepadanya, Nick mengerti akan
semua wahyu-wahyu yang sudah diterima pada masa
pertumbuhannya. Suatu pelayanan yang hanya dapat
dikerjakan oleh Nick, dipercayakan kepadanya, seperti
pernyataan Tuhan Yesus sendiri di Yohanes 9:3, bahwa
pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
Selain memberikan penyajian, khotbah dan kesaksian hidup
di gereja-gereja, pelayanannya juga menjangkau para
generasi muda di sekolah-sekolah dasar, menengah, bahkan
sekolah-sekolah tinggi di seluruh Australia, sebagai
seorang tamu pembicara untuk membangun rasa percaya diri
para pendengarnya melalui topik-topik yang dapat menantang
kehidupan mereka. Pelayanannya di sekolah-sekolah berhasil
mengurangi kasus-kasus bunuh diri yang sering
terjadi di antara muda-mudi belasan tahun negara Kangguru
ini. Tidak jarang Nick mendapat undangan untuk memberikan
penyajian-penyajian yang sama di perusahaan-perusahaan
besar di sana, sebagai salah satu topik ‘training
course’ untuk memacukan taraf produksi mereka, melalui
peningkatan rasa percaya diri para pegawainya.
Setiap kesempatan yang ada di sekolah-sekolah maupun di
dalam perusahaan-perusahaan, ia memberitakan Injil kepada
mereka yang belum pernah mendengar, mengetahui, atau
mengenal Tuhan Yesus Kristus. Nick menyadari, bahwa ia
tidak dapat melakukannya secara sembarangan, karena ada
beberapa negara-negara bagian di Australia, seperti
Victoria, yang mempunyai peraturan-peraturan hukum
tersendiri yang melarang siapapun juga untuk
memperkenalkan (menurut mereka: memaksakan) di
depan umum agama tertentu kepada orang-orang lain yang
sudah memeluk agama yang berbeda.
Akhir-akhir ini Nick Vujicic mempunyai
rencana-rencana RAKSASA bagi masa depannya.
Selain ingin menjadi seorang tamu pembicara bertaraf
internasional yang pergi mengelilingi dunia, baik
memberikan penyajian untuk masyarakat kristiani maupun
tidak, ia juga mempunyai tujuan agar bisa mandiri secara
finansiil dalam usia yang ke 25, melalui
investasi-investasi di bidang ‘real estate’.
Nick juga mengharapkan, agar dalam waktu dekat ia dapat
mengendarai mobil sendiri, yang masih harus
dikaryakan sesuai dengan keperluannya.
Angan-angan raksasa lainnya yang ingin sekali diraih
olehnya adalah: Menjadi seorang penulis buku-buku
‘bestseller’ yang dapat menjamah dan mengubah
kehidupan para pembacanya di seluruh dunia.
Dan ambisi termuluk Nick yang masih diimani olehnya adalah
tampil di acara televisi paling laris di Amerika Serikat:
‘Oprah Winfrey Show’, suatu acara ‘lounge
interview’ tersukses masa kini. Ia ingin sekali
diwawancarai secara pribadi oleh Oprah Winfrey,
bintang layar perak yang amat dikenal di seluruh dunia.
Nick berharap, agar ia dapat membagikan firman Tuhan
melalui kesaksian hidupnya ditonton oleh berjuta-juta
pemirsa, bukan hanya di negara itu saja, tetapi juga di
seluruh dunia.
(Nantikan artikel lanjutannya!)
|