|
FENOMENA AUSTRALIA
Hillsong Church, Australia
Oleh: John Adisubrata |
|
“GONCANGAN PERTAMA” |
|
Menjelang konferensi Gereja Hillsong di tahun 1996,
terjadilah goncangan pertama yang amat mengejutkan. Ps
Brian Huston, di dalam khotbahnya melalui acara TV tahun
2003, menceriterakan mengenai pengalaman pedih dan pahit
yang harus mereka lalui bersama pada waktu itu. Kesuksesan
Hillsong Church, yang belum dapat dibandingkan dengan
kesuksesan yang sedang mereka alami sekarang (tahun 2004),
telah mengakibatkan perselisihan di dalam departemen musik
mereka. Perpecahan tidak dapat dielakkan lagi. Hal
tersebut sebenarnya sudah mulai tampak pada waktu mereka
merekam album keempat ‘Friends in High Places’, album yang diproduksi untuk persiapan konferensi Gereja Hillsong
tahun 1995.
Kendatipun berita tersebut telah ditutup secara ketat oleh
para pemimpin gereja, untuk menghindarkan tersebarnya
kabar angin yang tidak dapat dikendalikan, para penggemar
musik mereka mulai bertanya-tanya. Konferensi tahun 1996
telah diada kan tanpa kehadiran Geoff Bullock, salah
seorang talenta terbesar dan terpenting departemen musik
Gereja Hillsong. Pada hal semenjak terbentuknya grup
pemusik sukses gereja ini, setiap tahun ia tidak pernah
absen dari acara-acara konferensi mereka.
Tetapi meskipun mereka harus menghadapi dan melalui
kesulitan besar ini, terbukti dan tercatat, bahwa Tuhan
selalu berada di pihak orang-orang yang dikasihi oleh-Nya,
mereka yang memang sudah dari awalnya dibebani tugas mulia
untuk mengembangkan haluan musik puji dan sembah dunia di
akhir zaman.
Ternyata perekaman album ‘God is in the House’, meskipun
tanpa keterlibatan Geoff Bullock di dalamnya, adalah album
tersukses yang pernah mereka produksi semenjak mereka
terbentuk sampai tahun 1996. Album ini tidak hanya dipeluk
dengan hangat oleh gereja-gereja yang beraliran serupa di
seluruh dunia sebagai album penyembahan yang terbagus pada
waktu itu, tetapi lagu-lagunya juga diterima dan
dipergunakan oleh gereja-gereja tradisi besar, yang
biasanya selalu menolak musik-musik rohani yang bukan
Hymne.
Dari dalam album tersebut terbit banyak sekali lagu-lagu
praise and worship baru yang tidak terlupakan, korus-korus
‘catchy’ yang amat mudah untuk dapat diikuti oleh
jemaat-jemaat gereja di dalam memuji dan menyembah Tuhan.
Album ini menghasilkan jauh lebih banyak ‘hits’ dari pada
album-album lain sebelumnya, seperti: ‘I Believe the
Promise’, ‘And That My Soul Knows Very Well’, ‘Run to
You’, ‘Jesus What a Beautiful Name’, ‘Thank You Lord’ dan
lain sebagainya.
Semenjak ‘nubuatan’ Ps Brian Huston terekam di dalam video
‘All Things are Possible’, setiap tahun kesuksesan Gereja
Hillsong bertambah besar saja, sesuai dengan perkataannya.
Album selanjutnya, ‘Touching Heaven Changing Earth’ yang terbit di tahun 1998, juga telah membuahkan banyak
lagu-lagu baru yang tidak kalah hebatnya dari album-album
sebelumnya, seperti: ‘Church on Fire’, ‘The Potter’s
Hand’, ‘You are Holy’, ‘My Greatest Love is You’, ‘Holy
Spirit Rain Down’ dan lain sebagainya.
Meskipun dari awalnya semua album-album mereka sudah dapat
menembus pasaran musik rohani di seluruh dunia, Hillsong
Church akhirnya berhasil mendobrak pintu pasaran musik
rohani internasional secara tuntas di tahun yang sama,
melalui produksi bersama ‘Integrity Music USA’, salah satu
perusahaan musik rohani terbesar di Amerika Serikat.
Lahirlah album-album ‘Shout to the Lord’ dan ‘Shout to the
Lord 2000’, yang direkam ‘live’ di Sydney tahun 1998. Ron
Kenoly dan Alvin Slaughter, pemimpin-pemimpin praise and
worship terkenal di dunia di bawah naungan Integrity Music
telah ikut memeriahkan perekaman ‘Shout to the Lord 2000’, mendampingi Ps Darlene Zschech dan timnya.
Kedua album ini jelas sekali setelah diluncurkan, segera
melejit pesat menguasai pasaran musik rohani dunia selama
bertahun-tahun. Album-album ini bukan hanya melanda benua
Amerika saja, tetapi juga berhasil menembus pasaran musik
rohani Eropah.
Album ‘Shout to the Lord’ saat ini telah terjual lebih
dari 500 000 di luar Australia. Sedangkan album ‘Shout to
the Lord 2000’ pada saat diluncurkan, terjual ‘begitu’ banyak di Amerika, sehingga dapat mencapai kedudukan kedua
di ‘Christian Charts’ di sana, bahkan masuk ke dalam
‘Billboard Charts’ musik sekuler negara tersebut.
Semenjak saat itu nama Hillsong Australia dikenal luas di
dunia, sebagai nama yang sudah tidak dapat dipisahkan lagi
dari semua perbincangan tema musik praise and worship masa
kini. Meskipun sampai saat itu masyarakat Kristen dunia
adalah bagian terbesar dari orang-orang yang sudah
mengenal nama mereka, sebagian kecil dari masyarakat
lainnya yang belum percaya, secara tidak langsung juga
mulai mendengar keberadaan mereka sebagai salah satu grup
tenar di dunia musik.
(Nantikan lanjutannya!)
|